MENDAMAIKAN KENYATAAN HIDUP DENGAN PIKIRAN

DJAJENDRA

“Pikiran adalah kekuatan, bukan kebenaran. Jangan paksa pikiran untuk menjadi kebenaran. Sebab, pikiran harus melalui proses dan takdirnya sebelum menjadi kebenaran.”~Djajendra  

Setiap orang hidup dalam dunia pikiran dan dunia nyata. Dunia pikiran menginginkan, mengharapkan, membutuhkan, dan memimpikan sesuatu yang ideal untuk hidup. Dunia nyata itu sendiri tidak selalu sesuai dengan dunia pikiran. Ketika seseorang mampu mewujudkan dunia pikiran menjadi dunia nyata, maka orang tersebut disebut beruntung atau sukses luar biasa.

Dunia nyata adalah kebenaran pada saat ia berlaku. Jiwa yang bersyukur dan ikhlas dengan dunia nyata, adalah jiwa yang bahagia dan damai hidupnya. Jiwa yang berontak dan mengeluh dengan dunia nyata, adalah jiwa yang menderita dan penuh stres hidupnya. Tidak peduli seberapa cerdas seseorang. Tidak peduli seberapa bijak seseorang. Bila dia tidak menerima atau menolak dunia nyata, dia akan menderita dan penuh tekanan hidup. Suka atau tidak suka, kesadaran hati untuk ikhlas dan berdamai dengan dunia nyata, adalah sebuah kemenangan untuk dapat menjalani kehidupan yang bahagia dan tenang.

Dunia pikiran adalah dunia yang diharapkan. Pikiran sangat cerdas dan dapat mewujudkan apapun yang ada didalamnya menjadi nyata. Menjaga keseimbangan pikiran dengan kenyataan, akan menjauhkan diri dari tekanan hidup yang berlebihan. Gunakan pikiran untuk membangun kekuatan fisik, hati, emosi, dan cara bertindak yang optimis. Gunakan pikiran hanya untuk menjadikan diri lebih kuat dan lebih andal. Jangan pernah membiarkan pikiran bekerja secara otomatis untuk melemahkan hidup Anda. Kendalikan dan rawat pikiran agar selalu menjaga dan menguatkan mental, fisik, emosi, dan hati nurani Anda.

Ketika pikiran terkendali dan terfokus pada keandalan dan kekuatan diri, maka dari waktu ke waktu hidup akan berjalan baik. Ini berarti pemikiran dan kenyataan hidup harus selaras dan harmonis dengan hati nurani dan fisik.

Masalah dalam hidup muncul saat pikiran tidak sejalan dengan kenyataan. Di sinilah diperlukan kecerdasan untuk segera menselaraskan pikiran dan kenyataan, lalu secara perlahan-lahan, apa yang ada dipikiran dapat diarahkan untuk kehidupan yang berjalan dengan baik. Pikiran yang tidak terarah menjadi penyebab masalah dan kerumitan hidup.

Damaikan kenyataan hidup dengan pikiran. Anda berhak untuk berpikir apapun. Anda berhak untuk berimajinasi tentang apapun. Anda berhak untuk berpersepsi tentang apapun. Tetapi, miliki kesadaran untuk menghormati kenyataan hidup. Sebab, kenyataan hidup adalah kebenaran di saat itu. Mengabaikan kenyataan hidup sama saja seperti mengundang stres untuk merusak ketenangan hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MINDFULNESS BERARTI PIKIRAN SADAR MENJADI PENGUASA KEHIDUPAN

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGULMINDFULNESS BERARTI PIKIRAN SADAR MENJADI PENGUASA KEHIDUPAN

“Orang-orang mindfulness fokus 100% untuk hidup sepenuhnya pada hari ini, hidup bahagia pada hari ini, hidup damai pada hari ini, dan hidup bermanfaat pada hari ini.”~Djajendra

Hidup dalam kesadaran tertinggi. Sangat sadar. Mampu memperhatikan segala aspek di dalam hidup sendiri. Memiliki ingatan dan pengenalan yang sempurna terhadap perilaku, pola pikir, karakter, kepribadian, sifat, sikap, emosi, dan pola spiritual diri sendiri. Memiliki kejernihan pikiran yang sangat jernih dan sangat terang. Bila ini semua mampu Anda miliki di sepanjang hidup dengan konsisten, maka Anda disebut pribadi yang mindfulness.

