CARA BERKOMUNIKASI YANG BAIK ADALAH ASET PRIBADI TERMAHAL

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGULCARA BERKOMUNIKASI YANG BAIK ADALAH ASET PRIBADI TERMAHAL

“Ucapan tidak sekedar untuk diucapkan; kata-kata tidak sekedar untuk diungkapkan; diperlukan kecerdasan sosial dan wawasan yang luas, untuk menjadi seorang komunikator andal.”~Djajendra

Komunikator yang hebat mampu menyampaikan pesan yang kuat, dan memotivasi orang lain untuk bersepakat dengannya. Dia juga cerdas dalam menyampaikan pesan, untuk kesepakatan yang saling mendengarkan.

Komunikasi bertujuan menyatukan persepsi dan akal sehat. Tujuan orang berkomunikasi adalah untuk menyatukan, bukan untuk memisahkan. Komunikasi tidak untuk menciptakan jarak, tetapi untuk menguatkan kesepakatan dan mempertahankan keharmonisan.

Cara berkomunikasi yang baik merupakan aset terkuat, yang mampu menghasilkan hal-hal baik dan produktif. Cara menyampaikan pesan; cara menguraikan kata-kata yang sejuk dan profesional; cara mengekspresikan emosi baik; cara menjaga suasana hati orang lain agar tetap positif; dan cara menjadikan diri sebagai energi baik di dalam komunikasi, adalah kekuatan yang menghasilkan hal-hal produktif dan kebaikan.

Komunikasi yang baik dimulai dari niat baik, berbagi pesan dan menemukan solusi untuk kebaikan bersama. Sangatlah diperlukan kesadaran untuk menghindari kesalahan, dan menghindari potensi yang membuat orang lain sakit hati.

Komunikator yang hebat, cerdas menjadi energi positif di setiap pertukaran informasi, wawasan, pengetahuan, dan ide-ide hebat. Penampilannya yang rendah hati dan santun, dapat meningkatkan kekuatan pribadi, untuk mempengaruhi banyak orang.

Komunikator terbaik fokus pada niat baik. Dia berkomunikasi pada tujuan dan niat yang sebenarnya. Dia tidak akan mencampuradukan hal-hal pribadi ke dalam hal-hal yang bukan pribadi. Dia mampu menyampaikan pesan dengan tenang, simpatik, dan penuh empati, sehingga ia bisa menyatu dengan lawan bicaranya. Ucapan dan kata-katanya sangat dipercaya dan berharga mahal.

Komunikasi adalah aset yang dapat menghidupi banyak orang. Seseorang yang cerdas emosi, berpikir positif, dilihat, didengar, dan dirasakan kebaikannya oleh orang lain; ia dengan mudah dapat mengalirkan rejeki di sepanjang hidupnya, karena ia menjadi orang yang dipercaya oleh banyak orang.

Komunikasi harus berada di satu frekuensi energi yang tepat. Komunikasi antar energi negatif dan energi positif berpotensi menciptakan konflik, dan pesannya sulit tersampaikan dengan baik. Diperlukan upaya menyamakan frekuensi energi, sehingga komunikasi yang diharapkan dapat diwujudkan dengan baik.

Energi positif dapat menerangi pikiran. Pikiran yang terang oleh kebaikan dapat menciptakan emosi dan kata-kata pilihan. Kemampuan untuk memilih kata-kata yang tepat, di waktu yang tepat, menentukan kualitas seorang komunikator. Semakin berenergi positif seseorang, semakin tenang dan sabar, ia menyampaikan pesan yang menghormati orang lain.

Ucapan tidak sekedar untuk diucapkan; kata-kata tidak sekedar untuk diungkapkan; diperlukan kecerdasan sosial dan wawasan yang luas, untuk menjadi seorang komunikator andal.

Kualitas seorang komunikator yang hebat ada di dalam kemampuanya, untuk menjadi diri sendiri yang asli, tidak berpura-pura menjadi orang lain. Seseorang yang asli mampu terhubung dengan jiwanya, dan sangat mudah terhubung dengan jiwa-jiwa baik lainnya.

