KUATKAN MENTAL UNTUK MENJALANKAN BISNIS DENGAN DOLLAR DI ATAS Rp 14.000,-

PIKIRAN BERTINDAK“Ketangguhan mental dan aliran energi pemenang di tengah krisis, akan menjadi kekuatan untuk meraih kemenangan bagi bisnis Anda.”~Djajendra

Sebuah titik krisis adalah ujian bagi ketangguan mental pebisnis. Siapa yang tangguh dan kreatif akan muncul sebagai pemenang. Krisis dan kesulitan pasti berlalu, tetapi saat mereka hadir, kepanikan dan kebingungan bisa membuat mental buntu dan tanpa solusi.

Bagi para pemenang, apapun tantangannya, dia selalu kuat, dan berani mengambil sikap untuk bergerak melalui disiplin bagi keberhasilan. Mereka mampu berprestasi di atas hambatan dan rintangan. Mereka selalu bersikap tegas, optimis, kreatif, berani, ikhlas dan fokus pada pencapaian terbaik. Mereka mampu memetakan persoalan dengan kreatif dan cerdas, lalu mengatasi semua hal di titik krisis dengan sempurna.

Bagi mental kalah, mereka begitu mudah terjebak di dalam kesulitan, lalu mengeluh dan putus asa dengan realitas. Mereka sangat pintar melempar kesalahan kepada yang lain, dan sibuk membuang energi untuk mencari alasan pembenaran atas ketidakmampuan mereka.

Ada sebuah cerita yang begitu luar biasa dari seorang pemenang sejati bernama Thomas Alva Edison. Pada tahun 1914 pabrik Thomas Edison terbakar habis, semua penemuan dan prototipe hancur terbakar menjadi abu, dan dia mengalami kerugian sekitar lebih dari 23 juta dollar pada saat itu. Atas kejadian tersebut, Thomas Alva Edison tidak sedih, dia hanya berkata “Bersyukurlah semua kesalahan kami terbakar. Sekarang kami bisa memulai lagi dengan lebih hebat.” Reaksi Thomas Alva Edison menggambarkan jiwa yang tangguh dan penuh optimis. Di saat semua kekayaannya terbakar habis, dia melihat peluang untuk bekerja dengan lebih hebat lagi. Ketika gagal 10.000 kali, Thomas Edison hanya berkata, “ saya belum gagal. Saya baru saja menemukan 10.000 cara yang tidak akan bekerja.” Thomas Alva Edison adalah role model tentang ketangguhan di tengah krisis. Dia tetap meningkatkan pencapaian di titik krisis yang dia hadapi. Dia tetap penuh semangat di titik krisis yang dia hadapi. Dia tidak pernah mengeluh, melemparkan kesalahan, dan lari dari kenyataan.

Landasan ketangguhan mental adalah pikiran positif dan kecerdasan emosional. Ketika emosi dan pikiran Anda dalam wilayah positif, maka Anda menjadi sangat optimis dan produktif. Energi positif dapat meningkatkan semangat untuk tampil lebih fleksible dalam menjalankan usaha.

Jadilah lebih percaya diri. Bila titik krisis sudah terjadi, tugas Anda adalah meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri untuk menemukan peluang baru dari keadaan yang ada. Oleh karena itu, tingkatkan semangat karyawan dan pimpinan perusahaan Anda. Latih mereka menjadi energi optimis dengan mental tangguh. Tingkatkan kemampuan mereka untuk menjadi lebih percaya diri dalam menemukan solusi. Tanamkan keyakinan positif dan optimis atas potensi krisis yang ada, jangan menutupi apapun, bangkitkan semangat kerja keras mereka di tengah ketidakamanan bisnis Anda. Mental karyawan dan pimpinan tangguh selalu bergairah dengan tantangan yang ada, dan sangat cerdas menginspirasi orang lain untuk membantu mereka mencapai kinerja yang diinginkan, walau realitas bisnis sedang di tengah krisis.

Krisis merupakan tanda untuk merangkul perubahan, dan tidak lagi ngotot dengan apa yang sudah direncanakan. Miliki perilaku kerja yang fleksible dan terus-menerus beradaptasi dengan perubahan. Krisis tidak boleh melumpuhkan proses bisnis Anda, tetaplah kreatif dan rendah hati. Kuatkan mental orang-orang di internal perusahaan, yakinkan dan bangkitkan semangat kerja dengan etos yang luar biasa untuk tetap menang di tengah badai krisis.

