SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN MENGUATKAN KEHIDUPAN EKONOMI

KUTA BALI-KEMENKES 2014SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN MENGUATKAN KEHIDUPAN EKONOMI

“Sikap ngotot pikiran dan ego diri sendiri, yang mengabaikan fakta dan realitas, membahayakan keberlanjutan proses kewirausahaan.”~Djajendra

Entrepreneurship atau kewirausahaan adalah jalan untuk menciptakan kekayaan dan kesejahteraan ekonomi. Bila energi entrepreneurship hilang dalam kehidupan sebuah bangsa, maka ekonomi bangsa tersebut menjadi stagnan atau kehilangan kekuatannya.

Kewirausahaan mampu menciptakan lapangan kerja yang sangat besar, mampu menyejahterakan kehidupan ekonomi keluarga, mampu menguatkan ekonomi bangsa, dan mampu menjadikan negara kaya raya.

Semangat kewirausahaan diperlukan untuk menciptakan nilai tambah, dan untuk mengembangkan kehidupan ekonomi yang berkelanjutan. Kewirausahaan yang andal dan produktif menjauhkan kehidupan dari krisis ekonomi dan keuangan.

Kewirausahaan haruslah dijadikan budaya kehidupan. Bila sebuah bangsa terlatih dan bermental wirausaha, maka perhatian setiap orang akan terfokus pada penciptaan nilai tambah. Kreativitas dan inovasi akan menjadi kompetensi yang menguatkan kewirausahaan tersebut.

Setiap karyawan di dalam perusahaan adalah bagian dari wirausaha. Artinya, karyawan wajib bermental wirausaha agar dapat melayani, dan memberikan kontribusi nilai tambah kepada perusahaan. Oleh karena itu, semangat kewirausahaan di tengah-tengah rutinitas kerja karyawan, harus dikuatkan oleh pemimpin perusahaan. Bila karyawan kehilangan kekuatan wirausaha, maka perusahaan sulit mencapai kinerja terbaik.

Kewirausahaan adalah tentang berkarya dan bekerja yang fokus pada nilai tambah. Jiwa wirausaha tidak asal kerja atau diperbudak oleh kerja, tetapi bekerja dan berkarya untuk nilai tambah. Dan, akumulasi dari nilai tambah menciptakan kekayaan ekonomi.

Peningkatan semangat kewirausahaan harus dalam optimisme. Semakin optimis dan sadar untuk menjadikan wirausaha sebagai jalan menuju kesejahteraan, semakin sejahteralah kehidupan ekonomi sebuah bangsa. Semangat kewirausahaan menjadikan orang-orang lebih kreatif dan inovatif, sehingga mudah menemukan solusi dan jalan keluar, untuk menciptakan kesejahteraan ekonomi.

Jiwa wirausaha mudah menciptakan pasar. Pasar adalah tujuan terpenting dari sebuah proses kewirausahaan. Apapun produk atau jasa yang dihasilkan dari sebuah proses kewirausahaan, dia harus menemukan atau menciptakan pasarnya. Pasarlah yang akan menentukan kekuatan wirausaha. Jiwa wirausaha harus memiliki intuisi di dalam pasar, dan menciptakan produk atau jasa sesuai maunya pasar. Kemampuan untuk melayani dan beradaptasi dengan kekuatan pasar, akan menjadikan kewirausahaan semakin kuat dan andal.

Kemampuan untuk menciptakan keunikan dan reputasi, menjadikan kewirausahaan semakin unggul dan andal. Memanfaatkan kekuatan teknologi dan kecerdasan menandai fokus pasar, menjadikan kewirausahaan selalu di jalan yang tepat.

Siklus sebuah produk atau jasa haruslah menjadi bagian dari kecerdasaan kreatif. Pasti ada siklus lembah dan puncak dalam semua bisnis. Oleh karena itu, kewirausahaan haruslah terbiasa dengan perubahan, kreativitas, dan inovasi. Sikap ngotot dengan maunya pikiran dan ego diri sendiri, serta sikap yang suka mengabaikan fakta dan realitas, akan membahayakan keberlanjutan proses kewirausahaan.

Kewirausahaan adalah proses kreatif dan inovatif, yang menghubungkan karya dengan kebutuhan. Karya bisa dalam wujud jasa ataupun produk, dan kebutuhan dapat diciptakan melalui proses marketing. Jadi, walaupun sesuatu itu masih baru dan belum dipahami oleh pasar, tetapi bila disampaikan kepada pasar dengan bahasa marketing yang hebat, maka pasar pasti mengerti dan menerimanya.

Kewirausahaan adalah pencipta bisnis, yang cerdas melihat masa depan.  Menciptakan produk atau jasa yang baru, lalu menciptakan iklan yang memotivasi pasar, untuk menggunakan produk atau jasa tersebut, adalah bagian terpenting dari sebuah proses kewirausahaan.

Kualitas kewirausahaan ditentukan dari kemampuan untuk beradaptasi terhadap kedinamisan pasar, efisiensi proses, inovasi, kinerja tinggi, kepemimpinan, dan keberlanjutan penciptaan nilai tambah ekonomi. Dan juga, kemampuan untuk pemecahan masalah, menggunakan ide-ide secara tepat, dan kemampuan komersial.