Komunikator yang baik, cerdas menggunakan kekuatan verbal dan nonverbal, untuk menguatkan posisinya di tengah proses komunikasi. Memilih kata yang tepat, senyum pada saat yang tepat, bahasa tubuh yang mengekspresikan energi positif dirinya.

Maksud dan ketulusan hati dengan penampilan pribadi yang asli, akan menguatkan pesan yang disampaikan. Jadi, ketulusan dan keaslian jati diri, akan menjadikan hal-hal sulit mengalir di dalam bahasa komunikasi yang sederhana, dan mudah untuk dimengerti.

Seorang komunikator yang hebat tidak akan peduli apa yang orang lain pikirkan tentang pesannya. Dia hanya fokus untuk menyampaikan pesan yang benar dari niat dan hati yang tulus. Dia memiliki energi positif yang kuat, untuk dipancarkan di dalam setiap proses komunikasi. Dia memiliki pilihan kata-kata dan emosi yang tegas, untuk menjadikan dirinya magnet, yang menarik perhatian orang-orang. Dia memiliki kekuatan baik, yang mampu menghubungkan, dan menyatukan berbagai perbedaan di dalam keharmonisan menuju solusi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

KOMUNIKASI JUJUR, KOMUNIKASI SANDIWARA

DJAJENDRA“Karakter komunikasi yang baik adalah bersikap etis, terbuka, tegas, jelas, dapat diterima oleh akal sehat, berbagi informasi, menerima umpan balik, dan memberikan solusi. Karakter komunikasi yang buruk adalah tidak jujur, tidak masuk akal, dan penuh sandiwara.”~Djajendra

Komunikasi merupakan cara untuk terhubung, mengekspresikan jati diri, menyampaikan pesan, dan menerima pesan. Orang bijak berkomunikasi dengan memahami realitas dirinya dan orang lain. Dalam hal ini, dia selalu menyiapkan perilaku yang tepat, pengetahuan yang benar, keterampilan yang andal, sikap yang tegas dan pasti, cerdas sejarah atau masa lalu, dan beretika.

Sebuah komunikasi bisa merupakan sesuatu yang jujur, atau juga sesuatu yang penuh kebohongan, penuh sandiwara. Sangat tergantung oleh kepentingan.

Kepentingan tidak baik suka menciptakan skenario; berkomunikasi dengan penuh sandiwara; merasa menguasai permainan, untuk mencapai tujuan akhir seperti yang diinginkan. Dalam realitas seperti ini, komunikator yang penuh sandiwara selalu beradaptasi seperti bunglon, sehingga orang-orang awam tidak mampu menyadari rencana dan niat sebenarnya.

Komunikasi merupakan alat untuk mengekspresikan jati diri atau citra diri. Ketika seseorang yang sangat dipercaya sadar bahwa orang-orang sudah mengetahui sandiwaranya, sehingga jati diri asli terbongkar, dia akan berupaya untuk bersandiwara lagi agar citra diri yang dia bangun tetap terlihat benar. Dia pun akan mengumpulkan informasi untuk menguatkan sandiwaranya, melibatkan isu-isu yang membuat orang-orang kembali percaya padanya. Dia akan tunduk pada realitas dan situasi; mengekspresikan perasaan tidak mampu; tidak kompeten; tidak berharga; penolakan; atau ditinggalkan oleh orang lain. Di mana, semua ini bertujuan agar orang-orang kembali percaya pada kebenaran jati dirinya, walau dia sesungguhnya sedang bersandiwara lagi.

Seseorang yang sangat mengetahui dirinya, tetapi orang lain tidak tahu banyak tentang dirinya, adalah orang yang sedang berkomunikasi dengan menutup diri. Biasanya, orang-orang seperti ini tidak terlalu terbuka atau sedikit berbicara, sehingga dirinya tertutup dan tidak akan memberikan akses kepada orang lain untuk memahami dirinya yang sebenarnya.

Kadang-kadang, ada juga orang-orang yang tidak sadar atau tidak memahami bahwa karakter komunikasinya tidak disukai, tidak dihormati orang banyak.  Tetapi, dia tetap saja berkomunikasi dengan caranya, sehingga menjadi musuh orang banyak.