Saat seseorang dalam kondisi mindfulness, saat itu pikiran sadarnya sangat sadar, mungkin sadar 100%, sehingga dia dapat melihat dirinya sendiri seperti sedang action di dalam sebuah film. Kondisi mindfulness mampu mentidakaktifkan pikiran bawah sadar. Hal ini berarti respon perilaku otomatis, atau juga respon perilaku sebab-akibat, yang biasanya dikendalikan atau diatur oleh pikiran bawah sadar menjadi tidak berfungsi.

Jiwa yang sadar dilahirkan dari rasionalitas pikiran sadar. Rasionalitas dari mindfulness membuat diri terjaga di dalam terang, terjaga di dalam kejernihan pikiran, terjaga di dalam kesadaran total dan tidak dalam kendali alam bawah sadar. Dalam kondisi mindfulness, diri mengawasi dirinya sendiri, tidak menghakimi realitas dirinya, dan diri hanya memberikan respon yang sifatnya rasional dari puncak kesadaran tertingginya.

Dalam realitas kebanyakan orang, pikiran bawah sadar selalu menjadi bos besar yang mengatur kehidupan sehari-hari. Pikiran bawah sadar sangat kuat dan menjadikan pikiran sadar tidak mampu menguasai atau mengatur jalan hidup. Adalah sebuah fakta bahwa kehidupan sehari-hari berjalan sesuai respon otomatis, dan semua ini merupakan bagian dari kekuatan atau kekuasaan pikiran bawah sadar.

Diri yang mindfulness mampu menjadi wasit yang adil untuk mengawasi, mengamati, menerima, mengatur, dan memutuskan jalan hidupnya berdasarkan kekuatan pikiran sadar. Dalam hal ini, pengalaman menjadi guru yang dihormati, fakta menjadi sahabat yang dilayani, dan kekuatan konsentrasi total dengan fokus yang jelas dan terang menjadi fondasi kehidupan.

Kondisi mindfulness menjadikan seseorang cerdas sosial dan sangat cerdas emosional. Dalam hal ini, dia mampu mengendalikan ego diri dan melayani realitas kehidupan dengan respon yang produktif. Dia memiliki kesadaran yang sangat cerdas untuk membaca situasi. Dia memiliki perhatian yang sangat fokus dan rinci terhadap setiap dimensi. Dia memiliki ingatan yang kuat berdasarkan pengalaman masa lalu, dan potensi-potensi yang bisa dimunculkan dari sebuah keputusan. Dia mampu mengenali setiap inci dari berbagai dimensi yang harus disikapi. Dia memiliki kesadaran total di dalam kejernihan pikiran yang sangat terang dan cerdas. Seseorang yang mindfulness sejati adalah orang bijak yang cerdas dan rendah hati.

Menjadi pribadi yang mindfulness bukanlah perkara gampang. Diperlukan latihan dan pengalaman hidup yang kaya. Biasanya, seseorang yang jauh dari zona nyaman kehidupan, hidup dalam keprihatinan yang sangat ekstrim, hidup dalam tekanan yang luar biasa, hidup dalam ketidakpastian dan ketidakstabilan yang luar biasa, adalah benih potensial untuk dapat hidup dengan mindfulness. Gaya hidup mindfulness tidak mungkin dimiliki oleh orang-orang yang hidupnya di zona nyaman, yang hidupnya mapan, dan hidupnya mudah. Kesulitan dan rintangan adalah jalan menuju mindfulness.

Sadar dan sepenuh hati memperhatikan setiap inci dari dimensi kehidupan diri sendiri. Setiap orang unik dan dari waktu ke waktu menghasilkan berbagai pengalaman hidup yang unik. Orang-orang mindfulnes sangat memahami dan menikmati proses hidupnya, sangat menguasai pengalaman hidupnya. Mereka ciptakan kondisi kesadaran total untuk dapat mengawasi hidupnya, mengawasi dirinya. Mereka tidak hidup dalam imajinasi, tidak hidup dalam dunia berandai-andai, tidak hidup dalam masa depan ataupun masa lalu, mereka 100% fokus pada hari ini dan menikmati indahnya hari ini.

Orang-orang mindfulness benar-benar netral dan tidak menggunakan kekuatan sugesti apapun untuk masa depan. Mereka hanya menggunakan akal sehat yang jernih pada hari ini, dan memfokuskan hidupnya untuk melayani hari ini. Mereka tidak peduli tentang hari esok, apalagi tentang masa lalu. Mereka hanya berkonsetrasi penuh untuk melayani hari ini, detik ini, saat ini. Mereka fokus 100% untuk hidup sepenuhnya pada hari ini, hidup bahagia pada hari ini, hidup damai pada hari ini, dan hidup bermanfaat pada hari ini. Orang-orang mindfulness fokus untuk bertindak dan tidak berimajinasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 24 02 2015

