KETIKA KETERAMPILAN KARYAWAN ANDA SUDAH USANG

MOTIVASI BISNIS 27042016

“Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.”~Djajendra

Setiap pekerjaan bergerak dalam perubahan. Sebuah keterampilan pada masa lalu akan menjadi usang pada hari ini. Sebuah pola kerja pada masa lalu bisa saja menjadi tidak berharga pada hari ini. Perubahan bergerak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya. Zaman informasi dan teknologi telah mempercepat perubahan dan membuat keterampilan lebih cepat usang.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pimpinan pabrik mengeluh. Dia baru saja mengganti mesin produksinya untuk meningkatkan kualitas produk. Karena mesin yang baru dibeli ini teknologinya baru, tentu saja karyawan belum mengerti cara mengoperasionalkannya. Lalu, dia melakukan pelatihan bagi para karyawan agar bisa mengoperasionalkan mesin baru tersebut. Hasilnya, tidak semua karyawan memiliki pola pikir untuk berubah, kebanyakan karyawan mengeluh tentang mesin baru tersebut. Padahal mesin baru dibeli untuk meningkatkan kualitas produk.

“Keterampilan mesin lama sudah usang dan tidak diperlukan lagi oleh bagian produksi.” Kata pimpinan pabrik tersebut. Ya, ide-ide baru terus-menerus muncul untuk menggantikan ide-ide lama. Tuntutan pasar terhadap produk berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing adalah realitas yang sulit dicegah. Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.

Dunia bisnis mulai menyadari bahwa modal paling berharga dari seorang pekerja adalah pola pikirnya. Pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan adalah penting. Jelas, dalam realitas dunia kerja, pola pikir atau mind set karyawan merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah solusinya. Kebanyakan pekerja terbentuk dari mind set yang sulit tumbuh, mind set yang terbentuk untuk bekerja di zona nyaman. Sedangkan dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif, di sini diperlukan mind set yang bisa tumbuh dan beradaptasi di luar zona nyaman.

Dunia kerja adalah tempat yang membutuhkan keterampilan dan kualitas untuk melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang. Dunia kerja membutuhkan sifat-sifat unggul dan kreatif dalam mencapai visinya. Bisnis yang sukses dihasilkan dari kebiasaan-kebiasaan produktif dan perilaku yang mudah beradaptasi dengan perubahan.

Karyawan yang bergerak dengan pola pikir untuk menang, serta pola pikir yang mudah beradaptasi dengan teknologi dan keterampilan baru, adalah aset yang mampu melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang secara konsisten. Karyawan dengan pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan adalah aset yang paling berharga. Karyawan dengan keterampilan dan kecerdasan hebat, tetapi tidak memiliki pola pikir yang beradaptasi dengan perubahan, adalah beban yang merugikan bisnis.

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang jenis dan kualitas keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Tetapi, dengan pelatihan yang terus menerus tentang mind set, perilaku, sikap, dan soft skill lainnya, diharapkan terbentuk kepribadian karyawan untuk siap bekerja di luar zona nyaman dan selalu mudah beradaptasi dengan perubahan.

Ketika keterampilan karyawan Anda sudah usang, Anda harus membangun semangat perubahan. Anda harus bisa mengatakan bahwa perubahan tidak bisa ditunda. Anda harus meminta komitmen, kemampuan untuk beradaptasi, akuntabilitas, dan fleksibilitas untuk menjawab perubahan. Ini adalah tentang keterbukaan terhadap ide-ide baru dan pengalaman baru, serta kemampuan untuk melayani cara baru dengan sebaik mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN MENGUATKAN KEHIDUPAN EKONOMI

KUTA BALI-KEMENKES 2014SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN MENGUATKAN KEHIDUPAN EKONOMI

“Sikap ngotot pikiran dan ego diri sendiri, yang mengabaikan fakta dan realitas, membahayakan keberlanjutan proses kewirausahaan.”~Djajendra

Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah jalan untuk menciptakan kekayaan dan kesejahteraan ekonomi. Bila energi entrepreneurship hilang dalam kehidupan sebuah bangsa, maka ekonomi bangsa tersebut menjadi stagnan atau kehilangan kekuatannya.

Kewirausahaan mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat besar, mampu menyejahterakan kehidupan ekonomi keluarga, mampu menguatkan ekonomi bangsa, dan mampu menjadikan negara kaya raya.

