BERCERMIN DARI KARAKTER KARNA DALAM KISAH MAHABHARATA

“Karna sesungguhnya seorang kesatria yang penuh tanggung jawab dengan integritas pribadi yang tinggi, tetapi dia mengabdi dan tunduk pada kekuatan Kurawa, sehingga semua yang baik dari integritasnya hilang dalam benci dan dendam.”~Djajendra

Karna adalah salah satu karakter yang memperkaya kisah Mahabharata. Karakter Karna tumbuh dan hidup dalam kebencian, kepahitan, dendam, marah, dan mengabdi pada energi negatif. Walaupun Karna berjiwa kesatria dan bermental baja, tetapi jiwanya tidak besar dan toleransinya nol besar. Semua pangkat dan kebesaran jabatan yang melekat dalam identitas dirinya menjadi tidak berguna bagi kekuatan baik. Karna kehilangan cinta dan keikhlasan, sehingga hidupnya di sepanjang kisah Mahabharata terlihat sangat pahit. Karna gagal menjadi cahaya bagi kehidupan, dia membawa gelap untuk menutupi cahaya kehidupan.

Dari karakter Karna, semua orang bisa belajar tentang pentingnya cinta dan keikhlasan; tentang pentingnya melepaskan dendam masa lalu dan memulai hari ini dengan memaafkan masa lalu. Ini artinya, siapapun dia, sehebat apapun dia, setinggi apapun ilmunya, bila dia kehilangan cinta, maka dia menjadi pribadi yang pahit hidupnya. Karna sudah memberikan contoh dan pembelajaran bahwa bila seseorang menginvestasikan semua waktu dan energi hidupnya dalam kepahitan, kemarahan, dendam, kesal, kebencian, anti toleransi, berjiwa kerdil. Maka, orang tersebut hanya akan memanen hal-hal buruk di sepanjang hidupnya.

Sebagai seorang panglima besar dan kesatria yang diandalkan oleh kaum Kurawa, Karna selalu bersepakat untuk menolong Duryodana. Duryodana yang sangat membenci Pandawa, dan penuh ambisi untuk mengalahkan Pandawa, merasa beruntung memiliki Karna yang juga sangat membenci Pandawa. Duryodana dan Karna terjebak dalam kepahitan dan dendam seumur hidup. Mereka berdua bersahabat sampai mati, mereka berdua pun mati dengan cara buruk di pertempuran yang menggagalkan niat mereka. Ini semua disebabkan oleh ketidakmampuan mereka berdua untuk mentransformasikan kepahitan masa lalu dan ambisi masa depan menjadi sebuah keikhlasan yang menghasilkan kedamaian hidup.

Karna marah karena dia mendapatkan diskriminasi sosial. Walaupun dia seorang kesatria dan petinggi penting kerajaan, dia tetaplah dianggap masyarakat sebagai anak seorang kusir. Derajatnya tidak naik, walau jabatan dan pangkat sudah tinggi. Dia dianggap bukan turunan raja, tetapi karena prestasinya hebat, diapun diberi pangkat dan kekuasaan dalam kerajaan. Realitas ini membuat Karna mengeluh di sepanjang hidupnya, dia terus-menerus memelihara kepahitan dan benci di dalam dirinya. Seharusnya Karna bangga dan bersyukur dengan prestasi yang dia capai, tetapi dia merasa malu dan tidak ikhlas menjadi anak seorang kusir.

Karna adalah contoh pribadi yang tidak mau menerima realitas dengan ikhlas dan jiwa besar. Dia seharusnya benar-benar bahagia. Apalagi sebagai seorang anak yang ditemukan mengambang di atas air oleh orang tua angkatnya, yang mampu tumbuh menjadi seorang kesatria kerajaan.

Ketika Krishna memberitahu Karna tentang orang tua kandungnya siapa, maka rasa marah Karna semakin menjadi-jadi. Semakin tinggi benci dan dendam Karna kepada Pandawa, sebab dia sekarang tahu bahwa Kunti ibunya Pandawa adalah Ibu Kandung dia. Karna pun semakin marah dengan nasibnya setelah tahu bahwa ayahnya adalah Dewa Surya. Bagaimana mungkin anak seorang Dewa menjadi anak seorang kusir rendahan? Karna sangat kecewa dan marah setelah mendengar kebenaran tentang dirinya, rasa pahitnya semakin pahit. Dia semakin memelihara kebencian terhadap lima Pandawa, meskipun lima Pandawa adalah saudara satu ibu.