Entrepreneurship atau kewirausahaan haruslah mampu menghasilkan ide-ide ekonomi, dan menjadikannya sebagai kekuatan, untuk menciptakan kekayaan dan kesejahteraan ekonomi bagi banyak orang. Kehidupan sosial yang sejahtera dan terjamin pertumbuhan dan pemerataan ekonominya, haruslah menjadi semangat kewirausahaan. Semakin merata kekayaan ekonomi masyarakat, semakin besar pasar yang tercipta untuk kekayaan wirausaha.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

MEMBANGUN VISI KERJA KARYAWAN UNTUK MENGHASILKAN MAHAKARYA

DJAJENDRA“Michelangelo, seorang seniman besar di sepanjang sejarah, sudah mampu melihat wujud mahakaryanya dari potongan marmer yang belum dipahat olehnya. Jadi, saat ia menatap sebuah balok marmer, ia sudah melihat hasil akhirnya. Kemudian, ia fokus sepenuh hati pada hasil akhir tersebut, dan bekerja keras untuk mewujudkannya.”~Djajendra

Apakah di kantor Anda semua orang sudah memiliki visi kerja? Tanpa visi kerja yang jelas, orang-orang akan sibuk dalam rutinitas, tetapi tidak memiliki penglihatan untuk menghasilkan mahakarya seperti yang dikehendaki.

Visi kerja yang dilengkapi dengan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, disiplin, fisik tubuh yang bugar, mental positif, gairah kerja dalam ketekunan yang luar biasa, dan motivasi yang selalu menyala, akan menjadi kekuatan unggul untuk menciptakan hasil akhir yang mahakarya.

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, diperlukan keunggulan dan kemampuan yang lebih luar biasa, untuk dapat memenangkan kompetisi bisnis. Setiap orang di tempat kerja sudah seharusnya bekerja dengan visi kerja yang jelas dan terang; setiap orang harus mampu memfokuskan seluruh perhatian, waktu, energi, dan sumber daya, untuk menghasilkan mahakarya terbaik. Setiap orang di tempat kerja harus mampu memimpin dirinya sendiri, membuat setiap langkah dan tindakannya terfokus dengan visi kerja, untuk menghasilkan mahakarya terbaik.

Perusahaan yang berkualitas selalu mampu menciptakan lingkungan kerja, yang membuat setiap orang di dalamnya memiliki kesadaran untuk memimpin diri sendiri dengan visi kerja yang terang. Dalam hal ini, bila para karyawan sudah mulai bekerja dengan visi kerja yang terang, mereka akan memiliki energi motivasi yang luar biasa mendorong mereka, dengan gairah dan antusiasme untuk menghasilkan mahakarya terbaik. Mereka akan menjadi pribadi yang tidak mengenal kata gagal ataupun menyerah, mereka sangat ulet dan memiliki semangat kerja yang tidak terhentikan oleh hal apapun. Visi kerja mereka akan memberikan kekuatan intuisi, yang menguatkan mental dan kemampuan mereka, dalam semangat mewujudkan hasil akhir dari apa-apa yang sedang dilakukan dengan sempurna.

Ketika karyawan bekerja dengan visi kerja yang terang, mereka dengan mudah mampu menemukan tujuan yang harus dicapai. Jadi, apapun rintangan dan risiko yang harus dihadapi, visi kerja mereka selalu menemukan jalan keluar, sehingga mereka mampu kembali untuk fokus pada apa yang seharusnya dikerjakan. Visi kerja yang terang itu menjadikan mereka mampu melihat hasil akhir yang harus dihasilkan, sehingga tidak ada hal yang membuat mereka kehilangan akal untuk mewujudkannya.

Visi kerja membuat para karyawan mampu berkolaborasi dengan lebih produktif, efektif, kreatif, dan efisien. Dalam hal ini, karyawan mampu beradaptasi dengan berbagai skenario di dalam organisasi, termasuk dengan berbagai perubahan cepat oleh realitas yang sedang dihadapi. Dan juga, para karyawan menjadi sangat terampil untuk terhubung secara lintas fungsional, serta mampu berkoordinasi untuk berkolaborasi dengan semua pihak, tanpa kehilangan fokus pada tanggung jawab inti dari masing-masing pihak.

Visi kerja yang terang adalah alat paling ampuh untuk menciptakan lingkungan kerja yang unggul, dan juga budaya organisasi yang kuat. Saat setiap orang di tempat kerja perhatiannya dikendalikan oleh visi kerja, mereka akan menjadi sangat tekun dan disiplin dengan etos kerja, sehingga mereka mampu menjadi energi positif yang merawat dan memelihara semua nilai-nilai kerja. Mereka juga mampu bersikap dan bertindak di dalam gambaran besar visi perusahaan, dan menjadikan visi kerja mereka sebagai komponen untuk melengkapi visi besar perusahaan.

