BEKERJASAMA DENGAN VISI DAN NILAI BERSAMA

“Setiap orang dalam tim merupakan bagian yang memberikan energi positif untuk menciptakan budaya kerja sama yang kuat.”~Djajendra

Merasa bersatu dan selalu satu persepsi adalah kekuatan yang paling penting dalam membangun kerja sama tim yang unggul. Setiap individu menjadi berharga ketika mampu membangun hubungan yang kuat dengan satu sama lain, dan bekerja untuk misi organisasi. Bekerja dengan visi dan nilai bersama merupakan fondasi untuk keberhasilan tim.

Bekerja dalam perusahaan berarti bekerja secara tim. Semua fungsi kerja dan individu harus mampu menggabungkan kompetensinya untuk menyatu dalam kerja sama. Tidak mungkin dalam kehidupan kerja dan bisnis semuanya dikerjakan oleh satu orang, diperlukan tim kerja yang andal dan berkualitas, agar bisa mencapai tujuan dan mengatasi semua hambatan tersulit. Prinsipnya, kerja bersama-sama lebih memudahkan pencapaian terbaik daripada kerja sendirian.

Hubungan kerja sama haruslah bersifat rasional dan diterima oleh akal sehat. Dalam hal ini, pimpinan harus mampu meningkatkan keterlibatan setiap individu secara rasional; mendorong motivasi individu untuk meningkatkan produktivitas; membangun hubungan antar pribadi yang solid dengan visi, nilai-nilai, dan persepsi yang sama; serta membangun jembatan untuk membuat setiap individu terhubung satu sama lain.

Diperlukan kesadaran individu untuk terhubung dan terikat dengan visi organisasi; terhubung secara produktif dan benar-benar bekerja keras untuk menciptakan kinerja tinggi; terhubung secara ikhlas dan sukarela untuk menjadi bagian dari keberhasilan tim. Dan semua ini merupakan tugas pemimpin untuk membangun kesadaran individu, lalu menyatukan mereka semua di dalam kekuatan tim yang solid dan unggul.

Keberhasilan organisasi bukan ditentukan oleh kehebatan individu, tetapi oleh kehebatan individu untuk bekerja dalam perasaan bersatu dan terhubung menjadi satu jiwa yang solid. Kekuatan persatuan dan merasa terhubung dalam satu hati di dalam tim, akan menjadikan kerja sama tim lebih kuat. Bersatu dan terhubung menjadi satu jiwa yang solid di dalam tim membutuhkan kemampuan untuk berpikir positif, mengelola ego, mengembangkan kerendahan hati, mengembangkan energi kolaborasi, berkomunikasi dan berkoordinasi secara produktif, berkomitmen menjaga kebersamaan, dan menyelesaikan konflik dengan bijak.

Setiap orang dalam tim merupakan bagian yang memberikan energi positif untuk menciptakan budaya kerja sama yang kuat. Menciptakan dan mengalirkan pola kerja sama dengan cara berbagi kompetensi, bersatu bersama nilai, berkomunikasi berdasarkan visi, dan selalu terhubung secara solid dalam situasi apapun.

Persahabatan dan perasaan senasib di sepanjang proses kerja akan menyatukan tim menjadi lebih solid. Tim yang menyatu selalu berhubungan erat dan memiliki empati dalam mencapai kinerja terbaik. Dalam hal ini, setiap individu akan menjadi kekuatan yang menyebabkan peningkatan kinerja dan produktivitas organisasi.

Kerja sama tim tidak selalu mudah, setiap hubungan berpotensi untuk saling bertentangan, dan berpotensi melalui pasang surut perjalanan bersama. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu menciptakan suasana kerja yang optimis, penuh harapan, penuh kehangatan, dan memfasilitasi setiap individu untuk bersatu dan menyatu dalam visi organisasi. Di samping itu, pemimpin juga harus membangun budaya organisasi dan budaya kerja tim yang menciptakan kebahagiaan bersama.

Meningkatkan visi bersama tim dan meningkatkan budaya terhubung haruslah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Membangun ikatan kerja sama tim yang unggul dan menciptakan hubungan antar pribadi yang mau bekerja dalam keunggulan kompetitif, menjadi tugas penting dari pemimpin. Kebersamaan dalam kerja sama tim yang solid akan mengembangkan budaya kerja sama organisasi yang kuat. Pemimpin harus selalu hadir dan ada di dalam tim, serta membantu tim bergerak dengan produktif untuk mencapai misi organisasi.

