MEMFOKUSKAN PIKIRAN DAN PERHATIAN UNTUK MENUJU TUJUAN HIDUP

“Ketika Anda fokus, maka tidak seorang pun yang mampu mengalihkan perhatian Anda atau mengganggu tujuan hidup Anda.”~Djajendra

Anda mau menjadi apa dalam kehidupan yang singkat ini ?

Setiap orang mempunyai kepentingan dan perhatian pada tujuan hidupnya masing-masing. Demikian juga dengan Anda, Anda pasti memiliki impian dan harapan untuk mewujudkan sesuatu. Bila Anda sudah memiliki impian, maka fokuskan pikiran Anda untuk menciptakan realitas dari impian Anda. Bila Anda mengikuti kepentingan dan perhatian orang lain, maka Anda akan kehilangan fokus untuk mencapai tujuan hidup Anda. Akhirnya, di sepanjang perjalanan hidup Anda, Anda tidak pernah bisa hidup untuk mewujudkan impian Anda, Anda hanya menjadi pengikut dari pola pikir orang lain.

Hidup bukanlah untuk terlibat dalam diskusi panjang tentang pro dan kontra. Hidup adalah sebuah pilihan untuk ditekuni dengan disiplin dan tanggung jawab. Miliki sebuah tujuan hidup dan berkaryalah bersama tujuan hidup Anda. Jangan habiskan waktu untuk hal-hal yang tidak membawa kebaikan bagi hidup Anda.

Pikiran Anda membawa Anda untuk menciptakan realitas, sehingga apapun yang setiap hari Anda pikirkan akan menciptakan realitasnya. Bila setiap hari Anda memikirkan dan membayangkan tentang hal-hal positif bagi kebahagiaan dan kesejahteraan hidup Anda, maka pikiran Anda akan mengantar Anda untuk hidup bahagia dan sejahtera. Sebaliknya, bila setiap hari Anda memikirkan dan membayangkan hal-hal tentang kekurangan, ketidakpuasan, dan protes pada realitas hidup; maka, pikiran Anda membawa Anda pada realitas hidup seperti yang Anda rasakan itu. Jadi, jangan fokuskan pikiran pada hal-hal yang tidak Anda inginkan, fokuskan pikiran Anda untuk hal-hal yang Anda inginkan.

Hiduplah dengan visi dan setiap hari fokuskan pikiran untuk mengerjakan hal-hal sekecil apapun untuk bisa mencapai visi. Mungkin Anda harus bersaing dan berjuang dengan sangat keras; berjuang dengan langkah-langkah yang sangat cepat, tetapi dengan pencapaian yang tidak besar. Untuk itu, ingatkan diri sendiri agar selalu fokus, walau langkah-langkah Anda sangat sulit dan tidak mudah. Anda harus menguatkan mental untuk bisa membuktikan kepada diri sendiri bahwa misi hidup Anda tidak sulit dan bisa Anda kerjakan setiap hari.

Pikiran yang fokus pada tujuan hidup menciptakan kapasitas diri Anda untuk mencapai tujuan hidup Anda. Semakin fokus dan tekun Anda mengerjakan tujuan hidup Anda, semakin produktif Anda menjalani rutinitas hidup Anda. Fokus dan konsentrasi yang tinggi menjadikan Anda tidak kehilangan waktu dan peluang untuk mencapai apa yang Anda inginkan.

Anda yang fokus untuk mengerjakan visi hidup Anda dapat mengoptimalkan semua potensi hebat yang tersembunyi di dalam diri Anda. Tingkatkan kesadaran dan manajemen diri untuk mendapatkan potensi-potensi hebat dari dalam diri Anda.

Bangunlah setiap pagi dengan pikiran optimis dan rasa syukur. Yakinkan diri Anda bahwa Anda mampu melakukan sesuatu yang terbaik pada hari ini, dan fokuskan pikiran optimis Anda untuk mengerjakan sesuatu yang terbaik dengan penuh semangat. Setiap hari mulailah kerjakan pekerjaan Anda dengan gairah dan motivasi yang optimis untuk mencapai yang terbaik.

Pikiran yang fokus untuk mengerjakan tujuan dengan rinci dan detail membutuhkan kesabaran dan mental optimis. Dalam proses menuju tujuan, kesalahan dan kekurangan adalah sesuatu yang wajar. Bila kesalahan dan kegagalan terjadi, maka jangan takut dan terjebak dalam perasaan gagal. Hilangkan rasa takut dan kuatkan keberanian untuk mencapai yang terbaik. Fokuskan semua energi dan waktu untuk mencapai yang terbaik, setiap hari kerjakan saja segala sesuatu dengan prestasi dan kinerja yang terbaik.

Pikiran dan perhatian yang fokus pada tujuan hidup haruslah menjadi kebiasaan sehari-hari. Menjadi fokus berarti tidak terpengaruh oleh dunia luar, Anda mampu menciptakan dunia Anda sendiri untuk tidak terganggu dengan apa pun dan siapa pun. Anda mampu mengerjakan segala sesuatu untuk kebutuhan dan keinginan hidup Anda dengan konsentrasi penuh. Menjadi fokus berarti Anda sangat teliti dan tidak melewatkan satu inci pun perhatian Anda di setiap proses perjalanan menuju tujuan. Dan, tidak seorang pun yang mampu mengalihkan perhatian Anda atau mengganggu tujuan hidup Anda.