Semangat kewirausahaan diperlukan untuk menciptakan nilai tambah, dan untuk mengembangkan kehidupan ekonomi yang berkelanjutan. Kewirausahaan yang andal dan produktif menjauhkan kehidupan dari krisis ekonomi dan keuangan.

Kewirausahaan haruslah dijadikan budaya kehidupan. Bila sebuah bangsa terlatih dan bermental wirausaha, maka perhatian setiap orang akan terfokus pada penciptaan nilai tambah. Kreativitas dan inovasi akan menjadi kompetensi yang menguatkan kewirausahaan tersebut.

Setiap karyawan di dalam perusahaan adalah bagian dari wirausaha. Artinya, karyawan wajib bermental wirausaha agar dapat melayani, dan memberikan kontribusi nilai tambah kepada perusahaan. Oleh karena itu, semangat kewirausahaan di tengah-tengah rutinitas kerja karyawan, harus dikuatkan oleh pemimpin perusahaan. Bila karyawan kehilangan kekuatan wirausaha, maka perusahaan sulit mencapai kinerja terbaik.

Kewirausahaan adalah tentang berkarya dan bekerja yang fokus pada nilai tambah. Jiwa wirausaha tidak asal kerja atau diperbudak oleh kerja, tetapi bekerja dan berkarya untuk nilai tambah. Dan, akumulasi dari nilai tambah menciptakan kekayaan ekonomi.

Peningkatan semangat kewirausahaan harus dalam optimisme. Semakin optimis dan sadar untuk menjadikan wirausaha sebagai jalan menuju kesejahteraan, semakin sejahteralah kehidupan ekonomi sebuah bangsa. Semangat kewirausahaan menjadikan orang-orang lebih kreatif dan inovatif, sehingga mudah menemukan solusi dan jalan keluar, untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi.

Jiwa wirausaha mudah menciptakan pasar. Pasar adalah tujuan terpenting dari sebuah proses kewirausahaan. Apapun produk atau jasa yang dihasilkan dari sebuah proses kewirausahaan, dia harus menemukan atau menciptakan pasarnya. Pasarlah yang akan menentukan kekuatan wirausaha. Jiwa wirausaha harus memiliki intuisi di dalam pasar, dan menciptakan produk atau jasa sesuai maunya pasar. Kemampuan untuk melayani dan beradaptasi dengan kekuatan pasar, akan menjadikan kewirausahaan semakin kuat dan andal.

Kemampuan untuk menciptakan keunikan dan reputasi, menjadikan kewirausahaan semakin unggul dan andal. Memanfaatkan kekuatan teknologi dan kecerdasan menandai fokus pasar, menjadikan kewirausahaan selalu di jalan yang tepat.

Siklus sebuah produk atau jasa haruslah menjadi bagian dari kecerdasaan kreatif. Pasti ada siklus lembah dan puncak dalam semua bisnis. Oleh karena itu, kewirausahaan haruslah terbiasa dengan perubahan, kreativitas, dan inovasi. Sikap ngotot dengan maunya pikiran dan ego diri sendiri, serta sikap yang suka mengabaikan fakta dan realitas, akan membahayakan keberlanjutan proses kewirausahaan.

Kewirausahaan adalah proses kreatif dan inovatif, yang menghubungkan karya dengan kebutuhan. Karya bisa dalam wujud jasa ataupun produk, dan kebutuhan dapat diciptakan melalui proses marketing. Jadi, walaupun sesuatu itu masih baru dan belum dipahami oleh pasar, tetapi bila disampaikan kepada pasar dengan bahasa marketing yang hebat, maka pasar pasti mengerti dan menerimanya.

Kewirausahaan adalah pencipta bisnis, yang cerdas melihat masa depan.  Menciptakan produk atau jasa yang baru, lalu menciptakan iklan yang memotivasi pasar, untuk menggunakan produk atau jasa tersebut, adalah bagian terpenting dari sebuah proses kewirausahaan.

Kualitas kewirausahaan ditentukan dari kemampuan untuk beradaptasi terhadap kedinamisan pasar, efisiensi proses, inovasi, kinerja tinggi, kepemimpinan, dan keberlanjutan penciptaan nilai tambah ekonomi. Dan juga, kemampuan untuk pemecahan masalah, menggunakan ide-ide secara tepat, dan kemampuan komersial.