Jadilah rendah hati dan kreatif di tengah potensi perubahan oleh dampak krisis. Tenangkan pikiran, kuatkan energi positif, lancarkan energi dari otak sampai ke ujung kaki Anda. Bernafaslah dalam-dalam dan yakinlah bahwa Anda sangat terbuka untuk mengenali, memanfaatkan, dan menciptakan peluang di tengah krisis yang terjadi. Perubahan adalah pasti, dan bila Anda bersahabat dengan perubahan, Anda akan selalu menciptakan peluang baru bagi kemajuan bisnis Anda.

Bila bisnis Anda sedang mengalami kesulitan dan kegagalan, maka rangkullah kegagalan tersebut. Jangan marah atau memusuhi kegagalan. Orang-orang bermental tangguh selalu menerima kegagalan, kerugian, kehilangan dan kesulitan dengan tangan terbuka. Lalu, mereka menjadikannya sebagai guru dan belajar dari mereka untuk menuju sukses ke level yang lebih tinggi.

Walau Rupiah sudah di atas Rp 14.000,- per dollar Amerika, dan sebagian pebisnis yang sudah pusing tujuh keliling. Hal ini bukan sebuah akhir, tetapi sebuah awal untuk kemajuan yang lebih tinggi.Oleh karena itu, kuatkan mental dan energi pemenang melalui budaya organisasi Anda agar semua sikap, perilaku, kebiasaan, karakter, dan etos kerja dari sumber daya manusia perusahaan Anda mampu menang di tengah krisis; mampu sukses dan mencapai kinerja terbaik di tengah potensi krisis.

Jangan terjebak di tengah krisis, jangan frustasi di tengah badai krisis. Kuatkan mental pemenang dan energi pemenang di tengah lingkungan kerja Anda agar semua insan perusahaan Anda mampu membuka jalan bagi keberhasilan bisnis Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

BERURUSAN DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGHALALKAN SEGALA CARA UNTUK MENCAPAI TUJUAN

“Bagi manipulator, mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara, adalah kebenaran. Kesepakatan yang tidak sesuai tujuan mereka, pasti mereka khianati.”~Djajendra

Sangat pintar memutarbalikan fakta; sangat berkemampuan berbohong dan membenarkan kata-kata bohongnya; sangat pintar memanipulasi keadaan; sangat pintar berargumen tanpa logika, tanpa akal sehat; sangat pintar berputar-putar, menarik ulur, dan menciptakan persepsi seolah-olah dirinya dirugikan. Mereka adalah para manipulator, yang suka menghalalkan segala cara, untuk mencapai tujuan.

Seorang manipulator memiliki energi negatif dalam wujud licik, trik negatif, kecurangan, tipu daya, menyelewengkan, menyalahgunakan, dan berlogika tanpa akal sehat. Mereka cerdas menguasai kelemahan lawan. Setelah kelemahan lawan ditemukan, mereka akan menggunakannya untuk menyerang dari setiap sisi dan sudut. Mereka tidak malu dengan persepsi orang banyak; mereka ngotot dan sangat percaya diri, untuk menghalalkan segala cara demi tujuan. Mereka memiliki banyak akal negatif, dan selalu siap melanggar etika demi mencapai tujuan. Mereka terus-menerus akan mengulang rencana tidak baiknya, untuk mengambil keuntungan dari ketidakmampuan lawan. Mereka tidak akan menghentikan sebuah eksploitasi terhadap hal-hal buruk lawannya. Mereka adalah manipulator ulung, yang sangat terlatih untuk memanipulasi realitas.

Bagaimana cara berurusan dengan manipulator, yang suka menghalalkan segala cara, untuk mencapai tujuan?

Memang tidak mudah menghadapi orang-orang yang cerdas memanipulasi. Mereka sangat berkemampuan dan sangat ahli, untuk menghalalkan segala cara. Mereka memiliki banyak akal buruk, untuk membuat Anda tidak berdaya. Tetapi, mereka suka lupa bahwa kebenaran selalu menang, walau kemenangannya itu harus melewati sebuah proses panjang, yang dinamis dan tidak pasti.

Biasanya, seorang manipulator berkarakter tinggi hati dan sangat percaya diri. Dan, inilah titik lemah dia. Sikap yang berlebihan dan sombong menjadikan dirinya mudah jatuh dan kalah. Sikap yang berlebihan dan sangat tinggi hati, menjadikan dia sebagai musuh akal sehat, sehingga dia harus berhadapan dengan realitas yang memusuhi keberadaannya.

Para manipulator suka lupa bahwa akal sehat selalu menguatkan dirinya di tengah diamnya orang banyak. Akal sehat tidak pernah mati oleh seorang manipulator hebat. Akal sehat selalu meningkatkan kekuatan, dan mengkonsolidasikan ketangguhannya, untuk mengalahkan manipulator.

