PRINSIP UTAMA DALAM BEKERJA ADALAH MEMILIKI ETIKA

“Manusia berintegritas tinggi bersumber dari etika.”~Djajendra

Etika sangat diperlukan untuk kehidupan kerja yang produktif dan untuk memberikan kepuasan kerja bagi semua orang. Etika berfungsi untuk mengharmoniskan setiap hubungan antara manusia dan menghindarkan titik konflik antara manusia. Etika menjadikan hubungan kerja dalam perilaku jujur, bertanggung jawab, bersikap baik, murah hati, saling menolong, tidak melanggar hukum, produktif, adil, dan penuh kasih sayang. Etika adalah prinsip dasar dalam semua aturan, peraturan, prosedur, kebijakan, dan kepemimpinan di tempat kerja. Batin karyawan yang tersentuh energi etika mampu menjalankan fungsi dan perannya di tempat kerja dengan adil, jujur, tulus, sepenuh hati, setia, dan fokus untuk menciptakan kinerja terbaik.

Manusia dengan integritas yang tinggi bersumber dari etika. Ketika manusia mengabaikan etika, maka dia menjadi energi perusak kesejahteraan dan keharmonisan bagi semua orang. Sebaliknya, ketika manusia patuh dan taat menjalankan etika, maka semua orang menjadi bagian yang menyenangkan kehidupan, sehingga kebahagiaan dan kesejahteraan hidup dapat dirasakan bersama. Manusia yang etis adalah bagian penting dari etika kerja. Manusia yang etis mampu bekerja dengan etos terbaik dan menjadi kekuatan utama dalam pembentukan budaya kerja yang unggul.

Etika diperlukan dalam bentuk perilaku di setiap aspek kerja. Perilaku etis menciptakan keunggulan dan prestasi yang dapat dipertahankan untuk selamanya, sedangkan perilaku tidak etis menciptakan kerapuhan dan prestasi yang tidak dapat dipertahankan untuk selamanya. Jadi, praktik tidak etis sangatlah tidak menguntungkan bagi siapapun dalam jangka panjang. Mungkin saja, dalam jangka pendek, praktik atau perilaku tidak etis memberikan keuntungan bagi Anda. Tetapi, dalam jangka panjang, perilaku tidak etis tersebut akan menjadi sesuatu yang buruk dan menghancurkan semua yang sudah Anda bangun. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran yang terus-menerus untuk bisa melatih dan membiasakan diri sendiri agar taat dan patuh dengan etika. Jiwa, fisik, pikiran, dan emosi harus bersatupadu dalam satu komitmen yang kuat untuk menjalankan etika dengan sebenar-benarnya.

Semua nilai-nilai kehidupan kerja sebagai dasar pembentukan budaya kerja haruslah bersumber dari manusia etika. Etika haruslah dihasilkan dari kesadaran batin terdalam. Pertumbuhan kepribadian dan karakter kerja yang hebat haruslah bersumber dari etika. Etika harus dirawat dan ditingkatkan secara terus-menerus di tempat kerja. Menanamkan kesadaran kepada setiap insan perusahaan bahwa etika adalah sumber kebahagiaan, sumber kepuasan kerja, sumber keharmonisan, dan sumber pencapaian kinerja terbaik, haruslah menjadi bagian dari tugas utama manajemen.

Ketika etika menjadi budaya dan perilaku kerja yang kuat, maka saat itu karyawan mampu menjalankan pekerjaan sebagai bagian dari ibadah. Pekerjaan menjadi ibadah untuk mendapatkan rezeki. Pekerjaan menjadi ibadah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup. Kesadaran bahwa pekerjaan adalah ibadah untuk mendapatkan rezeki menjadi pendorong bagi karyawan untuk bekerja dengan sepenuh hati dan penuh kualitas. Kepemimpinan dan manajemen perusahaan harus sepenuh hati dan totalitas dalam menciptakan budaya etis di tempat kerja. Tidak bisa hanya berharap dari kesadaran karyawan untuk memiliki perilaku etis. Manajemen haruslah mampu membangun sistem, lingkungan kerja, budaya, dan karakter kerja yang berdasarkan dari etika. Memberdayakan setiap insan perusahaan dalam energi etika mampu meningkatkan integritas dan akuntabilitas dalam budaya kerja.

Gaya hidup etis di tempat kerja mampu menurunkan stres dan memberdayakan potensi untuk pencapaian lebih tinggi. Hal ini juga akan mendorong karyawan untuk tidak sekedar mencari nafkah dari pekerjaannya, tetapi menjadikan pekerjaanya sebagai alat untuk kebahagiaan dan pertumbuhan potensi diri. Kita tahu, di semua profesi pasti dibuat kode etik, yang bertujuan untuk memberdayakan potensi terbaik di jalan integritas dan etos terbaik. Jadi, fungsi etika tidak sebatas untuk memahami apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, lebih dari itu, etika berfungsi untuk menciptakan kualitas pribadi yang hebat, untuk bisa menjalankan pekerjaan berkinerja tinggi di jalur integritas.

“Etika menciptakan jalur integritas yang membuat setiap orang termotivasi untuk bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

MENGABAIKAN ETIKA MENYEBABKAN ORANG LAIN TERLUKA DAN MERUGI

“Perilaku etis adalah jalan lurus dan kelurusan hati nurani untuk melakukan pekerjaan sesuai nilai-nilai organisasi, kode etik, kode moral, dan tata kelola yang terbaik.”~Djajendra

Seseorang yang beretika memiliki perbuatan baik untuk menghasilkan kesejahteraan dalam hidupnya. Etika adalah tuntunan untuk melakukan perbuatan mulia. Etika diwujudkan melalui pemikiran, perbuatan, ucapan, dan tindakan yang membawa kehidupan ke jalan kebenaran. Seseorang yang bertindak tanpa etika merupakan energi untuk perbuatan salah. Di mana, perbuatan salah ini akan berakumulasi untuk menciptakan kesalahan ke berbagai urusan lainnya. Kesadaran bahwa perilaku tidak etis dapat menyebabkan kerusakan dan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain, haruslah menjadi pemahaman bersama di tempat kerja.

Nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas, tidaklah dapat dipisah-pisahkan, semuanya saling terkait erat dan tak terpisahkan. Nilai-nilai organisasi memiliki kekuatan untuk membentuk perilaku kerja sesuai budaya yang diinginkan oleh perusahaan. Etika di tempat kerja bersumber dari kode etik atau prinsip yang menjadi dasar untuk menentukan apa yang benar dan apa yang tidak benar. Etika sendiri bertujuan untuk menjaga kualitas integritas kerja, sehingga saat karyawan menghadapi situasi sulit dan penuh dilema, mereka tetap berperilaku sesuai kode etik yang diberikan perusahaan. Moralitas atau nilai-nilai moral dimaksudkan agar setiap individu karyawan mampu menemukan jati dirinya yang asli, sehingga mengenal diri sendiri secara baik untuk bisa memberikan kontribusi etis bagi perusahaan. Intinya, nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam membentuk budaya kerja dan budaya organisasi yang kuat.

Etika membantu karyawan untuk mengikuti kode etik dengan pengabdian yang tulus di semua proses kerja. Ini juga mempersiapkan pola pikir untuk menerima apa yang diperbolehkan dan apa yang dilarang di sepanjang proses kerja hingga mencapai kinerja terbaik. Ini juga mengubah pemikiran, ucapan, perilaku, dan tindakan yang membentuk kebiasaan etis di lingkungan kerja, sehingga menjadi bagian yang penting untuk mengekspresikan budaya organisasi yang kuat. Perilaku etis adalah fondasi dari budaya kerja. Perilaku etis adalah jalan lurus dan kelurusan hati nurani untuk melakukan pekerjaan sesuai nilai-nilai organisasi. Perilaku etis berarti menyelaraskan pemikiran dan perbuatan sesuai dengan standar etika di perusahaan. Perilaku etis berarti bekerja tanpa syarat untuk mempraktikkan tata kelola perusahaan yang terbaik.

Penampilan dari orang-orang beretika terlihat dari pemikirannya yang sesuai dengan nilai-nilai perusahaan, selalu bijaksana, selalu menjaga kebenaran dari tata kelola, mengendalikan emosi, rendah hati, berani, adil, bersyukur, puas dengan perusahaan, menjaga ucapan yang benar, menjaga tindakan yang benar, bekerja keras dengan disiplin dan sangat tekun, mencari penghidupan di tempat kerja di jalan yang benar dan etis. Jadi, orang-orang beretika tidak pernah mau berurusan dengan nilai-nilai yang berkaitan dengan perilaku negatif. Mereka selalu bertindak sesuai adab, sopan santun, kelakuan yang baik, tata krama yang luhur, dan kebenaran yang ditentukan di tempat kerja. Jadi, mereka tidak akan melanggar semua ketentuan dan kebijakan yang sudah disepakati secara bersama di tempat kerja mereka.

Internalisasi nilai-nilai organisasi, etika, dan moralitas mampu menciptakan langkah-langkah yang efektif untuk menuju pertumbuhan pribadi yang hebat dan pembentukan karakter kerja yang diandalkan. Saat semuanya terinternalisasi dengan baik, saat itu terbentuk kesadaran untuk bertanggung jawab atas semua tindakan dan membuang egoisme untuk menumbuhkan kolaborasi agar bisa mencapai kinerja tertinggi. Setiap karyawan wajib hadir untuk memberikan kontribusi bagi penguatan etika di tempat kerja. Setiap karyawan wajib memimpin dirinya sendiri untuk kehidupan kerja yang etis. Kehidupan kerja yang tidak etis menciptakan kesalahan yang menjadi penyebab utama rasa takut di tempat kerja. Orang-orang yang lalai menjalankan etika di sepanjang proses kerjanya, hidupnya selalu ketakutan dan kehilangan ketenangan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETOS KERJA: MEMULIAKAN DAN MENGHORMATI PEKERJAAN ANDA

“Etos kerja terbaik dihasilkan dari kualitas diri yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk pekerjaan yang ditekuni, tanpa syarat.”~Djajendra

Bekerja yang baik itu datang dari hati yang luhur untuk mencapai tujuan dan visi. Memuliakan pekerjaan dan menghormati apa yang sedang Anda kerjakan adalah jalan untuk mencapai hasil terbaik. Memandang dan menganggap pekerjaan Anda sebagai hadiah terbaik dari Tuhan, akan membuat Anda bekerja tanpa pamrih dengan sepenuh hati. Rasakan panggilan hati untuk melaksanakan pekerjaan Anda dengan totalitas dan penuh kualitas terbaik. Miliki tanggung jawab, disiplin, rasa cinta, dan kejujuran dalam setiap proses kerja. Jadilah diri sendiri yang totalitas untuk menerima dan melakukan pekerjaan Anda dengan penuh semangat.

Sangatlah tidak etis mengungkapkan ketidakmampuan Anda untuk melaksanakan pekerjaan dengan sepenuh hati. Dalam kondisi dan situasi tersulit pun, Anda harus percaya diri dan berani untuk melaksanakan pekerjaan Anda dengan tanpa pamrih. Resiko dan rintangan haruslah menjadi bagian dari tanggung jawab Anda untuk dilewati dengan solusi yang tepat. Integritas dan akuntabilitas haruslah menjadi senjata batin Anda saat pekerjaan mendapatkan tantangan. Fokuskan energi dan perhatian Anda hanya untuk melakukan apa yang diminta dari Anda pada momen itu. Anda tidak boleh bekerja dengan beban dan rasa khawatir dengan tindakan Anda. Kerjakan saja pekerjaan Anda sesuai aturan dan SOP dengan suasana hati yang selalu gembira dan penuh sukacita.