Walaupun sudah mengetahui kebenaran yang dia cari selama ini, Karna tidak melepaskan marah dan benci. Dia tetap menganggap ayah dan ibunya sudah membuat kesalahan besar, sehingga mereka dipilihnya menjadi musuh dalam pertempuran antara Kurawa dengan Pandawa. Walaupun sekarang dia tahu bahwa Pandawa lima adalah adik-adiknya, dia tetap semakin setia membantu Duryodana untuk mengalahkan Pandawa.

Karna tidak bisa mengkhianati kebaikan dan cinta yang diberikan oleh Duryodana kepada dirinya. Duryodana telah mengangkat seorang anak kusir menjadi kesatria tinggi di kerajaan. Di sisi lain, rasa pahitnya terhadap perbuatan orang tuanya belum bisa dia maafkan.

Kebaikan selalu menang atas keburukan, walaupun dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan untuk kemenangan tersebut. Pada akhirnya, Karna bertemu kematiannya dari panah Arjuna dalam perang besar antara Pandawa dan Kurawa di Kurukshetra. Semua investasi Karna dalam kepahitan dan ketidakikhlasan telah menghasilkan kekalahan. Karna adalah karakter yang kalah oleh hal-hal yang sifatnya emosional. Dia adalah pribadi cerdas dan pemenang di dalam karir profesionalnya, tetapi dia adalah pribadi yang kalah dalam cinta. Dia pribadi yang dikuasai oleh pikiran negatif dan gagal menguatkan pikiran positif. Karna adalah sosok yang perlu dipelajari oleh siapapun, agar mampu memahami bahaya dari pikiran negatif atau pun ketidakcerdasan emosional.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EGO MENJAGA DAN MERAWAT IDENTITAS KEHIDUPAN ANDA

DJAJENDRA09EGO MENJAGA DAN MERAWAT IDENTITAS KEHIDUPAN ANDA

“Ego memiliki strategi untuk menyembunyikan siapa Anda, dan menampilkan Anda yang diinginkan oleh kehidupan sosial.”~Djajendra

Tuhan sudah menciptakan kita dengan sangat sempurna. Salah satu alat yang diberikan Tuhan kepada kita adalah ego. Sangat banyak informasi yang menggambarkan ego sebagai sesuatu yang buruk, yang harus dimusnahkan dari diri kita. Sangat banyak nasihat untuk pengendalian ego. Ego selalu diasumsikan sebagai sesuatu yang kurang baik. Apakah benar pendapat yang demikian?

Ego diperlukan untuk pengembangan kepercayaan diri dan kebanggaan diri. Ego mengembangkan citra diri Anda. Ego memiliki strategi untuk menyembunyikan siapa Anda, dan menampilkan Anda yang diinginkan oleh kehidupan sosial. Ego sangat mencintai diri sendiri dan tanpa persetujuannya tidak ada seorangpun yang bisa mendekati Anda. Ego selalu hidup oleh dorongan rasa takut, khawatir, bangga, kompetisi, marah, tersinggung, ingin lebih hebat, rasa percaya diri, dan semua perasaan lain yang tumbuh untuk melindungi diri sendiri dari orang lain.

Ego selalu hidup untuk mempertahankan identitas. Ego mampu mempengaruhi dan mengendalikan kecerdasan kita untuk melindungi identitas kita. Intinya, secerdas apapun seseorang, setinggi apapun sekolah dan pendidikannya, bila egonya tinggi, maka kecerdasan dan ilmunya itu hanya sebatas untuk mempertahankan atau membenarkan identitasnya. Karena ego perhatiannya fokus pada sesuatu yang sempit, yaitu diri sendiri, dan untuk melindungi kepentingan diri sendiri. Maka, ego selalu akan menghadapi tantangan di dalam realitas kehidupan sosial.

Jangan pernah menyingkirkan ego atau menjinakannya hanya oleh pengaruh dari seseorang. Ketika seseorang ingin mengambil hati Anda, ingin menguasai jiwa Anda, maka dia akan meminta Anda untuk mematikan ego. Ketika Anda sudah mematikan ego atau menjinakkannya, maka Anda akan menjadi pribadi yang mudah didoktrin dan dimasukin pikiran bawah sadar Anda oleh orang yang ingin menguasai dan mengendalikan Anda.

