KEPEMIMPINAN YANG MENGHARGAI KEMAMPUAN BAWAHAN

“Pemimpin yang berkualitas adalah kekuatan bagi para bawahannya.”~Djajendra

Kepemimpinan yang berkualitas ditentukan oleh bawahan yang kaya kinerja. Bawahan yang andal dan berkualitas merupakan kekuatan pemimpin untuk mencapai misi dan visi kepemimpinan. Oleh karena itu, pemimpin harus cerdas memberdayakan semua potensi dari para bawahan, serta memotivasi mereka agar dapat menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik.

Hormati dan hargai kemampuan bawahan, tunjukkan kepada mereka bahwa Anda sebagai pemimpin membutuhkan keahlian dan integritas mereka. Pahami kemampuan dan keahlian bawahan, berikan mereka semangat dan kepercayaan diri untuk bekerja secara efektif dan produktif. Kepercayaan dan energi positif pemimpin untuk para bawahan akan menjadikan mereka lebih produktif dalam menuntaskan tugas dan tanggung jawab.

Sebagai pemimpin yang berkualitas miliki kekuatan karismatik dalam menetapkan tujuan, arah kerja, kolaborasi, koordinasi, motivasi, inspirasi, daya tahan, kepercayaan diri, dan bimbingan kepada setiap bawahan. Kekuatan karismatik pemimpin merupakan energi yang mampu menarik dukungan dari bawahan untuk bekerja sesuai visi dan misi pemimpin.

Pemimpin yang kuat selalu bekerja dengan sangat terperinci, dan memastikan bahwa setiap bawahan bekerja sesuai visi. Kemudian, memiliki keyakinan yang kuat terhadap bawahan untuk melakukan apa yang ditugaskan dengan sebaik mungkin. Pemimpin tidak boleh melemahkan bawahan, tetapi selalu harus hadir di tengah-tengah mereka untuk memberikan kekuatan dan energi positif. Kekuasaan pemimpin haruslah digunakan untuk melayani dan memberdayakan setiap potensi bawahan, dan mendorong mereka menjadi aset produktif bagi organisasi.

Ketika pemimpin menghargai keahlian dan etos bawahan, maka mereka pun akan mempercayai pemimpin untuk memimpin mereka di sepanjang waktu. Mereka akan membuat sebagian besar kerja keras mereka untuk keberhasilan pemimpin. Mereka akan meningkatkan keahlian, kompetensi, kemampuan, kualitas, dan keandalan kerja mereka bagi keberhasilan pemimpin. Mereka akan menyiapkan dirinya menjadi lebih kredibel dan selalu sadar untuk meningkatkan kualitas kerja di setiap proses kerja.

Jangan biarkan ketidakpastian menciptakan kekhawatiran atau ketakutan di level bawahan. Jadilah pemimpin yang selalu ada untuk para bawahan, dan selalu berkomunikasi dua arah untuk memastikan bawahan berdaya tahan kuat dalam menghadapi ketidakpastian. Dengarkan suara hati para bawahan dengan empati. Pastikan mereka tetap unggul dan hebat di setiap situasi penuh tantangan. Jangan mengekspresikan keraguan dihadapan bawahan. Tunjukkan kepada bawahan bahwa Anda sebagai pemimpin siap menangani resiko dan krisis apapun. Tunjukkan kepada bawahan bahwa Anda adalah pemimpin yang berani, dan memiliki kemampuan untuk menangani setiap situasi yang tidak pasti.

Ketika pemimpin menghargai kemampuan dan keahlian bawahan, bawahan pun akan siap bekerja keras untuk mensukseskan visi pemimpin. Mereka akan mengarahkan upaya terbaik mereka untuk menuju visi pemimpin dengan penuh kinerja. Mereka menjadi sangat berharga dan terlibat secara proaktif di setiap proses kerja. Dalam hal ini, pemimpin harus selalu menemukan cara terbaik untuk memotivasi bawahan agar mereka melakukan tanggung jawab dengan berkualitas.