Pemimpin harus mendengarkan pendapat setiap individu dan menyatukan mereka untuk mencapai tujuan besar organisasi. Nilai-nilai organisasi dikembangkan dan ditransformasikan menjadi energi etos kerja, dan memotivasi individu untuk beraktivitas sehari-hari di dalam tim yang berfondasikan nilai-nilai organisasi.

Visi dan nilai-nilai bersama haruslah menjadi energi untuk menyatukan dan menggerakan anggota tim. Setiap orang di dalam tim harus saling peduli satu sama lain. Pemimpin harus berkonsentrasi dengan sepenuh hati, untuk dapat merawat orang-orang agar selalu bersikap dan berperilaku sesuai nilai-nilai organisasi. Intinya, tim harus dijaga dan dirawat agar selalu menghasilkan keuntungan bagi organisasi.

Pemimpin bersama-sama setiap anggota tim harus jujur menilai diri sendiri dan berkomitmen penuh untuk menghasilkan kinerja terbaik. Dalam hal ini, integritas dan akuntabilitas harus dipromosikan dan dibuktikan oleh setiap orang melalui etos kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

KERJA SAMA YANG BAIK MEMUDAHKAN EKSEKUSI

“Tujuan tim kerja adalah menciptakan proses kerja yang terus berkembang, berinovasi, berubah, dan menciptakan kinerja terbaik.”~Djajendra

Struktur organisasi yang unggul dihasilkan dari kerja tim yang berkolaborasi dengan sempurna. Setiap fungsi dan peran benar-benar tersambung dari hati nurani masing-masing individu; tersambung dengan semua fungsi kerja; tersambung dengan proses kerja; dan tersambung dengan dunia di sekitar lingkungan kerja. Ini membantu setiap orang di tempat kerja untuk menyatu dan menjadi lebih kuat dalam mengeksekusi untuk hasil akhir terbaik.

Praktek kerja sama tim haruslah memberdayakan setiap individu untuk mengalami dirinya menjadi kita dan dunia di sekitarnya menjadi kita. Jadi, di tempat kerja, setiap individu tidak perlu menonjolkan aku, tetapi menyatu dengan rendah hati menjadi kita. Bila semua individu sudah bekerja dalam semangat kita, maka hati setiap individu lebih terhubung dan mendorong semuanya untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih berkinerja untuk semua orang.

Dalam perusahaan atau sebuah organisasi, semua orang adalah satu yang utuh dan terhubung, terikat satu sama lain untuk mencapai kinerja terbaik. Jadi, harus ada kesadaran individu untuk memberdayakan diri sendiri dan tim, serta melayani satu sama lain dengan etos kerja yang berkualitas. Dalam hal ini, setiap orang harus membantu dan membangun kekuatan kolaborasi melalui struktur organisasi, mencegah masalah pekerjaan dan hubungan antar pribadi, meningkatkan kualitas kinerja, meningkatkan aliran proses kerja, meningkatkan kontribusi pribadi dengan etos dan kompetensi terbaik, dan membantu meningkatkan kekuatan daya saing perusahaan.

Ketika setiap orang di tempat kerja memahami siapa dirinya dan siapa dirinya satu sama lain, mereka menjadi lebih mampu untuk mendukung semua rencana dan target. Mereka mampu berkontribusi dengan cara memberdayakan diri sendiri secara maksimal, sehingga memiliki kualitas yang andal untuk berkolaborasi dengan sempurna. Di samping itu, mampu membantu untuk membangun hubungan kerja yang lebih memuaskan, lebih hadir di setiap tugas dan tanggung jawab, menjadi lebih sadar dan sadar diri untuk selalu memberikan pelayanan terbaik di setiap proses kerja.

Kerja di kantor adalah kerja tim, tidak seorang pun mampu menyelesaikan pekerjaan di kantor sendirian, semua pekerjaan diselesaikan melalui kerja sama yang produktif dan berkualitas. Setiap individu bertanggung jawab untuk menunjukkan kerja sama yang produktif, dengan cara menjalankan tugas masing-masing sesuai fungsi dan perannya.

Setiap karyawan harus memiliki kualitas proaktif dan bergerak sesuai proses kerja yang telah diatur melalui sistem dan prosedur. Semua orang harus hadir dalam kerja sama tim dengan antusias dan penuh semangat, tidak boleh ada yang kesal atau frustasi dengan realitas yang dihadapi, hubungan antar manusia harus dijalankan dengan energi positif, setiap tindakan dilaksanakan dengan tenang dan terkendali.