Jadi, bagaimana cara Anda menghadapi para manipulator?

Jawabannya sangat mudah. Miliki prinsip-prinsip dan nilai-nilai kehidupan, yang kuat memagari Anda dari para manipulator. Jadilah pribadi yang konsisten dengan nilai-nilai kehidupan positif. Apapun hal terburuk yang sedang Anda hadapi, jangan pernah ragu, untuk tetap memegang erat prinsip dan nilai-nilai positif.

Kuatkan integritas diri sendiri. Kuatkan dan kayakan pikiran bawah sadar dengan nilai-nilai positif dan optimis. Latih jiwa, raga, dan pikiran untuk menjadi pejuang kebaikan. Siapkan mindset positif untuk mengawal sikap, perilaku, kebiasaan, dan emosi agar selaras dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kehidupan positif.

Orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tidak akan menyerah oleh persepsi umum yang memusuhi sikap dan perilaku mereka. Mereka dengan licik akan menciptakan manipulasi-manipulasi baru demi mencapai tujuan. Mereka sangat tangguh dan kuat, untuk menciptakan pengaruh pada kelompoknya, dan sangat solid di dalam kebersamaan.

Para manipulator sangat berkeyakinan, untuk mempengaruhi kehidupan sosial. Mereka akan bersikap, seolah-olah mereka adalah dewa penolong, yang bisa menyelamatkan kepentingan orang banyak. Tetapi, cara mereka ini hanya akan sukses; bila kehidupan sosial buta informasi, rendah wawasan, terdoktrin oleh nilai-nilai dari tujuan, yang mereka perjuangkan.

Dalam kehidupan masyarakat yang terbuka dan kaya informasi, para manipulator mudah dikalahkan oleh kecerdasan akal sehat. Mereka sulit mendapatkan hati dari akal sehat orang banyak. Mereka hanya berpotensi menjadi musuh bersama dari akal sehat. Semua upaya dan perjuangan mereka, untuk mencapai tujuan, akan gagal dan sulit diwujudkan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TRANSPARANSI ADALAH JALAN UNTUK MENUJU INTEGRITAS DAN AKUNTABILITAS

DJAJENDRA 0988“Ketika Anda memperlihatkan integritas dengan cara menjadikan pekerjaan Anda lebih akuntabel dan transparan, maka publik akan memberikan Anda kredibilitas dan reputasi, karena hebatnya integritas Anda kepada apa yang Anda lakukan.”~Djajendra

Transparansi bertujuan untuk menghindarkan seseorang dari rasa curiga orang lain kepadanya, dari fitnah, dari persepsi negatif, dan juga menjauhkan dirinya dari energi korupsi. Intinya, bila tidak ingin difitnah, dituduh melakukan korupsi atau menyalahgunakan jabatan dan wewenang, maka bekerjalah dengan transparan. Jadilah terbuka dan tunjukkan pola kerja dengan tingkat transparansi yang sempurna.

Transparansi di tempat kerja berarti tidak ada yang disembunyikan dari tanggung jawab dan pekerjaan; tidak ada yang dibuat tidak terlihat agar bisa mendapatkan keuntungan buat diri sendiri; selalu mempertanggung jawabkan dan menjadikan jelas atas tujuan, kegiatan, struktur, informasi, pengambilan keputusan, penggunaan sumber daya, penggunaan kekuasaan dan jabatan.

Kejujuran, keterbukaan, keandalan, dan pertanggung jawaban adalah hal-hal yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan transparansi dengan baik. Transparansi mampu mencegah semua potensi niat tidak baik, ataupun semua potensi yang bermaksud mengambil keuntungan pribadi dari yang bukan haknya. Transparansi akan menyelamatkan sumber daya perusahaan dari perilaku korup ataupun mencegah potensi korupsi di tempat kerja.

Bila perusahaan ingin meningkatkan kualitas integritas dan akuntabilitas karyawan di tempat kerja, maka transparansi haruslah menjadi budaya yang berkarakter kuat di dalam kepribadian masing-masing individu di tempat kerja. Tanpa kekuatan transparansi tidaklah mungkin integritas dan akuntabilitas dapat diwujudkan di tempat kerja. Transparansi membuat setiap aspek dan dimensi kerja menjadi lebih jelas dan terang, sehingga semua informasi yang paling jujur tersedia untuk kebutuhan manajemen dan publik.