Pemimpin harus memberikan koordinasi terbaik untuk membangun kekuatan di setiap proses kerja. Setiap bawahan harus diberikan energi positif dan memotivasi mereka untuk menuntaskan pekerjaan. Inspirasi dan komunikasi pemimpin harus terfokus untuk memberdayakan setiap bawahan dalam menghasilkan yang terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

KEKUATAN KEPEMIMPINAN ADA PADA STAF-STAF YANG PRODUKTIF

MOTIVASI DJAJENDRA 08062016

“Jangan memberitahu orang-orang bagaimana melakukan sesuatu, memberitahu mereka apa yang harus dilakukan dan membiarkan mereka mengejutkan Anda dengan hasil mereka.”~Jenderal George Patton

Kepemimpinan adalah tentang kecerdasan untuk mengumpulkan semua kompetensi dan potensi dari setiap orang, kemudian memanfaatkan kompetensi dan potensi itu untuk mencapai visi. Karena bertugas untuk mengumpulkan kompetensi dan potensi setiap orang, maka pemimpin wajib memiliki kemampuan untuk menangani orang lain dengan hati dan pikiran positif. Pemimpin yang profesional biasanya cerdas dalam membangun hubungan yang produktif dengan setiap orang.

Setiap staf adalah kekuatan kepemimpinan. Oleh karena itu, pemimpin bertanggung jawab untuk menjaga hubungan baik dengan staf-stafnya. Memahami setiap staf dengan empati dan menghormati keberadaan mereka. Tidak mempermalukan para staf di depan umum. Selalu memiliki perilaku kepemimpinan yang membangkitkan semangat staf untuk berkinerja lebih baik.

Kepemimpinan yang profesional selalu membangun kepercayaan dan soliditas bersama.Saling percaya dan kekompakkan adalah kunci keberhasilan. Komitmen dijaga dan dijalankan bersama. Kata-kata positif dan optimis menjadi pencipta perilaku kerja yang produktif. Kepercayaan yang diberikan pemimpin dijaga oleh para staf. Sebaliknya, kepercayaan yang diberikan oleh para staf kepada pemimpin, dijaga dan dirawat oleh pemimpin dengan profesional.

Walau pemimpin memiliki kekuasaan dan otoritas atas para staf, tetapi pemimpin harus menjadi jembatan bagi setiap staf. Dalam hal ini, pemimpin harus menjadi ahli komunikasi yang penuh empati. Mampu menjaga hubungan komunikasi dalam banyak arah dan menghormati keragaman pikiran. Mampu mendengarkan setiap staf dan memotivasi mereka untuk melakukan yang terbaik. Selalu ada dan hadir saat staf membutuhkan arahan pemimpin. Mampu menyampaikan pesan dengan cara yang paling sederhana.

Pemimpin yang profesional adalah yang mampu mendidik para staf untuk berhenti membawa masalah, tetapi fokus dan kreatif untuk menemukan solusi. Staf yang berkualitas dan profesional adalah yang memiliki keyakinan atas kompetensinya, serta selalu mampu membantu diri sendiri untuk mendapatkan jalan keluar atas masalah yang dihadapi. Dalam hal ini, pemimpin harus peduli dan mau mendampingi setiap staf untuk menemukan solusi terbaik bagi pencapaian kinerja.

Para staf wajib menjaga reputasi dan kredibilitas kepemimpinan dengan cara melayani pekerjaan secara profesional. Oleh karena itu, tidak boleh ada staf yang mensabotase, dan harus selalu menjaga agar kepemimpinan berjalan lancar dan produktif. Ingat! kepemimpinan menciptakan visi dan rencana, dan semuanya didelegasikan kepada para staf untuk dieksekusi melalui fungsi dan perannya masing-masing. Jadi, jangan pernah menunda untuk memenuhi target sesuai waktu yang ditentukan. Fokuskan semua energi dan waktu untuk melayani pekerjaan dengan hati dan totalitas.

Pemimpin selalu mengarahkan setiap staf dari belakang. Memimpin dan memotivasi para staf untuk tampil prima dengan fungsinya masing-masing. Pemimpin selalu menjaga para staf dari belakang dan memastikan para staf tampil cemerlang di front liner, serta melayani pelanggan dengan lincah dan penuh gairah.

Pemimpin bertugas untuk memimpin seluruh individu dan seluruh tim. Pemimpin bertugas membukakan jalan bagi para staf dalam mencapai target dan kinerja terbaik. Pemimpin bertugas berbagi visi dan mendorong setiap staf aktif menjalankan misi dan nilai-nilai budaya kerja. Pemimpin bertugas memotivasi setiap staf agar menyelesaikan rutinitas pekerjaan dengan produktif. Pemimpin bertugas memberitahu para staf tentang apa-apa yang harus mereka lakukan dengan kompetensi dan potensi mereka.