Fokus membutuhkan kebugaran tubuh dan mental. Bila tubuh tidak bugar, maka hal tersebut akan mengurangi kemampuan untuk berkonsentrasi penuh. Demikian juga, bila mental masih lemah dan mudah tergoncang oleh hal-hal yang tidak diinginkan, maka Anda kehilangan tenaga untuk fokus. Dalam tubuh yang sehat dan bugar, dalam mental yang sehat dan bugar, terdapat kekuatan untuk fokus dengan lebih tajam.

Fokus membutuhkan jiwa yang tenang dan pikiran yang terkendali di dalam energi baik. Fokus dapat menguatkan kualitas perhatian dalam upaya untuk menjaga arah pencapaian. Miliki kesadaran untuk meningkatkan energi positif setiap hari agar hidup Anda penuh semangat dan tidak pernah kelelahan. Semakin tinggi energi positif di dalam mental dan tubuh Anda, semakin tinggi kemampuan Anda untuk fokus menuju tujuan hidup Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

KEBIASAAN-KEBIASAAN PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

“Karyawan produktif cerdas merencanakan, sangat aktif, berenergi tinggi, memprioritaskan segala sesuatu, dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk bertindak.”~Djajendra

Karyawan yang produktif datang ke tempat kerja untuk melakukan pekerjaan dengan sangat efektif, sangat efisien, dan sangat produktif. Waktu, energi, kompetensi, dan kualitas selalu dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi yang lebih bagi perusahaan. Karyawan yang produktif tidak memiliki rasa malas, mereka sangat rajin dan disiplin untuk menyelesaikan tugasnya. Mereka sangat energik, penuh semangat, tekun, bekerja detail dan rinci, memiliki kesadaran yang tinggi untuk berprestasi, dan bermental pemenang.

Karyawan produktif sadar bahwa kinerja dan prestasi terbaik hanya dapat dihasilkan dari perilaku kerja yang sangat produktif. Menjadi produktif berarti memulai hari dengan niat, doa, dan semangat untuk menyelesaikan semua prioritas tanpa menunda dengan alasan apapun. Bangun setiap pagi, pikiran dan kesadaran sudah mengetahui apa-apa yang harus segera dilakukan hari ini. Kesadaran dan rasa optimis menggerakkan etos kerja untuk bekerja dengan kecepatan tinggi. Rasa percaya diri dan keyakinan untuk bekerja mencapai kinerja terbaik selalu menjadi motivasi bagi karyawan produktif.

Tidak akan ada tumpukan dokumen; tidak akan ada pelayanan yang diperlambat; tidak akan ada keluh-kesah dan perilaku pesimis. Karyawan yang produktif adalah energi sukses yang terus-menerus bertindak dengan kekuatan penuh untuk menghasilkan yang terbaik.

Karyawan produktif percaya bahwa semua urusan selalu ada solusinya, sehingga tidak perlu panik dan merasa kacau dengan tantangan. Mereka fokus pada solusi dan tidak pernah fokus pada masalah. Mereka bekerja dengan sangat terorganisir dan transparan di semua aspek kerja. Tidak ada yang disembunyikan, tidak ada yang ditakuti, semuanya dikerjakan dengan kejujuran dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Mereka tidak percaya pada kegagalan, mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan yang fokus dan disiplin pada apa yang dikerjakan, sehingga selalu bekerja di wilayah sukses.

Karyawan produktif sadar untuk menjaga fisik yang selalu bugar dan pikiran yang selalu positif. Bila fisik bugar, pikiran positif, maka semua urusan dapat dikerjakan dengan senang hati. Fisik yang bugar dan pikiran positif menghasilkan energi yang begitu kuat untuk melancarkan semua proses kerja. Dalam hal ini, apapun yang mereka rencanakan dan jadwalkan dapat diselesaikan tepat waktu.

Orang-orang produktif sangat disiplin dan patuh dengan ritual hidup yang sudah terjadwal dengan baik. Mereka sangat ahli untuk menjalankan work life balance, sehingga semua urusan dan tanggung jawab di dalam kehidupannya dapat dilayani dengan baik. Mereka cerdas merencanakan, sangat aktif, berenergi tinggi, memprioritaskan segala sesuatu, dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk bertindak. Mereka sangat cerdas memanfaatkan waktu untuk melayani segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab di dalam kehidupan mereka.

Karyawan produktif hadir ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Mereka tidak pernah diam dan menunda, mereka selalu proaktif dan menindaklanjuti segala sesuatu dengan kecepatan tinggi. Mereka tidak pernah memberi beban kepada orang lain atas apa yang mereka kerjakan. Mereka sangat cerdas untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab dengan seoptimal mungkin. Mereka bergerak dengan lincah dan cepat, dan selalu bekerja dengan prinsip kehati-hatian. Mindset orang-orang produktif anti menunda-nunda yang bisa diselesaikan hari ini. Kebiasaan-kebiasaan yang positif dan efektif menciptakan perilaku kerja yang sangat produktif.