Menjalankan pekerjaan dengan akurasi, tanggung jawab, dan integritas. Ini berarti, apapun yang dikerjakan atau diberikan tugas dan tanggung jawab, maka mampu secara profesional memberikan laporan yang benar dan jujur. Intinya, transparansi membutuhkan segala sesuatu yang jelas, serta terinci dengan benar dan jujur untuk dapat dipertanggung jawabkan dimanapun dan kapanpun.

Ketika transparansi diabaikan, maka penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan untuk keuntungan pribadi pasti akan dilakukan. Tanpa transparansi akan tercipta ruang gelap atau hutan belantara di dalam sistem kerja. Jelas, di dalam kondisi seperti ini, orang-orang yang lemah integritas pribadinya dan yang terobsesi untuk kaya dengan segala cara berpotensi melakukan korupsi. Biasanya, mereka yang lemah ini akan menyalahgunakan sumber daya perusahaan termasuk sumber daya keuangannya. Jadi, walaupun secara formal sudah menjalankan good governance dengan baik, tetapi mereka akan lebih fokus untuk mencari celah agar dapat menyembunyikan pola dan cara mereka membuat keputusan untuk keuntungan pribadi.

Transparansi adalah cara untuk menghentikan konflik kepentingan. Bila semua proses kerja dilakukan secara terbuka dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi, maka tidak akan ada ruang untuk konflik kepentingan, sehingga semua orang dapat melakukan kegiatan kerja dengan tenang dan sangat profesional. Apalagi bila sistem kerja, prosedur, nilai-nilai budaya kerja, tata kelola yang etis, dan prinsip-prinsip good governance mampu dijalankan di dalam kekuatan transparansi dan akuntabilitas yang konsisten, maka konflik kepentingan secara otomatis akan berhenti.

Transparansi menjadi sangat penting untuk meningkatkan reputasi dan kredibilitas organisasi. Transparansi akan membangun kepercayaan dalam diri setiap orang di dalam organisasi, untuk menjadi lebih setia dan melayani organisasi dengan sepenuh hati. Transparansi akan menguatkan perilaku etis dan profesional, sehingga stakeholder menjadi semakin percaya kepada keunggulan perusahaan. Transparansi akan mencegah niat untuk melakukan korupsi, sehingga perusahaan dapat beroperasi secara efektif dan efisien.

Transparansi adalah jalan untuk menuju integritas dan akuntabilitas. Setiap pemimpin di tempat kerja wajib memimpin dengan keteladanan dan memberi contoh integritas dan akuntabilitas yang konsisten. Pemimpin merupakan kunci untuk dapat menjalankan transparansi di tempat kerja. Bila pemimpin secara konsisten berperilaku dan bersikap sesuai nilai-nilai budaya organisasi dan prinsip-prinsip good governace, maka seluruh karyawan akan terpengaruh untuk bekerja dengan lebih transparan termasuk meningkatkan kualitas diri untuk akuntabilitas dan integritas yang lebih baik.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

CARA MENJALANKAN AKUNTABILITAS DI TEMPAT KERJA

DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL 2014

“Akuntabilitas dihasilkan dari integritas dan transparansi, yang dilakukan secara konsisten dan sepenuh hati oleh pribadi-pribadi yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya.”~Djajendra

Dalam praktik Good Corporate Governance, akuntabilitas adalah sebuah nilai dan juga prinsip yang wajib dijadikan sebagai karakter kerja. Realitasnya, semua orang mengerti dan paham tentang makna akuntabilitas, tetapi mereka tidak mampu menjalankannya.

Akuntabilitas berarti individu bertanggung jawab penuh atas pikiran, perkataan, perbuatan, emosi, cara kerja, keputusan, dan sikap di tempat kerja. Dalam hal ini, individu wajib memiliki integritas dan transparansi di dalam perilaku kerjanya, sehingga dari sanalah akuntabilitas dapat dijadikan karakter kerja untuk memperkuat tugas dan tanggung jawabnya.

Seseorang dengan akuntabilitas yang tinggi tidak akan melemparkan tanggung jawabnya kepada orang lain. Seorang manajer dengan akuntabilitas yang baik pasti merasa bertanggung jawab penuh atas kesalahan yang dibuat oleh para stafnya. Demikian juga dengan seseorang yang memegang hirarki tertinggi, bila dia memiliki akuntabilitas, maka dia selalu akan bertanggung jawab penuh atas tindakan orang-orang yang dia pimpin.