Pemimpin yang baik selalu berdiri paling depan saat para staf terjebak dalam zona nyaman. Dia akan segera memotivasi dan membangkitkan kesadaran para staf untuk segera keluar dan meninggalkan zona nyaman. Sebab, zona nyaman adalah zona yang mematikan kreativitas dan menjadikan setiap orang mundur dari masa depan. Pemimpin yang profesional tahu bahwa zona nyaman adalah tantangan yang paling berat. Jadi, hanya melalui kesadaran dan disiplin tinggi, para staf dapat meninggalkan zona nyaman menuju zona kreativitas kerja.

Bagi pemimpin terbaik, setiap staf adalah bakat yang paling berharga. Jadi, sekecil apapun pekerjaan dan kontribusi seorang, adalah sesuatu yang sangat berharga untuk menyempurnakan hasil akhir. Setiap staf menjadi orang penting dan dihormati oleh pemimpin. Setiap staf mendapatkan kasih sayang dan kepedulian dari pemimpin. Setiap staf terhubung dan tanpa jarak dari pemimpin. Setiap staf mendapatkan motivasi dan perhatian yang khusus dari pemimpin. Pemimpin terbaik selalu menyadari bahwa hubungan dekat dengan para staf adalah kunci untuk pencapaian tertinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENINGKATKAN KERJASAMA ANTAR DIVISI DI TEMPAT KERJA

“Ketika hati para pemimpin divisi dikuasai energi kegelapan, maka tidak ada terang yang bisa mengharmoniskan hubungan kerja. Nyalakan cahaya agar terang menemani kerja sama antar divisi untuk kinerja terbaik.”~Djajendra

Semua divisi dalam struktur organisasi bertanggung jawab untuk bergerak ke satu arah, yaitu ke arah visi yang sama. Walaupun fungsi dari masing-masing divisi berbeda, mereka tidak diciptakan untuk menjadi berbeda. Semua divisi diciptakan untuk bersatupadu melalui kolaborasi agar dapat menghasilkan kinerja terbaik. Intinya, tidak boleh ada penghalang untuk kolaborasi di tempat kerja. Setiap devisi harus memiliki kesadaran untuk beradaptasi dengan cara kerja masing-masing fungsi yang berbeda. Perbedaan masing-masing divisi sesungguhnya untuk memperkuat keamanan dan memperkecil resiko organisasi, bukan untuk menonjolkan ego sektoral atau ego fungsinya.

Sebuah kenyataan bahwa semua divisi dibentuk untuk menjadi kekuatan eksekusi dalam mencapai kinerja terbaik. Ini adalah kenyataan yang harus bekerja di dalam organisasi, bukan setiap divisi saling menonjolkan ego dan melemahkan proses pencapaian kinerja. Produktivitas dan kinerja adalah dua hal yang harus dimiliki dan diperjuangkan secara bersama-sama oleh setiap divisi. Kesadaran para pemimpin divisi untuk bersatupadu di dalam kolaborasi yang solid dan kompak, adalah sebuah tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas.

Manajemen difokuskan untuk menyatukan semua kekuatan divisi dalam mencapai produktivitas kerja yang tinggi. Saling mendukung, saling tolong menolong, proaktif, dan saling membantu menyelesaikan semua prioritas kerja, haruslah menjadi etos dari semua divisi. Kurangnya kerja sama dan empati antara divisi berdampak negatif terhadap pencapaian kinerja. Semua pimpinan divisi harus meninggalkan ego masing-masing, serta mampu mengalir di dalam kolaborasi dan koordinasi yang produktif bagi pencapaian terbaik.

Koordinasi dan kolaborasi adalah kekuatan yang tidak boleh diabaikan. Bila diabaikan, maka perusahaan berpotensi kehilangan produktivitas kerja. Akibatnya, proses kerja menjadi tidak efektif dan produktif; masalah akan menumpuk tanpa mendapatkan solusi yang tepat. Di samping itu, moralitas dan disiplin kerja akan turun, dan semua orang bekerja seadanya tanpa memiliki fokus dan gairah untuk mencapai target.

Mengembangkan sikap positif dan menciptakan budaya kerja yang fokus pada pencapaian terbaik. Untuk itu, setiap divisi harus dibukakan hati dan pikirannya agar mereka sadar tentang keberadaan mereka di tempat kerja. Semangat untuk selalu bekerja sama, melayani, berkontribusi, dan menyumbangkan ide-ide atau solusi yang tepat, haruslah menjadi perilaku kerja sehari-hari. Kebersamaan di dalam perbedaan fungsi kerja harus dijaga demi menciptakan budaya kerja yang unggul. Kesadaran untuk mengembangkan sikap rendah hati dan ikhlas melayani yang lain menjadi sesuatu yang penting.

