SENYUM UNTUK PELAYANAN YANG LEBIH BAIK

MOTIVASI 12042016

“Senyum dalam pelayanan harus bersumber dari hati yang tulus untuk memberikan pelayanan sepenuh hati.”~Djajendra

Sebuah pelayanan tanpa senyum menjadikan pelayanan itu kehilangan makna. Senyum adalah bahasa universal; senyum adalah alat komunikasi yang paling menyatukan hati; senyum adalah kekuatan yang sangat menentukan keberhasilan sebuah pelayanan.

Senyum yang berkualitas dihasilkan dari hati yang ikhlas dan tulus melayani. Apalagi, layanan pelanggan yang berkualitas wajib dilengkapi dengan senyum yang konsisten di sepanjang pelayanan. Senyum tentu saja merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sikap baik. Senyum dan sikap baik merupakan kualitas dari kepribadian yang baik.

Jangan tertawa terbahak-bahak dalam pelayanan pelanggan, Anda cukup menggunakan ekspresi bibir Anda untuk menunjukkan senyum tulus Anda. Sorot mata dan ekspresi bibir yang santun dan melayani adalah kekuatan untuk membangun hubungan baik dengan pelanggan.

Pelanggan selalu ingin diperlakukan dan dilayani dengan cara yang mereka sukai. Jadi, Anda harus memiliki empati agar bisa masuk ke hati pelanggan dan memahami cara yang mereka sukai. Tanpa empati dan senyum Anda sulit memahami pelanggan.

Berbicaralah dengan cerita, penuh senyum, sorot mata dan ekspresi wajah yang bersahabat; mendengarkan pelanggan dengan tenang dalam sikap melayani mereka. Dan semua ini adalah bagian terpenting dalam pelayanan pelanggan yang baik. Di samping itu, senyum dan sikap baik dengan kata-kata bijak menjadikan pelayanan Anda semakin berkualitas. Kepribadian Anda harus menyatu di dalam energi positif, dan tidak boleh dipisahkan dari harapan dan kebutuhan pelanggan Anda.

Ucapan selamat datang dengan senyum yang tulus adalah awal yang baik dalam pelayanan. Jangan pernah melayani dengan senyum yang dibuat-buat. Senyum dalam pelayanan harus bersumber dari hati yang tulus untuk memberikan pelayanan sepenuh hati. Senyum palsu mudah dikenali dan membuat hati sulit terhubung untuk sebuah pelayanan yang memuaskan.

Senyum adalah bagian dari budaya tata krama, sopan santun, dan peradaban yang memperlakukan setiap pelanggan seperti tamu terhormat. Intinya, sebaik apapun Anda merancang sistem layanan pelanggan, standar layanan pelanggan, dan teknologi terbaik. Tidak dapat dibantah bahwa semua yang baik itu akan kehilangan baiknya bila tidak dilayani dengan senyum, sikap baik, dan etos pelayanan terbaik.

Layanan pelanggan adalah sebuah pertunjukan seni peran yang bertujuan memuaskan hati pelanggan. Jadi, sebelum memulai pelayanan, Anda harus menyiapkan karakter yang kuat untuk bisa selalu memberikan senyum tulus dan sikap baik di dalam peran pelayanan Anda.

Anda harus tampil dengan totalitas di panggung pelayanan, dan melibatkan semua kemampuan untuk menjawab kerumitan pertunjukan pelayanan. Diri Anda adalah aktor yang memerankan pelayanan pelanggan dalam panggung teater yang sangat situasional. Tidak ada skenario yang pasti dan jelas. Anda harus bisa menciptakan panggung pelayanan Anda dengan kecerdasan untuk akting yang dibutuhkan dalam pelayanan. Jadi, lakukan improvisasi untuk menjawab segala kerumitan dan tantangan pelayanan pelanggan.

Jadilah aktor pelayanan yang selalu memberikan senyum untuk pelayanan yang lebih baik. Senyum tulus Anda, respon pelayanan yang cepat dan produktif, dialog yang santun dan melayani, sikap baik yang melayani, adalah bagian inti untuk mencapai kinerja layanan pelanggan terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TANPA PELANGGAN, ANDA TIDAK MEMPUNYAI BISNIS

MOTIVASI 11042016

“Tidak selalu harga murah yang menarik minat orang untuk membeli. Tindakan untuk melayani dengan sikap baik mampu mengalahkan harga murah.”~Djajendra

Bisnis yang sukses dihasilkan dari pelayanan pelanggan yang baik. Tanpa pelanggan, Anda tidak memiliki bisnis. Kehilangan pelanggan, Anda kehilangan bisnis. Dasar dari pelayanan pelanggan yang baik adalah sikap baik, senyum tulus, kejujuran, membantu harapan dan kebutuhan pelanggan, serta kualitas produk atau jasa yang sesuai janji. Dibutuhkan sikap dan perilaku yang memahami pelanggan dalam setiap berinteraksi dengan pelanggan. Kita semua tahu bahwa sangat beragam karakter, sikap, perilaku, dan mental dari para pelanggan. Mungkin ada perilaku pelanggan yang tidak Anda sukai, tetapi Anda harus ingat bahwa tanpa pelanggan Anda tidak mempunyai bisnis.