Karyawan produktif setiap hari mempersiapkan fisik, emosi, pikiran, dan suara hati untuk berprestasi. Mereka suka melakukan afirmasi dan sangat taat berdoa kepada Tuhan. Mereka sadar kekuatan Tuhan di dalam diri sangat penting untuk mengalahkan rasa takut. Ketidakpastian, kedinamisan, dan perubahan adalah realitas yang bisa datang kapan pun untuk mengganggu proses kerja yang produktif. Oleh karena itu, karyawan produktif selalu sadar untuk bersikap rendah hati dan mempersiapkan diri setiap hari, termasuk belajar setiap hari untuk memperbaiki kekurangan diri.

Komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi adalah bagian terpenting di sepanjang proses kerja. Jadi, karyawan produktif sangat sadar untuk meningkatkan soft skills mereka agar mereka bisa menjadi kekuatan yang andal di setiap komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi. Mereka juga selalu memiliki disiplin yang tinggi di dalam menggunakan waktu. Kebiasaan-kebiasaan produktif terus-menerus di sempurnakan agar dapat berkontribusi dan melayani pekerjaan dengan kinerja tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA PRODUKTIF

“Orang-orang produktif selalu berkinerja tinggi, dan menikmati kemakmuran yang melimpah ruah di sepanjang hidup.”~Djajendra

Perusahaan yang kuat dan sehat dihasilkan dari orang-orang yang sangat produktif. Bila karyawan tidak produktif, maka mereka adalah biaya tersembunyi yang membuat produk perusahaan tidak kompetitif.

Di masa depan, setiap perusahaan yang mampu meningkatkan produktivitas akan menjadi pemenang. Kualitas yang baik dan harga yang murah adalah harapan dari pelanggan. Kemampuan manajemen untuk menjaga produktivitas di lingkungan kerjanya akan membawa keberuntungan bagi stakeholders. Kehilangan produktivitas berarti berpotensi kehilangan bisnis karena kalah bersaing di pasar yang sangat kompetitif.

Produktivitas yang tinggi ditentukan oleh etos dan kondisi kepribadian karyawan. Bila karyawan bekerja dalam kondisi stres, tertekan, dan tidak bahagia; maka, dapat dipastikan produktivitas mereka menjadi sangat rendah. Diperlukan suasana hati yang penuh rasa syukur, perilaku yang fokus pada pekerjaan, pikiran positif, hubungan kolaborasi kerja yang kuat antara karyawan, dan etos kerja yang profesional, untuk menghasilkan perusahaan yang produktif.

Pimpinan dan manajemen perusahaan haruslah membangun budaya kerja yang mampu meningkatkan produktivitas secara terus-menerus. Budaya kerja yang rajin, berani, optimis, gembira, mencintai pekerjaan, disiplin, dan keterlibatan setiap orang dari hati yang tulus, akan menciptakan produktivitas yang tinggi. Di samping itu, pimpinan dan manajemen harus selalu hadir dan membangun hubungan positif dengan semua karyawan. Menjaga harga diri karyawan, menjaga perasaan aman karyawan, memberikan dukungan penuh kepada karyawan, menghormati kemampuan dan keandalan karyawan, memenuhi kebutuhan dan harapan karyawan, dan menciptakan budaya bahagia di lingkungan kerja, adalah cara untuk merangkul karyawan dan menjadikan mereka sebagai energi produktif bagi bisnis perusahaan.

Membangun etos kerja yang profesional dan melatih karyawan untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan produktif dalam pekerjaan sehari-hari. Manusia yang produktif tercipta dari kesadaran untuk menumbuhkan kinerja secara terus-menerus. Karyawan yang sadar dan hati nuraninya termotivasi untuk terlibat dalam kerja keras yang produktif, adalah awal bagi peningkatan kinerja bisnis. Etos kerja yang hadir dan tidak pernah absen; etos kerja yang selalu berhati-hati dan menghindari dari kecelakaan kerja; etos yang belajar dari kesalahan dan kekurangan, tanpa mengeluh ataupun merasa ada yang kurang; etos yang suka berkolaborasi dan berkoordinasi; etos yang bekerja untuk pertumbuhan dan prestasi; etos yang bersikap positif dan optimis; etos untuk menikmati proses kerja dengan hati yang senang, adalah kekuatan yang menjadikan setiap karyawan produktif di tempat kerja.

Peningkatan produktivitas membutuhkan loyalitas yang tinggi. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi akan bekerja sepenuh hati, dan tanpa hitung-hitungan. Loyalitas dapat menekan biaya operasional perusahaan. Loyalitas dapat menekan stres di tempat kerja. Loyalitas membuat karyawan bekerja sukarela dalam kolaborasi dan proses kerja. Loyalitas menjadikan karyawan mengabdi dengan tulus dan ikhlas untuk kemajuan perusahaan. Loyalitas menghilangkan produktivitas rendah dan mendorong antusiasme karyawan untuk berkinerja tinggi.