Karena akuntabilitas ini sesuatu yang tidak sederhana dan mudah, maka diperlukan pengendalian diri, kejujuran dan keikhlasan. Bila tidak mampu menjalankan sebuah tanggung jawab, lebih baik jangan diambil tanggung jawab tersebut. Jangan karena ingin kekuasaan, jabatan, fasilitas, dan uang yang banyak, lalu mengambil sebuah pekerjaan yang tidak mampu Anda pertanggung jawabkan dengan penuh integritas. Jadilah pribadi yang bekerja secara profesional dan bukan oleh nafsu untuk mengejar kepentingan pribadi dengan segala cara.

Pastikan bahwa sebelum membuat komitmen dan kewajiban, sudah dengan sangat jujur menilai kemampuan dan kualitas kompetensi diri sendiri, sehingga diri sudah dapat memetakan batas akuntabilitas yang mampu dikerjakan dengan penuh tanggung jawab. Jagalah kata-kata dan sikap agar tidak berlebihan. Jangan menawarkan hal-hal yang tidak dapat Anda pertanggung jawabkan. Terimalah pekerjaan yang bisa Anda lakukan dengan tulus, penuh kualitas, penuh integritas, dan selalu mampu menindaklanjutinya dengan cara-cara yang lebih kreatif.

Jangan berikan terlalu banyak janji-janji; jangan membuat rencana tanpa memiliki sumber daya untuk eksekusinya; jangan berandai-andai bersama pikiran dan kecerdasan Anda. Ingat! Akuntabilitas mengukur integritas dan kualitas Anda. Jadi, sekali Anda ingkar janji, gagal mewujudkan rencana, dan tidak mampu memahami realitas, maka rusaklah akuntabilitas Anda, dan Anda tidak akan dipercaya lagi, atau mungkin terpaksa harus berurusan dengan hukum.

Memiliki akuntabilitas berarti melakukan yang terbaik dengan sebenar-benarnya, dan tidak mengabaikan atau menyesatkan tanggung jawab. Bila Anda sepenuh hati mempertanggung jawabkan segala sesuatu dengan integritas yang tinggi, maka dari waktu ke waktu reputasi dan kredibilitas Anda pasti meningkat pesat. Kepercayaan adalah atribut yang diperoleh dari akuntabilitas Anda. Jadi, bersikaplah dan bertindaklah dengan konsisten agar Anda menjadi pribadi yang selalu dipercaya dan diandalkan.

Di tempat kerja, setiap karyawan wajib memiliki akuntabilitas atas hubungan, posisi, tugas, pekerjaan, dan hirarki. Sebagai profesional wajib bertanggung jawab kepada pemberi kerja/perusahaan termasuk memiliki akuntabilitas kepada tata kelola, standar perilaku, kinerja, etika, dan tata krama.

Ketika akuntabilitas sudah menjadi karakter kerja, maka karyawan secara pribadi merasa bertanggung jawab penuh atas tindakan, kelalaian, dan keputusan yang dibuat. Oleh karena itu, mereka akan bekerja dengan prinsip kehati-hatian; patuh pada hukum dan etika; bekerja dengan profesional untuk patuh pada prosedur dan sistem; patuh pada standar kerja perusahaan; selalu menggunakan bukti dan mengadministrasikan bukti untuk pertanggung jawaban; bekerja melalui proses kerja yang taat tata kelola dan praktik-praktik terbaik; apapun yang dilakukan atau dikerjakan selalu berdasarkan pengetahuan yang jelas dan tepat; semua tindakan pasti memenuhi syarat untuk menjadi hasil akhir yang dapat dipertanggung jawabkan.

Orang-orang dengan akuntabilitas yang tinggi selalu hidup dalam integritas yang tinggi; sehingga semua sikap dan tindakan mereka menjadi unggul dalam etika, prinsip, nilai-nilai, tata kelola, sistem, dan akal sehat. Dalam hal ini, mereka juga bertindak dengan mengambil inisiatif untuk mewujudkan tanggung jawab mereka dengan penuh integritas.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

MENUNTASKAN MASALAH

“Hiduplah di tengah orang-orang yang suka memecahkan masalah, bukan yang suka mengkonflikkan masalah. Jadilah pribadi yang mendukung orang-orang yang memecahkan masalah, jangan pernah mendukung orang-orang yang hobinya menciptakan masalah. Temukan masalah untuk dipecahkan, jangan menemukan masalah untuk diperdebatkan.” ~ Djajendra

Masalah adalah bagian dari kehidupan yang membutuhkan solusi yang terhitung risikonya. Masalah selalu membawa peluang dan kesempatan. Bila masalah disikapi dengan pikiran kreatif dan emosi yang cerdas, maka masalah akan memberikan sebuah peningkatan dan kemajuan.