Selalu fokus pada apa yang harus dilakukan dan bergerak maju untuk menuntaskan semua tanggung jawab. Jaga pikiran dan emosi agar tetap cair dan mudah mengalir secara alami ke dalam pikiran dan emosi satu sama lain. Jangan terjebak ke dalam isu-isu tidak penting atau konflik yang merusak hubungan kerja. Temukan irama kerja yang saling tolong menolong dan membantu pelaksanaan rencana. Bekerjalah dengan semangat kebersamaan dan saling melayani dengan pikiran positif. Jangan izinkan siapapun untuk mengganggu proses kerja. Kuatkan mental dan miliki daya tahan untuk mengatasi kesulitan di sepanjang proses kerja.

Bertanggung jawab dengan sepenuh hati dan mempertanggung jawabkan pekerjan dengan profesional. Kerjakan pekerjaan dengan sepenuh hati dan berikan peran Anda dengan karakter yang andal. Kerja sama tim terbaik dihasilkan dari perilaku bertanggung jawab untuk diri sendiri dan satu sama lain. Setiap karyawan harus memahami peran dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya, dan melayani tanggung jawabnya dengan sejujur-jujurnya. Di sini, integritas pribadi menjadi kekuatan atau fondasi untuk bertanggung jawab kepada tujuan tim dan kemajuan dari pelaksanaan kerja.

Kerja tim menjadi solid dan kuat saat kepercayaan satu sama lain dibangun dari integritas dan akuntabilitas pribadi yang kuat. Kepercayaan adalah kekuatan dalam pembentukan tim kerja yang unggul, setiap individu wajib saling menghargai dan saling berkontribusi untuk kemajuan bersama. Ikatan kerja sama dari kekuatan integritas dan akuntabilitas tidak mungkin dirusak atau dipecahkan oleh kekuatan apapun. Integritas dan akuntabilitas yang tinggi menjadikan setiap karyawan bermental tangguh untuk membangun soliditas tim kerja yang unggul.

Kerja sama yang baik menghasilkan tim pemenang yang mudah melakukan eksekusi terbaik. Tim pemenang selalu tumbuh di dalam sikap rendah hati, dan mampu meningkatkan kualitas kerja sama dengan lebih baik. Tim pemenang selalu siap melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan lebih produktif, efektif, efisien, terbuka, konsisten, dan bertanggung jawab.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KERJASAMA ANTAR DIVISI DI TEMPAT KERJA

“Ketika hati para pemimpin divisi dikuasai energi kegelapan, maka tidak ada terang yang bisa mengharmoniskan hubungan kerja. Nyalakan cahaya agar terang menemani kerja sama antar divisi untuk kinerja terbaik.”~Djajendra

Semua divisi dalam struktur organisasi bertanggung jawab untuk bergerak ke satu arah, yaitu ke arah visi yang sama. Walaupun fungsi dari masing-masing divisi berbeda, mereka tidak diciptakan untuk menjadi berbeda. Semua divisi diciptakan untuk bersatupadu melalui kolaborasi agar dapat menghasilkan kinerja terbaik. Intinya, tidak boleh ada penghalang untuk kolaborasi di tempat kerja. Setiap devisi harus memiliki kesadaran untuk beradaptasi dengan cara kerja masing-masing fungsi yang berbeda. Perbedaan masing-masing divisi sesungguhnya untuk memperkuat keamanan dan memperkecil resiko organisasi, bukan untuk menonjolkan ego sektoral atau ego fungsinya.

Sebuah kenyataan bahwa semua divisi dibentuk untuk menjadi kekuatan eksekusi dalam mencapai kinerja terbaik. Ini adalah kenyataan yang harus bekerja di dalam organisasi, bukan setiap divisi saling menonjolkan ego dan melemahkan proses pencapaian kinerja. Produktivitas dan kinerja adalah dua hal yang harus dimiliki dan diperjuangkan secara bersama-sama oleh setiap divisi. Kesadaran para pemimpin divisi untuk bersatupadu di dalam kolaborasi yang solid dan kompak, adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas.

Manajemen difokuskan untuk menyatukan semua kekuatan divisi dalam mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Saling mendukung, saling tolong menolong, proaktif, dan saling membantu menyelesaikan semua prioritas kerja, haruslah menjadi etos dari semua divisi. Kurangnya kerja sama dan empati antara divisi berdampak negatif terhadap pencapaian kinerja. Semua pimpinan divisi harus meninggalkan ego masing-masing, serta mampu mengalir di dalam kolaborasi dan koordinasi yang produktif bagi pencapaian terbaik.