Komunikasi yang baik membutuhkan integritas diri yang tinggi. Dengan integritas yang baik, mampu terhubung secara terbuka, tertarik untuk saling memahami dan mengenal. Orang-orang yang terbuka dan saling mengenal satu sama lain, akan menjadi lebih produktif komunikasinya, lebih kooperatif, lebih melayani, lebih berempati, lebih etis, dan lebih mampu bekerja bersama-sama, untuk mewujudkan misi dan visi yang baik.

Keterbukaan dan kejujuran menghilangkan sandiwara komunikasi. Jadi, proses komunikasi untuk mengambil informasi dan memberi informasi akan terjadi di wilayah integritas, dan semua orang mampu berinteraksi dengan etis dan penuh kejujuran.

Semakin jujur dan terbuka karakter komunikasi seseorang; semakin mampu dia berada di ruang terang, di wilayah integritas, dan memberikan umpan balik dengan akuntabilitas. Dia juga semakin mampu memberi dan menerima komunikasi dengan cerdas, berbagi, serta membangun hubungan komunikasi yang terbuka dan dipercaya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ISI SLIDE PRESENTASI UNTUK DICERITAKAN, BUKAN UNTUK DIBACAKAN

ISI SLIDE PRESENTASI UNTUK DICERITAKAN, BUKAN UNTUK DIBACAKAN

“Pembicara publik harus rajin mengembangkan pikiran dan wawasan, melihat dan merasakan realitas, tidak sekedar menguasai pengetahuan dan informasi, tetapi merasakan pengetahuan dan informasi yang dimiliki.”~Djajendra

Pembicara publik selalu hadir dihadapan orang banyak untuk menyampaikan cerita nyata dari hal-hal normatif. Karena cerita nyata itu hidup dan berkembang dari perubahan dan kreativitas, maka seorang pembicara publik haruslah menjadi pembelajar, yang fokus untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan wawasan agar dapat menceritakan realitas terbaru.

Kekuatan seorang pembicara publik ada pada gagasan dan pesan yang disampaikan. Bila gagasan dan pesan tersebut disampaikan dengan energi positif, karisma, detail, serta kehadiran yang penuh semangat dan antusias, maka presentasi tersebut menjadi menarik.

Cara berkomunikasi dan berinteraksi yang penuh empati pasti memudahkan pembicara untuk memahami realitas audiens. Pembicara harus cerdas sosial saat berinteraksi dengan audiens. Sebab, audiens berasal dari berbagai latar belakang dan beragam cara berpikir, sehingga diperlukan empati dan toleransi untuk bisa terhubung dengan mereka. Komunikasi dan interaksi dua arah akan menjadikan presentasi lebih hidup.

Pembicara publik harus mengalir di dalam realitas dan tidak boleh berhenti di dalam normatif. Biasanya semua materi presentasi berkekuatan normatif, tetapi isi normatif itu harus dapat menjawab realitas audiens sehari-hari. Untuk itu, pembicara harus rajin mengembangkan pikiran dan wawasan, melihat dan merasakan realitas, dan tidak sekedar menguasai informasi saja, tetapi merasakan informasi yang dimiliki.

Pembicara publik adalah pemimpin yang mengajar beragam karakter dan latar belakang audiens. Pengaruh dan pesan yang tepat dapat menjadikan audiens mengikuti kata-kata pembicara. Pembicara wajib menyiapkan dirinya untuk mengajar beragam orang dari berbagai organisasi, industri, jasa, dan publik. Pembicara wajib memahami, merasakan, menguasai, dan mengajarkan pengetahuan untuk semua jenis bisnis dan organisasi.