Ego adalah sahabat terbaik untuk melindungi dan menjaga diri Anda. Walaupun secara spiritual ego dianggap berdimensi rendah atau bagian dari diri yang rendah. Tetapi, ego diperlukan di dalam kehidupan duniawi, untuk bekerja menyelamatkan diri dari orang-orang yang berniat tidak baik terhadap Anda.

Dalam dimensi spiritual, manusia tunduk dan mengabdi hanya kepada Tuhan. Segala puji hanya bagi Tuhan. Segala arah menuju masa depan hanya atas kehendaknya. Segala nikmat kehidupan hanya atas pemberian Tuhan. Segala pertolongan hanya diminta kepada Tuhan. Intinya, dalam dimensi spiritual, ego harus mati demi Tuhan. Di sini, kita harus benar-benar seratus persen pasrah dan ikhlas di jalan kehendak Tuhan. Dan, ego harus tunduk dan mengabdi kepada Tuhan. Tantangannya, dalam dimensi spiritual, diperlukan kesadaran dan pengetahuan berwawasan sangat luas, untuk tidak terikat pada identitas apapun. Selama kekuatan identitas masih melekat di dalam diri Anda. Itu artinya, Anda belum masuk ke dalam dimensi spiritual, sehingga orang-orang yang ingin menguasai dan mengendalikan jiwa Anda mampu masuk dan menguasai hidup Anda. Jadi, selalu berhati-hatilah saat ingin mematikan fungsi ego. Ingat! Ego Anda adalah sebuah hadiah dari Tuhan untuk melindungi diri Anda dari sifat dan perilaku tidak baik orang lain.

Ketika kekuatan ego dalam kesadaran diri yang positif, maka ego akan menjadi pendorong untuk menguatkan energi positif di dalam diri. Ego yang cerdas emosi akan selalu membuat diri berpikir positif, dan menciptakan persepsi baik atas realitas hidup. Ego yang terlatih dan terbiasa di dalam kekuatan baik, akan menjadi alat untuk menyembuhkan semua energi yang lebih rendah dan menjadi utuh lagi dalam getaran energi positif yang lebih tinggi.

Ego selalu menyatu dengan pikiran sadar. Oleh karena itu, kesadaran diri yang tinggi mampu memanfaatkan ego untuk kemajuan diri sendiri di semua bidang kehidupan. Ego dalam pikiran sadar yang positif menjadi alat ampuh, untuk kebangkitan diri menuju perubahan dan transformasi ke arah yang lebih baik.

Ego paling takut kehilangan identitas. Ego akan melakukan segala hal untuk dapat mempertahankan identitasnya. Bila Anda bertransformasi menaiki tangga kehidupan spiritualitas, Anda secara perlahan-lahan akan kehilangan fungsi ego, Anda akan fokus untuk menjadi bukan siapa-siapa. Anda akan fokus menjadi debu yang siap ditiup oleh angin kehidupan. Anda akan memperluas kesadaran dan kehilangan identitas. Saat Anda sudah benar-benar kehilangan identitas berarti fungsi ego sudah mati. Artinya, Anda sudah tidak hidup dengan simbol apapun, Anda hanya menjadi manusia yang tidak dikenal sebagai apapun.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HUBUNGAN ANTARA JIWA DAN EGO

MOTIVASIHUBUNGAN ANTARA JIWA DAN EGO

“Jiwa tidak terburu-buru, namun semuanya dicapai. Ego sangat terburu-buru, namun tidak semuanya dicapai.”~Djajendra

“Selama ego memimpin dan berkuasa, tidak ada hubungan yang absolut dan abadi diantara manusia.”~Djajendra

Jiwa hidup di dalam keabadiaan dan sangat menikmati apapun pengalaman hidup, sedangkan ego merupakan hasil dari permainan pikiran untuk bisa terus-menerus menang di dalam kehidupan. Jiwa dan ego sama-sama menghuni tubuh, suara hati, emosi, dan pikiran; sangat tidak mudah untuk memisahkannya. Diperlukan kesadaran yang luar biasa untuk dapat membedakan mana ego dan mana jiwa. Hubungan keduanya menyatu dan sangat rumit untuk bisa membedakannya.