Hak seorang profesional adalah melakukan tugas dan mengambil tanggung jawab penuh atas pekerjaannya, serta tidak menuntut atau berharap pujian atas hasil tindakan. Dalam hal ini, hati yang ikhlas dan tanpa pamrih sangat diperlukan, agar Anda tidak menjadikan pekerjaan hanya untuk memuaskan egoisme Anda. Intinya, Anda tidak boleh terikat dengan ambisi, nafsu, dan egoisme dalam menjalankan pekerjaan Anda. Anda harus menjadi orang bebas yang selalu menggunakan energi kreatif untuk menemukan berbagai solusi terbaik, sehingga semua resiko dan rintangan dapat Anda atasi dengan cara kerja yang profesional.

Proses kerja selalu menghadapi begitu banyak perubahan dan ketidakpastian, disinilah Anda harus memiliki ketenangan dan kepercayaan diri untuk mengatasinya. Jangan pernah memiliki kebiasaan mengeluh atau melihat kekurangan dari situasi yang Anda hadapi. Miliki pola pikir positif dan optimis untuk bisa bekerja dengan sepenuh hati dalam setiap situasi yang penuh ketidakpastian. Miliki tekad dan niat yang kuat, untuk melakukan tugas Anda dengan sungguh-sungguh, dan tidak pernah berhenti sebelum mencapai hasil terbaik. Tidak pernah mengkhawatirkan tentang pilihan cara kerja Anda tersebut. Jangan pernah membiarkan pikiran Anda lari ke sana dan ke sini, tanpa arah yang jelas. Kendalikan pikiran dan disiplinkan pikiran untuk fokus pada momen sekarang, untuk bisa menghasilkan tindakan terbaik di momen sekarang, sehingga Anda bisa menghasilkan pekerjaan yang hebat dan berkualitas tinggi.

Satu-satunya kemampuan mutlak yang ada dalam kuasa Anda di tempat kerja, adalah kesediaan Anda untuk memberikan yang terbaik melalui etos kerja Anda. Jadi, di tempat kerja, jangan terlalu memikirkan tentang sikap dan perilaku orang lain, jangan terlalu banyak memikirkan tentang etos kerja orang lain. Anda hanya mempunyai satu pilihan, yaitu: memberikan yang terbaik dari dalam hati Anda untuk hasil kerja terbaik. Oleh karena itu, miliki pola pikir bahwa kehadiran Anda ke tempat kerja adalah untuk memberikan yang terbaik dari kualitas integritas dan akuntabilitas tertinggi. Anda tidak boleh memiliki pola pikir dan niat untuk meminta ataupun memiliki sesuatu dari pekerjaan Anda. Etos kerja terbaik dihasilkan dari niat dan pola pikir untuk memberi dan melayani tanpa pamrih. Bila Anda pamrih dan berharap sesuatu, dan yang Anda harapkan itu tidak didapatkan, maka Anda akan menjadi marah dan malas. Jelas, orang yang marah dan malas tidak pernah memiliki etos kerja terbaik, mereka hanya menjadi energi perusak di setiap proses kerja.

Orang-orang dengan etos kerja yang hebat tidak pernah bekerja untuk hadiah atau gaji sesuai harapan. Mereka bekerja karena sangat mencintai dan menyukai pekerjaan yang dilakukan. Mereka sangat fokus dan antusias untuk terlibat dengan sepenuh hati di setiap momen proses kerja. Mereka tidak memiliki mind set ‘worth it (worthed) dalam melakukan sesuatu. Artinya, mereka tidak pernah menganggap layak atau patut untuk menerima sesuatu yang lebih besar dari pekerjaan yang mereka lakukan. Jadi, etos kerja terbaik dihasilkan dari kualitas diri yang benar-benar mengabdikan dirinya untuk pekerjaan yang ditekuni, tanpa syarat. Kalau mental worth it selalu memiliki syarat dari egoismenya. Intinya, etos kerja terbaik dihasilkan dari diri yang bebas dan mandiri untuk melakukan pekerjaan terbaik di setiap momen. Biasanya, orang-orang dengan etos kerja terbaik percaya pada filosofi tabur-tuai. Hal ini, membuat mereka fokus sepenuhnya untuk memberikan dan melayani dengan cara terbaik. Mereka percaya bahwa apa yang ditabur akan dituai, sehingga tidak pernah khawatir atau takut dengan masa depannya. Kabar baiknya, siapa pun yang memiliki etos kerja terbaik, pasti memiliki kehidupan materi dan spiritual yang sangat kaya.

Anda tidak perlu menunggu perintah dan menunggu motivasi dari orang lain untuk melakukan pekerjaan Anda dengan hebat. Anda tidak perlu membungkuk dan minta dikasihani untuk kesuksesan Anda. Ingat, tidak seorang pun yang bisa memberikan kesuksesan untuk Anda, hanya Anda sendirilah yang bisa memberikan kesuksesan untuk Anda melalui etos Anda yang hebat. Ukuran sukses Anda ada di dalam etos kerja Anda yang hebat, bukan karena pemberian dari orang lain. Orang lain hanya akan memberikan yang terbaik untuk Anda, kalau Anda memiliki etos kerja yang luar biasa. Oleh karena itu, bila Anda ingin karir dan prestasi Anda hebat, maka satu-satunya jalan adalah dengan memiliki etos kerja terbaik. Ketika pekerjaan Anda dihasilkan dari ketulusan dan usaha sepenuh hati, maka pekerjaan Anda akan berbicara sendiri melalui kualitas dan kehebatannya. Anda cukup berlatih terus-menerus untuk rendah hati dan melayani dengan sepenuh hati, pekerjaan Anda pasti mengundang pujian dan kekaguman orang lain.