Jangan takut dengan masalah. Hadapi masalah dengan sikap optimis, temukan solusi untuk menuntaskan masalah tersebut. Kuatkan keterampilan hidup dengan ilmu pemecahan masalah, dan siapkan mental positif untuk pemecahan masalah yang tepat terhadap setiap masalah.

Bila Anda terlatih dan terbiasa untuk mengatasi masalah dengan tenang, dan dengan taktik yang tepat untuk pemecahan masalah, maka hidup Anda pasti selalu dengan solusi dan terarah pada kemajuan. Biasakan untuk tersenyum pada masalah, biasakan untuk mengalir di tengah-tengah masalah, tanpa khawatir dan takut terhadap masalah tersebut.

Masalah selalu hidup di tengah-tengah perbedaan. Perbedaan cara berpikir, perbedaan cara bersikap, perbedaan persepsi, perbedaan pendekatan, perbedaan keyakinan, dan semua yang sifatnya berbeda, berpotensi menciptakan masalah. Intinya, masalah selalu hidup dan tumbuh di tengah-tengah realitas kehidupan.

Hiduplah di tengah orang-orang yang suka memecahkan masalah, bukan yang suka mengkonflikkan masalah. Jadilah pribadi yang mendukung orang-orang yang memecahkan masalah, jangan pernah mendukung orang-orang yang hobinya menciptakan masalah. Temukan masalah untuk dipecahkan, jangan menemukan masalah untuk diperdebatkan.

Masalah hadir dalam berbagai dimensi dan ukurannya. Ada masalah kecil, masalah besar, masalah yang sangat kompleks, masalah yang penuh dilema, masalah yang menghilangkan akal sehat, atau juga masalah yang sulit untuk pemecahaannya. Tetapi, apapun realitas dari masalah itu, tetaplah temukan solusi, dan hindari konflik.

Konflik adalah tanda bahwa diri belum bersyukur dengan hidupnya, dan belum berterimakasih kepada TUHAN. Biasanya, orang-orang yang belum mampu bersyukur, belum mampu ikhlas, belum mampu berjiwa besar, dan belum mampu hidup di dalam energi positif, akan menjadikan masalah sebagai akar konflik. Dan juga, tidak akan pernah mampu menemukan cara untuk menyelesaikan masalah. Sebab, mereka hidup di dalam egonya yang menutup pikiran baik dan emosi cerdas mereka.

Setiap masalah harus dipahami akar persoalannya. Setelah itu, mendefinisikan masalah tersebut agar dapat dilihat dan diukur dengan tepat. Selanjutnya, mendiskusikannya dengan cara menciptakan berbagai macam alternatif. Pastikan setiap alternatif memiliki konsekuensi yang berisiko minimal. Kemudian, melakukan evaluasi atas alternatif pilihan, mendekati masalah dengan hati yang bersih, tanpa membawa agenda pribadi. Terapkan alternatif yang dipilih dan jadikan solusi yang paling tepat.

Jangan pernah terobsesi untuk menyenangkan hati semua orang dengan solusi Anda. Tidak mungkin Anda bisa menyatukan semua orang di dalam solusi Anda. Anda hanya dapat menerapkannya dengan konsekuensi berisiko minimal, dan mengelola setiap orang agar mereka berkontribusi secara positif untuk mewujudkan solusi Anda.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

CERDASKAN EMOSI SEBELUM MEMBUAT KEPUTUSAN BERDASARKAN INSTING

DJAJENDRA 26 02 2014 - 3“Insting adalah keputusan yang bersumber dari pikiran bawah sadar. Dalam keadaan yang terdesak, saat pikiran sadar kekurangan pengetahuan dan cara, maka pikiran bawah sadar bisa secara otomatis mengeluarkan solusi. Sebaiknya, insting hanya digunakan oleh orang-orang yang sangat berpengalaman secara praktis, dan yang berani bertanggung jawab atas kegagalan instingnya. Sebab, keputusan berdasarkan insting bukanlah keputusan akal sehat, tetapi merupakan keputusan spekulasi untuk mengambil sikap atas sebuah persoalan.”~Djajendra

Pikiran bawah sadar merupakan tempat menyimpan segala sesuatu. Apapun yang pernah masuk ke pikiran bawah sadar, tidak bisa dihapus lagi. Boleh saja pikiran sadar lupa atau tidak mengetahuinya, tetapi pikiran bawah sadar selalu menyimpan segala sesuatu, tanpa sepengetahuan pikiran sadar. Biasanya, pikiran bawah sadar akan membantu pikiran sadar dalam bentuk insting, naluri, intuisi, atau dalam bentuk emosi yang lainnya.