Entrepreneurship atau kewirausahaan haruslah mampu menghasilkan ide-ide ekonomi, dan menjadikannya sebagai kekuatan, untuk menciptakan kekayaan dan kesejahteraan ekonomi bagi banyak orang. Kehidupan sosial yang sejahtera dan terjamin pertumbuhan dan pemerataan ekonominya, haruslah menjadi semangat kewirausahaan. Semakin merata kekayaan ekonomi masyarakat, semakin besar pasar yang tercipta untuk kekayaan wirausaha.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KREATIVITAS MENGHASILKAN ENERGI SUKSES, SOLUSI, DAN KEPUTUSAN TERBAIK

“Musuh kreativitas adalah rasa takut dan rasa senang di dalam zona nyaman.”~Djajendra

Dunia bisnis adalah dunia yang sangat dinamis, membutuhkan perubahan secara terus-menerus. Bisnis tanpa perubahan sulit berkompetisi. Bisnis tanpa jiwa kewirausahan sulit memahami kreativitas. Jiwa wirausaha adalah jiwa yang melakukan penciptaan, kreativitas, inovasi, dan memiliki gairah untuk mewujudkan visi.

Kreativitas adalah tentang “bertindak dan melakukan,” dengan pikiran, emosi, persepsi, keyakinan, pengetahuan, wawasan, pengalaman, intuisi, dan didukung oleh hasrat dan gairah tanpa batas dari dalam diri.

Kreativitas merupakan cara terpenting untuk dapat menjalankan bisnis dengan berkualitas. Seseorang yang kreatif selalu mampu melihat masalah dalam beberapa dimensi. Seseorang yang kreatif memiliki kemampuan dan intuisi, untuk memahami masalah yang dihadapi dengan cerdas. Orang-orang kreatif cerdas menyatukan ide-ide yang ada untuk sesuatu yang baru. Orang-orang kreatif sangat cerdas melahirkan ide-ide baru untuk sesuatu yang belum ada. Orang-orang kreatif sangat cerdas mengkontribusikan ide-ide terbaik, untuk solusi dan pembuatan keputusan. Orang-orang kreatif selalu kaya dengan pengetahuan, wawasan, pengalaman, dan intuisi.

Kreativitas dan inovasi diperlukan untuk tetap unggul ditengah kompetisi. Perusahaan yang kreatif selalu fokus untuk menciptakan produk-produk baru, proses bisnis yang terbarui, menemukan pasar yang baru, usaha baru, saluran distribusi yang baru, inisiatif-inisiatif yang penuh gairah dan harapan. Kreativitas menjadikan bisnis tumbuh dan berkembang, untuk meraih berbagai kesempatan dan peluang.

Kewirausahan membutuhkan banyak ide-ide baru. Membutuhkan orang-orang yang bekerja dengan pendekatan kreatif. Menyiapkan orang-orang yang siap bekerja di luar zona nyaman. Membutuhkan keterampilan imajinatif untuk sesuatu yang unik dan baru.

Energi kreatif menciptakan solusi baru untuk masalah sesulit apapun; menciptakan metode baru untuk sebuah proses yang diimpikan; menciptakan alat dan cara baru untuk kontribusi yang lebih produktif; menghasilkan ide-ide baru yang mampu memecahkan masalah. Kreativitas berkembang dari pengetahuan yang berakar di dalam diri; berkembang dari pengalaman dan pemahaman terhadap pekerjaan yang ditekuni; dan juga dihasilkan dari kemampuan interaktif dan empati atas permasalahan yang ada.

Musuh kreativitas adalah rasa takut dan rasa senang di dalam zona nyaman. Rasa takut dan rasa senang di zona nyaman, merupakan jebakan yang menghambat proses kreatif. Zona nyaman menghentikan kemampuan untuk menciptakan ide-ide baru. Zona nyaman merupakan ekspresi dari ketidakberanian untuk mengambil risiko. Zona nyaman menjadikan orang-orang tidak berani untuk kreatif, sebab mereka takut gagal.

Kreativitas sangat diperlukan untuk mengumpulkan ide-ide terbaru, diperlukan untuk pemecahan masalah dan menemukan solusi dari masalah-masalah berat. Kreativitas menjadikan seseorang penuh semangat, untuk terlibat dan mengeksplorasi masalah agar menemukan jalan keluar terbaik.