Salah satu penyebab perusahaan menjadi tidak sehat karena rasa tinggi hati dari masing-masing pimpinan divisi terhadap pemimpin divisi yang lain. Saling berkompetisi untuk mendapatkan tempat istimewa di hati dewan direksi menjadikan kerja divisi kurang berkolaborasi. Bila hal ini terus-menerus berlangsung, maka perusahaan berpotensi menderita kerugian dan kehilangan peluang untuk mencapai kinerja terbaik. Oleh karena itu, peran direksi untuk mengkoordinasi semua divisi secara adil dan profesional, serta memotivasi semua pimpinan divisi untuk selalu bekerjasama dan berkolaborasi dengan baik, akan meningkatkan kinerja divisi.

Para pimpinan divisi harus saling percaya satu sama lain, dan menyatukan staf-stafnya di dalam hubungan kerja yang saling melengkapi. Semua pimpinan divisi harus bersama-sama bergerak secara efektif dan produktif untuk mencapai tujuan perusahaan. Hindari konflik sejauh mungkin, sebab konflik dari pimpinan divisi bisa mempengaruhi dan menarik karyawan dan manajemen ke dalam konflik. Dan harus diingat bahwa konflik hanya memperbesar masalah dan menyulitkan penyelesaian pekerjaan. Dampaknya, produktivitas akan turun dan etos kerja menghilang.

Hubungan kerja yang produktif tidak pernah dibangun dari hubungan antagonis; hubungan yang penuh cinta dan peduli di dalam perusahaan akan meningkatkan produktivitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA MANAJER MENGELOLA KINERJA DI SEMUA BIDANG PEKERJAANNYA

“Bisnis yang baik adalah yang dicari dan dihargai oleh pelanggan. Manajer yang andal adalah energi positif untuk bisnis yang baik.”~Djajendra

Manajer adalah orang yang bertanggung jawab pada manajemen orang, proyek, anggaran, sistem, budaya, konflik, prosedur, administrasi, bisnis, etika, dan kepemimpinan. Begitu banyak tugas dan tanggung jawab seorang manajer. Diperlukan energi, kesehatan, waktu, kompetensi, dan kecerdasan untuk mengelola semua tugas dan tanggung jawab tersebut supaya dapat menghasilkan kinerja terbaik.

Peran manajer sangat luas dan juga harus bisa fokus pada rincian operasional. Tantangan terberat manajer adalah tidak boleh terjebak di sebuah titik pekerjaan, dia harus taktis dan memiliki strategi yang tepat dalam mengelola semua bidang pekerjaannya dengan kinerja penuh.

Manajer harus mampu mengelola waktu dan energinya secara tepat dan benar. Mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal prioritas. Mampu menjalankan fungsi-fungsi pekerjaan secara kreatif dan cerdas.

Manajer harus cerdas memahami bisnis perusahaan sehingga semua fungsi, peran dan tanggung jawabnya mampu memberikan kontribusi yang besar untuk kesuksesan bisnis. Dalam hal ini, manajer haruslah menjadi seorang intrapreneurship sejati. Artinya, dia harus mampu memiliki mindset layaknya seorang wirausaha. Dia harus merasa bisnis perusahaan seperti miliknya sendiri, mampu bertanggung jawab penuh bersama kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan.

Pengetahuan dan wawasan yang lebih mendalam tentang bisnis perusahaan, akan memudahkan manajer untuk membuat keputusan dengan intuisi dan logika. Keputusan logika selalu berdasarkan realitas dan perhitungan yang matang, sedangkan keputusan intuitif selalu berdasarkan gerak hati oleh pengalaman. Biasanya, keputusan intuitif ada unsur spekulasinya, sebab tidak dengan perhitungan yang pasti, lebih oleh perasaan dan keyakinan atas dorongan kepercayaan diri yang tinggi. Intuisi hanya boleh digunakan ketika manajer sudah sangat berpengalaman dan menguasai seluk-beluk bisnis secara utuh.

Bisnis yang baik adalah yang dicari dan dihargai oleh pelanggan. Manajer yang andal adalah energi positif untuk bisnis yang baik. Dalam hal ini, manajer harus memiliki nilai-nilai bisnis yang dihormati dan dihargai oleh pelanggan. Manajer harus mampu menghasilkan dan memasarkan jasa atau produk sesuai harapan pelanggan. Intinya, jasa dan produk perusahaan harus tampil untuk mempesona dan menjadi sesuatu yang dihargai di sepanjang jaman.