Visi kerja yang terang harus juga diikuti dengan komitmen untuk memberikan kontribusi dan pelayanan yang lebih, tanpa hitung-hitungan. Dan semua ini, hanya bisa diberikan oleh para karyawan yang memiliki kesadaran untuk menjaga kondisi fisik, pikiran, dan emosi yang selalu prima. Jadi, para karyawan tidaklah boleh mengabaikan hal-hal, seperti: tidur yang cukup, makan yang teratur, olah raga teratur; termasuk, meningkatkan terus kemampuan untuk menjaga kebugaran tubuh, kejernihan pikiran, dan ketenangan suasana hati. Artinya, bila tubuh tidak bugar atau sehat, pikiran tidak jernih, dan suasana hati tidak baik; maka visi kerja pun akan memudar. Oleh karena itu, bila ingin menciptakan mahakarya, maka sangatlah penting untuk menjaga kondisi jiwa, raga, dan tubuh yang selalu sehat dan kuat.

Perusahaan wajib membiasakan setiap individu untuk bersikap sesuai dengan visi kerja. Sebab, visi kerja itu sendiri adalah alat yang menghasilkan kekuatan positif dan kekuatan unik individu. Bila visi kerja individu dikoordinasi dengan baik, maka dia akan saling melengkapi dari masing-masing fungsi dan peran kerja, sehingga semuanya secara tidak sadar sedang berkolaborasi dengan kecepatan yang sangat tinggi untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Visi kerja akan memberikan kontribusi untuk kesuksesan pencapaian kinerja organisasi. Dan juga, menjadikan setiap individu di tempat kerja berprestasi, serta menghasilkan kinerja yang sangat produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KREATIVITAS ADALAH SENI IMAJINASI ARTISTIK DAN ILMIAH

cropped-djajendra-corporate-motivator.jpg

KREATIVITAS ADALAH SENI IMAJINASI ARTISTIK DAN ILMIAH

 “Kreativitas itu seni. Kreativitas tidak akan mengalir saat Anda ngotot atau memaksakan diri. Kreativitas sangat aktif saat Anda tenang, santai, melamun, dan memainkan ide-ide di dalam imajinasi. Kreativitas tidak patuh pada satu aturan tertentu, dia adalah sesuatu yang bebas, sesuatu yang tanpa aturan.” ~ Djajendra

Ketika seseorang terlibat dalam rutinitas tanpa imajinasi, dia berpotensi kehilangan kreativitas. Kreativitas dihasilkan dari disiplin dan pengulangan oleh imajinasi artistik dan ilmiah, untuk membentuk wujud dari ide-ide yang dimiliki. Dan, kreativitas tidak dihasilkan dari sebuah aturan ataupun prosedur, tetapi dihasilkan dari ketidakteraturan, dari bebasnya imajinasi untuk sesuka hatinya membentuk sesuatu.

Orang-orang kreatif tidak akan terjebak dalam sebuah fokus ataupun gagasan, mereka akan membiarkan wawasan dan cara berpikirnya liar dan merdeka untuk memungkinkan apa-apa yang sebelumnya dirasakan tidak mungkin. Mereka berani melintasi semua batas-batas disiplin, mereka berani menjauh dari sebuah gambaran umum, dan mereka berani mencampur segala sesuatu walau hal-hal itu sebelumnya dianggap tidak wajar.

Kreativitas sangat diperlukan untuk memecahkan masalah, untuk menemukan solusi, dan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan unik.  Jadi, orang-orang kreatif harus keluar dari kotak nyaman, harus berani bergerak bersama risiko, dan harus cerdas intuisi untuk melihat hal-hal yang tidak mampu dilihat oleh orang-orang biasa. Orang-orang kreatif adalah orang-orang luar biasa.

Orang-orang kreatif harus fokus pada energi kreatif dirinya, dan harus sadar diri bahwa kreatif artinya bebas tanpa batas, dan kebebasan itu sebebas-bebasnya imajinasi diri sendiri.

Orang-orang kreatif bukanlah orang-orang yang ngotot dalam rutinitas pekerjaannya dengan aturan dan prosedur. Tetapi, mereka adalah orang-orang yang setiap harinya menumbuhkan potensi dirinya di dalam energi kreativitas diri sendiri yang inovatif. Biasanya, orang-orang kreatif sangat serius dan fokus untuk menekuni usaha atau hal-hal yang sifatnya artistik. Mereka pasti memiliki hobi dari salah satu bidang kreatif berikut, seperti: melukis, menulis, memahat, memainkan alat musik, menari, bernyanyi, fotografer, menulis puisi, atau aktivitas artistik lainnya. Hobi mereka tersebut akan membantu imajinasi kreatif mereka untuk melewati batas-batas rutinitas sehari-hari.

Orang-orang kreatif harus melatih semua inderanya agar dapat memiliki imajinasi yang intuitif. Latihan yang terus-menerus untuk menyatukan emosi, pikiran, dan jiwa ke dalam hal-hal yang dikerjakan dengan sepenuh hati dan totalitas, akan memudahkan diri menjadi lebih intuitif terhadap hal-hal yang dikerjakan.

Kekuatan intuitif adalah kekuatan untuk merasakan sesuatu secara naluri. Memperkuat intuitif  bisa dilakukan dengan membiasakan jiwa untuk merasakan dan mendengarkan ide-ide yang dihasilkan oleh imajinasi artistik kreatif.