Kreativitas memiliki logika kreatif dan mampu memprediksi masa depan dari sebuah bisnis, sehingga mampu menyiapkan produk-produk baru, atau produk-produk inovatif, untuk melayani kebutuhan dan harapan di masa depan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

WIRANIAGA HARUS CERDAS SOSIAL DAN CERDAS MELAYANI KEBUTUHAN KONSUMEN

DSCN1167“Semua orang sesungguhnya memiliki bakat bawaan sebagai seorang wiraniaga. Siapapun bisa menjadi penjual yang andal dan hebat, asal dia bertekad untuk melayani dengan rendah hati, dan selalu cerdas sosial dimanapun dia berada.”~Djajendra

Salesman atau wiraniaga adalah frontliner yang langsung berhadapan dengan konsumen, pembeli, dan pelanggan untuk menjual produknya. Seorang salesman yang andal mampu membawa karakter dan kepribadiannya, yang meyakinkan konsumen untuk membeli darinya.

Peran dan fungsi wiraniaga dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa membutuhkan pendidikan dan keterampilan manajemen yang hebat, ataupun tanpa membutuhkan perusahaan dan kantor yang besar. Seorang pedagang keliling adalah seorang wiraniaga. Seorang pengusaha kecil yang langsung terlibat dalam penjualan produknya, adalah seorang wiraniaga. Wiraniaga atau salesman merupakan orang yang cerdas sosial dan cerdas melayani kebutuhan konsumen dengan penuh perhatian.

Semua orang sesungguhnya memiliki bakat bawaan sebagai seorang wiraniaga. Siapapun bisa menjadi penjual yang andal dan hebat. Pekerjaan salesman bisa dilakukan oleh setiap orang, walaupun dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki. Syarat untuk menjadi salesman yang andal adalah melayani dengan sikap rendah hati, dan selalu cerdas sosial dimanapun dia berada.

Bila seorang penjual mengabaikan realitas sosial masyarakat, realitas kehidupan ekonomi sebuah masyarakat, dan realitas potensi daya beli sebuah masyarakat, maka dia akan kesulitan untuk terhubung dengan calon pembelinya. Penjual yang cerdas memetakan realitas sosial masyarakat, dan memahaminya dengan kekuatan empati, pasti mudah terhubung dengan masyarakat. Penjual yang cerdas memetakan daya beli dan potensi ekonomi masyarakat, pasti mudah melibatkan masyarakat, untuk menjadi konsumen yang rajin membeli darinya.

Di era media sosial seperti sekarang ini, terjadi perubahan perilaku berbelanja dari sebagian konsumen. Sebagian dari konsumen yang terhubung dan terbiasa dengan media sosial, memiliki potensi untuk terpengaruh pada iklan dan promosi yang disajikan melalui media sosial. Jadi, wiraniaga yang cerdas sosial pasti mudah mengalir dalam perubahan, dan pasti menyesuaikan karakter layanannya dengan realitas media sosial. Dia pasti mampu memanfaatkan peluang bisnis yang muncul dari kekuatan media sosial, lalu menciptakan model bisnis yang tepat untuk melayani konsumen melalui media sosial.

Wiraniaga yang andal memiliki etos dan kepatuhan terhadap seperangkat aturan dan nilai-nilai, untuk menjadikan dirinya mampu menyelesaikan penjualan dengan hebat. Wiraniaga yang andal adalah seorang frontliner yang penuh empati dalam menemukan prospek yang potensial dari calon pelanggan; lalu dengan cerdas memulai percakapan, pemantauan, berinteraksi, serta mengumpulkan sebanyak mungkin informasi dan fakta agar dapat berhubungan secara produktif dan berkualitas dengan pembeli.

Seorang wiraniaga haruslah menguatkan karakter positif yang cerdas sosial. Sebab, seorang wiraniaga adalah pelaku sosial. Artinya, walaupun misi utama seorang wiraniaga adalah menjual dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya, tetapi dia adalah pribadi yang mudah mengalir dan berpengaruh secara andal di dalam realitas sosial manapun.