Memahami dan mengerti karyawan, kolega dan atasan. Dalam perusahaan, soliditas dan kolaborasi merupakan inti kekuatan. Seorang manajer hanya menjalankan salah satu fungsi organisasi, tetapi dia sangat tergantung dan memerlukan dukungan dari manajer-manajer lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sikap rendah hati untuk mengenal manajer-manajer lain secara individu. Memahami kekuatan dan kelemahan dari masing-masing manajer. Memahami cara berkomunikasi dan bekerja sama dengan masing-masing manajer. Mampu mengenal kualitas, kompetensi dan keandalan dari masing-masing karyawan pendukung. Mampu memotivasi dan mengarahkan karyawan untuk menjadi lebih produktif dan berkinerja.

Seorang manajer harus tumbuh dan berkembang dari akuntabilitas. Semangat bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan hasil sesuai misi dan tujuan. Manajer yang andal berorientasi pada kinerja terbaik, dan mampu melakukan hal-hal yang tepat dan benar di setiap situasi.

Selalu sadar dan terjaga di setiap keadaan. Mampu dengan cerdas memperhitungkan risiko dan menjadi lebih produktif dalam tindakan. Memahami visi besar perusahaan dan gambaran besar dari tujuan yang sedang dikerjakan. Menjadi seorang kolaborator yang kreatif dalam dinamika organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TUGAS MANAJER ADALAH MENERJEMAHKAN VISI PEMIMPIN

 

TUGAS MANAJER ADALAH MENERJEMAHKAN VISI PEMIMPIN

“Visi membutuhkan logika untuk membuat pekerja berpikir secara benar, dan membutuhkan emosi positif untuk mendorong mereka bertindak menciptakan kinerja.”~Djajendra

Visi ditetapkan oleh pemimpin dan manajer yang menerjemahkan visi kepada pekerjanya. Manajer harus menemukan strategi yang tepat agar pekerja dapat bekerja secara optimal. Manajer harus menjaga motivasi pekerja dan mengkomunikasikan visi perusahaan secara jelas dan benar. Manajer tidak boleh menetapkan visi, sebab visi adalah urusan pemimpin. Tugas manajer hanyalah menerjemahkan visi dan mengarahkan pekerja supaya dapat bekerja sesuai visi, nilai-nilai, tujuan dan misi perusahaan.

Pemimpin fokus pada hal-hal besar dan umum, manajer fokus pada hal-hal kecil dan detail. Manajer harus cerdas mengkomunikasikan visi dilevel pekerja, dan memotivasi pekerja agar menjadi lebih produktif bersama visi yang dikerjakan. Nilai-nilai di dalam visi harus dirinci dan dijadikan etos kerja. Intinya, jangan pernah mengabaikan nilai-nilai dan energi yang terdapat di dalam visi. Manajer harus betul-betul memahami dengan hati tentang energi dan nilai yang terdapat di dalam visi.

Walau visi perusahaan itu satu, setiap fungsi dan peran di dalam perusahaan memiliki kebutuhan yang berbeda. Manajer yang andal biasanya mampu mengkomunikasikan visi perusahaan sesuai kebutuhan dan perbedaan yang ada. Tugas pemimpin menerjemahkan visi dalam satu bahasa yang sama, tetapi manajer bertanggung jawab untuk menerjemahkan visi yang sama itu ke dalam pesan yang berbeda sesuai kebutuhan dari fungsi dan peran yang dikelola. Dan juga, visi harus dikomunikasikan dengan penalaran logis yang tepat agar dapat melayani realitas dengan sebaik-baiknya.

Setiap mengkomunikasikan visi perusahaan; maka, para manajer harus mampu memetakan sudut pandang, kepentingan, kebutuhan, tindakan seperti apa dan manfaatnya, termasuk mampu mendengarkan realitas di lapangan dengan sepenuh hati. Realitas bisa memicu perubahan sikap dari waktu ke waktu. Bisnis itu sangat dinamis, perilaku orang-orang di dalam bisnis itu sangat dinamis sehingga apapun bisa terjadi. Oleh karena itu, menjadi pendengar yang baik akan memberikan lebih banyak informasi kepada manajer. Dengarkan kebutuhan pekerja, dengarkan kebutuhan pelanggan, dengarkan kebutuhan setiap pemangku kepentingan dengan keterbukaan sikap. Dan, cerdaskan logika agar mampu mengkomunikasikan visi untuk setiap kebutuhan tindakan individu dan tim.