Setiap presentasi biasanya dilakukan dengan slide yang dirancang sesuai karakter pembicara. Isi slide presentasi merupakan inti pikiran yang menceritakan misi, termasuk memotivasi dan memberikan pencerahan untuk berbagai dimensi dari tema pembicaraan. Jumlah kata dalam slide presentasi dapat disesuaikan dengan luasnya pembahasan yang diinginkan pembicara. Pembicara berhak untuk menciptakan slide presentasi hanya dengan satu kata, lima kata, sepuluh kata, tiga puluh kata, dan seterusnya. Dan, tidak ada jumlah kata yang benar atau ideal, semuanya tergantung kepada rencana pembicara dengan slide presentasinya. Hal terpenting adalah bahwa kata-kata di dalam slide tersebut bukan untuk dibacakan, tetapi untuk diceritakan. Pembicara publik harus pandai bercerita dengan skenario yang tidak bertentangan dengan hal-hal normatif, juga mampu membuka ruang untuk hal-hal kreatif.

Slide presentasi sebagai bahan cerita wajib disampaikan dengan nada, volume, dan kecepatan suara yang mampu didengarkan dan dipahami oleh audiens. Kemampuan untuk menciptakan karakter diri dengan bahasa tubuh, karakter kata-kata yang diucapkan, dan ketegasan ekspresi diri dalam memperkuat pesan yang disampikan, akan menjadikan pembicara tampil kuat dihadapan audiens.

Pembicara publik yang baik selalu menyediakan waktu bagi audiens agar dapat berbagi cerita. Pembicaraan satu arah tidak memberi ruang untuk berbagi cerita. Oleh karena itu, pembicara harus siap berbagi panggung, berbagi cerita dan menjadikan audiens sebagai mitra diskusi dalam setiap sesi.

Untuk pelatihan hubungi http://www.djajendra-motivator.com

MEMBUAT FILM DIPIKIRAN SEBELUM MENYAMPAIKAN PRESENTASI KEPADA AUDIENCE

DJAJENDRA 26 FEB 2014

MEMBUAT FILM DIPIKIRAN SEBELUM MENYAMPAIKAN PRESENTASI KEPADA AUDIENCE

“Presentasi yang dibuat menjadi cerita menarik, disampaikan oleh karakter yang unik dan positif, akan menyenangkan hati pendengarnya.”~ Djajendra

Salah satu pekerjaan pembicara publik yang penting adalah mengekspresikan ide-ide dalam bentuk cerita. Intinya, sebuah presentasi tidak hanya cukup dengan data, informasi, angka, pengetahuan, dan filosofi. Diperlukan cerita yang membuka hati dan pikiran audience, sehingga audience memahami manfaat dari hal-hal yang dibicarakan tersebut.

Presentasi yang baik haruslah menjadi alat untuk interaksi, diskusi, percakapan, termasuk untuk menginformasikan dan mengekspresikan ide-ide baru.

Pembicara publik sebaiknya menjadi diri sendiri. Jangan mencoba menjadi diri orang lain. Jangan mencoba memainkan gaya atau karakter yang tidak dikuasai dengan baik. Jangan ingin melucu atau bergaya seperti komedian, bila tidak menguasai pengetahuan dan karakter untuk melucu dengan baik. Intinya, sampaikan pengetahuan, ide, pengalaman, cerita, dan presentasi sesuai dengan gaya diri sendiri, gaya diri sejati yang unik.

Seluruh slide presentasi haruslah dapat disambungkan ke dalam sebuah inti cerita yang saling terhubung. Kemudian, jadikan presentasi seperti sebuah film yang menghibur, yang memberikan pencerahan, instruksi, serta menampilkan apa yang menjadi pahlawan dan apa yang harus dimenangkan oleh pahlawan tersebut. Pada akhirnya, presentasi harus menjadi guru yang mengajarkan hal-hal terbaik, dan dapat digunakan oleh audience untuk kehidupan dan pekerjaan mereka.

Presentasi pasti menjadi menarik bila pembicara publik sudah menjadikannya film dipikirannya, sehingga dia hanya tinggal bercerita dengan memanfaatkan karakter diri atau karakter bahasa tubuh yang menyenangkan. Dalam hal ini, presentasi harus membawa realitas dari hal-hal yang dibicarakan ke dalam ruangan dan menciptakan kehidupan yang memotivasi audience.