Sabar dan kontrol diri adalah kekuatan yang maha dahsyat. Bila keduanya menjadi karakter diri, maka diri akan menjadi andal dan hebat.~Djajendra

Kehidupan yang adil. Sifat dan perilaku adil hanya dimiliki oleh hati nurani yang baik. Ketidakadilan muncul dari hati nurani yang tidak baik. Bila Anda merasa mendapatkan perilaku yang tidak adil, mungkin lingkungan kehidupan Anda dikuasai oleh hati nurani yang tidak baik. Untuk itu, Anda harus ikhlas dengan kenyataan hidup dilingkungan Anda. Bila Anda tidak ikhlas, Anda harus menemukan atau menciptakan lingkungan baru dengan orang-orang yang berhati nurani baik. Mampukah? ~Djajendra

Korban pikiran. Pikiran terlalu cerdas sehingga hati pun dibuatnya tersiksa. Mengikuti maunya pikiran yang suka melupakan realitas, akan merusak keseimbangan hidup. Pikiran yang suka berandai-andai, berpersepsi, berlogika, dan berkeyakinan di luar kenyataan hidup, mudah membuat diri stres dan kehilangan kendali. Jadilah optimis dan positif oleh hati nurani, bukan oleh pikiran. Setiap bangun pagi seimbangkan pikiran(intelektual), jiwa (hati nurani), fisik (tubuh), dan emosi.~Djajendra

Memaafkan orang jahat bukan untuk membenarkan perbuatan mereka, tetapi agar diri Anda tidak tersiksa dalam dendam dan marah. Dendam dan marah kepada orang jahat akan mengganggu perjalanan Anda menuju masa depan yang cemerlang. Terpenting, Anda tetap menjadi orang baik dan tidak berubah hanya karena mendapatkan pengalaman buruk dari orang jahat.~Djajendra

Tuhan mengelola manusia melalui hukum alam. Hukum alam sangat adil dan berlaku untuk semua orang. Hukum alam adalah sekolah tertinggi untuk mendapatkan manusia-manusia dengan kesadaran tertinggi. Hukum alam adalah cara Tuhan membuat manusia sadar atas keterbatasannya.~Djajendra

Anda yang merasa sukses dan bahagia di dalam ketidakpastian hidup, adalah pribadi hebat yang sedang menikmati kemenangan hidup yang abadi.~Djajendra

“Cepat atau lambat, mereka yang menang adalah mereka yang berpikir mereka bisa.”~ Richard Bach

Memulai bisnis yang baru membutuhkan kesabaran dan keyakinan 100%. Apalagi terhadap bisnis yang belum dikenal, belum memiliki pengalaman, biasanya kesulitan bisa timbul dan mengganggu kesabaran. Temukan orang-orang yang berpengalaman dibidang yang sedang Anda mulai, bicaralah dengan mereka, pahami cara mereka menjalankan atau melakukan bisnisnya.~Djajendra

Pikiran positif berfungsi untuk menangkal kegagalan. Berpikir optimis dengan keyakinan untuk meraih sukses, akan mengantar Anda menuju sukses. Pikiran positif memudahkan Anda membiasakan pola hidup yang terfokus untuk sukses. Pikiran positif adalah kekuatan untuk menaklukkan semua kebiasaan negatif. Pikiran positif dapat mengatasi potensi gagal, dan mengarahkan potensi sukses untuk mengoptimalkan suksesnya. Pikiran positif dapat mengembalikan sukses yang hilang.~Djajendra

Manusia dipisahkan atau disatukan oleh kebiasaan hidupnya, dan semua kebiasaan itu tercipta oleh pikiran. Pikiran baik menyatukan hidup, pikiran buruk memisahkan hubungan baik.~Djajendra

Orang-orang yang berpikir baik, berpikir positif, berpikir optimis, memiliki takdir yang baik. Pikiran positif adalah juruselamat, yang menjaga kehidupan untuk berkelanjutan di dalam sukses.~Djajendra

Pikiran yang baik adalah sumber kebahagiaan. Siapa yang menabur pikiran baik, akan menuai kehidupan yang bahagia. Sebaliknya, siapa yang menabur pikiran buruk, akan menuai kehidupan yang buruk.~Djajendra

Lakukan dan bertindaklah dengan penuh semangat walau hasilnya belum ada. Tekun, rajin, ulet, fokus, dan bertindak, adalah kunci sukses. Diam, tidak percaya diri, tidak bertindak, ragu, takut, adalah kunci kegagalan. ~Djajendra