Sudut pandang yang tepat dan selaras dengan visi akan mengubah visi ke dalam tindakan yang produktif. Setiap tindakan tidak harus langsung mengarah ke tujuan akhir, tetapi memiliki tolak ukur dan tenggat waktu yang tepat. Langkah-langkah tindakan harus fisik, waktunya jelas, dan terukur untuk pencapaian kinerja. Manajer harus mampu bekerja di tingkat individu, dan menghubungkan satu individu dengan individu yang lain di titik produktif. Visi harus digambarkan sesuai kebutuhan dari fungsi dan peran. Fokus individu harus melibatkan emosi positif dan bergerak untuk bertindak sesuai rencana. Manajer harus memotivasi individu agar mencerdaskan logika untuk membuat mereka berpikir secara cerdas, serta mendorong emosi positif untuk bertindak secara produktif dan berkinerja.

Setiap individu dengan kompetensi yang andal adalah kekuatan yang mampu mengkontribusikan nilai tambah. Manajer yang andal mampu membantu individu untuk merasa bangga dan bahagia dengan pekerjaannya. Manajer yang andal mampu menerjemahkan visi pemimpin kepada setiap individu dan tim. Dan, mampu membuat mereka menjadi lebih profesional di dalam setiap tindakan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BRIEFING ADALAH KOMUNIKASI TATAP MUKA YANG MENYATUKAN PIMPINAN DENGAN STAFNYA

KUTA BALI-KEMENKES 2014BRIEFING ADALAH KOMUNIKASI TATAP MUKA YANG MENYATUKAN PIMPINAN DENGAN STAFNYA

“Briefing dapat mengingatkan kembali semua prioritas yang sifatnya segera, mengumpulkan informasi dari realitas di lapangan, dan mempersiapkan para staf untuk lebih relevan dengan pencapaian kinerja.”~Djajendra

Briefing adalah komunikasi tatap muka yang paling efektif dan cepat untuk menjalankan tugas sehari-hari. Para leader selalu menggunakan komunikasi briefing, untuk menyampaikan langsung kebutuhan dan informasi kepada para karyawan. Sifat komunikasi briefing adalah singkat, jelas, ringkas, terukur, langsung, tata muka, dialog, umpan balik langsung, dan interaksi langsung. Komunikasi briefing menjadikan leader dan karyawan saling berinteraksi secara langsung, untuk menuntaskan prioritas dan tanggung jawab harian.

Komunikasi briefing menjadikan leader dan tim selalu berhubungan; dan memastikan bahwa tujuan dan target masih dalam satu visi, satu misi, dan satu bahasa kerja. Komunikasi briefing menyediakan ruang untuk saling mengklarifikasi dan menguatkan etos kerja.

Pemimpin yang profesional memiliki etos komunikasi yang cepat, tepat, efisien, efektif, dan memiliki daya dorong untuk pencapaian terbaik. Briefing adalah sebuah etos komunikasi yang biasanya dipraktikkan, untuk menyatukan persepsi dan arah kerja tim. Briefing menjadikan hubungan kerja sangat dekat dan saling melengkapi. Briefing yang berkualitas menyatukan semua orang di dalam soliditas bersama, serta mendorong semua orang untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja.

Komunikasi briefing mampu memberikan penjelasan dan informasi dengan sangat rinci, akurat, tepat, relevan, dan sesuai realitas. Dialog tata muka antara leader dengan staf mampu menguatkan komitmen, kepercayaan, keyakinan, dan tanggung jawab bersama. Komunikasi briefing menjelaskan dan menerangkan segala sesuatu, serta menghilangkan kesalahpahaman dan ketidaktahuan.

Kesibukan di dalam rutinitas kerja dapat mengakibatkan staf lupa atau lalai, untuk fokus pada prioritas dan target. Di sinilah peran leader menjadi sangat penting untuk melakukan komunikasi briefing.  Briefing dapat mengingatkan kembali semua prioritas yang sifatnya segera, mengumpulkan informasi dari realitas di lapangan, dan mempersiapkan para staf untuk lebih relevan dengan pencapaian kinerja.

Briefing menjadikan informasi selalu terbarukan, realitas staf dan proses pencapaian target terkontrol dengan baik.  Briefing mendekatkan leader dan staf, menjadikan mereka saling mengklarifikasi, dan saling memberi umpan balik untuk sebuah pencapaian yang lebih baik.