Koordinasi dan kolaborasi adalah kekuatan yang tidak boleh diabaikan. Bila diabaikan, maka perusahaan berpotensi kehilangan produktivitas kerja. Akibatnya, proses kerja menjadi tidak efektif dan produktif; masalah akan menumpuk tanpa mendapatkan solusi yang tepat. Di samping itu, moralitas dan disiplin kerja akan turun, dan semua orang bekerja seadanya tanpa memiliki fokus dan gairah untuk mencapai target.

Mengembangkan sikap positif dan menciptakan budaya kerja yang fokus pada pencapaian terbaik. Untuk itu, setiap divisi harus dibukakan hati dan pikirannya agar mereka sadar tentang keberadaan mereka di tempat kerja. Semangat untuk selalu bekerja sama, melayani, berkontribusi, dan menyumbangkan ide-ide atau solusi yang tepat, haruslah menjadi perilaku kerja sehari-hari. Kebersamaan di dalam perbedaan fungsi kerja harus dijaga demi menciptakan budaya kerja yang unggul. Kesadaran untuk mengembangkan sikap rendah hati dan ikhlas melayani yang lain menjadi sesuatu yang penting.

Salah satu penyebab perusahaan menjadi tidak sehat karena rasa tinggi hati dari masing-masing pimpinan divisi terhadap pemimpin divisi yang lain. Saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat istimewa di hati dewan direksi menjadikan kerja divisi kurang berkolaborasi. Bila hal ini terus-menerus berlangsung, maka perusahaan berpotensi menderita kerugian dan kehilangan peluang untuk mencapai kinerja terbaik. Oleh karena itu, peran direksi untuk mengkoordinasi semua divisi secara adil dan profesional, serta memotivasi semua pimpinan divisi untuk selalu bekerjasama dan berkolaborasi dengan baik, akan meningkatkan kinerja divisi.

Para pimpinan divisi harus saling percaya satu sama lain, dan menyatukan staf-stafnya di dalam hubungan kerja yang saling melengkapi. Semua pimpinan divisi harus bersama-sama bergerak secara efektif dan produktif untuk mencapai tujuan perusahaan. Hindari konflik sejauh mungkin, sebab konflik dari pimpinan divisi bisa mempengaruhi dan menarik karyawan dan manajemen ke dalam konflik. Dan harus diingat bahwa konflik hanya memperbesar masalah dan menyulitkan penyelesaian pekerjaan. Dampaknya, produktivitas akan turun dan etos kerja menghilang.

Hubungan kerja yang produktif tidak pernah dibangun dari hubungan antagonis; hubungan yang penuh cinta dan peduli di dalam perusahaan akan meningkatkan produktivitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TIM WORK YANG HEBAT DIHASILKAN DARI BUDAYA ORGANISASI YANG KUAT

BUDAYA ORGANISASI YANG KUAT 2015“Budaya yang kuat membuat semua orang patuh pada aturan dan bertanggung jawab untuk menjalankan sistem dengan penuh integritas.”~Djajendra

Perusahaan yang andal selalu dihasilkan oleh sebuah tim yang andal, dan tim yang andal dihasilkan dari budaya kerja ataupun budaya organisasi yang kuat. Tidak mungkin dapat dihasilkan sebuah tim yang tangguh dan unggul di dalam sebuah perusahaan, bila budaya perusahaan itu lemah dan tak berdaya. Budaya perusahaan yang kuat dan tangguh adalah syarat dasar agar mudah membangun sebuah tim kerja yang andal.

Para pemimpin kadang-kadang begitu terfokus membangun tim yang kuat untuk melayani kebutuhan organisasi dan bisnis. Mereka suka lupa membangun budaya organisasi yang tangguh. Dampaknya, tim yang dibangun akan berada di fondasi yang rapuh, sehingga mudah menemukan ketidakcocokan dan pada akhirnya berkinerja rendah.

Budaya yang kuat menyatukan perilaku, sikap, persepsi, karakter, kompetensi, kebiasaan dan etos kerja. Dalam budaya organisasi yang kuat semua individu dengan mudah berkolaborasi, bekerja sama, melayani, menolong satu sama lain, peduli, cinta pada pekerjaan, hubungan yang positif, bertanggung jawab, terbuka, dan saling menguatkan di dalam soliditas kerja. Intinya, budaya organisasi yang kuat secara otomatis membangun tim work yang andal dan tangguh. Oleh karena itu, para pemimpin organisasi harus selalu fokus untuk menguatkan dan meningkatkan kualitas budaya organisasinya agar bisa memiliki tim kerja yang andal dan hebat.