Walau pelanggan bersikap tidak baik, bukan berarti Anda juga boleh bersikap tidak baik. Diperlukan kesabaran dan ketenangan yang tinggi dalam menghadapi perilaku tidak baik dari pelanggan. Tetaplah fokus pada pencapaian bisnis, Anda tidak perlu fokus pada perilaku buruk pelanggan. Temukan cara terbaik untuk mengalahkan sikap buruk pelanggan dengan sikap baik. Berikan yang terbaik dengan kesabaran dan ketenangan. Jangan malas melayani pelanggan yang tidak Anda sukai. Dalam bisnis, fokus haruslah pada cara menjual terbanyak dan cara mendapatkan keuntungan terbesar.

Berikan perhatian sepenuh hati kepada pelanggan karena mereka adalah bisnis Anda. Dengarkan suara pelanggan, berikan pelayanan sesuai harapan mereka, dan sediakan layanan terbaik agar mereka setia berbisnis dengan Anda.

Terimalah umpan balik dari pelanggan dengan senang hati, lalu memberikan perhatian dan melayani mereka dengan lebih baik. Setiap umpan balik dari pelanggan adalah bahan dasar untuk peningkatan kualitas layanan Anda.

Komunikasi dengan pelanggan haruslah menjadi jembatan yang menghubungkan secara empati. Tingkatkan kualitas keterampilan komunikasi tim pelayanan Anda. Ucapkan yang perlu dan jangan ucapkan yang tidak perlu. Miliki kemampuan komunikasi untuk menerjemahkan pelayanan ke pelanggan, serta selalu menjaga suasana hati terbaik agar pelanggan merasa nyaman dengan pelayanan Anda. Anda tidak boleh memiliki keraguan untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan, dan menyampaikan yang terbaik dengan sejelas mungkin kepada pelanggan.

Inti pelayanan pelanggan bersumber dari produk dan jasa yang dijual. Jadi, setiap pelanggan pasti ingin mengetahui tentang produk dan jasa yang dijual secara jelas dan sederhana. Dalam hal ini, tim pelayanan harus mampu menguasai pengetahuan atas produk dan jasa yang dijual dengan sebaik mungkin, lalu harus mampu menyampaikannya kepada pelanggan dalam bahasa yang paling sederhana dan mudah dimengerti.

Pilihlah kata-kata yang baik untuk disampaikan kepada pelanggan, ucapkan dari pikiran positif dan emosi yang baik. Jangan pernah berbicara omong kosong dan berlebihan; jangan pernah berjanji berlebihan; selalu katakan yang benar dan layani dengan senang hati.

Pelayanan berarti Anda harus memiliki keterampilan bertindak yang andal dan hebat. Keterampilan bertindak haruslah membuat pelanggan bahagia dan merasa beruntung berbisnis dengan Anda. Apapun situasinya Anda harus mampu mengendalikan tindakan Anda. Sekali tindakan Anda tidak menyenangkan hati pelanggan, maka pelanggan Anda akan mencari tempat lain untuk kebutuhan mereka. Tidak selalu harga murah yang menarik minat orang untuk membeli dari Anda. Tindakan Anda untuk melayani dengan sikap baik mampu mengalahkan harga murah.

Pelayanan yang cepat dan berkualitas haruslah menjadi budaya pelayanan. Miliki keterampilan manajemen waktu yang baik agar setiap pelayanan dapat dieksekusi dengan efektif, produktif, dan berkualitas. Jangan membiarkan pelanggan menunggu dan menunggu terlalu lama untuk sebuah pelayanan. Semakin cepat Anda mampu memberikan pelayanan yang berkualitas tinggi, semakin pelayanan Anda dipercaya oleh pelanggan, dan hal ini secara otomatis akan meningkatkan bisnis Anda di masa depan.

Hal yang paling tabu dalam pelayanan adalah membuang-buang waktu pelanggan, sehingga pelanggan marah dan kecewa dengan pelayanan Anda.