Leonardo da Vinci adalah seorang ilmuwan yang paling kreatif dan sangat membantu terciptanya peradaban seperti abad ke 21 ini. Sebagai ilmuwan paling kreatif, Leonardo da Vinci memiliki beragam kemampuan kreatif  dibanyak bidang. Dia seorang pelukis yang sangat terkenal, salah satu karyanya adalah Mona Lisa; dia juga seorang pematung, arsitek, musisi, ahli matematika, insinyur, penemu berbagai teknologi persenjataan militer, ahli anatomi, ahli geologi, pembuat peta, ahli botani, penulis, dan banyak hal-hal kreatif lainnya yang telah disumbangkan oleh Leonardo da Vinci untuk kemajuan peradaban manusia. Leonardo da Vinci adalah contoh nyata aliran energi kreatif secara artistik dan ilmiah. Dia seorang jenius yang mau tahu semua hal, pikirannya terus-menerus ingin tahu; dan dia sangat cerdas membebaskan emosi, pikiran, dan jiwanya untuk mengembara sebebas-bebasnya di dalam imajinasi kreatif, baik secara artistik maupun ilmiah.

Bukan Leonardo da Vinci saja yang membiarkan imajinasi kreatifnya secara artistik dan ilmiah, tetapi Albert Einstein juga membiarkan imajinasi kreatifnya secara artistik dan ilmiah. Sebagai ahli fisika, Albert Einstein juga sering melamun bersama musiknya, dia sering memainkan biolanya untuk mendapatkan imajinasi bebas. Dan, demikian juga dengan para ahli diberbagai bidang, yang menghasilkan karya-karya paling kreatif dan inovatif di dunia; mereka selalu mampu meleburkan emosi, pikiran, dan jiwanya ke dalam energi artistik dan energi ilmiah.

Proses kreativitas adalah pertumbuhan dengan menghasilkan beberapa hasil yang bertentangan. Sebagai contoh, seorang pelukis selalu membuat banyak sketsa sebelum memilih satu sebagai ide untuk lukisannya. Jadi, sebelum sebuah lukisan itu dihasilkan, sudah ada banyak ide yang dituangkan dalam bentuk sketsa. Demikian juga dengan penulis, sebelum menulis sesuatu pasti sudah memiliki berbagai ide atau sudut pandang yang akan ditulis, dan diantara sekian banyak sudut pandang, diangkatlah salah satu yang diyakini. Dan semua ini bisa terjadi, karena intuisi mampu melihat potensi dari ide-ide yang dihasilkan tersebut. Lalu, disinilah proses pengambilan keputusan yang tegas dan berani menciptakan sebuah hasil akhir.

Kreativitas selalu bekerja dari wilayah imajinasi bebas, lalu dituangkan ke dalam metode ilmiah, yang selanjutnya bermain di wilayah hipotesa, pengujian, konsep, draft; dan terus-menerus akan bermain di wilayah metode ilmiah sampai hasil akhir diputuskan secara resmi oleh yang berwenang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENDORONG KARYAWAN UNTUK BERPRESTASI

COVER 2013

MENDORONGKARYAWANUNTUKBERPRESTASI

“Menjalankan bisnis dengan baik berarti harus cerdas mengelola semua karyawan untuk berprestasi. Bila setiap staf bekerja dengan totalitas untuk menghasilkan prestasi dan kinerja terbaik, maka perusahaan akan terdorong untuk mencapai target dan tujuannya dengan berkualitas.” ~ Djajendra

Setiap perusahaan pasti harus berjuang dan bekerja total untuk meningkatkan omset bisnis. Semakin tinggi omset bisnis, semakin perusahaan akan berkinerja tinggi, dan memiliki daya tahan untuk berdiri kuat diantara para pesaing. Omset bisnis yang tinggi didapatkan dari tata kelola bisnis yang unggul dengan dukungan dari orang-orang terbaik. Kemampuan tim manajemen dan kepemimpinan di dalam perusahaan, untuk menciptakan karyawan-karyawan yang penuh energi dan dedikasi terhadap pekerjaan dan perusahaan, pasti memudahkan perusahaan dalam meningkatkan omset dan kinerja bisnis secara berkelanjutan.  

Memperkuat cara kerja karyawan dan menjadikan karyawan sebagai orang-orang terbaik, untuk mendukung pencapaian prestasi dan kinerja perusahaan, adalah sebuah tanggung jawab dari tim manajemen dan kepemimpinan perusahaan. Membangun komitmen untuk merawat dan meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan, dengan perhatian dan kepedulian, pasti menjadikan karyawan sebagai energi positif yang unggul untuk menghasilkan omset bisnis tertinggi.

Karyawan harus benar-benar mengerti untuk menjalankan rencana tindakan perusahaan. Saat semua karyawan sudah memiliki semangat untuk mengeksekusi tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan tata kelola yang berkualitas, maka hasil eksekusi tersebut akan memberikan prestasi dan kinerja terbaik. Karena di dalam perusahaan terlibat sangat banyak orang, diperlukan rencana untuk mengharmoniskan dan menciptakan keseimbangan dalam menjalankan pekerjaan. Saat arah kerja sedang tidak harmonis dan efektif, maka saat itu segera diperlukan rencana kontingensi dan juga rencana pemulihan atas kinerja perusahaan. Kesiapan tim manajemen untuk selalu menjaga dan merawat setiap hal secara detail terhadap cara kerja karyawan, akan menjadikan perusahaan selalu unggul dan berdiri paling depan untuk meraih sukses.