Wiraniaga yang andal sangat paham tentang siklus pembelian, serta mampu menyiapkan energi dan sumber daya, untuk menjual secara maksimal di saat siklus pembelian meningkat. Dia sadar bahwa penjualan tertinggi tidak terjadi setiap hari, ada siklusnya dimana penjualan sangat meningkat, dan juga menurun. Intinya, dia sangat menguasai realitas sosial pembelian oleh masyarakat, sehingga dia selalu menyiapkan fondasi bisnis yang kuat, untuk menjawab berbagai kemungkinan yang tak terduga.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

MENCIPTAKAN KOMPETENSI UNTUK BERADAPTASI

DJAJENDRA 26 02 2014 - 3MENCIPTAKAN KOMPETENSI UNTUK BERADAPTASI

“Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Setiap detik, apapun bisa terjadi, sehingga diri harus menyiapkan mentalnya untuk menghadapi hal-hal yang tidak terduga atau yang mengejutkan diri.”~Djajendra

Orang-orang kreatif yang pembelajar dan rendah hati, adalah orang-orang yang paling mudah untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat dan mendadak. Perubahan memerlukan kompetensi untuk bisa beradaptasi. Siapapun yang cepat beradaptasi, dia adalah energi yang dapat bertindak dan mengeksekusi solusi.

Ketika harus membuat keputusan mendadak, untuk menjawab tantangan atau kebutuhan yang muncul tiba-tiba. Maka, saat keputusan dibuat, saat itu muncul kebutuhan untuk bertindak dan mengeksekusi. Di sini, dibutuhkan orang-orang yang siap dengan kualitas dan kompetensi agar mampu bertindak atau mengeksekusi dengan tepat dan benar.

Kebutuhan kompetensi yang unik dan kreatif bisa saja terjadi. Oleh karena itu, diperlukan empati dan kolaborasi di dalam sikap profesionalisme kerja. Sebab, empati mampu merasakan kebutuhan dan mengupayakan solusi dalam bentuk kompetensi yang dilahirkan dari diri yang kreatif.

Dunia bisnis adalah dunia yang paling kreatif, yang sangat membutuhkan solusi untuk menghadapi risiko dan perubahan. Kemampuan untuk mengelola persepsi bersama dalam aliran kolaborasi, juga kesadaran bersama untuk memenuhi kualitas dan kompetensi agar dapat memenuhi kebutuhan, akan memudahkan semua pihak di dalam perusahaan untuk menciptakan kompetensi agar dapat beradaptasi dengan kebutuhan.

Perusahaan yang unggul selalu membangun sumber daya manusia yang penuh empati pada kebutuhan pasar. Dalam hal ini, tidak saja untuk memberikan pelayanan berkualitas dengan produk atau jasa sesuai impian pasar, tetapi juga karakter dan kepribadian pelayanan yang sesuai dengan impian pasar.

Kesadaran untuk menciptakan keterampilan dan kompetensi dari energi kreatif diri, akan menjadikan diri sebagai pribadi andal, yang selalu dibutuhkan oleh perusahaan. Demikian juga, perusahaan harus dengan konsisten dan berkelanjutan menggembleng setiap insannya dengan niat, untuk menjadikan mereka sebagai aset yang membangun kekuatan dan kekayaan.

Kemampuan para pemimpin untuk terhubung dengan para karyawan, terhubung dengan energi empati, sehingga pemimpin dan karyawan mampu terkoneksi batinnya di dalam kekuatan kolaborasi kerja, akan menjadikan hubungan kerja menjadi lebih produktif dan berkinerja penuh.

Setiap hubungan kerja yang terhubung dalam empati, kreatif, integritas, akuntabilitas, dan inovasi, pastilah akan menghasilkan energi atau kekuatan untuk beradaptasi dengan segala keadaan dan situasi.

Kompetensi untuk beradaptasi haruslah mampu dilahirkan oleh setiap insan perusahaan. Tidak perlu sampai harus menunggu seorang ahli atau pakar untuk menciptakan sebuah kompetensi. Jadilah pribadi kreatif yang mampu menghasilkan kompetensi baru untuk menjawab tantangan yang hadir dari berbagai perubahan. Membiarkan diri tenggelam di dalam zona kenyamanan, dan membiarkan diri pasrah tanpa solusi dan keterampilan baru, sama saja menjadikan diri sebagai sesuatu yang tidak berguna di tempat kerja.

Setiap insan perusahaan harus mengambil tanggung jawab dan mampu memberikan pertanggungan jawabnya dengan berkualitas. Tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas diri, menjadikan diri selalu berguna di tempat kerja, serta membuat diri sebagai energi kreatif yang selalu hadir dengan solusi dan keterampilan baru.