Pemimpin memulai kepemimpinannya dengan ambisi dan visi. Ambisi dan visi membutuhkan sebuah budaya yang kuat agar dapat mewujudkannya. Oleh karena itu, pemimpin harus mampu mendefinisikan sebuah budaya organisasi yang bisa melancarkan gerak dari ambisi dan visi menuju proses mewujudkan. Setiap organisasi itu harus unik dan spesial. Unik dan spesial itu haruslah bersumber dari budaya organisasi. Pilihan nilai-nilai, atribut, simbol, karakter kerja, dan semua pendukung penguat budaya yang lainnya haruslah selaras dengan ambisi dan visi kepemimpinan.

Kerja organisasi adalah kerja tim. Oleh karena itu, untuk membuat organisasi menjadi produktif dan efektif, maka pemimpin harus betul-betul mendapatkan orang-orang yang bermental sebagai tim. Kekuatan individu haruslah menjadi kekuatan tim yang selalu berkolaborasi dan bekerja sama dengan solid.

Membangun tim yang kuat bukan hanya sebatas memaksa menyatukan orang-orang yang berbeda, bukan hanya sebatas kata-kata untuk menginspirasi mereka agar mau bekerja sama dalam tim, bukan hanya sebatas memberikan pelatihan-pelatihan untuk mempersatukan mereka. Tetapi, lebih dari itu, pemimpin harus membangun dulu sebuah lingkungan kerja dengan budaya kuat, sehingga nantinya budaya yang kuat inilah yang berfungsi untuk menyatukan setiap individu di dalam soliditas kerja yang kuat.

Budaya yang kuat akan memberdayakan individu dan kelompok dalam sebuah etos kerja yang produktif. Para individu akan disatukan oleh budaya dan menjadikan mereka lebih berkinerja dengan ikhlas. Budaya akan membuat semua orang patuh pada aturan dan bertanggung jawab untuk menjalankan sistem dengan penuh integritas. Budaya yang kuat akan menciptakan lingkungan kerja yang tenang, bahagia, damai, fokus, dan penuh gairah.

Walaupun setiap orang berasal dari berbagai sub budaya dan latar belakang, tetapi di dalam budaya perusahaan yang kuat, mereka mampu menyatu dan berkarya bersama-sama. Mereka akan menjadi relawan yang solid untuk membantu perusahaan dalam mencapai kinerja terbaik. Mereka menjadi relawan yang ikhlas di dalam kerja sama tim. Mereka akan saling menjaga satu sama lain sambil tetap menjalankan fungsi kerja masing-masing secara profesional.

Tentu saja, dalam budaya yang kuat, setiap individu meyakini bahwa kolaborasi dan kerja sama tim yang solid adalah bagian terpenting di setiap proses kerja. Mereka dengan penuh bahagia akan memimpin dirinya sendiri untuk bisa menyatu di dalam tim kerja dan berkontribusi secara profesional. Mereka akan patuh dan menghormati kepemimpinan yang ada di dalam budaya kuat, karena budaya organisasi yang kuat akan menciptakan kepemimpinan yang andal dan tangguh.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BELAJAR PERUBAHAN DARI KOMANDAN HERNAN CORTES

“Saat Hernan Cortes melihat kapal menjadi satu-satunya harapan bagi sebagian orang untuk kabur bersama harta karun, dia segera membakar satu-satunya harapan tersebut. Perubahan adalah perjalanan dengan solusi dan keberanian untuk menundukkan bahaya.”~Djajendra

Perubahan memerlukan keberanian. Anda semua mungkin sudah pernah mendengar kisah Komandan Hernan Cortes yang menyuruh pasukannya untuk membakar kapal yang mereka tumpangi.

Sekitar tahun 1519 seorang komandan dari Kerajaan Spanyol bernama Hernan Cortes memimpin pasukannya menuju wilayah Meksiko. Tujuan mereka ke sana untuk mencari emas dan kekayaan alam lainnya. Mereka percaya di Meksiko tersimpan harta karun dan kekayaan yang luar biasa.

Setelah mereka tiba di sebuah pantai di wilayah Meksiko, Komandan Hernan Cortes melihat keraguan sikap dan perilaku dari sebagian pasukannya. Mereka takut masuk lebih dalam ke daratan, mereka lebih suka berdiam di wilayah pantai. Mereka takut kehilangan kapalnya. Di samping itu, sebagian yang serakah, pikirannya hanya terfokus pada harta karun. Benih kepentingan individu mulai muncul, benih tim mulai runtuh. Persaingan kata-kata diantara pasukannya sudah membahayakan kesatuan dan soliditas tim. Perang dingin di internal pasukannya sudah sangat membahayakan misi perjalanan mereka ke Meksiko.