Berikan karyawan tanggung jawab dan semangat untuk mencapai kinerja terbaik. Semakin cerdas dan mampu tim manajemen menunjukkan rasa percaya kepada karyawan, dan memotivasi karyawan untuk mempercayai semua rencana dan tindakan tim manajemen, maka karyawan akan menjadi aset produktif perusahaan. Memberikan dorongan kepada karyawan untuk selalu memperoleh keterampilan baru, dan juga melengkapi karyawan dengan wawasan kerja yang luas dan tercerahkan, akan menjadikan karyawan semakin cemerlang sebagai aset yang membawa keuntungan buat bisnis dan perusahaan.

Menunjukkan rasa hormat kepada karyawan, karena karyawan adalah aset perusahaan yang paling penting dan paling luar biasa. Kemampuan karyawan yang berkualitas dan yang bisa diandalkan, dapat menghasilkan nilai tambah yang tak terhitung besarnya. Oleh sebab itu, tim manajemen harus memiliki hati untuk menghargai karyawan-karyawan terbaik. Miliki tata kelola untuk memberikan penghargaan buat semua karyawan terbaik. Miliki prioritas untuk memperhatikan dan meningkatkan kualitas dari semua karyawan terbaik. Bila tim manajemen lalai atau lupa diri untuk memperhatikan karyawan-karyawan terbaik, maka orang-orang terbaik itu berpotensi pergi meninggalkan perusahaan, untuk menemukan tempat lain yang lebih menghargai dan memperhatikan kehebatan mereka.

Miliki waktu untuk membangun kebersamaan dan kekeluargaan dengan semua karyawan. Ciptakan liburan bersama dan jangan lupa juga untuk menyertakan keluarga dari semua karyawan. Sediakan waktu yang cukup dalam satu atau dua hari, dan satukan semua karayawan dalam liburan keluarga bersama. Sebagai pemimpin atau tim manajemen perusahaan, waktu berlibur bersama ini dimanfaatkan untuk lebih mendekatkan diri dengan semua keluarga karyawan, dan menganggap setiap orang yang hadir dalam liburan sebagai keluarga besar yang sangat penting buat perusahaan.

Semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang dibangun tim manajemen dari hati yang paling tulus dan ikhlas, akan menjadikan semua karyawan sadar untuk berdedikasi dan berkontribusi dengan optimal. Sikap dan perilaku tim manajemen yang cerdas mendorong karyawan untuk berkinerja tinggi, akan menjadikan karyawan sebagai aset yang terus-menerus berkontribusi buat kemajuan semua pihak di internal perusahaan, dan juga untuk menciptakan rasa puas setiap stakeholders di luar perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

2013 ADALAH TAHUN KREATIVITAS, KELUARKAN ORGANISASI DARI ZONA NYAMAN

MANAJEMEN EKSEKUSI

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

2013 ADALAH TAHUN KREATIVITAS, KELUARKAN ORGANISASI DARI ZONA NYAMAN

“Kreativitas dan inovasi sudah menjadi keharusan kalau tetap mau bertahan dan menang dalam kompetisi bisnis.” ~ Djajendra

Dalam beberapa rapat kerja akhir tahun untuk perusahaan- perusahaan besar yang saya hadiri; tema utama motivasi adalah tentang perubahan, kreativitas, inovasi, dan keluar dari zona nyaman. Para pemimpin perusahaan besar sadar bahwa setiap karyawan dan pimpinan harus keluar dari kotak nyaman. Tantangan bisnis yang menuntut efektivitas dan efisiensi total, mengharuskan setiap orang di dalam perusahaan untuk bekerja lebih produktif dengan cara -cara kreatif yang luar biasa.

Krisis ekonomi yang belum tuntas di wilayah Eropah dan Amerika Serikat, serta persaingan bisnis yang semakin menuntut kreativitas dan inovasi, telah mengharuskan perusahaan-perusahaan untuk menemukan kekuatan keunggulan dari kekayaan potensi dan sumber daya yang dimiliki saat ini.

Setiap orang di dalam perusahaan diharapkan menjadi sadar akan tantangan yang harus dijawab dengan kreativitas dan inovasi, secara terus-menerus, tanpa pernah terjebak dalam zona kenyamanan. Memasuki tahun 2013 adalah tahun kreativitas organisasi, tahun transformasi organisasi menuju tata kelola yang berbudaya kreatif dan inovatif.

Kreativitas organisasi berarti setiap usaha dan proses kerja berlandaskan hal-hal kreatif, untuk membuat organisasi semakin kuat dan unggul, serta tidak diam dalam kotak nyaman. Setiap orang di dalam organisasi harus memiliki perilaku dan cara berpikir untuk menunjukkan bagaimana organisasi selalu unggul dalam persaingan dan kesulitan, serta mampu membawa keluar organisasi dari kotak atau perangkap kesulitan.