Insting, naluri, dan intuisi adalah bagian dari keberanian untuk spekulasi. Dan, tentu saja, keberanian untuk spekulasi berarti berani menerima risiko. Biasanya, dalam hal ini, risiko tersebut tidak terpetakan dan tidak terkelola, sehingga hasil akhirnya bisa untung atau rugi. Dalam bisnis, sebagian besar pemilik bisnis pasti menggunakan insting, naluri, dan intuisi untuk membuat keputusan. Termasuk, sebagian orang yang suka berspekulasi dibidang apapun, pasti terbiasa menggunakan insting untuk membuat keputusan. Intinya, siapapun yang berani bertanggung jawab atas risiko dan hasil akhirnya, pasti berani mengambil keputusan dengan instingnya.

Insting yang baik adalah yang berlandaskan emosi cerdas. Emosi yang cerdas berpotensi menghilangkan nafsu serakah, berpotensi mengurangi dorongan oleh ego yang merasa paling tahu, atau rasa percaya diri yang merasa paling mampu. Bagaimanapun keputusan berdasarkan insting hanyalah boleh dilakukan untuk persoalan-persoalan yang tidak berdampak luas. Bila sebuah keputusan berdampak luas dan menyangkut kehidupan banyak orang, maka keputusan rasionallah yang paling tepat. Sebab, dalam keputusan rasional, ada hitung-hitungannya yang sangat jelas dan pasti, termasuk sudah ada perhitungan dan pemagaran terhadap potensi risiko.

Dalam urusan negara atau pemerintahan sebaiknya tidaklah boleh menggunakan keputusan berdasarkan insting, naluri, atau intuisi. Sebab, bila keputusan tersebut gagal, dampaknya berpotensi merugikan negara secara luas. Untuk memenuhi asas akuntabilitas, maka setiap keputusan yang dibuat wajib berdasarkan keputusan rasional dengan perhitungan dan skenario yang jelas, dan dapat dipertanggung jawabkan. Intinya, jangan sampai urusan negara dan pemerintahan dipermainkan dalam ruang spekulasi; pastikan semua yang diurus dalam negara memiliki energi akuntabilitas, integritas, transparansi, dan harus dapat dijelaskan dengan akal sehat.

Siapapun yang berani mengambil keputusan secara insting harus juga berani mengambil tanggung jawab. Insting seseorang adalah urusan emosi dirinya, urusan perasaan pribadinya, urusan pola pikirnya, dan urusan sikap pribadinya. Intinya, bila seseorang sudah berani mengambil keputusan dengan insting, maka dia harus bertanggung jawab penuh, tanpa alasan, tanpa pembelaan, atas keputusannya tersebut.

Dalam teori ekonomi, insting adalah bagian dari spekulasi. Proses pengambilan keputusan secara insting sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang berpengalaman di dunia bisnis, pasar modal, pasar uang, dan dalam berbagai urusan yang ruang risikonya terbatas pada individu atau unit usaha. Dalam urusan pemerintahan atau mengurus negara, tidaklah boleh ada unsur spekulasi, sebab yang diperjudikan adalah seluruh warga negara dan sumber dayanya.

Keputusan yang tepat adalah keputusan yang dibuat secara rasional dengan perhitungan yang terukur risiko dan peluangnya. Jadi, siapapun yang mengambil keputusan secara insting dan mencoba merasionalkannya, maka dia harus membuat perhitungan dan skenario yang jelas agar kebenaran instingnya tersebut dapat dia pertanggung jawabkan setiap saat.

Intuisi haruslah bersumber dari pikiran jernih dan terang. Di dalam ketenangan sikap dan cara berpikir, di dalam emosi yang cerdas, di dalam ketulusan dan keikhlasan hati, maka intusi yang tepat dapat menciptakan solusi.

Cerdaskan emosi sebelum membuat keputusan dengan insting. Sebab, bila keputusan insting tersebut diragukan oleh banyak pihak, maka diri yang membuat keputusan insting tersebut harus berani mempertanggung jawabkannya dengan ikhlas. Persoalannya, keputusan insting sifatnya perasaan pribadi, dan bukan perasaan orang banyak, sehingga sangat mudah menciptakan berbagai penafsiran yang beragam atas insting seseorang. Jadi, siapapun yang berani mengambil keputusan secara insting, dia harus berani bertanggung jawab dan menerima konsekuensi atas keputusannya tersebut.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

HARI ANTI KORUPSI SE-DUNIA 9 DESEMBER 2013

DJAJENDRA2013“Korupsi adalah penyakit mental yang sangat mematikan eksistensi sebuah bangsa. Bila di dalam sebuah bangsa terserang penyakit korupsi, dapat dipastikan bangsa itu akan menjadi bangsa yang lemah, yang selalu sakit-sakitan di berbagai bidang kehidupan.” ~ Djajendra

Pada tanggal 31 Oktober 2003 Perserikatan Bangsa-Bangsa telah melakukan pengesahan Konvensi PBB Melawan Korupsi (United Nation Convention Against Corruption 2003). Dan juga telah menetapkan setiap tanggal 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi Internasional. PBB sebagai milik bangsa-bangsa se-dunia berperan untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan perdamaian di dunia.