Gaji merupakan salah satu komponen untuk memenuhi kebutuhan hidup. Manusia selalu memiliki keinginan dan kebutuhan yang lebih. Manusia selalu ingin terlihat lebih sukses dan lebih kaya dari yang lain. Manusia ingin lebih berkuasa dan lebih dihormati di dalam kehidupan sosial dan kehidupan keluarga mereka. Uang memiliki kekuatan untuk memenuhi semua kebutuhan duniawi manusia. Intinya, uang adalah sebuah kekuatan yang maha dahsyat. Oleh karena itu, bila karakter jujur dan budaya jujur tidak dikuatkan di dalam organisasi, maka mereka akan melihat peluang untuk memperbanyak penghasilan di luar gaji mereka. Mereka dengan bahagia akan memanfaatkan peluang yang ada, untuk lebih memperkaya dirinya dari potensi di luar gaji.~Djajendra

Baik dan buruk tumbuh. Pohon beracun tumbuh subur disamping pohon obat. Pohon yang indah tumbuh subur disamping pohon yang jelek. Para pohon tumbuh di bawah matahari yang sama, tumbuh di bumi yang sama. Baik dan buruk tumbuh karena kehendaknya, dan siapa saya hadir untuk menghakiminya.~Djajendra

Mengikat hidup dalam impian, harapan, keinginan, cita-cita, dan ambisi. Dunia membuat diri lupa bahwa diri bukan hadir untuk menetap, tetapi hanya untuk melalui. Ketika perjalanan sesungguhnya terjegal oleh dunia, maka kebahagiaan dan kesenangan akan hilang. Seperti kata seorang teman,”dari tidak ada menjadi ada. Hidup ini tidak kita minta atau mendaftar diri, tapi hidup ini karunia Allah.” Tersenyumlah dalam syukur dan terima kasih, lalui perjalanan dengan ringan hati, dan nikmati setiap momen dengan suka cita.~Djajendra

Untuk Training Hubungi:

Hp. 0812 1318 8899

E-mail:training@djajendra-motivator.com

HIDUP TERMOTIVASI OLEH PIKIRAN YANG BAIK

“Pikiran positif adalah juruselamat. Orang-orang yang berpikir baik, berpikir positif, berpikir optimis, memiliki takdir yang baik.”~Djajendra

Pikiran positif berfungsi untuk menangkal kegagalan. Berpikir optimis dengan keyakinan untuk meraih sukses, akan mengantar Anda menuju sukses. Pikiran positif memudahkan Anda membiasakan pola hidup yang terfokus untuk sukses. Pikiran positif adalah kekuatan untuk menaklukkan semua kebiasaan negatif. Pikiran positif dapat mengatasi potensi gagal, dan mengarahkan potensi sukses untuk mengoptimalkan suksesnya. Pikiran positif dapat mengembalikan sukses yang hilang.

Pikiran positif adalah sumber kebahagiaan. Siapa yang menabur pikiran positif, akan menuai kehidupan yang bahagia. Sebaliknya, siapa yang menabur pikiran buruk, akan menuai kehidupan yang buruk.

Masa depan yang Anda cari ditentukan oleh pikiran Anda. Bila Anda termotivasi untuk menjalani rutinitas kehidupan dengan pikiran positif, maka dapat dipastikan bahwa masa depan Anda cemerlang. Orang-orang yang berpikir baik, berpikir positif, berpikir optimis, memiliki takdir yang baik. Pikiran positif adalah juruselamat, yang menjaga  kehidupan untuk berkelanjutan di dalam sukses.

Pikiran positif menghasilkan kebiasaan hidup yang baik, kebiasaan hidup yang baik menghasilkan karakter yang baik, karakter yang baik menghasilkan takdir yang membahagiakan hidup.

Setiap orang bisa sukses, setiap orang bisa memiliki karir yang diimpikan, dan semua itu ditentukan oleh kebiasaan hidup di dalam kekuatan pikiran baik. Kebiasaan pikiran baik membentuk kepribadian dan karakter unggul.

Manusia dipisahkan atau disatukan oleh kebiasaan hidupnya, dan semua kebiasaan itu tercipta oleh pikiran. Pikiran baik menyatukan hidup, pikiran buruk memisahkan hubungan baik.