Semangat kreatif dan inovatif dalam kepribadian setiap karyawan dan pimpinan perusahaan, akan menjadi harta produktif yang paling penting buat kemajuan perusahaan. Zaman sedang berubah dan diperlukan cara kerja yang luar biasa untuk mengeksplorasi potensi dan sumber daya di tempat kerja dengan kreativitas. Tanpa karyawan-karyawan yang kreatif dan inovatif, perusahaan berpotensi kehilangan daya saing, dan kemunduran kinerja akan membuat perusahaan sulit menjawab tantangan bisnis di masa depan.

Setiap karyawan di dalam perusahaan wajib berkontribusi dan berpartisipasi dari semangat kreatif, serta selalu sadar bahwa kengototan untuk bertahan di zona nyaman, hanya akan membuat karyawan kehilangan kemampuan dalam menjalankan fungsi kerja di era perubahan. Setiap karyawan harus membangun fungsi kerjanya dengan energi kreatif, serta menjadi pemasok energi kreatif ke dalam kreativitas organisasi. Hubungan kerja yang saling terhubung dalam satu visi, satu tujuan, dan satu misi bersama; akan membuat kreativitas organisasi menjadi kuat untuk menciptakan kinerja dan kepuasan batin dari setiap individu.

Kreativitas organisasi hanya dapat dikembangkan saat setiap karyawan dan pimpinan berada dalam satu energi kolaboratif; serta cerdas menangkap konsep, prinsip dan pemahaman bersama atas perubahan organisasi yang penuh dinamika. Setiap orang di dalam perusahaan harus bersedia dengan ikhlas dan penuh kesadaran untuk keluar dari kotak perilaku lama, serta menyambungkan pola pikir dan pola kerja sesuai dengan visi baru yang berlandaskan kreativitas dan inovasi.

Motivasi dan disiplin individu dalam menjalankan komitmen perubahan adalah kunci sukses dari upaya untuk keluar dari kotak lama yang tidak kreatif. Setiap individu harus sadar untuk menjadi energi kolektif organisasi dalam mewujudkan kreativitas organisasi. Tidak boleh seorang pun yang diam dalam pola kerja lama. Setiap individu secara proaktif  harus bangkit dan bersama menciptakan energi kolektif kreativitas organisasi.

Kesadaran manajemen untuk merawat semangat kreatif dalam diri setiap karyawan, akan menjadikan organisasi berkembang bersama ide-ide cemerlang, untuk menghasilkan aset-aset baru yang lebih berharga. Setiap individu harus dihargai dan didengarkan. Kepemimpinan perusahaan harus memberikan akses kepada setiap individu untuk membawa ide-ide kreatif dan inovatif  ke dalam dinamika organisasi. Tidak boleh ada pembatasan atau diskriminasi perlakuan terhadap satu ide dengan ide yang lain. Karena, kreativitas adalah sesuatu yang unik, yang tidak mengenal kata salah, tapi sangat tergantung kepada kecerdasan untuk memanfaatkan kreativitas menjadi nilai tambah ekonomi yang produktif buat peningkatan kinerja organisasi.

Mengeluarkan organisasi dari zona nyaman membutuhkan figur pemimpin yang kuat dan visioner. Dibutuhkan pemimpin yang cerdas membangun visi bersama, dan cerdas menginternalisasikan nilai-nilai visi tersebut dengan pengaruh yang kuat, untuk dapat dipatuhi setiap orang dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Kreativitas organisasi dengan pengaruh dan arahan dari pemimpin yang visioner, akan menjadikan organisasi dan setiap individunya bergerak cerdas, bersama keunggulan untuk menang dalam kompetisi bisnis.

“Hidup Anda milik Anda, semua yang harus Anda lakukan adalah misi pribadi Anda. Anda berhak untuk memilih hidup Anda. Tapi, saat Anda menggantungkan hidup kepada pihak lain, maka saat itu Anda memiliki kewajiban yang harus Anda patuhi sesuai aturan dan ketentuan yang Anda sepakati.” ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HUMAN CAPITAL: MODAL MANUSIA ADALAH ASET PERUSAHAAN

HUMAN CAPITAL: MODAL MANUSIA ADALAH ASET PERUSAHAAN

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Modal Manusia Seperti Ikan Yang Membutuhkan Air Dengan Lingkungan Yang Kaya Makanan. Air Dan Lingkungan Yang Kaya Makanan Untuk Modal Manusia Adalah Budaya Organisasi, Kepemimpinan, Potensi Bisnis, Serta Keunggulan Keuangan Perusahaan. Bila Budaya Organisasinya Lemah, Maka Modal Manusia Tidak Akan Menjadi Aset Yang Unggul. Bila Kepemimpinannya Tidak Efektif, Maka Modal Manusia Sulit Memahami Visi, Misi, Dan Tujuan Perusahaan. Bila Bisnis Dan Potensi Bisnis Tidak Tereksplorasi Dalam Kreativitas Dan Inovasi, Maka Modal Manusia Menjadi Tidak Berharga. Bila Keuangan Perusahaan Miskin Dan Cash Flow Kering, Maka Modal Manusia Akan Kabur Mencari Kehidupan Di Tempat Lain.” ~ Djajendra

Modal manusia adalah sebuah kekuatan yang sangat penting dalam membangun kekayaan perusahaan. Modal manusia yang unggul berpotensi membantu kepemimpinan untuk menjadi lebih efektif dan unggul; membantu pembentukan organisasi yang berbudaya kuat; membantu peningkatan kinerja keuangan perusahaan; serta membantu menciptakan potensi bisnis baru dari hasil kreativitas dan inovasi. Modal manusia yang unggul akan menjadi solusi luar biasa, untuk meningkatkan daya saing perusahaan di level lokal dan global.