Sumber etos kerja terbaik berasal dari jiwa spiritual. Kesadaran untuk memberikan yang terbaik dan menyerahkan imbalannya kepada kehendak Tuhan, adalah jalan untuk melakukan pekerjaan dengan tanpa beban dan dengan perasaan merdeka. Keyakinan bahwa rejeki bersumber dari Tuhan adalah fondasi untuk membangun etos kerja terbaik. Jadi, orang-orang dengan etos kerja terbaik tidak mengikatkan dirinya dalam batas imbalan, mereka bebas dan hanya menikmati pekerjaan dengan melupakan arti materi yang dihasilkan dari pekerjaan tersebut. Rasa syukur dan terima kasih kepada kebaikan Tuhan selalu menjadi energi positif untuk bekerja dengan etos terbaik. Dengan doa dan rasa syukur, orang-orang beretos kerja terbaik selalu fokus untuk melakukan pekerjaan dengan kualitas terbaik, dan tidak terlalu peduli atau mengurusi apa yang diterima dari hasil terbaik itu. Niat mereka bekerja adalah melakukan yang terbaik melalui integritas dan akuntabilitas diri yang terpuji.

Orang-orang dengan etos kerja terbaik tidak menunggu pujian dan sanjungan dari manapun. Mereka bekerja karena panggilan hati dari kesadaran tertinggi untuk melakukan yang terbaik. Sanjungan ketika sukses, cacian ketika gagal, tidaklah menjadi bagian hidup dari orang-orang beretos kerja terbaik. Mereka mengoptimalkan semua potensi terbaik dari diri sendiri dan tidak pernah menampilkan perilaku imitasi. Mereka selalu tampil asli dan terus-menerus belajar untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan. Mereka memiliki iman yang begitu suci dan tunduk dalam rasa cinta kepada Tuhan, sehingga memiliki perilaku kerja yang konsisten di jalan spiritual. Orang-orang dengan etos kerja terbaik selalu menjaga hati dan kata-kata di dalam energi positif. Ucapan selalu positif, niat selalu baik, pikiran selalu positif, perilaku selalu optimis dan positif, kerja keras selalu mengikuti aturan dan etika, serta selalu menjaga hati agar ikhlas dan tulus dalam melakukan pekerjaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTEGRITAS BERARTI SATU DENGAN HATI YANG MURNI

“Integritas memiliki kualitas untuk memberi tanpa pamrih, serta melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati dari hati yang murni.”~Djajendra

Kita semua hidup untuk sementara, tidak seorang manusia pun yang dilahirkan untuk hidup permanen, tidak seorang pun diciptakan untuk sebuah keterikatan dengan dunia material. Kita hidup untuk menemukan diri sejati kita, kemudian menjadikan diri sejati sebagai cahaya untuk menerangi kehidupan yang kita jalani. Dan, diri sejati baru bisa ditemukan bila di dalam diri ada kualitas integritas yang menguat dan tumbuh dengan sempurna. Kualitas integritas inilah yang menjadi akar pembentukan karakter diri yang hebat dan unggul. Tanpa integritas, Anda tidak mungkin bisa memiliki karakter yang hebat untuk mendukung perjalanan hidup Anda.

Integritas adalah fondasi bangunan moral dan spiritual yang menjadikan hidup Anda aman dan damai. Integritas menjadikan hidup Anda stabil dan tidak mungkin kacau saat mendapatkan tekanan dan kesulitan. Integritas menjadikan Anda tidak mungkin bisa hancur dan jatuh dalam kekacauan moral ataupun dalam ketidakpastian hidup. Integritas menjadikan Anda selalu konsisten untuk hidup dengan jati diri Anda yang murni dan jujur. Anda pun tidak bisa disuap atau dirusak moral Anda melalui godaan yang melanggar kode nilai-nilai moral. Integritas yang kuat membuat Anda mampu tampil secara profesional, tidak tercela, ikhlas, jujur, utuh, tulus, sempurna, rendah hati, holistik, tidak menilai, tidak menghakimi, dan kuat dengan prinsip hidup di dalam kejujuran moralitas. Integritas menjadikan Anda tidak lagi melekat atau terikat kepada hasrat yang tak terpuaskan. Dan juga, tidak lagi menjadi korban dari nafsu serakah. Anda mampu bekerja dengan tanggung jawab untuk mewujudkan kualitas yang terpercaya dan penuh kejujuran.

Integritas harus dilengkapi dengan pengetahuan yang menerangi jiwa dan mampu memerangi godaan hidup yang tak terhitung jumlahnya. Kesadaran untuk melayani setiap situasi hidup dengan energi keilahian akan menumbuhkan integritas dari dalam diri sendiri. Jadi, walaupun sudah menjalankan ibadah dengan taat, tetapi bila hati merasa paling benar, maka kesombongan akan menguasai akal pikiran, dan integritas di dalam diri pun akan hilang. Kesombongan menguatkan setiap saraf ego untuk menganggap persepsi dan logika berpikirnya yang paling benar, sehingga keangkuhan diri akan menempati semua keputusan yang diambil. Persepsi dan logika berpikir yang mengutamakan keinginan adalah akar dari melemahnya integritas di dalam diri. Diperlukan sikap rendah hati yang tunduk pada nilai-nilai moral agar kualitas integritas di dalam diri mampu menerapkan kebijaksanaan saat menerima godaan. Dan, inilah yang membuat diri menjadi tak terkalahkan oleh godaan negatif. Kualitas integritas di dalam diri meniadakan konflik batin dan peperangan untuk memilih yang etis dan tidak etis. Ketika di dalam diri tidak ada integritas, maka konflik batin dan konflik kepentingan menjadi tak terelakkan.