Komunikasi tidak hanya bahasa kata-kata dan bahasa tulisan, ada juga bahasa tubuh dan bahasa hati. Oleh karena itu, tim pelayanan pelanggan wajib menguasai bahasa tubuh dan bahasa hati agar dapat mendengarkan realitas pelanggan secara total. Hal ini sangat penting saat pelanggan tatap muka dengan pelayanan Anda. Di mana, Anda harus dapat membaca realitas pelanggan ataupun keadaan emosional mereka. Mengetahui realitas pelanggan membuat Anda mampu menciptakan pelayanan sesuai kepribadian pelanggan, dan ini juga akan menjadi pengalaman pribadi yang memperkaya wawasan ataupun pengetahuan pelayanan Anda.

Orang bisnis selalu sadar untuk hadir dan ada bagi pelanggannya. Demikian juga dalam pelayanan pelanggan, Anda harus ada dan hadir bagi pelanggan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik. Jangan ngotot ataupun bersikap keras kepala dengan pelanggan Anda. Apapun realitas pelanggan Anda, Anda harus mampu memberikan yang terbaik bagi mereka.

Fokus pelayanan pelanggan adalah peningkatan bisnis. Jadi, semua upaya pelayanan terbaik dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja bisnis. Pelayanan yang buruk mengakibatkan hilangnya bisnis. Oleh karena itu, perusahaan harus secara rutin dan terus-menerus mendidik dan melatih karyawan agar mampu bekerja dengan orientasi pelayanan berkualitas tinggi.

Tim pelayanan harus terlatih dan memiliki kemampuan yang andal dalam menangani hal-hal tak terduga. Pelayanan selalu memiliki resiko dalam wujud masalah. Apapun masalah dapat muncul saat pelayanan. Di sinilah diperlukan sebuah mental positif untuk bisa memberikan pelayanan yang konsisten dan berkualitas. Perusahaan perlu mengatur hal-hal tak terduga dengan SOP ataupun pedoman yang membuat tim pelayanan dan pelanggan memiliki kepastian dalam pelayanan. Intinya, apapun masalahnya harus ada solusi yang membuat pelanggan bahagia.

Sikap baik dan senyum merupakan modal dalam pelayanan pelanggan. Apapun situasinya jangan pernah kehilangan senyum dan sikap baik. Miliki mental dan perilaku pelayanan yang persuasi. Anda harus pintar membujuk dan meyakinkan pelanggan dengan solusi terbaik. Anda harus mampu memberikan alasan yang tepat dan membuat pelanggan percaya pada pelayanan Anda. Jadi, pelayanan pelanggan bukanlah untuk mencari alasan, tetapi untuk meyakinkan pelanggan bahwa Anda sedang melayani mereka dengan sebaik-baiknya.

Miliki semangat, gairah, integritas, dan ketetapan hati dalam pelayanan pelanggan. Anda harus tampil mengesankan dan energik dalam memberikan pelayanan pelanggan; Anda harus mampu melakukan yang terbaik bagi pelanggan Anda; Anda harus memiliki niat dan komitmen yang tulus untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan Anda.

Tanpa pelanggan, Anda tidak mempunyai bisnis. Oleh karena itu, setiap masalah pelanggan wajib Anda temukan solusinya. Pelanggan adalah bisnis. Bila Anda tidak mampu menemukan solusi berarti Anda tidak memiliki solusi atas bisnis Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

VALUE CREATION DALAM PELAYANAN PELANGGAN

VALUE CREATION 24012016“Penciptaan nilai tidak hanya bersumber dari inovasi dan kreativitas, tetapi juga dari kesadaran dan persepsi yang tepat.”~Djajendra

Pelayanan pelanggan yang baik berasal dari lingkungan kerja yang menciptakan nilai lebih. Bila pelayanan sudah menjadi orientasi dalam wujud sifat, sikap, kebiasaan, dan perilaku; maka, ini dapat menciptakan nilai lebih bagi perusahaan. Nilai lebih ini tercipta dari kesadaran dan persepsi positif insan perusahaan.

Menguatkan budaya kolaborasi untuk memberikan pelayanan pelanggan terbaik akan menciptakan nilai lebih dari kolaborasi tersebut. Kondisi ini memudahkan front liner untuk melakukan pelayanan yang meningkatkan rasa puas pelanggan. Intinya, kolaborasi di internal perusahaan benar-benar dimulai untuk mendorong pelayanan terbaik. Setiap orang saling mempengaruhi  dengan ide-ide yang menguatkan struktur, proses, dan budaya pelayanan. Interaksi antar insan perusahaan harus terfokus untuk penciptaan nilai lebih bagi pelanggan.

Front liner dengan sikap dan perilaku pelayanan yang mampu menciptakan nilai lebih, menjadikan dirinya unggul. Nilai lebih meningkatkan kinerja. Dalam tata kelola pelayanan yang baik, penciptaan nilai tambah merupakan bagian yang menguatkan bisnis. Apalagi, kesadaran front liner yang terkomunikasi dengan kebutuhan pelanggan, akan menjadi nilai lebih untuk memberikan layanan sesuai harapan pelanggan. Kemampuan menciptakan nilai dengan empati membuat pelayanan semakin meningkatkan bisnis.