Komunikasi langsung dan efektif sangatlah penting agar semua hal di dalam organisasi terkendali dan terjaga. Kegagalan komunikasi dapat menyebabkan kesalahpahaman, kebingungan, gosip,  dan keraguan pada realitas yang ada. Briefing sebagai salah satu cara berkomunikasi yang cepat dan efisien, mampu menyederhanakan hal-hal kompleks, untuk dapat memberikan informasi yang jelas dan ringkas. Jadi, seorang leader yang profesional pasti memanfaatkan kehebatan briefing untuk berkomunikasi secara murah, cepat, tepat sasaran, akurat, produktif, dan ringkas.

Briefing setiap hari dengan durasi pertemuan 30 sampai dengan 60 menit, mampu mengingatkan semua orang untuk fokus dan produktif. Di dalam briefing, pemimpin dapat memberikan informasi terbaru, memotivasi staf agar lebih hebat di dalam menuntaskan tugas dan tanggung jawab.

Briefing adalah komunikasi yang paling efektif untuk saling menguatkan peran kerja, menguatkan komitmen bersama, dan meningkatkan etos untuk pencapaian kinerja terbaik.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJER YANG HEBAT ADALAH TEMPAT MENEMUKAN SOLUSI DAN JALAN KELUAR UNTUK KINERJA TERHEBAT

002 dj“Manajer yang hebat selalu berkarya, melayani, berkontribusi, mengkoordinasi, dan memuliakan orang-orang yang ia pimpin.”~Djajendra

Manajer adalah pemimpin yang dipercaya oleh manajemen untuk mengurusi pekerjaannya melalui karyawan. Kualitas seorang manajer dalam memotivasi dan memberdayakan potensi karyawan sangatlah menentukan keberhasilan manajemen. Semakin mampu seorang manajer untuk merasakan dan memanfaatkan energi positif karyawan, semakin sukseslah dia sebagai manajer yang berkinerja tinggi.

Kinerja seorang manajer bersumber dari akumulasi kinerja para stafnya. Bila manajer tidak mampu memaksimalkan kinerja para stafnya, maka secara otomatis kinerja manajer menjadi tidak maksimal. Jadi, seorang manajer yang cerdas pasti memfokuskan pekerjaan para stafnya secara detail, dan mengoptimalkan semua potensi stafnya secara detail agar dirinya bisa mendapatkan akumulasi kinerja terbaik. Intinya, sukses seorang manajer sangat ditentukan oleh gairah kerja dan kontribusi berkualitas dari para stafnya. Juga, sukses seorang manajer adalah hasil kerja keras dan tanggung jawab penuh dari setiap stafnya, yang ikhlas untuk melayani pekerjaan dengan sepenuh hati dan totalitas.

Manajer yang ambisius dan sangat percaya diri untuk memanfaatkan orang-orang buat kehebatan dirinya sendiri, pastilah mengalami kegagalan. Sebaliknya, manajer yang rendah hati dan sangat memotivasi para stafnya untuk meningkatkan kinerja individu dan tim, pastilah menikmati sukses. Sukses seorang manajer tercipta saat dirinya cerdas membangun tim kerja yang hebat dan yang berkontribusi untuk menang.

Manajer menjalankan fungsi koordinasi dari seluruh proses kerja. Dalam hal ini, diperlukan energi positif manajer untuk melibatkan dan memaksimalkan energi positif setiap individu karyawan di dalam seluruh proses kerja. Untuk dapat melakukan hal ini, manajer harus menjadikan dirinya sebagai sebuah pintu terbuka yang siap untuk mendengarkan suara hati dari setiap karyawannya. Bila manajer sudah bisa merasakan suara hati karyawan dengan empati, maka dengan mudah dia mampu memperbaiki kekurangan yang ada, serta benar-benar menyiapkan potensi stafnya untuk berkinerja lebih baik.

Manajer yang memisahkan dirinya dari karyawan pastilah mengalami kesulitan yang luar biasa untuk meraih kinerja. Sebab, karyawan pasti tidak mengerti apa maunya manajer, dan karyawan pasti tidak mau melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh, sehingga manajer pasti tidak mampu mengoptimalkan potensi dan kemampuan karyawan.

Manajer yang hebat adalah tempat menemukan solusi dan jalan keluar. Seorang manajer yang hebat selalu memiliki jiwa yang terbuka lebar untuk menerima realitas apapun. Dia selalu membuka hati dan pikirannya untuk setiap karyawan yang ia pimpin. Dia seorang pendengar yang santun, yang selalu mendengar dengan empati, sehingga dengan mudah dapat menemukan jalan keluar terbaik.