Ciri dari orang yang tidak memiliki integritas adalah selalu mencari dukungan sumber daya dari kekuatan di luar dirinya. Mereka tidak pernah sadar bahwa suatu hari diri sendiri akan berakhir. Kekayaan, jabatan, ketenaran, kehebatan, kekuasaan, persepsi, logika berpikir, akan lenyap dan dilupakan orang. Hanya kebaikan dan kebijaksaan hidup yang selalu menjadi inspirasi bagi kehidupan selanjutnya. Keserakahan dan kemenangan dengan merugikan orang lain akan memudar dan diingat sebagai sesuatu yang tercela dan tidak boleh diulang. Mereka tidak tumbuh dari kemurnian jati diri. Mereka tidak yakin bahwa Tuhan sudah memberikan segala kebutuhan dan keinginan di dalam diri masing-masing orang. Mereka terdorong untuk mendapatkan kekuatan dari sumber materi di luar dirinya, bukan sumber spiritual dari dalam dirinya. Sedangkan, ciri orang berintegritas tinggi adalah hidup dari kemurnian jati diri, serta selalu merasa bersyukur dan diberkati oleh sumber dari dalam diri, dan merasa mendapatkan nasihat dari Tuhan yang diyakini sebagai pelindung hidupnya. Orang dengan integritas tinggi merasa penting untuk menjalani hidup berintegritas. Apa pun masalah yang muncul dalam hidup, mereka tetap konsisten memilih jalan hidup dengan integritas yang tinggi. Mereka yakin bahwa hidup tidak terjadi secara kebetulan ataupun melalui ambisi dan nafsu egois. Mereka percaya untuk menjalani hidup harus berfokus pada sumber integritas di dalam diri, sumber integritas yang tak terkalahkan oleh realitas tidak etis di luar diri.

Hidup terjadi dari dalam diri, bukan dari luar diri. Bila pikiran dilatih di jalan integritas, maka apa pun yang terjadi di dunia luar, Anda tetap bisa menjadi diri yang murni dari diri sejati Anda. Kualitas integritas di dalam diri menjadikan pemikiran suara hati Anda bersatu dengan hati yang murni dan suci. Anda mampu menunjukkan perilaku yang menyatu antara pikiran, jiwa, sifat, fisik, emosi. Pikiran Anda tidak akan tersebar atau terpencar oleh keinginan egois, tetapi tunduk kepada Tuhan melalui nilai-nilai moralitas. Anda tidak akan gelisah memikirkan masa depan, tetapi bersyukur dan menjalankan momen sekarang dengan kejujuran dan tanggung jawab.

Jiwa yang kaya integritas hidupnya terfokus pada rasa syukur dan merasa telah menemukan semua kebutuhan dalam pekerjaan yang dilakukan. Rasa syukur menjadi titik kekuatan di balik kerja keras dan tindakan sepenuh hati untuk melayani pekerjaan. Jadi, fisik menjadi satu dengan hati yang murni di dalam rasa syukur dan keberlimpahan. Integritas menunjukkan perilaku kerja dengan kemuliaan hati melalui kemurahan hati untuk memberikan pelayanan dan kontribusi terbaik, ini diberikan tanpa pamrih terhadap siapapun dan tidak membeda-bedakan orang. Intinya, sifat utama dari orang berintegritas tinggi adalah selalu memberi lebih daripada mengambil lebih, serta menjaga diri dengan rasa syukur atas realitas hidupnya.

Integritas memiliki kualitas untuk memberi tanpa pamrih, serta melayani dengan ikhlas dan sepenuh hati dari hati yang murni. Pekerjaan yang dilakukan dari hati yang murni menciptakan kualitas yang luar biasa ajaib. Integritas mampu mentransformasikan kualitas pekerjaan menjadi realitas penciptaan yang ajaib. Jadi, Anda harus menjaga dan mengalihkan pikiran yang bertentangan dengan nilai-nilai integritas. Tingkatkan kualitas kecerdasan emosional Anda, kemudian miliki mental yang kuat dan tak pernah menyerah untuk menjaga integritas di dalam kemurniaan hati nurani Anda. Jangan membiarkan pikiran dikendalikan oleh pengaruh dari sumber moralitas rendah. Jangan membiarkan pikiran gelisah dan membuat hidup Anda resah oleh berbagai realitas yang meniadakan integritas.

Realitas hidup terus – menerus bergerak melalui energi negatif dan positif. Anda tidak bisa memaksa atau berharap semua orang terhubung dengan Anda melalui integritas yang tinggi. Pada dasarnya, semua orang tahu bahwa integritas adalah akar untuk membentuk karakter diri yang unggul dan hebat, tetapi orang-orang lebih memilih menjadi budak kehidupan daripada menjadi majikan kehidupan. Jadi, Anda harus memiliki kewaspadaan dan ketabahan saat menghadapi orang-orang dari sumber moralitas yang rendah. Jangan kehilangan pegangan yang kuat dari kemurniaan integritas diri Anda. Pusatkan perhatian pada setiap situasi dan andalkan integritas Anda untuk mematuhi aturan dan nilai-nilai etika yang disepakati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BILA NIAT KITA SAMA DENGAN KEHENDAK TUHAN, MAKA KEAJAIBAN DAPAT DIHASILKAN

“Niat hidup dalam pemikiran dan perasaan batin; niat tidak bersuara, tidak terlihat, dan bisa disembunyikan. Tidak mudah bagi orang lain untuk memahami niat seseorang. Hanya Tuhan yang mengetahui niat seseorang.”~Djajendra

Segala sesuatu berawal dari niat. Niat baik menghasilkan hal-hal baik bagi kehidupan, niat buruk menghasilkan hal-hal buruk bagi kehidupan. Niat bersumber dari karakter asli seseorang. Untuk memahami karakter seseorang, kita bisa mendalaminya dari niat orang tersebut. Bila niatnya selalu baik dan konsisten, maka karakter asli orang tersebut sama seperti niatnya itu. Dan sebaliknya, bila niatnya selalu tidak baik dan konsisten tidak baiknya, maka karakter asli orang tersebut sama seperti niatnya itu. Jadi, niat adalah komponen penting dalam membangun karakter unggul.

Niat adalah kekuatan dari dalam diri untuk menjalankan kehidupan yang diinginkan. Niat tidak bersuara, tidak terlihat, dan bisa disembunyikan. Niat hidup dalam pemikiran dan perasaan batin seseorang, sehingga tidak mudah bagi orang lain untuk memahami niat seseorang, tetapi tidak seorang pun yang bisa lolos dari pengawasan Tuhan. Jadi, walaupun niat buruk dibungkus dalam penampilan yang membohongi semua orang, tetapi niat buruk tersebut pasti mendapatkan hukuman dari Tuhan.