Penciptaan nilai adalah strategi yang tepat untuk meningkatkan bisnis. Apapun produk dan pelayanan yang sudah Anda miliki dapat ditingkatkan dan diperbaruhi dengan cara penciptaan nilai lebih. Berikan yang lebih baik secara berkelanjutan kepada pelanggan Anda, maka pelanggan Anda akan semakin setia berbisnis dengan Anda.

Value creation atau penciptaan nilai merupakan dasar bagi kemajuan. Nilai lebih dapat diciptakan atas produk dan jasa melalui inovasi, sehingga kualitas dan penampilan produk atau jasa tersebut lebih diminati oleh pelanggan. Nilai lebih dapat diciptakan dari sikap dan perilaku positif, sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

Produk yang baik dengan perasaan dan emosi pelayanan yang tepat akan menciptakan nilai lebih. Komponen emosi baik, sikap baik, perilaku baik, kesadaran untuk memberikan yang terbaik, dan persepsi yang menghormati pelanggan dapat menciptakan nilai tambah bagi bisnis dan pelayanan perusahaan.

Pelayanan pelanggan yang baik harus menjadi prioritas. Semua orang di internal perusahaan diarahkan untuk berkolaborasi mempercepat dan membantu pelayanan terbaik. Ide-ide pelayanan terbaik dibiasakan mengalir, berkembang, dan berevolusi untuk menciptakan nilai lebih. Aktivitas dan konsep bisnis yang berorientasi pelayanan dijadikan sebagai budaya kerja.

Memahami nilai pelanggan dapat mendorong perusahaan untuk berinovasi menciptakan pelayanan dan produk yang bernilai lebih. Yakinlah bahwa nilai lebih yang Anda punya adalah penyebab pelanggan ingin belanja dari Anda. Nilai lebih Anda merupakan motivasi atau membuat seseorang memutuskan untuk membeli dari Anda. Jadi, kenapa tidak menciptakan nilai lebih secara berkelanjutan, ataupun menjadikan tradisi bisnis Anda dengan menemukan nilai lebih yang selalu menarik bagi pelanggan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENYELESAIKAN KONFLIK DENGAN PELANGGAN

“Semua orang ingin dilayani dengan sikap dan perilaku baik.”~Djajendra

Pelanggan adalah orang terpenting dalam bisnis. Bisnis bisa tumbuh dan berkembang karena pelanggan. Merawat hubungan baik dengan pelanggan adalah solusi terbaik untuk meningkatkan kinerja penjualan.

Dalam transaksi atau hubungan bisnis semua orang ingin mendapatkan keuntungan dan pelayanan terbaik. Pelanggan selalu ingin dipahami dan dimudahkan. Penjual ingin penjualan yang mudah. Pembeli ingin pembelian yang mudah. Penjual ingin pembayaran yang mudah dan penagihan yang mudah. Bisnis yang lancar terjadi karena hubungan antara penjual dan pembeli terjalin dengan baik.

Semua orang punya rasa marah dan kecewa. Demikian juga dengan pelanggan yang bisa secara tiba-tiba kecewa dan marah dengan pelayanan Anda. Bila pelanggan kecewa dan marah, Anda tidak perlu ikut-ikutan emosi dan marah. Anda harus menjaga suasana tenang, kemudian menangani penyebab marah pelanggan dengan ikhlas dan tulus.

Sangatlah manusiawi saat pelanggan marah Anda juga terpancing emosinya. Tetapi, sadarlah bahwa marah bukanlah solusi, marah yang spontan justru menunjukkan Anda takut dan lemah. Perlihatkan kepada pelanggan tentang kehebatan Anda dalam bersikap tenang dan menolong mereka. Jangan panik atau takut dengan peristiwa yang sedang Anda hadapi.Ketakutan Anda akan melemparkan Anda ke dalam keadaan panik dan kehilangan kepercayaan diri. Miliki keberanian dan keyakinan yang kuat untuk menuntaskan semua persoalan dengan pelanggan secara baik-baik.

Konflik adalah hal biasa. Perbedaan sikap dan pandangan bisa memicu konflik. Selama Anda bisa menjaga emosi dan cerdas emosi, maka konflik dapat dituntaskan dengan bahagia. Perlu dipahami bahwa saat konflik terjadi semua orang berada di bawah tekanan. Apalagi saat konflik berjalan kusut dan tak jelas arahnya, maka marah dan kecewa menjadi semakin merusak hubungan baik.