“Saya adalah pemenang”, itulah bahasa ego. Sebagian terbesar orang-orang tidak memiliki kemampuan untuk terhubung dengan jiwa mereka. Mereka hanya mengerti untuk terhubung dengan ego, tapi tidak tahu cara untuk terhubung dengan jiwa. Seluruh produk kehidupan sengaja menjebak manusia untuk terhubung dengan egonya, sebab egolah yang bisa menciptakan kreativitas dan kemajuan peradaban di bumi ini. Jiwa selalu tahu bahwa dia hanya menggunakan tubuh untuk menemukan pengalaman melalui proses kehidupan.

Jiwa tidak punya rasa, sehingga tidak mampu merasakan pengalaman hidup baik dan buruk. Jiwa tidak bisa menderita, terluka, sakit, gembira, merasa menang, merasa kaya raya, merasa pintar, merasa rugi. Jiwa hanya mengalir di dalam pengalaman dan proses hidup dengan tenang dan damai. Jiwa hidup dan menghidupi realitas, tidak hidup di dalam ilusi. Jiwa hanya fokus untuk mencari pengalaman dan pengetahuan di sepanjang kehidupannya di tubuh bumi.

Ego adalah seorang pemimpin sejati yang penuh ambisi untuk kehidupan yang dia inginkan. Ego mungkin sudah memimpin kehidupan di bumi ini milyaran tahun lebih. Ego paling tahu untuk memanfaatkan energi, sumber daya, potensi, pengetahuan, politik, orang, alam, dan lain sebagainya untuk kepentingannya di bumi. Ego selalu berjuang habis-habisan agar jiwa tetap tertidur dibawah kendalinya. Karena jiwa tidak punya ambisi ataupun keinginan, maka jiwa tidak pernah melawan ego. Hanya kesadaran seseorang tentang pentingnya jiwa dikuatkan dapat membungkam kekuatan ego.

Ego sangat cerdas menggunakan suara hati. Sering sekali orang-orang berpikir sedang berbicara dengan jiwanya melalui suara hati, padahal egolah yang sedang berbicara melalui suara hati. Ego sangat cerdas, sangat jenius. Jiwa tidak pernah berbicara, jiwa hanyalah keabadiaan, dan ego tidak abadi. Ketika seseorang meninggal dunia, egonya yang mati, jiwanya tetap abadi.

Pikiran adalah saluran untuk menghubungi jiwa dan ego. Pikiran itu sendiri bagian terbesarnya menempati wilayah bawah sadar, wilayah sadar ditempati oleh sebagian terkecilnya. Karena ego sangat cerdas, jenius, ambisius, dan banyak keinginannya; maka, dia selalu melemahkan jiwa dan membuat jiwa sulit terhubung melalui saluran pikiran. Oleh karena itu, orang-orang yang sudah berusaha maksimal untuk terhubung kepada jiwanya, masih sangat sulit terhubung, dan selalu kembali harus terhubung dengan ego.

Ego selalu ingin cepat-cepat, sedangkan jiwa selalu tenang mengikuti hidup. Contoh paling mudah melihat dominasi jiwa di atas ego adalah melalui tanaman. Tanaman apa saja. Anda bisa mengamati sifat tanaman yang tak terburu-buru di dalam pertumbuhannya, namun semuanya dicapai. Tanaman pada waktunya akan berbunga, berbuah, dan semua proses hidupnya berjalan sesuai pengalamanya beradaptasi dengan alam, udara, air, tanah, manusia, dan lain sebagainya. Bila manusia mampu menguatkan jiwanya dan melemahkan egonya, maka dia akan tumbuh seperti tanaman. Dia tak terburu-buru, namun semuanya dicapai. Tetapi, ini membutuhkan kesadaran dan disiplin yang luar biasa.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FISIK, MENTAL, EMOSIONAL DAN ENERGI DIRI

MOTIVASI“Pikiran dan emosi negatif adalah alat yang paling efektif untuk menguras energi diri. Semakin negatif pikiran dan emosi, semakin diri menjadi kalah dengan hidupnya.”~Djajendra

Sebagian besar orang sulit menjaga keharmonisan antara fisik, mental, emosional dan energi diri. Padahal keempat komponen tersebut merupakan fondasi untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas. Bila fisik, mental, emosional dan energi diri tidak harmonis; maka, berbagai gangguan dan kekurangan akan mengisi diri dan menjadikan hidup tidak menyenangkan.