Setiap orang berhak memiliki keinginan yang bersumber dari niat, tetapi jalan hidup ditentukan oleh kehendak Tuhan. Jadi, belum tentu niat dan keinginan kita itu menjadi bagian dari tujuan hidup kita. Tuhanlah yang mengetahui tujuan hidup di depan kita. Oleh karena itu, walaupun kita memiliki niat dan keinginan yang sangat kuat, tetapi apa yang Tuhan berikan kepada kita itulah jalan hidup kita, kita harus tunduk dan menerima semua kehendak Tuhan, lalu melewatinya agar kita bisa mengetahui tujuan hidup kita yang sesungguhnya.

Peliharalah niat baik untuk menyelesaikan setiap momen dari kehidupan yang Anda jalani. Ketika sedang melewati kegelapan, hidupkan obor cahaya dari dalam diri sebagai petunjuk arah untuk keluar dari kegelapan. Ketika sedang melewati terang, hidupkan kesadaran diri untuk tetap rendah hati di dalam niat baik. Sadari dan saksikan semua momen kehidupan tanpa terpengaruh olehnya.

Niat kita mendorong diri kita untuk membuat tindakan pencapaian. Jadi, niat itu adalah energi yang sangat kuat di dalam diri yang terekspresi dalam wujud keinginan. Niat adalah energi dari dalam batin yang mengalir melampaui batas kehidupan. Tetapi, kembali, apapun niat kita, haruslah disesuaikan dengan kehendak Tuhan. Kita tidak boleh ngotot atau berambisi secara berlebihan dengan niat kita, saat kehendak Tuhan berbicara lain, kita harus terlebih dahulu fokus untuk menyelesaikan kehendak Tuhan.

Ketika niat kita sangat kuat, maka kita termotivasi dan bekerja lebih keras untuk mencapai apa yang kita niatkan tersebut. Wujud niat adalah energi tak terlihat yang mengalir di dalam tindakan. Niat menarik segala yang kita butuhkan untuk mengalami hidup dengan cara baru. Bila niat kita sama dengan kehendak Tuhan, maka keajaiban dapat kita hasilkan. Niat baik kita yang direstui Tuhan menjadi keajaiban yang membawa kelimpahan dan kemakmuran.

Kadang-kadang, niat baik kita juga harus melewati ujian. Jadi, dalam kehidupan, ujian dulu, baru kita belajar dari ujian tersebut. Hal ini, tentu saja berbeda dengan sekolah, di sekolah kita belajar dulu baru ujian. Dalam sekolah kehidupan, kita diuji dulu, barulah kita belajar dari ujian kehidupan yang kita dapatkan. Jadi, walau sebaik apapun niat tersebut dan sejujur apapun diri tersebut, tetaplah harus melewati ujian kehidupan. Biasanya, ujian kehidupan datang dari sebab-akibat dari niat tersebut. Niat baik dari orang-orang jujur, walaupun harus melewati ujian kehidupan, pasti mendapatkan bantuan dan perlindungan dari Tuhan.

Tuhan selalu bersama orang-orang yang hidup dengan niat baik dan perilaku jujur. Hidup setiap orang pasti sesuai rencana penciptaan Tuhan. Jadi, apapun niat kita, tidaklah boleh mengabaikan tanda-tanda dari Tuhan melalui berbagai peristiwa yang hadir di dalam kehidupan kita. Perbanyak doa, perbanyak kerja keras, tingkatkan disiplin, fokuskan perhatian untuk penyelesaian, dan terimalah apapun hasil akhirnya dengan ikhlas.

Niat baik menciptakan moralitas yang tinggi. Niat buruk menciptakan moralitas yang rendah. Niat baik mendorong perilaku baik bagi pencapaian duniawi. Niat buruk mendorong perilaku buruk bagi pencapaian duniawi. Jadi, niat baik itu diperlukan untuk menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis. Niat tidak baik hanya menghasilkan kerusakan dan kerugian bagi kehidupan sosial.

Tidak ada kedamaian di dalam diri yang penuh dengan niat tidak baik. Jadi, walaupun seseorang berpura-pura baik, tetapi niat di dalam dirinya tidak baik, maka orang tersebut tidak mungkin bisa menemukan kedamaian dan keindahan di dalam hidupnya. Intinya, setiap niat buruk yang ditampilan dalam wujud kebaikan mungkin bisa membohongi banyak orang, tetapi tidak mungkin bisa membohongi diri sendiri. Niat tidak baik di dalam diri adalah energi negatif yang menguras semua kedamaian hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPRAKTIKKAN INTEGRITAS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

“Orang-orang tanpa integritas; tidak memiliki karakter, ketegasan, soliditas, kecepatan, keberanian, dan kekuatan untuk mengatasi tantangan.”~Djajendra

Suatu hari, untuk melatih integritas muridnya, seorang guru menyerahkan masing-masing satu buah apel kepada empat orang muridnya. Lalu, si guru menyampaikan pesan bahwa mereka hanya boleh makan apel saat tidak ada yang memperhatikannya. Selanjutnya, kita lihat apa yang dilakukan oleh para murid tersebut: murid pertama bersembunyi di balik pohon dan makan apel tersebut. Murid pertama sangat yakin tidak ada yang melihatnya makan apel. Murid kedua mengunci dirinya di kamar mandi dan memakan buah apelnya. Dia yakin tidak ada seorang pun di kamar mandi tersebut kecuali dirinya. Murid ketiga mengunci kamarnya, masuk ke dalam kolong tempat tidur, dan bahkan memejamkan matanya sehingga dia sendiri pun tidak melihat bahwa dia memakan apel tersebut. Murid keempat tidak memakan apelnya. Keesokan harinya, guru bertanya tentang apel itu. Murid pertama, kedua, dan ketiga menceritakan dengan jujur tentang bagaimana cara mereka makan aple tersebut. Murid keempat menjawab bahwa dia tidak bisa makan apel karena Tuhan terus mengawasinya. Guru merasa senang dengan murid keempatnya yang ternyata mampu mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. “Dalam kehidupan yang penuh godaan ini ternyata integritas masih bisa dipraktikkan.” Kata gurunya kepada semua muridnya.