Karakter pembicara harus dimulai dari hal-hal yang sifatnya fisik, seperti: gaya rambut, pakaian, sepatu, dan semua penampilan diri yang utuh secara visual. Kemudian, karakter kepribadian yang mampu menampilkan jati diri asli dengan kekuatan keyakinan dan kepercayaan diri terhadap segala sesuatu yang ditampilkan. Intinya, seorang pembicara publik harus mampu secara konsisten menampilkan gaya dan karakter diri yang mudah untuk diingat oleh audience.

Ucapkan kata-kata positif dan jauhkan diri dari kata-kata yang tidak terpuji.Pembicara publik haruslah menjadi energi positif yang menyampaikan kebaikan, serta menggunakan bahasa dan kata-kata positif untuk mempengaruhi audience. Ingat, audience tidak pernah ingin menyerahkan dirinya kepada orang-orang negatif, dan memaksa mereka untuk mendengarkan hal-hal negatif dari seorang pembicara berenergi negatif.

Seorang pembicara publik tidak hadir untuk menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Tetapi, hadir untuk menyampaikan pengetahuan dan ide-ide baru, yang bisa membantu kemajuan audience. Pastikan film yang dibuat benar-benar fokus pada materi yang dibutuhkan dan diinginkan oleh audience. Jangan pernah tampil dihadapan audience kalau filmnya belum dikuasai oleh pikiran dan emosi diri.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

PERAN KEYNOTE SPEAKER DALAM PERTEMUAN PERUSAHAAN

DJAJENDRA PROFILE 2013

PERAN KEYNOTE SPEAKER DALAM PERTEMUAN PERUSAHAAN

“Seorang keynote speaker harus mencerahkan pikiran sadar dan mengalirkan energi optimisme ke dalam akal super sadar audience untuk menciptakan kinerja terbaik.” ~ Djajendra

Keynote speaker adalah seorang pembicara utama yang menyampaikan pesan secara garis besar, dalam durasi waktu minimal 45 menit dan maksimal 2 jam. Seorang keynote speaker tidak untuk membicarakan rincian dari ide-ide strategis secara mendalam, tetapi untuk menyampaikan kekuatan inti dari tujuan pertemuan dalam bahasa optimis dan positif.

Waktu seorang keynote speaker sangat singkat, jadi tidaklah realistis bila mengharapkan seorang keynote speaker mampu memperbaiki masalah lama perusahaan. Tetapi, bila pengetahuan positif dan energi positif dari seorang keynote speaker ditanggapi dengan pikiran yakin dan mampu oleh audience, maka pengetahuan dan energi yang singkat dari keynote speaker, akan menjadi inspirasi untuk memperbaiki dengan cepat semua masalah lama perusahaan.

Setiap pertemuan perusahaan pasti memiliki tujuan untuk mencapai sebuah target. Dalam hal ini, sebelum seorang keynote speaker menyampaikan materinya, sebaiknya perusahaan memberikan secara rinci apa-apa yang ingin dicapai dari pertemuan perusahaan tersebut kepada keynote speaker. Bila keynote speaker sudah menangkap maksud dan tujuan dari pertemuan perusahaan, maka dia dapat menciptakan materi yang kuat dengan ide-ide praktis, untuk menginspirasi audience agar semakin yakin dan percaya diri dengan target yang diberikan.

Setiap konten keynote speaker memiliki area yang fokus kepada berbagai aspek yang diperlukan untuk mencapai target tersebut. Di sini, setiap konten bertujuan untuk menjadikan setiap orang berpikir positif dan optimis dengan target mereka, dan menciptakan sugesti yang mematikan energi pikiran negatif dengan logika berpikir yang optimis.