Melihat bahaya di depan mata, Komandan Hernan Cortes menginstruksikan anak buahnya untuk membakar kapal mereka. Semua anak buahnya kaget dan bingung dengan keputusan gila dari sang komandan. Banyak yang beradu argumen, tetapi Hernan Cortes tidak ragu sama sekali dengan instruksinya untuk segera membakar kapal mereka.

Kapal sudah dibakar, sekarang sudah tidak ada pilihan, semuanya harus menjaga kebersamaan agar dapat masuk lebih dalam lagi ke wilayah daratan Meksiko. Pasukan Hernan Cortes pun mulai membuka hutan agar dapat membuat jalan untuk masuk lebih dalam lagi ke jantung Meksiko. Keberanian harus ditingkatkan, rintangan harus dihadapi, rasa takut harus dihilangkan. Mereka pun terus maju untuk melawan setiap rintangan dan bahaya, kebersamaan dan soliditas telah menjadikan pasukan Hernan Cortes mampu mencapai wilayah daratan Meksiko.

Itulah sedikit dari kisah hebat Hernan Cortes. Keberaniannya untuk membakar satu-satunya harta, yaitu kapal dengan semua logistiknya. Dan, keberaniannya untuk memulai sebuah perjalanan dengan modal keyakinan dan kepercayaan diri telah menjadikan Hernan Cortes sebagai inspirasi dunia. Hernan Cortes berani meninggalkan kapalnya dan membakar kapalnya agar dia tidak kembali lagi ke kapalnya.

Hernan Cortes mengajarkan bagaimana sebuah perubahan harus dimulai. Dia mengajarkan kepada dunia bahwa perubahan memerlukan keberanian, keyakinan, dan kepercayaan diri untuk terus maju dan melupakan yang lama. Dia menciptakan ketidakpastian dan memaksa anak buahnya untuk bersahabat dengan bahaya. Dia sadar bahwa di sepanjang perjalanan menuju wilayah pedalaman berbagai rintangan, risiko, ancaman dan bahaya pasti akan dihadapi. Hutan yang lebat dengan binatang buas dan peradaban yang berbeda tidaklah membuat takut Hernan Cortes. Dia terus memimpin pasukannya untuk menemukan kehidupan yang baru di wilayah Meksiko.

Perubahan memerlukan tekad, kecerdikan, tenaga, motivasi, dan selalu bergerak maju menuju harapan. Tidak ada kata mundur dalam kamus perubahan. Di sepanjang proses perubahan, setiap orang harus menciptakan sumber daya yang tak terbatas, paling tidak sumber daya yang tak terbatas dari dalam diri masing-masing.

Perubahan bertujuan untuk terus-menerus bertransformasi dan tidak terjebak oleh apapun. Perubahan yang sempurna tidak pernah menciptakan zona kenyamanan baru, selalu kreatif dan inovatif untuk menciptakan hal-hal baru. Bahaya terbesar bagi perubahan adalah zona nyaman, dan zona nyaman merupakan zona berisiko bagi perubahan.

Komandan Hernan Cortes sudah memberikan contoh untuk penyesuaian terhadap realitas. Saat dia melihat kapal menjadi satu-satunya harapan bagi sebagian orang untuk kabur bersama harta karun, maka dia segera membakar harapan tersebut. Kapal dia bakar dan memberikan kepercayaan diri kepada pasukannya untuk terus berjalan maju. Dia memotivasi pasukannya agar membangun momen-momen yang penuh energi keberanian, untuk menuju tujuan kehidupan yang lebih baik.

Perubahan berarti bekerja pada kemajuan dari momen ke momen. Setiap realitas yang tidak menyenangkan harus dituntaskan dengan solusi yang tepat. Setiap kesalahan harus dituntaskan dengan kebenaran yang tepat. Perubahan adalah perjalanan dengan solusi dan keberanian untuk menundukkan bahaya.

“Perubahan memerlukan tekad, kecerdikan, tenaga, motivasi, dan selalu bergerak maju menuju harapan.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERMENTAL TIM DAN MENGALIR DALAM KOLABORASI KERJA

“Bersama-sama di dalam kolaborasi kerja sempurna menghasilkan kinerja yang berlimpah.”~Djajendra

“Bersama-sama kita kuat, terpisah kita runtuh” adalah sebuah kalimat yang wajib diingat oleh setiap karyawan dan pimpinan. “Kita bekerja bersama-sama, kita harus setia di dalam kebersamaan kerja” adalah kalimat ampuh untuk membangun mental kerja sama yang kuat di internal organisasi.