Perusahaan ingin semua orang datang untuk bekerja dan melakukan pekerjaan yang terbaik. Perusahaan tidak pernah menginginkan pekerjaan buruk yang mengecewakan pelanggan. Oleh karena itu, saat ada potensi konflik dengan pelanggan, janganlah membiarkan konflik itu berkembang. Tenangkan diri dan yakinkan diri Anda bahwa pelanggan adalah orang terpenting yang harus Anda layani dengan sepenuh hati.

Perilaku buruk dalam pelayanan muncul dari rasa takut bahwa sikap tidak baik pelanggan merusak pelayanan. Ketika pelanggan mengancam dan menggertak atas masalah yang mereka alami, maka itu tandanya pelanggan sedang panik dan terjebak dalam rasa takut. Dalam kondisi ini, Anda harus tetap tenang, kendalikan emosi dan jangan ekspresikan emosi buruk. Orang yang takut pasti membela dirinya dengan segala cara. Anda harus ingat bahwa bisnis Anda ada karena pelanggan. Pelanggan adalah orang terpenting di dalam bisnis Anda. Layani mereka dengan sopan, beretika, tenang, dan penuh percaya diri. Jangan pernah terjebak dalam rasa marah dan kecewa mereka.

Saat menghadapi konflik dengan pelanggan, Anda juga mungkin marah dan kecewa, tetapi ingat bahwa pelanggan adalah bisnis Anda. Jadi, walaupun Anda marah, kendalikan marah di dalam hati saja. Bernafaslah dengan tenang, ucapkan kata-kata positif di dalam hati agar Anda bisa senyum dan melayani pelanggan.

Konflik adalah guru yang mengajarkan bagaimana kita harus bersikap dengan lebih baik.

Marah pasti mereda. Kecewa pasti bisa diganti dengan rasa syukur. Tidak ada solusi saat hati masih di zona konflik. Tidak ada solusi terbaik saat emosi marah masih meninggi. Hanya di dalam cinta dan kesabaran bisa menemukan jalan keluar terbaik.

Resolusi untuk konflik harus dituntaskan agar masalah yang dihadapi pelanggan terselesaikan. Ambillah tanggung jawab dan jangan menyalahkan siapapun atas konflik yang terjadi. Fokuskan perhatian untuk solusi, bukan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar.

Pelayanan pelanggan yang baik selalu membutuhkan kesabaran dan kesadaran untuk memahami realitas pelanggan. Seorang frontliner harus mampu merasakan kebutuhan pelanggan. Setiap pelanggan memiliki kepribadian, perilaku, sikap, emosi, pola pikir, keyakinan, dan kebiasaan yang berbeda. Anda harus ikhlas dan cerdas saat menangani perbedaan yang dihadirkan oleh para pelanggan Anda.

Konflik dengan pelanggan haruslah dituntaskan secepat mungkin, lalu proses pemulihan dan peningkatan hubungan baik juga harus dilakukan. Bersihkan semua kekacauan diantara perusahaan dengan pelanggan. Harmoniskan kembali hubungan terbaik. Apapun ucapan pelanggan saat hubungan sangat buruk, maafkan dan lupakan. Luruskan kembali semua yang pernah kusut. Fokuskan kembali untuk peningkatan hubungan bisnis dengan pelanggan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SECURITY GUARD DAN RESEPSIONIS ADALAH WAJAH PERUSAHAAN

“Setiap hari sebelum memulai hari pelayanan diperlukan sebuah briefing, doa, kata-kata penyemangat, dan soliditas untuk menjaga kepatuhan terhadap standar dan tata tertib pelayanan.”~Djajendra

Siapa pun yang masuk ke wilayah kantor Anda, mereka pasti harus melalui security dan resepsionis. Pelanggan Anda, tamu penting perusahaan Anda, tamu-tamu dinas ataupun non dinas wajib melewati security dan resepsionis. Artinya, saat seseorang melangkahkan kakinya memasuki wilayah perusahaan Anda, mereka sudah dapat memutuskan tentang budaya perusahaan Anda.

Peran security guard dan resepsionis sangatlah penting, tetapi sering dianggap tidak terlalu penting di dalam perusahaan. Banyak orang berpikir bahwa peran security sebatas menjaga keamanan, peran resepsionis sebatas menerima tamu dan memberikan informasi. Orang lupa bahwa security dan resepsionis sebagai wajah perusahaan. Wajah perusahaan yang sangat penting dalam memberikan kesan pertama bagi peningkatan reputasi perusahaan.
Perusahaan-perusahaan terbaik selalu sadar untuk mendandani wajah perusahaan dengan sesempurna mungkin. Oleh karena itu, dibuatlah tata kelola, tata tertib, tata cara, pedoman pelayanan, dan etika pelayanan bagi security guard dan resepsionis termasuk bagi semua front liner lainnya. Front liner harus secara berulang-ulang dan sesering mungkin dilatih etos kerjanya, karakternya, sikapnya, kebiasaannya, perilakunya, pikirannya, emosinya, cara berpakaiannya, dan juga hati nuraninya. Intinya, front liner disiapkan sesempurna mungkin untuk bisa memberikan pelayanan prima.