Seorang manajer yang hebat adalah dia yang peduli dan ingin tahu tentang segala sesuatu yang sedang terjadi di dalam organisasinya. Dia akan turun ke level paling dasar untuk memahami akar masalah, lalu menghubungkannya ke level yang lebih tinggi, sehingga dia tahu apa yang harus dia lakukan untuk kebaikan dan kemajuan organisasinya.

Akuntabilitas adalah sebuah nilai dan perilaku bersama yang wajib dimiliki setiap individu. Tugas seorang manajer adalah memotivasi dan memberikan pencerahan kepada setiap individu karyawan untuk bertanggung jawab; untuk mempertanggung jawabkan kepada manajer dan organisasi tentang apapun yang dilakukan ataupun yang tidak dilakukan. Intinya, organisasi yang hebat adalah organisasi yang energi akuntabilitasnya kuat dan unggul. Dan, manajer yang hebat adalah manajer yang meningkatkan kualitas akuntabilitas secara terus-menerus. Jadi, integritas dan loyalitas setiap orang di dalam organisasi ditentukan oleh kualitas akuntabilitas pribadi. Semakin tinggi kualitas akuntabilitas seseorang, semakin jujur dan setia dirinya untuk meningkatkan kinerja organisasi. Akuntabilitas bukanlah sebatas kata-kata, tetapi sebuah perilaku dan sikap yang harus melancarkan seluruh proses kerja organisasi.

Manajer yang hebat haruslah memiliki kreativitas yang tinggi agar cerdas memecahkan masalah. Organisasi pasti selalu harus menghadapi tantangan dan juga kesulitan. Oleh karena itu, diperlukan manajer-manajer yang cerdas menjalankan organisasi dengan keputusan-keputusan yang hebat. Kualitas kompetensi untuk memecahkan masalah sangatlah menentukan kredibilitas dan reputasi organisasi. Semakin cepat, tepat, dan melayani sebuah keputusan manajer; maka semakin kecil potensi kerusakan atau hilangnya kredibilitas organisasi. Manajer yang hebat adalah tiang dan pondasi yang menguatkan reputasi organisasi.

Energi tenang manajer sangatlah dibutuhkan oleh para karyawan. Manajer tidak boleh terjebak dalam kesibukan yang luar biasa, sehingga tidak memiliki waktu untuk mengamati realitas karyawannya dengan kekuatan energi tenangnya. Manajer harus menjadi pengamat yang adil dan jujur dengan penuh empati dan cinta, sehingga mampu merasakan suasana batin para karyawan. Kemampuan manajer untuk selalu berada di sekitar orang-orang yang dipimpinnya dengan penuh empati, akan menjadikan dirinya sebagai energi yang meningkatkan kinerja timnya.

Manajer yang hebat tidak pernah mengeluh tentang stafnya, tetapi selalu merasakan potensi dan kontribusi hebat dari staf-stafnya dengan rasa syukur dan terima kasih. Bila menemukan manajer atau eksekutif puncak yang mengeluhkan kekurangan dan kelemahan para stafnya, maka mereka sesungguhnya tidak pantas menjadi pemimpin, dan seharusnya merasa malu dengan posisinya tersebut. Sebab, bukankah jabatan dan kekuasaan yang diberikan kepada mereka untuk memimpin dan memberdayakan para stafnya. Jadi, mengapa harus mengeluh, bukankah sebaiknya bekerja daripada mengeluh?

Sikap manajer dan eksekutif puncak yang suka mengeluh menunjukkan mereka malas untuk mengelola, melatih, dan menggunakan hati untuk menjadikan karyawan mereka seperti yang mereka inginkan. Kualitas karyawan dihasilkan dari kualitas kepemimpinan. Bila kepemimpinan yang memimpin karyawan berkualitas rendah, maka karyawan-karyawan hebatpun akan berkualitas rendah dan berkinerja apa adanya.

Manajer yang hebat adalah dia yang bertanggung jawab penuh dan membuat seluruh stafnya bahagia bersama pekerjaannya. Tidak akan ada sikap mengeluh di dalam organisasi bila manajer cerdas memotivasi stafnya, untuk melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati dan mampu berkinerja dengan hati yang bahagia.

Manajer yang hebat selalu memulai pekerjaannya dengan menemukan orang-orang yang tepat dan hebat; sehingga dia mampu melatih, memberdayakan, memotivasi, dan meningkatkan kualitas kerja mereka untuk menghadapi segala kemungkinan di tempat kerja.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com