Setiap orang berhak memiliki dan menikmati kehidupan yang hebat, serta selalu berada pada titik puncak di semua bidang kehidupan. Fisik yang kuat, mental yang cerdas, emosional yang positif dan energi diri yang andal akan mendorong diri untuk selalu berada di puncak kinerja terbaik.

Perilaku negatif menguras energi positif. Bila energi positif sudah menipis, maka diri harus segera di reenergize. Tanpa energi positif tidak mungkin menghasilkan hal-hal baik, sebab energi negatif akan menjebak orang untuk berada dalam dilema dan stres. Energi negatif juga akan mengganggu tidur dan menurunkan kualitas hidup.

Membangun ritual hidup yang sederhana. Ritual hidup sehari-hari yang memberikan perhatian penuh pada tubuh, nafas, pikiran, emosi, perasaan dan suasana hati meningkatkan kapasitas diri untuk mencapai kehidupan yang kaya energi positif. Semua ritual kehidupan positif yang dimulai sejak bangun pagi akan membangun dan memperbaruhi energi fisik dan mental. Semakin positif pikiran dan semakin kuat fisik menjadikan diri lebih tenang, lebih fokus, lebih berkonsentrasi, lebih produktif dan lebih bahagia.

Keterampilan, kecerdasan, pengetahuan, dan kompetensi tanpa energi diri yang kuat dan andal menjadi sia-sia. Hanya energi yang kuat yang bisa membangun dan meningkatkan kapasitas diri untuk mencapai yang terbaik. Untuk memiliki energi diri yang kuat bisa dimulai dengan berfokus pada energi fisik tubuh dan energi mental. Tubuh yang kuat dapat dihasilkan dari tidur yang cukup, olahraga teratur, makan yang bernutrisi, pikiran positif, emosi yang fokus pada hal-hal positif, perilaku yang rendah hati dan bersyukur, serta kesadaran spiritualitas yang mempengaruhi tingkat energi positif. Mental yang kuat dapat dihasilkan dari keharmonisan antara pikiran, jiwa, emosi dan tubuh. Intinya, secara sadar lakukan praktik penyeimbangan dan keharmonisan terhadap semua bagian dari diri sendiri.

Fisik, mental, emosional dan energi diri selalu membutuhkan perhatian penuh dan perawatan. Bila terjadi ketidakseimbangan segera lakukan pemulihan secara sadar. Kemampuan tubuh untuk selalu mempertahankan emosi positif dan pikiran positif menentukan kualitas dari energi diri.

Pikiran dan emosi negatif adalah alat yang paling efektif untuk menguras energi diri. Semakin negatif pikiran dan emosi, semakin diri menjadi kalah dengan hidupnya. Energi negatif membuat diri terus-menerus hidup dalam jebakan dilema. Hal ini menjadikan diri mudah marah, mudah cemas, tidak sabar, merasa tidak aman, tidak mampu berpikir jernih, kehilangan akal dan logika, serta terlalu mudah berpersepsi dari kekuatan energi negatif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENTAL TINGGI HATI MERUSAK BUDAYA KERJA

“Karyawan yang bermental tinggi hati sesungguhnya beban yang merugikan perusahaan.”~Djajendra

Mental tinggi hati di tempat kerja akan menjadi energi perusak. Keharmonisan hubungan kerja merupakan salah satu faktor penting untuk mencapai kinerja terbaik. Ketika seseorang bermental tinggi hati, maka dia tidak akan menerima petunjuk atau pendapat orang lain. Dia akan mencoba mengendalikan dan mengambil alih semua urusan, dan mendominasi aktivitas sehari-hari. Orang yang bermental tinggi hati sesungguhnya beban yang merugikan perusahaan.

Mental tinggi hati pasti memiliki perilaku kerja dengan kesombongan dan keangkuhan. Dia juga akan menciptakan situasi kerja yang meremehkan dan tidak sabar. Dia juga akan menjadi pribadi yang suka mengeluhkan tentang kekurangan orang lain, dan selalu menganggap dirinyalah yang paling mampu untuk menuntaskan semua persoalan yang ada.