Dalam pandangan PBB, korupsi dianggap telah menimbulkan ancaman yang sangat serius terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat. Korupsi dianggap dapat merusak keberadaan sebuah bangsa melalui pengkeroposan lembaga-lembaga negara, organisasi bisnis, nilai-nilai demokrasi, nilai-nilai keadilan, keamanan, nilai-nilai etika, hukum, aturan, dan pembangunan berkelanjutan. Dan proses pengkeroposan ini dalam jangka panjang akan menjadikan bangsa tersebut gagal untuk menjadi sebuah bangsa yang adil, sejahtera, kuat, dan unggul di dalam barisan bangsa-bangsa dunia. Karena salah satu tujuan pendirian PBB adalah untuk memecahkan masalah internasional di bidang ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusian; termasuk juga untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, maka keprihatinan PBB tentang bahaya korupsi terhadap stabilitas dan keamanan masyarakat haruslah ditanggapi dengan sepenuh hati.  

Korupsi merupakan ancaman yang sangat serius dan bila tidak ditindak dengan tegas akan meruntuhkan sebuah bangsa di masa depan. Korupsi akan menciptakan Raja-Raja kecil dari hasil kejahatan, yang akan mencoba menguasai sebuah bangsa, lalu mengeksploitasi potensi dan kekayaan bangsa itu untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. Kesadaran untuk tidak menganggap kecil persoalan korupsi sangatlah penting. Sikap dan perilaku yang menganggap korupsi sebagai urusan pribadi, serta langkah-langkah pencegahan dan pemberantasan korupsi yang setengah hati atau ragu-ragu akan memiskinkan, melemahkan, dan membuat bangsa tersebut terjajah oleh utang, serta tak berdaya menghadapi masa depan.

Bila ingin menjadi bangsa yang besar, kuat, sejahtera, unggul, merdeka, dan damai; maka, korupsi harus dihentikan. Cara menghentikan korupsi bukanlah dengan cara perang melawan korupsi, tetapi dengan kesadaran yang tinggi untuk menjalankan nilai-nilai integritas dan etika bisnis di semua aspek kehidupan.

Apapun bila diawali dengan kata perang, maka pertempuran akan dimulai, dan bisa saja kekuatan korupsi yang menang. Jadi, yang diperlukan adalah penegakkan hukum yang tegas, adil, pasti, serta menjalankan kebijakan yang membuat semua orang takut untuk korupsi.

Kekuatan hukum yang ketat di dalam integritas dan akuntabilitas akan membuat hukum sebagai obat mujarab untuk menghentikan korupsi. Kekuatan pemerintah dan kekuasaan yang anti korupsi akan mendedikasikan tata kelola negara untuk keunggulan bangsa. Kekuatan masyarakat yang anti korupsi akan menjadikan moral dan etika sebagai pencegah korupsi. Kekuatan kepemimpinan yang anti korupsi akan menjadikan negara unggul dan mampu berdiri sebagai kekuatan yang dihormati.

Korupsi yang sudah sistemik hanya dapat diperbaiki dengan hukum yang bersumber dari kekuatan integritas, ketegasan, dan keadilan. Orang-orang baik yang terjebak di arus korupsi masih bisa disadarkan secara moral. Tetapi, orang-orang tidak baik yang suka korupsi pastilah tidak bisa disadarkan dengan kekuatan moral. Sebab, jiwa mereka sedang dihuni oleh energi negatif, dan hanya hukum yang paling tegas, yang dapat mencegah mereka dari korupsi.

Koruptor adalah predator yang sangat rakus dan memakan segalanya. Sifat sangat rakus ini membuat koruptor tidak peduli kepada masa depan bangsa dan negara, tetapi dia sangat peduli kepada masa depan dirinya dan keluarganya. Koruptor selalu hidup dalam ambisi untuk mengeksploitasi apapun dengan sangat rakus, kalau bisa semua kekayaan dan kesejahteraan hanya menjadi miliknya sendiri.

Mengucapkan Selamat Hari Anti Korupsi Se-Dunia 9 Desember 2013

Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com