Mengelola modal manusia membutuhkan strategi yang cerdas untuk dapat mengoptimalkan potensi individu. Untuk itu, perusahaan harus memfasilitasi dan membiayai proses pembelajaran karyawan secara berkelanjutan; Memberikan penghargaan dan memperlakukan karyawan sebagai aset yang paling berharga. Dan kemudian, kepemimpinan harus mengkomunikasikan kinerja dan target dengan jelas dan konsisten; manajer harus adil dan terbuka bersama tanggung jawab untuk penilaian, penghargaan, merawat, dan mengarahkan potensi karyawan ke dalam tanggung jawab bisnis yang lebih tinggi, serta menciptakan inovasi dan mendukung perbaikan terus-menerus di setiap aspek kerja dan bisnis.

Modal manusia berarti para karyawan memiliki kemampuan analisis dan komunikasi yang kuat; antusiasme yang tinggi terhadap pekerjaan; memiliki keunggulan moral dan hati nurani; unggul dalam kreativitas dan rasa ingin tahu secara intelektual; memiliki daya tahan mental dan fisik yang unggul; memiliki karakter proaktif untuk tujuan; memiliki ketajaman naluri bisnis yang kuat; memahami orang, proses, teknologi dan operasional dengan integritas pribadi yang tinggi.

Keunggulan kualitas karyawan sebagai modal manusia dalam perusahaan, akan memungkinkan perusahaan menjaga daya saing, agar dapat memenangkan kompetisi bisnis. Sikap proaktif kepemimpinan perusahaan untuk melindungi modal manusia, seperti melindungi aset penting lainnya, akan membuat perusahaan dan kepemimpinan selalu menjadi lebih unggul dalam mengatasi berbagai potensi risiko. Khususnya, risiko yang bersumber dari perilaku dan cara berpikir sumber daya manusia terhadap bisnis, organisasi, dan kepemimpinan.

Walaupun modal manusia selalu dipersepsikan oleh para ahli sebagai modal tak berwujud. Tetapi, sesungguhnya modal manusia selalu berwujud dalam bentuk perilaku dan cara berpikir. Mungkin modal manusia belum dapat dibukukan seperti modal uang dan modal barang. Tapi, realitas selalu memperlihatkan bahwa modal manusia adalah sesuatu yang sangat menentukan keberhasilan pengelolaan terhadap modal uang dan modal barang. Oleh karena itu, modal manusia harus dapat dikendalikan emosi dan hati nuraninya, agar modal manusia mampu menghasilkan kekuatan moral, untuk digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan semua aset perusahaan, serta untuk dapat melindungi modal keuangan dan potensi bisnis perusahaan dari berbagai risiko.

Modal manusia adalah kekuatan yang paling strategis dalam bisnis. Oleh karena itu, kepemimpinan perusahaan harus cerdas, konsisten, akurat, dan tegas; dalam mengambil keputusan strategis tentang tata kelola kekayaan potensi manusia, agar dapat mengelola karyawan perusahaan sebagai aset dan modal perusahaan yang unggul.

Modal manusia adalah aset terbaik yang dapat digunakan untuk melindungi kekayaan perusahaan dari gerusan inflasi dan risiko lainnya. Sumber daya manusia yang terdidik secara moral, etika, hati nurani, karakter, kualitas, dan kompetensi, akan menjadi pelindung terbaik terhadap daya saing perusahaan di sepanjang waktu, dan di setiap situasi.

“Orang Cerdas Akan Menjadikan Dirinya Sebagai Aset Investasi Terbaik. Dan, Dia Akan Menjadi Pembelajar Seumur Hidup, Untuk Menjadikan Dirinya Sebagai Modal Manusia, Yang Mampu Menjadi Aset Produktif Buat Dirinya Dan Orang Lain.” ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTRAPRENEURSHIP HARUS DIDUKUNG DENGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG MENDORONG INOVASI DAN SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN KARYAWAN DI DALAM PERUSAHAAN

INTRAPRENEURSHIP HARUS DIDUKUNG DENGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA YANG MENDORONG INOVASI DAN SEMANGAT KEWIRAUSAHAAN KARYAWAN DI DALAM PERUSAHAAN

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Intrapreneur Adalah Aset Perusahaan Yang Akan Memiliki Produktivitas, Kreativitas, Daya Saing, Dan Kinerja Pasar Yang Tinggi. Bila Mereka Hidup Dalam Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia Dengan Fleksibilitas Kebijakan Dan Prosedur, Yang Dibutuhkan Dalam Mendorong Inovasi Dan Kewirausahaan Perusahaan.” ~ Djajendra