Sombong dan arogan adalah bagian dari perilaku sehari-harinya. Dia merasa lebih unggul dari yang lain. Dia merasa sebagai orang yang paling tahu dan paling pintar. Dia suka melambungkan dirinya di sekitar orang lain, dan berkeyakinan bahwa dialah orang yang paling berpengetahuan dan berpengalaman tentang banyak hal. Mental tinggi hati menjadikan dirinya lupa bahwa pekerjaan membutuhkan kolaborasi sempurna dari berbagi kemampuan dan keterampilan.

Pekerjaan membutuhkan manajemen yang terorganisir secara profesional melalui fungsi dan peran yang tepat. Di sini, diperlukan dukungan dari perilaku kerja yang berbudaya positif sehingga semua kebiasaan, sikap dan perilaku dapat berada di dalam keharmonisan budaya kerja. Budaya kerja positif terbentuk dari etos dan kebiasaan yang saling menghargai, saling mendengarkan, saling membantu, rendah hati, belajar, dan melayani dengan penuh disiplin.

Mental tinggi hati mudah menunjukkan arogansi dan perilaku yang tidak menyenangkan hati. Sering sekali suka menghina untuk sudut pandang yang berbeda. Tidak mau menerima umpan balik, tetapi suka menghakimi dan mengabaikan yang lain. Sangat berkeyakinan bahwa dirinyalah yang paling tahu dan paling benar, sehingga tidak akan pernah mau mendengarkan saran atau pendapat orang lain. Mental tinggi hati juga cendrung buta logika. Intelektualitasnya cendrung tidak kreatif dan tidak cerdas. Dia hidup di dalam keyakinan sesuai pola pikirnya, dan tidak memiliki kemampuan untuk belajar dari yang lain. Dia sangat keras kepala dan suka mengeluh dalam hati tentang orang-orang di sekitar dirinya. Dia selalu merasa paling pintar dan mencoba menjadi dominan diantara rekan kerjanya. Dia selalu bertindak seolah-olah dialah bos atau orang yang paling berkuasa.

Budaya kerja yang sehat adalah yang mampu mengelola orang-orang bermental tinggi hati. Kemampuan untuk menangani orang-orang bermental tinggi hati akan menghindarkan stres di dalam organisasi. Sebab, orang-orang bermental tinggi hati selalu menyebarkan energi negatif pemicu stres dan perusak pencapaian kinerja terbaik. Pengendalian dan manajemen yang baik terhadap mereka dapat mengurangi konflik dan ketegangan di tempat kerja. Bila orang-orang bermental tinggi hati ini tidak dikendalikan, mereka akan menjadi energi yang mengurangi produktivitas dan meningkatkan perputaran karyawan. Di samping itu, mereka juga akan menjadi penyebab untuk penurunan semangat kerja.

Mental tinggi hati ini disebabkan ketidakmampuan untuk mengelola ego di tempat kerja. Tempat kerja memiliki budaya kerja dengan tujuan agar semua orang saling terhubung di dalam kolaborasi dan komunikasi yang produktif. Bila mental tinggi hati berkuasa, maka tujuan dari budaya kerja tidak akan berfungsi dengan baik.

Mental tinggi hati akan merusak misi dan visi organisasi dengan perilaku buruk mereka. Mental tinggi hati yang didukung oleh kekuatan ego akan menciptakan kerusakan dan kehancuran di struktur organisasi, sehingga fungsi dan peran dari masing-masing orang atau tim akan rusak. Mental tinggi hati selalu menciptakan komunikasi yang buruk dan tidak mampu bernegosiasi untuk meredakan konflik. Mental tinggi hati selalu menciptakan perilaku yang menjengkelkan dan sombong. Hal ini akan berdampak pada rusaknya kreativitas, semangat kerja, motivasi, pemecahan masalah, efektivitas, menyebabkan stres dan menciptakan moral yang buruk di setiap proses kerja.