Tubuh yang bugar dan sehat, serta pikiran positif adalah fondasi untuk produktivitas tinggi. Pimpinan dan manajemen tidak boleh lalai dalam menciptakan program-program kebugaran di tempat kerja. Bila karyawan sakit-sakitan, maka mereka pasti sering absen, dan hal ini akan menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, membangun budaya kerja dengan aktivitas olah raga dan pola makan sehat adalah sangat penting. Dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang hebat untuk bekerja secara produktif. Intinya, walaupun seseorang sangat cerdas dan pintar luar biasa, tetapi bila tubuhnya tidak sehat dan bugar, maka dia akan sering absen dan produktivitasnya rendah. Artinya, dia akan menjadi biaya tersembunyi yang menggrogoti kinerja perusahaan.

Budaya kerja yang positif akan membangun kesejahteraan dalam semua dimensi kehidupan karyawan. Budaya kerja yang positif dimulai dari dukungan sumber daya manusia yang sehat fisik dan jiwa; didukung oleh sumber daya manusia yang bahagia berkolaborasi di dalam sistem dan proses kerja; didukung oleh sumber daya manusia yang suka berjuang dan tak pernah meneyrah untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu rendah hati dan melayani satu sama lain dengan tulus dan ikhlas; didukung oleh sumber daya manusia bermental optimis dan belajar dari kesalahan, tanpa menyalahkan orang lain; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu termotivasi untuk membantu rekan kerja, bawahan, dan atasan dengan sepenuh hati; didukung oleh sumber daya manusia yang bekerja dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi; didukung oleh sumber daya manusia yang memperlakukan satu sama lain dengan hormat, rasa terima kasih, kepercayaan, integritas, dan cinta.

Budaya kerja yang produktif dibangun dari hubungan sosial di tempat kerja yang kompak dan solid. Setiap karyawan harus hadir sebagai energi positif, sebagai sumber kebaikan bagi kemajuan organisasi. Pikiran negatif, hati yang tidak bersih, emosi negatif, fisik yang tidak bugar dan tidak tenang, adalah pemicu stres di tempat kerja. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan kerja dengan prasangka buruk, dan hubungan sosial di tempat kerja akan semakin memburuk. Jelas, semua kondisi negatif yang dihasilkan dari pribadi karyawan selalu memberikan dampak buruk dalam mencapai kinerja terbaik. Hal ini juga, akan membuat kehidupan kerja yang tidak bahagia dan pasti juga tidak produktif.

Budaya kerja produktif membutuhkan daya tahan kolektif yang unggul. Masalah, persoalan, kesulitan, tantangan, resiko, dan cobaan berat, adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Oleh karena itu, setiap karyawan harus menyiapkan mental pemenang yang tangguh dan siap menghadapi segala ketidakpastian di tempat kerja. Mindset haruslah menghindari pikiran dan emosi negatif saat situasi sulit hadir dan mengacaukan lingkungan kerja. Mental tangguh harus ditunjukkan oleh setiap karyawan agar perusahaan selalu terjaga dan terawat untuk peningkatan. Semua perjalanan yang sulit dan tidak pasti jangan melemahkan semangat, tetapi harus menjadi titik awal untuk kebangkitan dalam mencapai keberhasilan.

Setiap karyawan harus memiliki komitmen dan ikhlas mengorbankan diri demi kemajuan perusahaan. Kepentingan perusahaan haruslah diutamakan daripada kepentingan pribadi. Jangan bekerja dengan pikiran sempit yang hanya terfokus pada kepentingan kebutuhan dan harapan diri sendiri. Keberadaan sebuah perusahaan adalah untuk melayani banyak orang, miliki komitmen dan kesetiaan untuk melayani semua pelayanan yang sudah dijanjikan perusahaan kepada stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS PADA PRIORITAS UNTUK MEWUJUDKAN APA YANG DIKERJAKAN DENGAN SEMPURNA

FOKUS PADA PRIORITAS UNTUK MEWUJUDKAN APA YANG DIKERJAKAN DENGAN SEMPURNA

“Prioritas yang fokus pada kualitas dan pencapaian segera, akan memudahkan setiap orang yang berkompetensi tinggi, untuk menghasilkan kecemerlangan dalam apa yang dikerjakan dan dilakukan.”~Djajendra

Seseorang yang fokus dan cerdas mengelola prioritas mampu mewujudkan pekerjaannya dengan sempurna. Setiap orang berhak memiliki keinginan dan mimpi yang sangat besar. Apapun kebaikan boleh diinginkan dan diimpikan. Apapun kebaikan boleh dibuat tujuan dan rencananya. Semakin banyak yang ingin dikerjakan, semakin harus sadar untuk mengelola prioritas dengan profesional. Catatlah semua yang ingin dikerjakan atau yang harus dikerjakan. Buatlah jadwal dan prioritas untuk masing-masing item yang harus dikerjakan. Siapkan waktu, energi, semangat, motivasi, daya tahan fisik, mental, kejernihan pikiran, serta kemampuan untuk mengalir dan menerima realitas di sepanjang proses.