Perubahan di dalam dunia kerja membutuhkan kesadaran dan kemauan untuk menciptakan keterampilan baru, sehingga tidak ada manusia yang digantikan oleh mesin. Bila kreativitas dan empati hilang dari kebutuhan, maka diri juga berpotensi kehilangan kualitas kerja, sehingga akhirnya menjadi beban perusahaan, dan mesin pun pasti diciptakan untuk menggantikan orang-orang yang tidak berkualitas.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN VISI KERJA KARYAWAN UNTUK MENGHASILKAN MAHAKARYA

DJAJENDRA“Michelangelo, seorang seniman besar di sepanjang sejarah, sudah mampu melihat wujud mahakaryanya dari potongan marmer yang belum dipahat olehnya. Jadi, saat ia menatap sebuah balok marmer, ia sudah melihat hasil akhirnya. Kemudian, ia fokus sepenuh hati pada hasil akhir tersebut, dan bekerja keras untuk mewujudkannya.”~Djajendra

Apakah di kantor Anda semua orang sudah memiliki visi kerja? Tanpa visi kerja yang jelas, orang-orang akan sibuk dalam rutinitas, tetapi tidak memiliki penglihatan untuk menghasilkan mahakarya seperti yang dikehendaki.

Visi kerja yang dilengkapi dengan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, disiplin, fisik tubuh yang bugar, mental positif, gairah kerja dalam ketekunan yang luar biasa, dan motivasi yang selalu menyala, akan menjadi kekuatan unggul untuk menciptakan hasil akhir yang mahakarya.

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, diperlukan keunggulan dan kemampuan yang lebih luar biasa, untuk dapat memenangkan kompetisi bisnis. Setiap orang di tempat kerja sudah seharusnya bekerja dengan visi kerja yang jelas dan terang; setiap orang harus mampu memfokuskan seluruh perhatian, waktu, energi, dan sumber daya, untuk menghasilkan mahakarya terbaik. Setiap orang di tempat kerja harus mampu memimpin dirinya sendiri, membuat setiap langkah dan tindakannya terfokus dengan visi kerja, untuk menghasilkan mahakarya terbaik.

Perusahaan yang berkualitas selalu mampu menciptakan lingkungan kerja, yang membuat setiap orang di dalamnya memiliki kesadaran untuk memimpin diri sendiri dengan visi kerja yang terang. Dalam hal ini, bila para karyawan sudah mulai bekerja dengan visi kerja yang terang, mereka akan memiliki energi motivasi yang luar biasa mendorong mereka, dengan gairah dan antusiasme untuk menghasilkan mahakarya terbaik. Mereka akan menjadi pribadi yang tidak mengenal kata gagal ataupun menyerah, mereka sangat ulet dan memiliki semangat kerja yang tidak terhentikan oleh hal apapun. Visi kerja mereka akan memberikan kekuatan intuisi, yang menguatkan mental dan kemampuan mereka, dalam semangat mewujudkan hasil akhir dari apa-apa yang sedang dilakukan dengan sempurna.

Ketika karyawan bekerja dengan visi kerja yang terang, mereka dengan mudah mampu menemukan tujuan yang harus dicapai. Jadi, apapun rintangan dan risiko yang harus dihadapi, visi kerja mereka selalu menemukan jalan keluar, sehingga mereka mampu kembali untuk fokus pada apa yang seharusnya dikerjakan. Visi kerja yang terang itu menjadikan mereka mampu melihat hasil akhir yang harus dihasilkan, sehingga tidak ada hal yang membuat mereka kehilangan akal untuk mewujudkannya.

Visi kerja membuat para karyawan mampu berkolaborasi dengan lebih produktif, efektif, kreatif, dan efisien. Dalam hal ini, karyawan mampu beradaptasi dengan berbagai skenario di dalam organisasi, termasuk dengan berbagai perubahan cepat oleh realitas yang sedang dihadapi. Dan juga, para karyawan menjadi sangat terampil untuk terhubung secara lintas fungsional, serta mampu berkoordinasi untuk berkolaborasi dengan semua pihak, tanpa kehilangan fokus pada tanggung jawab inti dari masing-masing pihak.