Security Guard dan resepsionis adalah bagian inti dari front liner perusahaan. Bila mereka menderita dan tidak bahagia dengan posisi kerjanya, maka dapat dipastikan mereka akan menjadi benih perusak reputasi dan pelayanan perusahaan. Karena banyak perusahaan menganggap sepele atau remeh terhadap fungsi dan peran ini, akibatnya perusahaan selalu merasa tidak mampu memberikan pelayanan bereputasi tinggi kepada tamu dan pelanggannya.

Tamu dan pelanggan sangat membutuhkan perhatian dan kepedulian. Mereka harus diberikan pengalaman yang paling indah dan nyaman saat berkunjung ke kantor Anda. Bila peran security dan resepsionis tidak disiapkan secara optimal, maka peran ini dapat menyabotase semua rencana terbaik dari layanan perusahaan Anda.

Sejak langkah pertama tamu dan pelanggan memasuki wilayah perusahaan. Sejak itu, interaksi dan komunikasi dalam wujud pelayanan prima sudah harus mampu diberikan oleh setiap front liner perusahaan. Standar pelayanan harus memperkuat keunggulan layanan pelanggan dan tamu. Setiap hari sebelum memulai hari pelayanan diperlukan sebuah briefing, doa, kata-kata penyemangat, dan soliditas untuk menjaga kepatuhan terhadap standar dan tata tertib pelayanan. Dan juga, setiap orang di front line harus terjaga di dalam kesadaran penuh, untuk memberikan keunggulan layanan pelanggan yang berkualitas.

Para front liner harus dibiasakan dan diciptakan sikap dan perilaku yang cepat dan cekatan dalam melakukan proses pemulihan layanan, sehingga apapun realitas buruk pelayanan dapat segera dipulihkan secara otomatis dan membuat pelanggan dan tamu tetap senang dan merasa nyaman.

Security guard dan resepsionis sebagai wajah perusahaan haruslah ditampilkan sesempurna mungkin. Layanan yang cepat, tepat, berkualitas, dan tidak membuat pelanggan mondar-mandir oleh masalah yang tak terselesaikan haruslah dihapuskan dari budaya pelayanan. Memang tidak semua orang berbakat atau memiliki rasa untuk melayani orang lain dengan berkualitas. Oleh karena itu, perusahaan harus pintar merekrut orang-orang yang cocok dan berbakat untuk bekerja di front line. Pekerjaan di front line membutuhkan kecerdasan sosial yang andal, kecerdasan emosional yang hebat, sikap, karakter, dan etos pelayanan yang mulia.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

CARA MELAYANI PELANGGAN SENSITIF

Layani maka kau terlayani“Pelanggan sensitif kalau mampu diambil hatinya, mereka akan menjadi pelanggan terbaik dan yang paling setia.”~Djajendra

Memberikan pelayanan prima kepada orang-orang sensitif memang tidak mudah. Sedikit saja kekurangan dapat menciptakan suasana hati yang tidak nyaman. Orang-orang sensitif berkemampuan untuk merasa lebih dalam, mereka sangat intuitif, mampu menggunakan perasaannya untuk memasuki realitas secara mendalam dan detail, sehingga hal-hal terkecil yang tidak penting pun akan dibesar-besarkan.

Bagaimana cara melayani pelanggan sensitif dengan baik?

Pelanggan sensitif mampu merasakan energi Anda, mereka mampu membaca suasana hati Anda. Bila mereka tidak terkendali emosionalnya, mereka menjadi sangat reaktif, dan mudah menunjukkan rasa tidak senangnya kepada pelayanan yang Anda berikan. Oleh karena itu, Anda harus selalu memiliki empati dan sikap baik saat melayani pelanggan sensitif. Saat Anda berempati dan melayani mereka dengan sepenuh hati, maka pelanggan sensitif akan bereaksi lebih mendalam lagi untuk mengucapkan terima kasih atas kebaikan pelayanan Anda. Empati Anda akan terhubung dengan empati pelanggan sensitif, dan disinilah hati akan bersatu sehingga Anda dapat membuat mereka bahagia dengan layanan Anda. Sebaliknya, bila Anda memancarkan energi negatif, mereka akan bereaksi secara negatif untuk menghadapi energi negatif Anda.