“Praktik Sumber Daya Manusia Yang Jelas Dan Rinci Akan Membuat Semua Potensi Karyawan Dapat Terkelola Untuk Meningkatkan Kinerja Dan Daya Saing Perusahaan.” ~ Djajendra

Kewirausahaan perusahaan atau biasa disebut dengan corporate entrepreneurship melibatkan struktur organisasi dan praktik manajemen sumber daya manusia  yang mendorong kolaborasi, kreativitas, dan komitmen individu untuk memfasilitasi inovasi dan kewirausahaan dalam perusahaan. Di sini, perusahaan harus mendesain struktur organisasi untuk bisa memiliki tingkat toleransi yang tinggi terhadap fleksibilitas dari kebijakan dan prosedur, khususnya untuk tujuan mendorong inovasi dan semangat kewirausahaan dalam praktik kerja sehari-hari di perusahaan.

Setiap karyawan perusahaan yang mampu memainkan peran intrapreneur adalah aset perusahaan yang wajib dilindungi dan dikembangkan. Sebab, seorang intrapreneur di dalam perusahaan berpotensi menciptakan bisnis baru dan juga berpotensi menciptakan pasar baru dari hasil pemikirannya. Dengan mengembangkan potensi intrapreneur di dalam perusahaan melalui struktur dan praktik manajemen sumber daya manusia, maka perusahaan akan meyiapkan lingkungan kerja yang ramah dan yang memotivasi semangat kewirausahaan karyawan dalam perusahaan.

Perusahaan harus menyiapkan desain pekerjaan yang fleksibel dalam merangsang semangat kewirausahaan karyawan di dalam perusahaan; perusahaan harus secara terus-menerus mendorong karyawan menjadi pembelajar, serta menyiapkan pelatihan-pelatihan untuk tujuan peningkatan kompetensi teknis dan wawasan kewirausahaan karyawan dalam perusahaan; perusahaan harus menyiapkan nilai-nilai perusahaan yang membuat karyawan terbiasa dengan kewirausahaan perusahaan; perusahaan harus menyiapkan tata kelola yang membuat karyawan menjadi mudah berkomunikasi secara terbuka di lintas fungsional dalam struktur organisasi; perusahaan harus menyiapkan penghargaan dan gaji yang tinggi untuk menghormati kinerja karyawan sebagai intrapreneur yang andal; perusahaan harus melakukan penilaian secara terbuka dan adil terhadap umpan balik karyawan, serta menyiapkan kondisi kerja yang fleksible agar potensi kreatif karyawan intrapreneur tetap unggul.

Praktik manajemen sumber daya manusia untuk intrapreneurship haruslah menciptakan tata kelola yang membuat setiap karyawan memiliki inisiatif tinggi dalam kewirausahaan perusahaan; memiliki kemampuan untuk penerimaan tanggung jawab dengan profesional; memiliki mental kolaborasi spontan; memiliki kemampuan untuk berinovasi tanpa batas; memiliki kemampuan untuk cepat belajar; memiliki orientasi target yang terfokus; memiliki perasaan nyaman dengan pekerjaan; dan memiliki empati dengan nilai-nilai bisnis perusahaan. Di mana, semua kemampuan tersebut harus dapat menciptakan karyawan intrapreneur yang produktif, berdaya saing tinggi, kreatif, dan memiliki kinerja pasar yang lebih kuat dari para pesaing mereka. Artinya, para karyawan intrapreneur ini harus mampu menjadi aset produktif perusahaan, yang benar-benar menghasilkan nilai tambah dengan inovasi dan kecerdasan naluri bisnis mereka.

Sumber daya manusia merupakan unsur paling penting untuk menciptakan corporate entrepreneurship. Sebab, setiap individu memiliki kekayaan potensi kreatif unik yang mungkin selaras dengan misi organisasi. Oleh karena itu, manajemen perusahaan yang ingin menjalankan kewirausahaan korporasi haruslah memiliki kebijakan tata kelola sumber daya manusia, yang terfokus pada pemberdayaan keunggulan daya kreatif dan inovatif karyawan. Dan untuk itu, diperlukan penetapan prosedur yang jelas, untuk mengatur tempat kerja dan waktu buat pengembangan kreatifitas karyawan.

Lingkungan kerja dalam kewirausahaan perusahaan tidaklah boleh menjadi terlalu kompleks, tapi harus menjadi lebih dinamis dalam tata kelola yang mengurangi birokrasi yang berbelit-belit. Termasuk, gaya manajemen perusahaan harus menjadi lebih berorientasi kepada kewirausahaan perusahaan, serta meminta atau menargetkan kepada para intrapreneur untuk mengidentifikasi peluang-peluang baru, dan menghasilkan kinerja unggul secara berkelanjutan.

Sifat dan perilaku inovatif tidak selalu akan memberikan kontribusi untuk kinerja. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki kemampuan untuk menerima risiko dari hasil inovatif dan proaktif yang tidak produktif. Dan tetap secara sistematis memfasilitasi inovasi dan kewirausahaan dalam perusahaan dengan konsisten. Semakin konsisten manajemen perusahaan mendorong kegiatan kewirausahaan perusahaan, maka semakin kuat praktik struktural organisasi dalam menjalankan kewirausahaan perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com