Pikiran positif menjadikan Anda kuat, dan menjadikan Anda tidak menyerah pada kesulitan hidup. Pikiran positif membuat Anda melakukan hal-hal kreatif untuk menemukan solusi terbaik di setiap titik kesulitan atau tantangan hidup. Pikiran positif menciptakan kebiasaan hidup yang baik. Dalam hal ini, pikiran positif mampu membentuk kepribadian, perilaku, karakter, sifat, dan sikap, yang andal dan mulia. Pikiran positif meninggikan kualitas hidup dan menjadikan Anda lebih jujur, lebih berintegritas, lebih bertanggung jawab.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMOSI, PERISTIWA, DAN LOGIKA DI DALAM JIWA YANG BIJAK

DSCN1167“Hidup itu mengalir seluas nafas yang ditarik dan dilepas. Lengkapi gerak nafas hidup dengan prinsip, nilai, moral, gaya hidup, dan jiwa yang terpelihara dalam keikhlasan dan kekayaan. Jiwa yang bijak tidak akan membiarkan pikirannya sebagai alat yang menjebak hidupnya di dalam cerita pikiran.”~Djajendra

Ketika hati dan pikiran bersatu dalam energi positif, maka kehidupan diri tumbuh dan selalu menjadi baik-baik saja. Diri yang bijak tidak mudah terbawa arus emosi, arus peristiwa, dan arus logika. Diri yang bijak mampu menjadi kekuatan yang tegas, jelas, cepat, pasti, dan menciptakan jalan keluar terbaik.

Emosi, peristiwa, dan logika adalah urutan yang selalu menciptakan realitas hidup.  Orang-orang yang mampu mengelola emosi, peristiwa, dan logika secara bijak; dapat menciptakan realitas hidup yang menyenangkan. Sedangkan orang-orang yang gagal mengelola emosi, peristiwa, dan logika; berpotensi menciptakan realitas kehidupan yang menyusahkan dirinya sendiri dan orang lain.

Sifat bijak selalu dikuatkan atau dikayakan oleh nilai-nilai positif. Walaupun emosi, peristiwa, dan logika berpikir menciptakan perlawanan yang keras terhadap hati nurani. Tetapi, sifat bijak mampu belajar dan mencari yang terbaik sebagai solusi. Sifat bijak tidak akan ikut-ikutan memprovokasi maunya emosi dan pikiran. Sifat bijak memiliki kekuatan ikhlas dan jiwa besar, sehingga selalu bersedia untuk rendah hati dan mencari yang terbaik dari semua kemungkinan.

Emosi yang cerdas selalu bijak bertanya kepada dirinya sendiri,”apa yang saya rasakan di dalam diri saya?”, “apa yang saya pahami dan kuasai tentang diri saya?”, “apa yang harus saya lakukan dan yang tidak saya lakukan?”, “apa yang saya rasakan dan pahami tentang orang lain?”, “apa yang harus saya lakukan yang terbaik untuk orang lain?”. Emosi yang cerdas selalu menjawab perasaannya, kebutuhannya, memahami perasaan orang lain, dan melayani orang lain dengan baik.

Peristiwa apapun bisa terjadi. Kehidupan ini kaya dengan peristiwa-peristiwa. Diperlukan sikap bijak untuk memahami berbagai peristiwa. Tidak cukup hanya dengan pengetahuan, pengalaman, logika, emosi, dan kekuasaan untuk menjawab peristiwa. Diperlukan hati yang bijak dan tercerahkan, untuk dapat mengalir di dalam peristiwa dengan positif dan penuh kemenangan.

Logika adalah cara pikiran memahami sebuah peristiwa. Logika adalah alat pikiran untuk menyampaikan sesuatu secara rasional. Logika mampu fokus pada akal sehat. Logika mampu memanfaatkan emosi untuk memperkuat kebenarannya. Logika suka menjebak pikiran dan emosi dalam sebuah penafsiran cerita hidup. Ketika logika menjadi tidak berdaya menghadapi realitas hidup, maka emosi dan pikiran akan kecewa dan menjebak diri dengan stres yang berlebihan. Rawat logika yang cerdas dan hebat itu dalam jiwa besar, dalam keikhlasan hati, dalam kesabaran, dan dalam kejernihan jiwa. Logika hanyalah alat bantu, dan jangan menjadikan logika sebagai majikan yang menguasai hidup.

Orang bijak mengatakan bahwa pikiran adalah segalanya. Apa yang Anda pikirkan, akan menjadikan Anda sesuai pikiran tersebut. Intinya, berpikirlah yang baik-baik agar hidup selalu baik. Berpikirlah tentang hal-hal yang menyenangkan hati agar hidup selalu senang. Apapun peristiwa hidup,  satukan emosi dan pikiran dalam hati nurani yang bijak dan cerdas. Jangan pernah mau hidup dipermainkan oleh peristiwa, emosi, dan logika. Gunakan kekuatan bijak dan ikhlas untuk merasakan hal-hal baik di sepanjang kehidupan. Katakan,”aku setiap hari baik-baik saja” Lakukan sambil menarik nafas dalam-dalam. Fokuskan pikiran dan emosi pada hasil terindah yang Anda inginkan. Hidup sangat indah bila cerdas memahami peristiwa, logika, dan emosi dengan jiwa yang ikhlas dan indah.