Dalam budaya pelayanan positif, sentitivitas dianggap sebagai sesuatu yang baik. Seorang customer service dengan sensitivitas yang tinggi dapat memahami kebutuhan dan harapan pelanggan. Sensitivitas adalah emosi yang dihasilkan oleh empati. Persoalannya, bila sensitivitas tumbuh dan berkembang di dalam pikiran dan emosi negatif yang tak terkendali, maka dia akan menjadi sesuatu yang merusak dan merugikan. Oleh karena itu, sensitivitas haruslah ditumbuhkan di dalam kekuatan pikiran positif dan emosi cerdas.

Pelanggan yang sangat sensitif biasanya menghindari hal-hal yang tidak mereka suka. Walaupun mereka sangat suka dengan produk atau jasa Anda, tetapi bila sudah tersinggung dan marah, maka mereka tidak akan pernah lagi mau membeli atau menggunakan produk atau jasa Anda. Jadi, hadapi pelanggan sensitif dengan cinta, empati, toleransi, dan sepenuh hati untuk memberikan layanan seperti yang mereka butuhkan.

Jangan berpura-pura kepada pelanggan sensitif, mereka memiliki empati yang kuat dan mampu memasuki perasaan Anda untuk mengetahui apa yang Anda rasakan. Kesadaran hati mereka sangat halus dan detail, dengan sangat cepat mereka bisa menciptakan stigma salah ataupun benar. Jadi, Anda harus berhati-hati saat melayani pelanggan sensitif. Jangan pernah lupa untuk senyum, bersikap baik, sopan santun, mau mendengarkan mereka dengan sabar, dan berbicara untuk menyenangkan hati mereka.

Orang-orang sensitif biasanya sulit untuk menjadi cerdas emosional. Mereka mudah terbawa atau dikendalikan oleh emosi orang lain. Mereka sangat mudah menyerap emosi orang lain. Bila yang diserap emosi negatif dari orang lain, maka suasana hati mereka pasti kacau dan penuh kemarahan. Jadi, sebagai customer service jangan pernah menularkan emosi negatif kepada pelanggan sensitif. Sebab, mereka akan merasakan perasaan tidak nyaman dari Anda, lalu secara otomatis emosi negatif mereka akan reaktif dan mencoba menjauh dari Anda. Akibatnya, Anda akan kehilangan pelanggan terbaik. Ingat, pelanggan sensitif kalau mampu diambil hatinya, mereka akan menjadi pelanggan terbaik dan yang paling setia.

Tidak semua orang sensitif itu introvert, sangat banyak yang ekstrovert. Jadi, tidak benar kalau dikatakan orang-orang sensitif itu kurang pergaulan, suka menutup diri, rendah wawasan, ataupun hal-hal yang sifatnya mengucilkan diri dari keramaian hidup. Banyak sekali orang-orang sensitif yang berinteraksi dengan beragam orang. Mereka bukan dikendalikan oleh keyakinan sempit, tetapi oleh kuatnya empati.

Pelayanan yang sepenuh hati, nyaman, dan kuat dengan sikap baik; akan menjadikan pelanggan sensitif loyal kepada produk dan jasa yang Anda jual. Yang perlu Anda pahami, pelanggan sensitif rentan terhadap kecemasan dan mudah stres. Oleh karena itu, jangan menjengkelkan mereka dengan sikap dan perilaku pelayanan yang buruk. Layani mereka dengan penuh semangat, antusias, cekatan, rasa percaya diri yang tinggi, serta melakukannya dengan santun dan baik.

Pelanggan sensitif bukanlah orang yang bisa dikritik. Bila Anda mengkritik atau mengkoreksi mereka, mereka akan bereaksi secara negatif, dan menghindar dari Anda. Oleh karena itu, jadilah lebih sabar saat melayani pelanggan sensitif, jangan mencoba-coba mengkritik mereka. Sebab, Anda bisa kehilangan mereka.

Layani semua pelanggan Anda seperti Anda melayani pelanggan-pelanggan yang paling sensitif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA MENERIMA TAMU DAN PELANGGAN DI KANTOR

PELAYANAN DENGAN SENYUM DAN SIKAP BAIKBUDAYA MENERIMA TAMU DAN PELANGGAN DI KANTOR

“Perkuat semangat pelayanan unggul dengan cara penguatan energi positif di dalam kepribadian insan perusahaan.”~Djajendra

Bagaimana sikap, perilaku, etos, dan tata krama penerimaan tamu di kantor Anda? Apakah perusahaan Anda sudah memiliki tata cara atau tata kelola penerimaan tamu di lingkungan kantor? Tamu perusahaan adalah orang-orang yang menghidupi bisnis, dan juga berkontribusi untuk kemajuan perusahaan. Berikan perhatian dan kepedulian yang besar agar tamu dan pelanggan perusahaan selalu nyaman dan senang ketika hadir di kantor Anda.