Visi kerja yang terang adalah alat paling ampuh untuk menciptakan lingkungan kerja yang unggul, dan juga budaya organisasi yang kuat. Saat setiap orang di tempat kerja perhatiannya dikendalikan oleh visi kerja, mereka akan menjadi sangat tekun dan disiplin dengan etos kerja, sehingga mereka mampu menjadi energi positif yang merawat dan memelihara semua nilai-nilai kerja. Mereka juga mampu bersikap dan bertindak di dalam gambaran besar visi perusahaan, dan menjadikan visi kerja mereka sebagai komponen untuk melengkapi visi besar perusahaan.

Visi kerja yang terang harus juga diikuti dengan komitmen untuk memberikan kontribusi dan pelayanan yang lebih, tanpa hitung-hitungan. Dan semua ini, hanya bisa diberikan oleh para karyawan yang memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi fisik, pikiran, dan emosi yang selalu prima. Jadi, para karyawan tidaklah boleh mengabaikan hal-hal, seperti: tidur yang cukup, makan yang teratur, olah raga teratur; termasuk, meningkatkan terus kemampuan untuk menjaga kebugaran tubuh, kejernihan pikiran, dan ketenangan suasana hati. Artinya, bila tubuh tidak bugar atau sehat, pikiran tidak jernih, dan suasana hati tidak baik; maka visi kerja pun akan memudar. Oleh karena itu, bila ingin menciptakan mahakarya, maka sangatlah penting untuk menjaga kondisi jiwa, raga, dan tubuh yang selalu sehat dan kuat.

Perusahaan wajib membiasakan setiap individu untuk bersikap sesuai dengan visi kerja. Sebab, visi kerja itu sendiri adalah alat yang menghasilkan kekuatan positif dan kekuatan unik individu. Bila visi kerja individu dikoordinasi dengan baik, maka dia akan saling melengkapi dari masing-masing fungsi dan peran kerja, sehingga semuanya secara tidak sadar sedang berkolaborasi dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Visi kerja akan memberikan kontribusi untuk kesuksesan pencapaian kinerja organisasi. Dan juga, menjadikan setiap individu di tempat kerja berprestasi, serta menghasilkan kinerja yang sangat produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KREATIVITAS ADALAH SENI IMAJINASI ARTISTIK DAN ILMIAH

cropped-djajendra-corporate-motivator.jpg

KREATIVITAS ADALAH SENI IMAJINASI ARTISTIK DAN ILMIAH

 “Kreativitas itu seni. Kreativitas tidak akan mengalir saat Anda ngotot atau memaksakan diri. Kreativitas sangat aktif saat Anda tenang, santai, melamun, dan memainkan ide-ide di dalam imajinasi. Kreativitas tidak patuh pada satu aturan tertentu, dia adalah sesuatu yang bebas, sesuatu yang tanpa aturan.” ~ Djajendra

Ketika seseorang terlibat dalam rutinitas tanpa imajinasi, dia berpotensi kehilangan kreativitas. Kreativitas dihasilkan dari disiplin dan pengulangan oleh imajinasi artistik dan ilmiah, untuk membentuk wujud dari ide-ide yang dimiliki. Dan, kreativitas tidak dihasilkan dari sebuah aturan ataupun prosedur, tetapi dihasilkan dari ketidakteraturan, dari bebasnya imajinasi untuk sesuka hatinya membentuk sesuatu.

Orang-orang kreatif tidak akan terjebak dalam sebuah fokus ataupun gagasan, mereka akan membiarkan wawasan dan cara berpikirnya liar dan merdeka untuk memungkinkan apa-apa yang sebelumnya dirasakan tidak mungkin. Mereka berani melintasi semua batas-batas disiplin, mereka berani menjauh dari sebuah gambaran umum, dan mereka berani mencampur segala sesuatu walau hal-hal itu sebelumnya dianggap tidak wajar.

Kreativitas sangat diperlukan untuk memecahkan masalah, untuk menemukan solusi, dan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan unik.  Jadi, orang-orang kreatif harus keluar dari kotak nyaman, harus berani bergerak bersama risiko, dan harus cerdas intuisi untuk melihat hal-hal yang tidak mampu dilihat oleh orang-orang biasa. Orang-orang kreatif adalah orang-orang luar biasa.

Orang-orang kreatif harus fokus pada energi kreatif dirinya, dan harus sadar diri bahwa kreatif artinya bebas tanpa batas, dan kebebasan itu sebebas-bebasnya imajinasi diri sendiri.