Integritas hanya dapat dipraktikkan ketika Anda sadar bahwa apa pun yang Anda lakukan, Tuhan pasti melihatnya. Integritas Anda berbicara tentang kebenaran Anda, bahkan ketika Anda tahu bahwa tidak seorang pun melihatnya, tetapi Anda sadar bahwa Tuhan sedang melihatnya. Hidup dengan integritas berarti jujur terhadap apa yang Anda mampu dan apa yang Anda tidak mampu. Perilaku dan sikap Anda harus selaras dengan karakter Anda yang asli, nilai moral, serta komunikasi yang jujur dan jelas terhadap apa yang orang lain inginkan dari Anda. Jadi, Anda tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain, Anda harus menampilkan diri Anda yang asli. Semua keputusan Anda haruslah berdasarkan apa yang Anda yakini, bukan apa yang orang lain percaya. Apa pun situasinya, Anda harus menjadi diri yang asli untuk melakukan semua hal secara benar dan sesuai hati nurani Anda yang tinggi kualitas moralitasnya.

Kualitas integritas menjadi semakin tinggi ketika dipraktikkan dengan sikap rendah hati dan bijaksana. Intinya, tidak perlu menghakimi orang lain atau menilai orang lain. Fokuskan semua energi dan waktu untuk bekerja dengan jujur sesuai karakter diri yang asli. Pahami keterbatasan diri sendiri dan terima realitas di luar diri, tanpa menilai ataupun menghakimi realitas tersebut. Sebagai contoh: cerita murid dengan buah apel, murid keempat sama sekali tidak menilai dan menghakimi murid-murid yang telah makan buah apel dengan caranya masing-masing. Murid keempat hanya fokus pada keyakinannya bahwa Tuhan selalu mengawasi dan melihat dirinya, sehingga dia tidak mungkin melanggar perintah gurunya tersebut. Dalam praktik integritas ada nilai-nilai moral dan spiritual yang begitu kuat, sehingga orang yang bertindak dengan integritas membawa kualitas diri yang tinggi dan unggul.

Kita tidak bisa berharap integritas dari setiap orang. Sebab, tidak semua orang memiliki karakter yang dilengkapi dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang baik. Ada kekuatan nyata dalam kehidupan sosial bahwa integritas yang ada tidak cukup untuk membawa kebaikan bagi kehidupan banyak orang. Oleh karena itu, haruslah dengan tegas dibangun sistem dengan tata kelola yang memaksa setiap orang untuk patuh terhadap nilai-nilai moral di tempat kerja. Bila integritas di tempat kerja kuat, maka setiap insan perusahaan mampu bekerja dengan ketenangan dan kepercayaan diri yang konsisten. Bila integritas di tempat kerja rendah, maka gosip dan ketidakdisiplinan akan merusak kepercayaan diri untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Praktik integritas dalam kehidupan sehari-hari menghilangkan rasa takut dan cemas. Setiap orang sudah menjalankan segala hal dengan jujur dan benar melalui dirinya yang asli. Orang-orang dengan integritas yang tinggi tidak tertarik untuk mencari ketenaran. Mereka hidup sukses dengan menjadi diri sendiri dan tanpa mengurusi urusan orang lain. Mereka tidak pernah mau menjanjikan hal-hal yang tidak pernah bisa mereka lakukan. Mereka fokus pada keterampilan dan pengetahuan yang dikuasai dengan benar.

Di tempat kerja, integritas adalah sebuah keharusan agar organisasi bisa bergerak cepat menuju tujuan. Bila integritas kurang, maka bangunan organisasi dan strukturalnya mudah runtuh oleh ketidakpastian ataupun oleh badai perusak. Orang-orang tanpa integritas mudah terombang-ambing dalam keraguan dan ketakutan. Orang-orang tanpa integritas mudah dihancurkan oleh tantangan dan badai kehidupan. Orang-orang tanpa integritas; tidak memiliki karakter, ketegasan, soliditas, kecepatan, keberanian, dan kekuatan untuk mengatasi tantangan.

Integritas menguatkan karakter dan menjadikan Anda bertindak sesuai janji, sesuai apa yang Anda pikirkan, sesuai dengan apa yang Anda katakan, dan sesuai dengan visi yang harus dituju. Karakter yang diciptakan dari integritas yang kuat memiliki kepercayaan dan rasa hormat atas apapun yang dikerjakan. Karakter yang tercipta dari integritas merupakan fondasi untuk menghasilkan reputasi yang dapat diandalkan dan dipertanggung jawabkan dalam semua situasi.

Integritas bukanlah tentang berani tampil beda sambil memamerkan kejujuran diri. Integritas adalah moralitas dan spiritualitas diri untuk melakukan segala sesuatu dengan benar. Jelas, dibutuhkan keberanian dan kepercayaan diri yang hebat untuk mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Pasti akan muncul berbagai tantangan dan halangan ketika Anda mempraktikkan integritas. Tetapi, moralitas dan spiritualitas Anda yang hebat mampu menyatu dalam integritas untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan. Artinya, di tempat kerja, Anda tidak akan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang menurunkan moral kerja. Anda pasti fokus untuk melaksanakan tanggung jawab, menghindari gosip yang merusak, membangun kepercayaan diri, menghormati orang lain, dan tidak menyalahgunakan hak istimewa yang diberikan perusahaan kepada Anda.

Integritas menjadi berguna bila hidup dan berkembang dalam praktik. Integritas menjadi tidak berguna bila hanya hidup dan berkembang dalam pikiran ataupun keinginan. Jadi, integritas adalah sesuatu yang dihasilkan oleh perilaku untuk menciptakan proses yang taat tanggung jawab. Integritas diri terwujud dari kualitas diri yang taat dan patuh terhadap moralitas. Integritas diri menjadikan diri setia dan tidak pernah memberikan informasi rahasia perusahaan kepada pihak manapun. Integritas karyawan harus terintegrasi dengan budaya perusahaan, struktur organisasi, kepemimpinan, dan sistem.