Sebuah proyek yang sedang dikerjakan wajib memiliki prioritas. Jika tidak ada prioritasnya, maka para pekerja mudah panik dan menjadi tidak fokus. Akibatnya, produktivitas dan kinerja proyek tersebut menjadi rendah. Apalagi, proses sebuah pekerjaan berlangsung sedikit demi sedikit, bertahap, dan di setiap titik proses berpotensi muncul tantangan, risiko, atau hal-hal di luar rencana. Oleh karena itu, sejak awal, sebuah proyek besar harus dibagi dalam potongan-potongan kecil, dengan fokus yang sangat tajam, untuk menuntaskan setiap potongan kecil proyek tersebut dengan berkualitas.

Potongan-potongan kecil yang terfokus lebih mudah untuk dituntaskan. Sesuatu yang terprioritas dengan jelas menciptakan rasa gembira dan memotivasi untuk segera diselesaikan. Tujuan sebesar apapun dapat dituntaskan melalui kesempurnaan dari penuntasan bagian-bagian kecil dari tujuan tersebut. Sebuah pencapaian besar dihasilkan dari kesempurnaan pencapaian yang terkecil.

Hasil akhir yang berkualitas dihasilkan dari sebuah sistem yang baik. Sistem yang baik memudahkan orang untuk fokus pada yang paling penting. Sistem yang baik memudahkan orang-orang untuk mengatur strategi, taktik, dan kekuatan dalam mencapai kinerja terbaik. Sistem yang baik memudahkan pekerja untuk mengalir dalam proses kerja, dan mudah menetapkan prioritas terpenting dalam semua dimensi, yang direncanakan untuk segera dituntaskan.

Visi besar harus dijadikan kenyataan. Kekuatan kerja harus memahami dan mengetahui apa yang diinginkan, dan apa yang harus diprioritaskan. Kekuatan kerja harus memiliki kompetensi, alat bantu, kualitas, semangat, dan siap beradaptasi dengan perubahan dan realitas apapun. Kekuatan kerja harus memiliki fokus yang sangat tajam, sangat detail, mampu menyatukan keinginan di dalam kompetensi untuk menghasilkan kinerja dan prestasi terbesar. Intinya, semua pekerjaan besar dapat dituntaskan dengan penuh kualitas dan kinerja terbaik, tidak ada yang tidak mungkin bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh dan rendah hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBIASAKAN YANG BAIK DI TEMPAT KERJA

“Di luar zona nyaman banyak peluang, banyak keajaiban. Di luar zona nyaman; Anda pasti merasa tidak nyaman, gelisah, takut, cemas. Tetapi, itu semua akan memaksa Anda untuk lebih kreatif, lebih cerdas, lebih disiplin, lebih tekun, lebih percaya diri, lebih fokus mencapai prestasi dan kinerja.”~Djajendra

Menjadi lebih produktif. Menjadi lebih terhubung. Menjadi lebih berkinerja. Kehidupan kerja membutuhkan orang-orang dengan kebiasaan kerja yang kaya kinerja.

Tidak peduli sepintar apa Anda, setinggi apa nilai-nilai akademis Anda. Anda hanya dianggap hebat, saat Anda menjadi produktif, terhubung, bertindak, berkinerja, dan menuntaskan pekerjaan sesuai waktu dan komitmen.

Setiap orang di tempat kerja merupakan bagian dari salah satu yang lain. Setiap orang di tempat kerja tidak boleh bekerja dengan maunya diri sendiri, tetapi bekerja sesuai budaya organisasi yang berorientasi soliditas dan kolaborasi. Setiap orang di tempat kerja harus mampu mengembangkan kebiasaan positif, untuk bisa memberikan kontribusi dan pelayanan bagi keberhasilan organisasi.

Kebiasaan yang baik dimulai dengan sifat, sikap, perilaku, karakter, dan kepribadian yang rendah hati, menerima budaya organisasi, mengalir bersama budaya organisasi, dan menjadi produktif bersama budaya kerja.

Perilaku kerja yang baik memprioritaskan apa-apa yang harus diselesaikan dalam delapan jam kerja. Intinya, jam kerja betul-betul difokuskan, untuk mencapai hal-hal yang paling penting, sehingga tidak ada pemborosan yang menjadikan Anda tidak produktif.

Musuh kolaborasi adalah keegoisan. Membiarkan sikap egois di tempat kerja, sama saja dengan membiarkan kolaborasi tidak berfungsi. Padahal, tanpa kolaborasi yang efektif, tidak mungkin semua orang bersatupadu dalam soliditas kerja. Dalam realitas, orang-orang pintar dikalahkan oleh keegoisan diri mereka sendiri, sehingga mereka menjadi tidak berharga di tempat kerja.

Kebiasaan-kebiasaan baik harus dengan rajin dikembangkan. Perilaku-perilaku kerja yang hebat harus terus-menerus diberdayakan. Organisasi yang hebat tercipta dari kebiasaan dan perilaku yang hebat. Tanpa kebiasaan dan perilaku yang hebat, organisasi tidak akan tumbuh menjadi yang berharga bagi stakeholdernya.