Orang-orang kreatif bukanlah orang-orang yang ngotot dalam rutinitas pekerjaannya dengan aturan dan prosedur. Tetapi, mereka adalah orang-orang yang setiap harinya menumbuhkan potensi dirinya di dalam energi kreativitas diri sendiri yang inovatif. Biasanya, orang-orang kreatif sangat serius dan fokus untuk menekuni usaha atau hal-hal yang sifatnya artistik. Mereka pasti memiliki hobi dari salah satu bidang kreatif berikut, seperti: melukis, menulis, memahat, memainkan alat musik, menari, bernyanyi, fotografer, menulis puisi, atau aktivitas artistik lainnya. Hobi mereka tersebut akan membantu imajinasi kreatif mereka untuk melewati batas-batas rutinitas sehari-hari.

Orang-orang kreatif harus melatih semua inderanya agar dapat memiliki imajinasi yang intuitif. Latihan yang terus-menerus untuk menyatukan emosi, pikiran, dan jiwa ke dalam hal-hal yang dikerjakan dengan sepenuh hati dan totalitas, akan memudahkan diri menjadi lebih intuitif terhadap hal-hal yang dikerjakan.

Kekuatan intuitif adalah kekuatan untuk merasakan sesuatu secara naluri. Memperkuat intuitif  bisa dilakukan dengan membiasakan jiwa untuk merasakan dan mendengarkan ide-ide yang dihasilkan oleh imajinasi artistik kreatif.

Leonardo da Vinci adalah seorang ilmuwan yang paling kreatif dan sangat membantu terciptanya peradaban seperti abad ke 21 ini. Sebagai ilmuwan paling kreatif, Leonardo da Vinci memiliki beragam kemampuan kreatif  dibanyak bidang. Dia seorang pelukis yang sangat terkenal, salah satu karyanya adalah Mona Lisa; dia juga seorang pematung, arsitek, musisi, ahli matematika, insinyur, penemu berbagai teknologi persenjataan militer, ahli anatomi, ahli geologi, pembuat peta, ahli botani, penulis, dan banyak hal-hal kreatif lainnya yang telah disumbangkan oleh Leonardo da Vinci untuk kemajuan peradaban manusia. Leonardo da Vinci adalah contoh nyata aliran energi kreatif secara artistik dan ilmiah. Dia seorang jenius yang mau tahu semua hal, pikirannya terus-menerus ingin tahu; dan dia sangat cerdas membebaskan emosi, pikiran, dan jiwanya untuk mengembara sebebas-bebasnya di dalam imajinasi kreatif, baik secara artistik maupun ilmiah.

Bukan Leonardo da Vinci saja yang membiarkan imajinasi kreatifnya secara artistik dan ilmiah, tetapi Albert Einstein juga membiarkan imajinasi kreatifnya secara artistik dan ilmiah. Sebagai ahli fisika, Albert Einstein juga sering melamun bersama musiknya, dia sering memainkan biolanya untuk mendapatkan imajinasi bebas. Dan, demikian juga dengan para ahli diberbagai bidang, yang menghasilkan karya-karya paling kreatif dan inovatif di dunia; mereka selalu mampu meleburkan emosi, pikiran, dan jiwanya ke dalam energi artistik dan energi ilmiah.

Proses kreativitas adalah pertumbuhan dengan menghasilkan beberapa hasil yang bertentangan. Sebagai contoh, seorang pelukis selalu membuat banyak sketsa sebelum memilih satu sebagai ide untuk lukisannya. Jadi, sebelum sebuah lukisan itu dihasilkan, sudah ada banyak ide yang dituangkan dalam bentuk sketsa. Demikian juga dengan penulis, sebelum menulis sesuatu pasti sudah memiliki berbagai ide atau sudut pandang yang akan ditulis, dan diantara sekian banyak sudut pandang, diangkatlah salah satu yang diyakini. Dan semua ini bisa terjadi, karena intuisi mampu melihat potensi dari ide-ide yang dihasilkan tersebut. Lalu, disinilah proses pengambilan keputusan yang tegas dan berani menciptakan sebuah hasil akhir.

Kreativitas selalu bekerja dari wilayah imajinasi bebas, lalu dituangkan ke dalam metode ilmiah, yang selanjutnya bermain di wilayah hipotesa, pengujian, konsep, draft; dan terus-menerus akan bermain di wilayah metode ilmiah sampai hasil akhir diputuskan secara resmi oleh yang berwenang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com