Integritas diri bukan tentang orang lain. Ini semua tentang Anda. Kemampuan Anda untuk mendisiplinkan diri di dalam karakter yang moralitasnya tinggi, adalah kekuatan untuk mempraktikkan integritas. Integritas tidak memiliki rasa takut ataupun terlibat dalam politik kantor. Sebab, ketakutan dan politik kantor akan menutupi kemampuan Anda untuk terhubung dengan nilai-nilai integritas dan tujuan dari integritas. Rasa takut juga menghilangkan kemampuan Anda untuk berkarya sesuai karakter asli Anda. Jadi, rasa takut membuat Anda tidak menjadi diri sendiri dan pasti tidak mampu mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Posted on

MENJALANKAN MORALITAS DI TEMPAT KERJA

“Moralitas di tempat kerja menyelamatkan tata kelola perusahaan dari kerusakan yang dibuat oleh perilaku tidak etis insan perusahaan.”~Djajendra

Moralitas dihasilkan dari karakter etis yang memberikan contoh atau perilaku yang baik di depan orang lain. Moralitas adalah bagian penting dari hubungan sosial. Moralitas bersumber dari kualitas diri yang kuat integritasnya, tanggung jawabnya, penghormatannya, dan selalu rendah hati dalam kehidupan sosial.

Di dalam perusahaan, biasanya dibuat standar moral atau kode moral dalam bentuk kode etik atau biasa di sebuat code of conduct. Kode etik ini tertulis secara formal dan terkait dengan berbagai aturan, standar, sistem, termasuk dengan etika bisnis. Kode etik atau kode moral dimaksud untuk menerangi proses kerja agar semua orang di tempat kerja mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Kode moral seperti obor yang menerangi jiwa dan jalan hidup di tempat kerja. Kode moral melindungi setiap karyawan agar tidak terjebak dalam keinginan egois pribadi ataupun kelompok. Kode moral menerangi jalan untuk menuju visi dengan kekuatan integritas yang kuat.

Setiap karyawan membutuhkan kode moral sebagai pengetahuan untuk mengendalikan diri terhadap hal-hal yang dilarang di tempat kerja. Moralitas di tempat kerja berstandar dari kode etik. Tanpa pengabdian dengan integritas, karyawan tidak akan memiliki kekuatan batin untuk menjalankan kode etik dengan ketaatan yang sempurna.

Moralitas individu sangat menentukan implementasi kode etik di perusahaan. Dalam hal ini, walaupun perusahaan sudah menginternalisasikan nilai-nilai moral kepada setiap karyawan, tetapi karakter asli karyawan tersebut menentukan moralitas di tempat kerja. Intinya, kesadaran dan integritas pribadi terhadap moralitas merupakan kunci sukses dalam menjalankan kode etik dan etika bisnis di tempat kerja.

Kode etik atau etika terlihat melalui moralitas. Moralitas itu sendiri berwujud sifat, sikap, dan perilaku. Moralitas seorang karyawan di tempat kerja berasal dari nilai-nilai etika yang sudah dia simpan di alam bawah sadarnya. Jadi, moralitas ini bersifat otomatis yang ditampilkan melalui sifat, sikap, dan perilaku sehari-hari di tempat kerja. Etika seseorang terlihat dari moralitasnya. Karyawan yang etis pasti memperlihatkan moralitas yang tinggi di tempat kerja. Sebaliknya, karyawan yang tidak etis pasti memperlihatkan moralitas yang rendah di tempat kerja.

Moralitas sangat diperlukan dalam hubungan kerja, dan biasanya menjadi bagian dari budaya organisasi. Kualitas moralitas di tempat kerja dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pengetahuan. Diperlukan pelatihan yang berkelanjutan agar moralitas yang kuat terbentuk dan membudaya di tempat kerja. Moralitas, kesadaran diri, disiplin diri, dan manajemen diri sangat diperlukan oleh setiap karyawan saat melayani pekerjaan di tempat kerja.

Moralitas adalah kunci sukses untuk terjadinya kerja sama, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi di tempat kerja. Jelas, setiap orang di tempat kerja harus bisa berbagi fungsi dan peran agar pekerjaan besar menjadi lebih ringan. Saat moralitas tinggi, setiap karyawan dapat dengan bahagia dan gembira saling membantu agar tujuan dan pelayanan dapat terwujud sesuai harapan.

Nilai moral yang bersifat pribadi harus menyesuaikan diri dengan nilai moral yang dibuat oleh perusahaan. Jadi, nilai-nilai moral yang diutamakan dalam perusahaan haruslah menjadi sesuatu yang wajar bagi setiap karyawan. Bila karyawan diam-diam lebih mengutamakan nilai-nilai moral dari apa yang mereka yakini di luar keyakinan perusahaan, maka akan terjadi konflik yang berdampak pada hilangnya tujuan moralitas yang diharapkan oleh perusahaan.

Nilai-nilai perusahaan dan kode etik perusahaan bertujuan untuk tidak mengembangkan sudut pandang tentang apa yang benar dan apa yang salah dari persepsi masing-masing orang. Jadi, moralitas di tempat kerja tidak bersumber dari sudut pandang seseorang, tetapi bersumber dari kode etik dan aturan kerja yang dimiliki oleh perusahaan. Walaupun sifat moralitas itu relatif atau tidak mutlak, karena bisa bersumber sesuai keyakinan dan tradisi masing-masing kelompok. Tetapi, di tempat kerja, sumber moralitas haruslah satu, yaitu: dari kode etik tertulis yang ditetapkan oleh manajemen. Dan, ini harus menjadi kesepakatan dari setiap karyawan sejak mereka pertama kali masuk ke dalam perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com