Miliki ruang kehidupan yang bisa menumbuhkan sikap bijak. Dapatkan jarak pandang kehidupan yang membuat Anda jernih bersikap, sudut pandang yang membuat Anda cerdas bersikap, dan kesadaran dari makna yang dihasilkan oleh setiap peristiwa kehidupan.

Hidup itu mengalir seluas nafas yang ditarik dan dilepas. Selalulah hadir di dalam kehidupan diri sendiri. Berikan perhatian dan kepedulian kepada diri sendiri. Lengkapi gerak dan sikap dengan prinsip, nilai, moral, gaya hidup, dan jiwa yang terpelihara di dalam keikhlasan dan kekayaan. Jiwa yang bijak tidak akan membiarkan pikirannya sebagai alat yang menjebak hidup dalam cerita pikiran.

Hiduplah dalam jiwa yang bijak, hadirlah dalam setiap peristiwa kehidupan dengan emosi yang cerdas dan pikiran positif. Miliki komitmen dan keikhlasan hati, untuk tetap bahagia dan berkinerja di setiap peristiwa kehidupan. Walaupun peristiwa kehidupan bisa menciptakan pasang surut, miliki kesadaran dan daya tahan yang andal untuk tetap menjalani hidup dengan ikhlas dan optimis.

Hormati semua kekuatan baik dari luar diri, yang mencoba membantu Anda untuk melewati peristiwa-peristiwa yang tidak menguntungkan Anda. Mungkin teman baik bisa membantu Anda, orang-orang yang dicintai membantu Anda, sistem kehidupan membantu Anda, Tuhan membantu Anda. Tetapi, yang paling penting Anda harus dapat membantu diri sendiri. Kuatkan diri sendiri dengan jiwa ikhlas dan jiwa bijak. Perkaya diri sendiri dengan pengetahuan, pengalaman, doa, dan sikap rendah hati untuk menjadi pembelajar seumur hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENDENGAR DENGAN HATI DAN MENJADIKAN PIKIRAN SEBAGAI PELAYAN HATI

“Pikiran sangat cerdas, dia sumber kecerdasan, dan jiwa tidak mampu mengalahkannya dalam soal kecerdasan. Jangan sekali-kali mencoba menyerahkan jiwa kepada pikiran.  Bila jiwa dikuasai oleh pikiran, maka jiwa akan menjadi budak yang melayani pikiran. Budak yang pasti disiksa oleh pikiran di sepanjang hidup.”~Djajendra

Ketika sudah terbiasa mendengarkan dengan hati, dan mempersepsikan realitas dengan pikiran positif. Maka, pikiran menjadi semakin tenang. Apapun kejadian dalam hidup dapat diterima dengan tenang dan ikhlas. Semua kejadian dalam kendali. Jiwa semakin tenang dalam kesadaran yang tidak mungkin ditarik kesana-sini. Jiwa selalu tenang dengan intuisi yang melihat semua hal secara positif.

Mendengar dengan hati berarti mampu menjalani kehidupan yang penuh empati. Kehidupan yang dituntun dengan hati, hanya dapat dijalankan setelah mampu menghidupkan hati. Hati yang hidup selalu memiliki kepercayaan dan tingkat kontrol yang tinggi. Hati yang hidup mendengarkan tubuhnya; mendengarkan pikirannya; dan mampu membuat keputusan yang tidak merugikan tubuh dan pikiran.

Jangan biarkan pikiran mendikte jalan hidup. Bila tidak mendengarkan hati, dan membiarkan pikiran sebagai penentu realitas hidup. Maka, pikiran akan terpikat oleh ambisinya, oleh hitung-hitungannya, sehingga dia berpotensi merugikan ketenangan jiwa, merugikan keselamatan jiwa, merugikan keamanan jiwa. Pikiran tidak akan peduli tentang realitas jiwa, pikiran akan fokus untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, dan segala cara akan dilakukan untuk mewujudkannya. Bila hati tidak kuat, maka jiwa akan menderita.

Pikiran paling berani mengambil risiko. Pikiran paling hebat kreatifnya. Pikiran paling pintar meninabobokan jiwa dalam zona nyaman. Pikiran paling  pintar menciptakan suara-suara di kepala untuk mendesak hati agar tunduk kepadanya. Pikiran paling pintar menghidupkan ego untuk membohongi hati. Pikiran bila tidak dikendalikan dengan hati, dia akan menjadikan hidupmu sangat dinamis dan tidak pasti.