Ketika tamu dan pelanggan perusahaan melangkah ke wilayah perusahaan, maka setiap orang yang bertugas di front line wajib menyambut dengan sikap dan perilaku terbaik. Senyum dan pilihan kata-kata terbaik, bahasa tubuh yang penuh persahabatan menjadikan tamu dan pelanggan nyaman. Jangan menciptakan masalah dengan tamu dan pelanggan, ciptakan kemudahan dan bantu mereka dengan ikhlas dan sepenuh hati. Ingat selalu! Pelayanan dimulai sejak pelanggan memasuki gerbang perusahaan, sejak itu Anda harus memiliki sikap baik dan senyum tulus dalam pelayanan Anda.

Konsistensi pelayanan memerlukan tata kelola, budaya, tata cara yang tertulis dan terinternalisasi ke dalam mind set seluruh insan perusahaan. Kantor yang tertib dan berbudaya kuat selalu didukung dengan standar dan tata cara yang berkualitas tinggi. Lingkungkan kantor yang tertib dan kondusif mampu meningkatkan produktivitas kerja yang tinggi, dan menghasilkan kinerja terbaik.

Memang. Pelanggan dan tamu kadang-kadang ingin mengabaikan aturan dan tata tertib di kantor. Semua tamu dan pelanggan selalu ingin dilayani secepat mungkin, semudah mungkin, dan sebebas mungkin. Tetapi, perusahaan harus tetap tegas dan memastikan semua tamu dan pelanggan mematuhi tata tertib kantor. Selama senyum dan sikap baik menjadi jembatan yang menghubungkan Anda dengan tamu Anda, maka tidak perlu khawatir bahwa tamu dan pelanggan akan marah atau kecewa. Senyum dan sikap baik yang tulus adalah kekuatan baik  yang akan mengirimkan energi positif dari hati Anda ke hati pelanggan, sehingga semuanya akan mencapai kedamaian dalam pelayanan.

Setiap insan perusahaan di wilayah front line wajib menjiwai tugas dan tanggung jawabnya, wajib menginternalisasi tata tertib dan aturan ke dalam mindsetnya. Implementasi dan internalisasi tata cara penerimaan tamu dan pelanggan perusahaan haruslah sesuai dengan prosedur yang sudah disetujui secara resmi oleh dewan direksi. Tata cara dan tahapan penerimaan tamu kedinasan dan tamu non kedinasaan harus jelas dan dapat dilayani secara cerdas.

Setiap tamu pastilah penting bagi perusahaan, tetapi ada juga tamu-tamu prioritas yang mungkin sangat terkait dengan kecepatan proses bisnis. Untuk itu, pastikan tamu-tamu prioritas mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan lebih mudah. Menciptakan budaya keunggulan layanan pelanggan berarti memperhatikan kecepatan dari proses pelayanan. Semakin cepat proses pelayanan, semakin mudah proses pelayanan, semakin berkualitas isi pelayanan, maka semakin unggul pelayanan yang diberikan.

Tata tertib penerimaan tamu dan pelanggan perusahaan merupakan bagian dari penguatan budaya pelayanan. Dokumen ini merupakan bagian terpenting dari budaya tertulis, dan setiap orang yang terlibat di dalam pelayanan pelanggan ataupun penerimaan tamu perusahaan memiliki pengetahuan yang jelas dan pasti. Hal ini berdampak positif dalam mengakomodasi permintaan tamu ataupun pelanggan, sehingga ada keberanian dan kepastian untuk mengatakan “ya” dan “tidak” kepada tamu ataupun pelanggan.

Setiap front liner harus memiliki kejelasan dan kepastian tentang tata cara penerimaan tamu dan pelanggan. Semakin jelas pengetahuan mereka tentang hal ini dan semakin sederhana cara untuk melakukannya, maka semakin mudah bagi para front liner untuk memberikan pelayanan berkualitas dan sepenuh hati.

Menciptakan budaya layanan unggul bagi pelanggan dan tamu memerlukan aturan, tata kelola, sistem, tata cara, serta budaya berbasis etika dan sopan santun. Pembentukan perilaku, sikap, dan etos pelayanan dengan model energi positif akan menjadikan insan perusahaan selalu hebat dan andal dalam pelayanan.

Tata tertib penerimaan tamu dan pelanggan perusahaan merupakan cara yang profesional untuk memberitahu karyawan perusahaan dengan tepat dan benar. Semakin berkualitas dan lengkap isi dari tata tertib tersebut, semakin dia menjadi alat yang memperkuat budaya pelayanan.

BUDAYA PENERIMAAN TAMU DI KANTOR

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com