Kegagalan kerja selalu disebabkan oleh perilaku yang mengabaikan sistem, aturan, etika, dan hubungan baik. Sikap kerja yang kurang profesional, dan perilaku kerja yang saling menjatuhkan, akan menjadikan orang-orang marah, dan tidak berkinerja. Lingkungan kerja yang penuh marah, hanya akan menghadirkan energi negatif, untuk merusak produktivitas dan kinerja.

Ikhlas untuk menjadi terorganisir. Kehidupan kerja adalah kehidupan yang terorganisir. Apapun sifat, sikap, perilaku, karakter, keyakinan, dan kepribadian Anda; Anda harus ikhlas terorganisir di tempat kerja. Kehidupan kerja adalah kehidupan tim, kehidupan kerja sama, kehidupan kolaborasi. Di sini, tidak ada kata ‘saya’, tapi ‘kami’. Kehidupan kerja adalah ‘kami’, bukan ‘saya’ atau ‘kita’. Jadi, setiap orang harus terbiasa, atau membiasakan dirinya terorganisir, dan menjadi bagian dari yang lain.

Sikap rendah hati dan rasa ingin belajar, adalah cara untuk tumbuh. Jangan pernah merasa tahu semua, atau tahu banyak hal. Tetaplah rendah hati, dan dengarkan orang lain dengan penuh perhatian. Semakin tinggi kemampuan Anda untuk mendengarkan pendapat orang lain, semakin cepat Anda tumbuh, dan menjadi pribadi yang lebih profesional.

Zona nyaman itu membahayakan kemajuan. Semakin Anda terobsesi untuk mendapatkan realitas kerja yang nyaman, semakin Anda akan terjebak dalam proses kemunduran, dan sulit menemukan jalan untuk kemajuan. Jadilah pribadi yang selalu memaksakan diri untuk bekerja di luar zona kenyamanan. Anda yang terbiasa di luar zona nyaman, sangat mudah untuk menciptakan rekor-rekor pencapaian kinerja terbaik. Anda yang di luar zona kenyamanan berpotensi memaksimalkan potensi Anda. Anda yang bekerja di luar zona nyaman berpotensi mendapatkan keajaiban, dan hasil-hasil yang luar biasa. Jadi, biarlah hati sedikit tidak nyaman, sedikit gelisah, sedikit takut, sedikit cemas. Tetapi, itu semua membuat Anda lebih kreatif, lebih fokus untuk mencapai prestasi dan kinerja.

Membiasakan yang baik di tempat kerja. Semua kebiasaan-kebiasaan yang baik, akan menciptakan keindahan, menciptakan kebahagiaan. Temukan nilai-nilai terbaik untuk menjadi sahabat kerja Anda. Jaga dan rawat kebiasaan baik yang menjadikan Anda produktif, berkinerja, berprestasi, dan penuh persahabatan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERILAKU KERJA YANG BURUK ADALAH MUSUH TERBURUK PERUSAHAAN

djajendra“Sebuah kapal yang terikat dengan aman di pelabuhan, tidak akan mengantar Anda mencapai tujuan. Hanya kapal yang berlayar di tengah lautlah, yang dapat mengantar Anda menembus samudera untuk mencapai tujuan. Demikian juga, sebuah jabatan dan kekuasaan yang terikat dengan aman di tangan Anda, tidak akan mengantar Anda mencapai tujuan. Hanya kerja keras dan kemampuan Anda, termasuk untuk melewati rintangan dan tantangan, yang dapat mengantar Anda mencapai tujuan.”~Djajendra

Sehebat apapun sebuah perusahaan mengiklankan dirinya, untuk membangun citra hebatnya. Tetapi, bila perilaku sumber daya manusianya tidak positif, maka perusahaan akan kehilangan kepercayaan, reputasi dan kredibilitas.

Terjebak dalam pencitraan, tanpa perilaku yang berintegritas pada etika dan nilai-nilai budaya kerja, menjadikan pencitraan itu sia-sia, dan tidak akan memberikan kebaikan kepada perusahaan.

Perilaku yang tidak berbudaya adalah musuh terburuk yang merusak etos kerja. Perilaku buruk pasti menghambat pencapaian kinerja. Perilaku buruk pasti menjadi energi destruktif atau perusak kemajuan.

Ketika manajemen lupa menata perilaku kerja, dan terlalu fokus membangun pencitraan dengan iklan dan promosi yang hebat, maka perusahaan akan mengecewakan pelanggan. Perilaku berbudaya kerja positif akan menyelesaikan harapan dan kebutuhan pelanggan.

Iklan dan promosi bertujuan membangun pencitraan. Ketika pelanggan sudah tergoda dan percaya kepada iklan perusahaan atau pada citra perusahaan, mereka akan berinteraksi langsung dengan perusahaan. Saat mereka berinteraksi langsung, mereka membutuhkan perasaan seperti yang mereka rasakan saat menonton atau membaca iklan. Bila iklan dan promosi yang hebat itu tidak diikuti dengan perilaku pelayanan yang baik dan berbudaya, maka iklan dan promosi tersebut menjadi sesuatu yang mengecewakan pelanggan.