Hidup harus membuat pilihan, harus membuat keputusan. Gunakan hati untuk membuat pilihan dan keputusan. Jadikan pikiran sebagai alat bantu hati nurani. Jangan pernah memberi sedikitpun ruang kepada pikiran untuk mengatur hati. Ingat, pikiran itu sangat cerdas, dia sumber kecerdasan, dan jiwamu tidak mampu mengalahkannya dalam soal kecerdasan. Jadi, jangan sekali-kali mencoba menyerahkan jiwa kepada pikiran.  Bila jiwa dikuasai oleh pikiran, maka jiwa akan menjadi budak yang melayani pikiran. Budak yang pasti disiksa oleh pikiran di sepanjang hidup.

Hidupkan energi empati dalam jiwa. Dengarkan suara-suara bijaksana dari hati nurani. Hidupkan hati dan sempurnakan energi empati dalam hati. Bila empati menjadi semakin sempurna, maka dia akan memiliki kekuatan untuk menolong jiwa dengan kebaikan, perhatian, kepedulian, kemanusiaan, cinta, kelembutan, kasih sayang, toleransi, kehangatan, kelonggaran, dan memperlakukan hidup dalam sukacita.

Empati adalah kekuatan yang membimbing pikiran pada jalan kehidupan yang penuh sukacita. Kekuatan hati yang penuh kasih akan membimbing pikiran untuk tetap jernih dan tenang. Hati yang hebat selalu menempatkan pikiran sebagai pusat kreativitas, sebagai pusat kecerdasan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Pikiran digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara  hati dan realitas kehidupan. Keseimbangan hidup yang harmonis antara hati, pikiran, tubuh, dan jiwa, adalah jalan kebenaran yang akan menciptakan kebaikan dan sukacita.

Mendengar dengan hati dan menjadikan pikiran sebagai pelayan hati. Dalam hal ini diperlukan kemampuan untuk mengerti. Mengerti dan memahami pola pikir, sifat mental Anda yang unik. Mengerti pola emosi Anda, dan mengerti cara untuk mencerdaskan emosi Anda. Mengerti sifat pikiran Anda.

Bila Anda mengerti sifat, kekuatan, kekurangan, kelemahan dari pikiran dan hati Anda. Maka, dengan mudah Anda bisa mengeluarkan masalah dari kepala Anda, dan dengan mudah dapat menemukan solusi terbaik. Sebaliknya, bila Anda tidak memahami atau mengerti tentang sifat pikiran dan hati Anda, maka Anda akan hidup stres oleh pertengkaran tanpa akhir antara pikiran dan hati Anda.

Mendengar untuk mengerti, bukan mendengar untuk menjawab. Pahami dan layani hati. Jadilah pendengar yang baik. Dengarkan suara hati dalam keheningan pikiran. Diamkan pikiran, dan dengarkan suara hati. Mendengar adalah awal dari memahami. Mendengar adalah awal dari mengerti. Semakin tenang jiwa, semakin jernih pikiran, semakin cerdas jiwa dan pikiran berkomunikasi dalam energi positif, maka semakin baiklah hidup Anda.

Kuasai keterampilan untuk berkomunikasi dengan hati, pikiran, jiwa, tubuh, dan emosi. Biasakan berkomunikasi dengan diri sendiri. Ciptakan kualitas komunikasi terbaik, supaya Anda dapat berkomunikasi dengan orang lain secara profesional dan penuh empati.

Mendengar dengan hati berarti memiliki keimanan yang sempurna. Keimanan yang sempurna berarti hati selalu yakin dengan sikapnya; hati selalu memiliki ketetapan dan kesungguhan; hati selalu memiliki keteguhan dan ketangguhan; hati selalu memperkuat intuisi agar dapat melihat dengan hatinya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

JANGAN BERHARAP PIKIRAN BISA IKHLAS, HANYA HATI YANG BISA IKHLAS

KUTA BALI-KEMENKES 2014JANGAN BERHARAP PIKIRAN BISA IKHLAS, HANYA HATI YANG BISA IKHLAS

“Kata hati sangat penting, tetapi kata hati selalu akan digoda oleh kata pikiran. Pikiran suka menghitung-hitung, dan sulit ikhlas. Hanya hati yang bisa ikhlas, itupun selalu harus berhadapan dengan kuatnya pikiran rasional. Padahal hidup tidak selalu rasional, ada keajaiban, ada kegaiban, ada hal-hal yang sulit untuk dijelaskan dengan akal sehat dan logika.”~Djajendra

Pikiran itu sumber kecerdasan. Dia sangat kreatif dan selalu berpikir dengan banyak cara untuk tidak rugi. Pikiran tidak bisa diajak untuk hidup ikhlas. Pikiran tidak mungkin mau ikhlas. Pikiran selalu akan mencari sebab-akibat, selalu akan mengajak untuk berdebat, selalu akan kreatif dan banyak akal, selalu tidak akan merasa sudah selesai, selalu mencari celah untuk mendapatkan manfaat lebih, selalu ingin menguasai dunia dan kehidupan.