Kemampuan sistem, kepemimpinan, budaya dan manajemen dalam menghilangkan mental tinggi hati di tempat kerja akan meningkatkan kinerja dan produktivitas. Budaya kerja akan rusak bila perusahaan mentolerir perilaku buruk yang dihasilkan oleh energi mental tinggi hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGGUNAKAN PIKIRAN DENGAN BIJAK

PELAYANAN DARI HATI“Pikiran positif membuat Anda berani mengambil tanggung jawab dan menerima konsekuensinya dengan ikhlas dan jiwa besar.”~Djajendra

Pikiran adalah hadiah untuk membangun kehidupan yang baik dan berkualitas. Setelah Anda ada, Anda dikaruniai pikiran untuk mendapatkan kehidupan yang indah. Bila pikiran salah digunakan, maka kehidupan akan berada direalitas yang penuh kegelapan, sehingga kehidupan menjadi tidak indah.

Pikiran positif sangat diperlukan untuk beradaptasi dengan realitas sosial dan pengembangan diri sendiri. Pikiran positif menjadikan Anda tumbuh di dalam diri sendiri dan di dalam realitas sosial dengan penuh kualitas.

Pikiran mendefinisikan hidup. Anda ada, maka Anda berpikir. Pikiran adalah kehidupan. Pikiran adalah alat yang paling hebat untuk menguatkan kehidupan. Apapun yang Anda pikirkan menjadikan Anda di dalam realitas sosial dan realitas diri sendiri.

Gunakan pikiran dengan bijak dan jangan pernah membiarkan pikiran menjadi tanpa kendali.Pikiran positif menjadikan Anda produktif dan selalu tumbuh menuju pencapaian. Dengarkan suara hati dan latih pikiran untuk selalu selaras dengan suara hati. Suara hati selalu mampu menemukan diri sejati Anda, dan Anda perlu pikiran positif untuk membantu suara hati agar menemukan diri sejati Anda.

Pikiran harus selalu dicerdaskan agar mampu menerima fakta dan tidak terjebak di dalam keyakinannya sendiri. Keyakinan yang terbatas membuat pikiran menjadi sangat sempit. Keyakinan positif di dalam pengetahuan dan wawasan yang tanpa batas dapat menghadirkan kebijaksanaan untuk pikiran. Pikiran yang bijak mampu menempatkan dirinya di semua situasi dan realitas.

Pikiran yang tidak cerdas berpotensi untuk berurusan dengan konflik, marah, dan hal-hal yang menurunkan kualitas hidup. Pikiran negatif menjadikan Anda runtuh dan tak berdaya di sekitar realitas kehidupan Anda, sehingga Anda sulit keluar dari berbagai masalah kehidupan, dan selalu berurusan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan hidup Anda. Pikiran negatif memisahkan Anda dari diri sejati, dan membuat Anda mudah jatuh di dalam persoalan hidup.

Pikiran adalah alat yang menentukan dalam pengembangan perilaku. Pikiran positif mampu menemukan alasan untuk menjadikan perilaku Anda lebih unggul dan lebih berkualitas. Pikiran positif mampu memotivasi Anda untuk memulai hidup lagi dengan perilaku yang lebih bijak dan lebih cerdas. Pikiran positif menjadikan Anda pemenang, sedangkan pikiran negatif menjadikan Anda korban.

Gunakan pikiran dengan bijak agar hidup selalu di dalam terang dan jauh dari kegelapan. Bila pikiran negatif dan jiwa di dalam kegelapan, maka Anda tidak mampu melihat kebenaran dan selalu akan menyalahkan orang lain, ataupun menyalahkan segala sesuatu untuk ketidakberuntungan Anda.

Pikiran positif akan selalu membawa Anda menuju cahaya kehidupan, lalu menghadirkan cinta untuk membuat Anda memahami realitas dengan empati dan toleransi. Pikiran positif membuat Anda berani mengambil tanggung jawab dan menerima apapun konsekuensinya dengan ikhlas dan jiwa besar.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KESADARAN ADALAH JALAN UNTUK MENEMUKAN HIDUP YANG SESUNGGUHNYA

KEGAGALAN ADALAH GURU BUKAN MUSUH

“Orang yang sangat sadar mampu menemukan frekuensi yang tepat di dalam semua bagian hidupnya, sehingga dia mampu menikmati kehidupannya dengan sepenuh hati.”~Djajendra

Kesadaran membuat semua yang diinginkan dapat dikerjakan dan disempurnakan dari waktu dan waktu. Kesadaran berarti pikiran difungsikan sesuai dengan keinginan hati. Dalam hal ini, pikiran terkendali dan terfokus pada visi kehidupan yang diinginkan. Semua kebutuhan dan keinginan selalu dapat diwujudkan bila dilakukan dengan kesadaran penuh. Bahagia, sehat, bugar, kaya, cerdas, kreatif, damai, terbentuk dari kesadaran murni. Pikiran yang sangat sadar tentang kehidupan yang diinginkan oleh tubuh dan jiwa, akan menjadi penolong yang selalu membantu dan mewujudkannya.