Perilaku positif haruslah menjadi kekuatan di dalam aktivitas kerja sehari-hari. Kesibukan kerja tanpa aktivitas dengan energi positif berpotensi merusak etos kerja. Bila pencitraan hebat dijawab dengan perilaku kerja yang buruk, akan menimbulkan kebingungan dan rasa marah. Bila stakeholder bingung dan marah dengan realitas perusahaan, maka semua pencitraan akan hilang dan menjadi tak berguna.

Perusahaan yang andal pasti membangun budaya kerja yang kuat dan unggul. Budaya kerja yang kuat menciptakan perilaku kerja positif yang andal. Setelah memiliki perilaku kerja positif di dalam budaya kerja yang konsisten. Maka, semua iklan, promosi, dan pencitraan perusahaan dapat meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan.

Budaya perusahaan yang kuat selalu fokus untuk mencari kesempurnaan, dan tidak akan pernah puas dengan realitas. Mengejar kesempurnaan merupakan sifat dari budaya kuat. Perbaikan secara terus-menerus dan upaya memuliakan reputasi perusahaan, adalah cara untuk menghargai niat dan visi perusahaan.

Perilaku kerja positif tidak akan membuang-buang waktu dan menjadikan pekerjaan tidak produktif. Perilaku kerja positif adalah kemampuan untuk sepenuhnya hadir dan bekerja dengan totalitas. Perilaku kerja positif tidak mengukur kualitas diri dengan persepsi sendiri. Tetapi, mengukur kemampuan diri, untuk menjalankan nilai-nilai budaya kerja perusahaan secara profesional dan penuh integritas. Perilaku kerja positif tidak akan pernah menjadi limbah perusahaan, tetapi menjadi aset yang sangat produktif.

Perilaku kerja positif selalu memiliki keberanian untuk melupakan zona nyaman, dan mengejar pencapaian terbaik dengan memperhitungkan risiko. Perilaku positif akan memberikan keberanian kepada insan perusahaan, untuk bergerak maju dan mengejar kinerja terbaik. Perilaku positif menguatkan kemampuan karyawan, untuk membantu mereka mencapai target dan tujuan dengan kinerja terbaik.

Perilaku kerja positif tidak akan membiarkan rasa takut menghentikan pencapaian. Tidak ada hal yang menyebabkan stagnasi. Tidak ada hal yang menciptakan kemacetan. Pikiran positif di dalam perilaku kerja positif menjadi pendorong untuk terus maju dan tumbuh di dalam karya dan kerja.

Perilaku kerja positif berbudaya perencanaan dan tidak berbudaya aksi-reaksi. Tidak satu hal pun yang dikerjakan tanpa melalui perencanaan yang baik. Semua perencanaan diawasi dengan sistem dan manajemen yang andal. Semua perencanaan selalu diperbaiki kelemahannya, dan secara terus-menerus ditingkatkan kekuatannya. Semua perencanaan difokuskan untuk memaksimalkan kekuatan, lalu memperbaiki kelemahan dengan rendah hati dan kreatif.

Kolaborasi dan koordinasi adalah bahasa kerja orang-orang positif. Walaupun dirinya sangat hebat dan pintar, dia tidak akan melakukannya sendiri. Dia selalu tahu dan sadar bahwa kekuatan bersama adalah sebuah soliditas, yang selalu lebih unggul daripada kekuatan tunggal. Dia tahu bahwa tanpa kolaborasi dan koordinasi, dirinya akan kelelahan dan tak mampu melakukan sesuatu dengan maksimal. Dia tahu bahwa kekuatan terletak pada kebersamaan dan kecerdasan, dan tidak terletak pada kesendirian dan keegoisan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

FOKUS SAJA PADA PROSES, TIDAK PERLU MENGKHAWATIRKAN HASIL

FODJAJENDRA 09 2014KUS SAJA PADA PROSES, TIDAK PERLU MENGKHAWATIRKAN HASIL

“Ketika Anda sudah mempersiapkan diri dengan baik; merencanakan dengan profesional; mempersiapkan segala sesuatu dengan optimis dan rendah hati; maka tidaklah perlu mengkhawatirkan hasil akhirnya. Biarlah rencana dan kerja keras Anda berjalan sesuai kehendaknya.”~Djajendra

Kehidupan dan pekerjaan haruslah hidup di dalam proses. Tugas setiap orang hanyalah fokus dan bekerja sepenuh hati menyusuri setiap inci proses dengan bahagia. Sedikit saja rasa khawatir akan menjadi energi negatif yang berpotensi merusak kesempurnaan dari sebuah proses. Hanya fokus dan sepenuh hati yang dapat menghadirkan hasil terbaik, sedangkan rasa khawatir tidak bisa mengubah apa pun, hanya menambah beban ketidakbaikan di sepanjang perjalanan proses.

Kemenangan dan pencapaian kinerja terbaik sangat ditentukan oleh niat dan kerja sepenuh hati. Merencanakan dengan profesional dan menetapkan tujuan yang jelas, akan memudahkan Anda untuk bersikap totalitas dan sepenuh hati di sepanjang proses. Bila sudah yakin dan mempersiapkan diri untuk meraih kinerja terbaik, tidaklah perlu memikirkan kegagalan, pikirkan saja suksesnya. Intinya, kalau sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik dan bijak, janganlah merusaknya dengan pikiran negatif, ataupun membuat jiwa ragu untuk mencapai keberhasilan.