Menjadikan pikiran sebagai majikan kehidupan diri, adalah sebuah awal menuju kerumitan hidup. Pikiran memiliki akal yang selalu menginginkan hal-hal yang tidak ada, dan sering tidak pernah merasa cukup dengan apa-apa yang sudah dimiliki. Pikiran tidak bisa diandalkan untuk hidup bahagia. Pikiran terlalu pintar, sehingga dia selalu merasa mampu melakukan apapun.

Pikiran mampu membayangkan apapun yang ingin dia bayangkan. Pikiran mampu merencanakan apapun yang ingin dia rencanakan. Pikiran mampu membentuk hal-hal yang tidak ada menjadi ada di dalam dirinya. Pikiran harus dibantu oleh tindakan agar dia menjadi bermanfaat.

Bila pikiran tidak dikombinasikan dengan kata hati dan kemampuan untuk bertindak, maka pikiran akan menyulitkan diri sendiri. Dalam hal ini, pikiran akan menumpuk emosi, masalah, ketidakmampuan, kegelisahan, dan berbagai energi negatif lainnya; sehingga diri menjadi terjebak dalam stres atau depresi.

Pikiran tidak boleh dibuat hidup sendiri. Pikiran harus dipimpin oleh hati nurani. Pikiran adalah sumber yang hebat untuk menghasilkan ide-ide besar, sumber yang hebat untuk menghasilkan kemajuan.

Pikiran boleh menciptakan kata-kata penuh semangat, rencana-rencana penuh ambisi, dan impian-impian yang indah. Tetapi, pikiran tidak boleh dibiarkan sendiri, harus dibantu dengan kesadaran dan manajemen diri yang baik.

Pikiran bawah sadar sangat berkuasa. Walaupun kesadaran dan manajemen diri mampu mengelola pikiran sadar, tetapi pikiran bawah sadar tidak mungkin bisa dikendalikan, tanpa kata hati yang kuat. Oleh karena itu, hidupkan hati, dengarkan kata hati, dan lihatlah semua hal dengan mata hati. Pikiran bawah sadar yang penuh kuasa, dapat dikuasai dengan hati nurani yang bijak dan cerdas.

Ciptakan keyakinan yang positif untuk menjadikan pikiran selalu positif. Keyakinan yang kuat dapat menjadi alat untuk memprogram pikiran. Bila isi keyakinan itu semuanya positif, optimis, percaya diri, ajaib, penuh semangat, cerdas, kaya pengetahuan dan wawasan. Maka, pikiran mudah beradaptasi dengan kata hati yang penuh percaya diri.

Hidup yang baik selalu memberdayakan kebiasaan-kebiasaan yang hebat dan andal, untuk membantu tindakan sehari-hari. Pikiran hebat tanpa dibantu dengan kebiasaan-kebiasaan hebat dalam tindakan, maka pikiran hebat hanya akan hidup di dalam diri, dan tak pernah mampu keluar dari diri sendiri, untuk menciptakan hasil bagi kebaikan bersama.

Pikiran yang hebat harus dihidupkan dengan kualitas dan kompetensi diri yang andal. Pikiran yang hebat harus bermanfaat untuk kehidupan nyata, bukan sekedar menjadi hebat dalam kehidupan pikiran. Pikiran yang hebat akan semakin bermanfaat, saat dia bersatupadu dengan hati nurani. Hati nurani dengan emosi positif, dengan visi yang penuh optimis, adalah sahabat terbaik dari pikiran hebat.

Jangan berharap pikiran bisa ikhlas, hanya hati yang bisa ikhlas. Bila hati tidak ikhlas; maka hidup akan penuh kecewa, marah, sakit hati, merasa dirugikan, banyak hal-hal kecil yang tidak sesuai dengan perhitungan diri, akan membuat diri semakin kecewa, takut, gelisah, dan putus asa.

Jadikan hati nurani sebagai majikan hidup. Jadikan pikiran sebagai prajurit tangguh yang banyak akal, untuk memudahkan hidup. Hati yang hidup selalu berkemampuan, untuk terus bergerak maju, membawa misi dan visi hidup, serta menjadikan diri selalu bersukacita di sepanjang perjalanan hidupnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com