Kita tahu di tempat kerja setiap orang berada di ruang terpisah, di kursi dan meja terpisah, di kamar terpisah, di gedung yang terpisah, kadang di kota atau negara yang terpisah. Tetapi, semuanya sedang bekerja pada tugas yang sama untuk memenuhi tujuan, misi dan visi organisasi.

Secara psikologis semua orang harus berada dalam frekuensi yang sama agar mudah berkomunikasi satu sama lain. Bersama-sama fokus pada tujuan, misi dan visi. Untuk itu, diperlukan perasaan dan mental sebagai sebuah tim yang siap berinteraksi melalui kolaborasi sempurna. Walaupun secara teknis tidak sedang berada dalam sebuah tim atau kerja sama, tetapi secara fungsi setiap orang dan setiap unit kerja sedang berada di dalam kolaborasi kerja.

Semua fungsi dan peran organisasi terikat di dalam keterkaitan. Tempat kerja penuh dengan keterkaitannya. Sangat kompleks dan rumit hubungan keterkaitannya, sehingga diperlukan kesadaran penuh agar hubungan kerja yang kaya kolaborasi dapat menjadi sumber keberlimpahan kinerja organisasi.

Semua jiwa di dalam organisasi merupakan sumber koneksi dan saling memiliki di tempat kerja. Penyatuan hati melalui empati meningkatkan kerja sama di internal organisasi. Kesadaran untuk merajut kebersamaan hati menjadikan setiap orang mampu dan berani melakukan pekerjaan apapun di tempat kerja.

Kebahagiaan kerja didapatkan saat semua orang di tempat kerja satu sama lain terhubung dan ingin bekerja sama. Sikap rendah hati dan ikhlas melayani dengan hati, adalah cara terbaik untuk bekerja sama di dalam kolaborasi sempurna. Secara naluriah manusia adalah spesies yang hidupnya berkelompok dan saling melayani, dan ini merupakan modal untuk memastikan kolaborasi sempurna terjadi di dalam organisasi.

Pikiran dan perasaan haruslah termotivasi untuk bekerja sama. Pemimpin yang cerdas selalu mampu membangkitkan perasaan bekerja sama di dalam jiwa setiap orang. Motivasi dari dalam diri untuk terlibat dan menikmati kerja sama, akan menghasilkan kinerja yang berlimpah.

Kerja sama yang baik meningkatkan kepercayaan, hubungan baik, dan perasaan senang saat melakukan sesuatu secara bersama-sama. Kesadaran bahwa keberadaan setiap orang di dalam organisasi memiliki keterkaitan untuk pencapaian kinerja terbaik, akan meningkatkan hubungan kerja yang solid dan produktif.

Struktur organisasi membagi semua fungsi dan peran kerja ke dalam kelompok-kelompok kecil, biasanya berwujud sebagai unit kerja atau divisi. Pemisahan ini bermaksud agar pekerjaan yang besar dapat dibagi ke dalam porsi-porsi kecil, untuk dikerjakan dengan fokus dan tanggung jawab. Walaupun pekerjaan dibagi-bagi, tetapi semangat bekerja bersama-sama tidaklah boleh dilupakan. Setiap fungsi dan peran dipisahkan untuk tujuan fokus, bukan untuk berbeda dan menciptakan ego sektoral. Oleh karena itu, walaupun terpisah, semangat bersama-sama haruslah menjadi mindset dan perilaku sehari-hari.

Keberadaan organisasi bukanlah untuk bekerja sendirian, tetapi saling merajut hati dan menyatukannya di dalam kolaborasi sempurna. Bersama-sama dapat membuat yang tidak mungkin dibuat bila sendirian. Semua proses kerja mengalir oleh energi kerja sama dan kolaborasi. Bersama-sama mampu menghilangkan perbedaan yang merugikan. Bersama-sama mampu menciptakan visi ke dalam kenyataan yang diinginkan.

Kolaborasi dan kerja sama yang baik di internal organisasi hanya terwujud, bila setiap orang terhubung hatinya oleh mindset dan perilaku kerja. Keyakinan dan kepercayaan untuk bekerja sama di dalam kolaborasi sempurna, akan mengantar setiap orang menuju tujuan bersama.