Kesadaran adalah fondasi untuk mewujudkan apapun yang diinginkan ataupun diimpikan. Semua sukses berfondasikan kesadaran. Kesadaran yang tinggi membuat Anda mampu melihat tujuan hidup Anda dengan akal sehat, dengan logika yang bisa dibuktikan. Semua yang terlihat di kehidupan ini adalah hasil dari kesadaran. Kesadaran mendorong Anda menjadi sangat kreatif, menjadi sangat merdeka, menjadi diri sendiri yang mengatur hidup seperti yang diinginkan.

Kesadaran sangat menentukan persepsi dan cara seseorang memandang kehidupannya. Seseorang yang kesadarannya murni dari kecerdasannya dalam melihat dunia dan realitas alam semesta, maka dia mampu menjadi merdeka dan terbebaskan dari doktrin kehidupan. Sebaliknya, seseorang yang tidak cerdas melihat dan membaca realitas alam semesta, akan selalu terjebak di dalam doktrin sempit dari pola pikir dan keyakinan hidupnya. Kesadaran murni membuat diri Anda selalu tahu tentang kebenaran pikiran, niat, emosi, dan keyakinan Anda.

Kesadaran terbentuk dari pikiran, keyakinan, dan realitas ego. Intinya, bila pikiran, keyakinan, dan ego berada di puncak kesadaran yang sepenuhnya di dalam sikap rendah hati. Maka, otak Anda akan menjadi terang dan tercerahkan untuk menemukan segala sesuatu dengan tepat dan benar.

Pikiran adalah pusat kecerdasan tanpa batas. Diperlukan kesadaran yang sangat terang agar pikiran sebagai pusat kecerdasan tidak merangkak di dalam kegelapan hidup. Kesadaran itu seperti lampu bermilyar-milyar watt yang menerangi pikiran agar dapat membantu jiwa, emosi, dan tubuh dalam memenuhi keinginannya.

Niat, tekad, motivasi, gairah, semangat, adalah obat yang menyembuhkan dari berbagai penyakit penghambat atau penunda yang tak terlihat. Masukan informasi-informasi yang ingin Anda wujudkan ke dalam kesadaran Anda. Dan, yakinlah bahwa kesadaran Anda sangat hebat dan sangat andal untuk mewujudkan semua informasi Anda menjadi hasil akhir seperti yang Anda impikan.

Pikiran adalah Maha Raja yang membutuhkan kesadaran murni agar dapat menjadi bijak dan baik terhadap tubuh dan jiwa. Bila pikiran tidak hidup di dalam kesadaran murni, maka jiwa dan tubuh yang akan paling menderita hidupnya. Pikiran adalah Maha Raja yang kecerdasannya tidak terbatas, apapun bisa dia lakukan dan wujudkan.

Kesadaran menciptakan realitas kehidupan. Kesadaran menciptakan keyakinan, persepsi, suasana hati, dan membuat diri Anda memahami kehidupan dengan jelas dan terang. Kesadaran bisa membuat diri Anda bertransformasi untuk menuju kepada kebaikan hidup. Kesadaran memampukan Anda untuk melakukan perubahan dengan tenang dan sabar. Kesadaran bisa membuat Anda melihat hal-hal baru yang dihasilkan dari niat, komitmen, tindakan, dan kerja keras Anda.

Afirmasi 100 x perhari: Pikiranku sahabat terbaik jiwaku dan tubuhku. Pikiranku selalu membantu jiwaku dan tubuhku dengan cinta dan kasih sayang. Pikiranku selalu hidup harmonis dengan tubuhku dan jiwaku. Tubuhku, jiwaku, dan pikiranku adalah satu kesatuan yang tumbuh di dalam bahagia, sehat, damai, kaya, terhormat, mulia, prestasi, cinta, bebas, merdeka, ketenangan.~Djajendra

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com