Khawatir adalah energi negatif, yang bersumber dari pikiran negatif. Sebaik apapun realitas, peluang, fakta, dan potensi hasil akhir; bila Anda sikapi dengan rasa khawatir Anda, maka pikiran negatif Anda akan semakin menguat untuk menggagalkan kemenangan yang sudah hampir Anda raih.

Ikuti proses dengan prinsip kehati-hatian; ikuti setiap ritual budaya kerja dengan bahagia; lakukan pekerjaan dengan teliti dan akurat; fokuskan energi, sumber daya, waktu, dan potensi dengan penuh semangat dan gairah untuk berhasil.

Gunakan panduan kerja sebagai alat pembimbing untuk tetap berada di jalan prosedur, sistem, dan tata kelola yang dikehendaki oleh organisasi Anda.Bergeraklah di dalam proses kerja yang dikuatkan dengan tata kelola organisasi yang unggul.  Laksanakan semua yang direncanakan dengan memfokuskan diri untuk mencapai target secara sempurna. Pastikan Anda setiap hari optimis dan rendah hati untuk mencapai hasil terbaik.

Energi khawatir akan memperburuk keadaan. Bila Anda sikapi masalah dengan rasa khawatir, maka semakin buruk realitas dari masalah tersebut. Khawatir membuat pikiran kacau, hati ragu, emosi penuh prasangka, dan tubuh berpotensi mendapatkan masalah kesehatan. Intinya, khawatir adalah sesuatu yang tidak baik, dan merugikan kesehatan dan kebahagiaan diri.

Gunakan imajinasi atau kekuatan visual untuk mengalahkan rasa khawatir. Berimajinasilah seolah-olah Anda sedang menikmati hasil akhir terbaik Anda, dan bekerjalah dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan kinerja terbaik.

Lepaskan hasil akhir sesuai kehendak Tuhan, dan fokuskan diri untuk sepenuh hati bekerja mengikuti proses yang terencana dengan baik. Ingat selalu bahwa khawatir adalah faktor yang berpotensi menghadirkan kegagalan atau kekalahan. Sebab, khawatir merupakan bagian dari energi negatif; bagian dari kekuatan pikiran dan perasaan negatif; bagian dari kekuatan pesimis. Jiwa yang dikuasai energi negatif, berpotensi mendapatkan hasil akhir yang tidak sesuai dengan target dan rencana.

Apapun yang Anda suka pikirkan berpotensi hadir menjadi realitas kehidupan Anda. Bila Anda bahagia dan menikmati proses; membayangkan masa depan yang indah dan damai; maka, setiap hari Anda akan mendapatkan kehidupan yang penuh inspirasi dan motivasi untuk meraih yang terbaik; termasuk, Anda akan hidup dengan harapan yang masuk akal; harapan yang dapat Anda raih dengan mudah.

Miliki prinsip hidup yang mengalir bersama proses, menyesuaikan diri dengan realitas, serta tidak ngotot dengan sebuah keyakinan.  Bila Anda ngotot dengan keyakinan, tetapi keyakinan Anda sudah tidak sesuai dengan fakta dan arah yang diinginkan masa depan, maka Anda sulit menghasilkan kinerja dan prestasi. Sebab, semua fokus dan kerja keras Anda, akan berada di dalam batasan keyakinan Anda, dan tidak mungkin bisa mengalir di dalam luasnya energi kreatif. Akibatnya, Anda akan ketinggalan oleh kurangnya wawasan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan arah masa depan.

Orang-orang sukses yang penuh prestasi dan kinerja hebat, selalu memiliki harapan yang dapat mereka bayangkan atau visualisasikan. Mereka suka membayangkan semua yang baik dan indah, lalu memfokuskan energi dan sumber daya, supaya dapat mewujudkan harapan yang sudah hidup di dalam realitas pikiran mereka.

Ketika diri hidup di dalam energi baik dan optimis, maka semua yang baik dari dalam diri akan dikeluarkan, untuk mengoptimalkan apa yang sedang dikerjakan atau direncanakan untuk dicapai.

Setiap orang dilahirkan untuk memenangkan hidupnya dan meraih yang terbaik. Oleh karena itu, jauhkan rasa khawatir dari kehidupan Anda, fokuskan saja untuk meraih keberhasilan. Percayalah bahwa tidak ada seorangpun yang bisa mengubah kehendak Tuhan. Jadi, daripada menguatkan rasa khawatir, lebih baik berproses di jalan kebaikan yang penuh harapan dan optimisme. Nikmati saja hari-hari Anda dengan bahagia dan penuh sukacita; bekerjalah dengan sangat profesional, penuh disiplin, penuh integritas, penuh tanggung jawab, penuh kreatif; kemudian, lepaskan hasil akhir sesuai kehendak Tuhan. Biarlah rencana dan kehendak Tuhan yang hidup di dalam kebahagiaan dan sukacita kehidupan Anda, dan jadilah lebih ikhlas untuk rencana Anda. Sebab, rencana dan kehendak Tuhan pasti lebih baik dari rencana atau kehendak kita.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com