Kolaborasi sempurna memerlukan komunikasi, koordinasi dan motivasi untuk selalu menyatukan energi kerja di dalam frekuensi yang sama. Bersama-sama memberikan energi positif di dalam proses kerja; bersama-sama menyatukan hati dan pikiran untuk saling membantu di tempat kerja; bersama-sama tergerak hatinya untuk melakukan yang terbaik. Kerja sama untuk kolaborasi sempurna mampu menghasilkan kinerja terbaik di dalam keberlimpahan organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

“Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik.”~Djajendra

Kolaborasi adalah dasar untuk mengeksekusi sebuah proyek dengan tepat. Kolaborasi berarti semua orang bersatupadu di dalam kerja sama yang terikat untuk mencapai tujuan. Tidak ada kepentingan apapun selain kepentingan pencapaian tujuan. Oleh karena itu, kolaborasi mampu mengatasi konflik, mengatasi kepentingan pribadi atau kelompok, serta mampu mengatasi ego individu dan ego sektoral. Kolaborasi yang baik dapat meningkatkan pencapaian dan mengurangi potensi kegagalan.

Organisasi bisnis memiliki berbagai fungsi dan peran yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi. Walaupun setiap fungsi dan peran memiliki perbedaan orientasi pekerjaan, tetapi harus menyatu melalui kolaborasi untuk mencapai tujuan inti bisnis. Setiap perbedaan harus menyatu dan mengalir dengan sempurna di dalam aliran kolaborasi.

Kolaborasi meningkatkan kecepatan, mengoptimalkan kapasitas dan memperbanyak peluang. Ketika orang-orang sudah mengalir sempurna di dalam kolaborasi, mereka menjadi pabrik penghasil ide-ide terbaik yang dapat diimplementasikan dengan sempurna. Tidak akan muncul kesulitan saat semua orang bersatupadu secara ikhlas di dalam aliran kolaborasi yang produktif.

Dalam aliran kolaborasi; semua bakat, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan energi positif menyatu untuk menghasilkan kinerja. Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik. Semua masalah dan tantangan selalu dapat dituntaskan di tempat munculnya masalah tersebut, sehingga semua rintangan dan tantangan dapat dimatikan sejak dia masih kecil.

Kolaborasi membuat organisasi bergerak dengan cepat, efektif, lincah, produktif, kreatif dan selalu berbagi di dalam kerjasama yang solid. Kolaborasi menjadikan setiap individu dan tim sebagai mitra berharga yang saling membantu dengan ikhlas untuk mencapai tujuan.

Karena kolaborasi menyatukan semua energi organisasi untuk fokus pada tujuan dan kepentingan organisasi, maka semua orang harus mendapatkan kejelasan dan kepastian. Tidak boleh ada kebingungan di dalam kolaborasi, semua orang harus tahu dan sadar tentang pentingnya hubungan kerja dengan etos yang menjadikan semua orang cepat dan produktif.

Kolaborasi harus diikuti dengan tanggung jawab penuh. Setiap bantuan, kontribusi, informasi, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan aliran kerja harus di dalam rasa tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab yang tinggi mengurangi konflik, dan juga mengurangi ketergantungan.

Bisnis membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Bisnis membutuhkan waktu dan tempat yang tepat untuk meraih keuntungan. Bisnis membutuhkan momen yang paling tepat untuk mengeksekusi strategi. Bisnis yang hebat selalu memiliki tindakan yang membuat pesaing tidak berkutik. Oleh karena itu, kolaborasi harus menjadi kekuatan yang memastikan keberhasilan dari semua ketidakpastian di dalam organisasi. Setiap kolaborator harus cerdas mengidentifikasi semua potensi risiko dan menyiapkan energi bersama untuk mengambil langkah-langkah tepat bagi pencapaian terbaik.

Kolaborasi berarti secara struktural dan interpersonal harus berada dalam frekuensi yang sama, sehingga jarak organisasi dan jarak relasional sangat dekat, serta menyatu di dalam soliditas bersama yang produktif.

Para kolaborataor yang cerdas selalu siap berkeringat untuk sukses yang lebih baik daripada menangis selama kegagalan. Menyatukan dan mengalirkan proses bisnis dengan sempurna, serta mengatasi hambatan dan perbedaan untuk sebuah hasil akhir terbaik.

Tujuan utama kolaborasi adalah menguatkan keyakinan dan meminimalkan keraguan. Kolaborator terbaik selalu sadar untuk menyatukan jiwanya di dalam misi organisasi. Mereka menyiapkan dirinya untuk bisa hidup bahagia di dalam satu visi dan satu budaya. Mereka membangun strategi bersama untuk mencapai hasil akhir dengan kecepatan tinggi. Mereka menyatu ke dalam kelompok berenergi positif dan mengalir dengan produktif di setiap batas wilayah proses kerja. Mereka menjadi kekuatan yang mempercepat aliran bisnis dan membersihkan semua penyumbat dengan segera.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com