Keynote speaker biasanya sudah memiliki storyboard presentasi sesuai dengan durasi waktu. Hal ini sama seperti sebuah film dengan durasi waktu tertentu. Jadi, bila seorang keynote speaker diberikan waktu satu jam, maka jangan pernah menguranginya secara mendadak pada saat mau presentasi. Sebab, materi yang disiapkan untuk dibicarakan selama satu jam bila secara mendadak waktunya dikurangi, maka penyampaian materi akan terasa tergesa-gesa, terburu-buru, dan pastinya audience akan bingung untuk memahami apa yang disampaikan oleh keynote speaker. Hal ini sama seperti film berdurasi dua jam yang ditayangkan dalam waktu satu jam, maka pasti penonton bingung dengan jalan ceritanya, dan terasa tidak nyambung. Oleh karena itu, jangan pernah mengurangi durasi yang telah disepakati dengan pembicara profesional. Karena, setiap pembicara profesional tidak asal tampil untuk berbicara sesuka hatinya, mereka selalu hadir dihadapan audience dengan persiapan sesuai harapan.

Peran keynote speaker dalam sebuah pertemuan perusahaan adalah untuk memberikan sugesti positif agar audience lebih meyakini pencapaian target mereka. Dalam hal ini, akan ada proses untuk mengubah pikiran menjadi lebih berani, lebih yakin, lebih percaya diri, dan lebih merasa pasti untuk pencapaiannya.

Keynote speaker adalah sumber energi positif yang mampu menyampaikan pesan yang sangat berharga, untuk mempengaruhi audience agar menghadapi kenyataan dan harapan dengan optimis.

Dalam waktu yang singkat, keynote speaker harus mampu mendorong audience ke dalam kehidupan target atau tujuan, dan secara emosional memotivasi audience untuk bertindak menciptakan hasil seperti yang diinginkan.

Seorang keynote speaker harus mampu membuat audience bersikap layaknya Michelangelo, seorang seniman besar di sepanjang sejarah. Michelangelo sudah mampu melihat wujud mahakaryanya dari potongan balok marmer. Jadi, saat dia menatap sebuah balok marmer, dia sudah mampu melihat hasil akhirnya. Kemudian, dia akan fokus dengan sepenuh hati untuk mewujudkan hasil akhir tersebut menjadi mahakaryanya.

Bila materi keynote speaker dipahami dan disimak dengan rendah hati, maka peran keynote speaker dalam pertemuan perusahaan menjadi sangat berharga untuk kemajuan setiap audience. Tetapi, kadang-kadang, tidak semua orang di dalam kelas memiliki sikap mau belajar dengan rendah hati. Hal ini disebabkan oleh pikiran yang tidak terbuka untuk memahami ide-ide baru, atau juga diri belum siap untuk memahami rahasia-rahasia sukses. Dalam hal ini, keynote speaker harus mengalirkan kekuatan logika dan akal sehat agar audience dapat merenungkan dengan baik semua pesan yang disampaikan. Persoalannya, sering sekali rahasia hanya mampu diserap dan dipahami oleh diri yang tercerahkan. Namanya RAHASIA SUKSES, dia hanya mampu dipahami oleh orang-orang yang merasa dirinya belum banyak tahu, dan selalu antusias untuk mempelajari hal-hal baru.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMANFAATKAN KEAHLIAN MOTIVATOR UNTUK KEMAJUAN ANDA

DJAJENDRA PROFILE“Seorang gladiator selalu memiliki strategi yang tepat dengan keahliannya untuk memanfaatkan kekuatan tubuhnya yang tangkas dan cepat. Seorang samurai selalu memiliki strategi yang tepat dengan keahliannya untuk memainkan pedang dengan tangkas dan cepat. Seorang motivator selalu memiliki strategi yang tepat dengan keahliannya untuk memainkan pengetahuan dan wawasan dengan tangkas dan tepat sasaran.” ~ Djajendra

Motivator adalah seseorang yang memiliki keahlian dalam bidang yang ia ceramahkan.

Memanfaatkan keahlian motivator untuk meningkatkan wawasan dan cara berpikir adalah hal baik. Dan, akan menjadikan Anda, rekan kerja, bawahan, dan pimpinan di perusahaan Anda menjadi lebih sadar, serta lebih bersemangat untuk meraih sukses.

Agar Anda dapat memanfaatkan pengetahuan dan keahlian motivator dengan maksimal,  maka pastikan bahwa suasana hati motivator Anda terjaga dengan baik. Sebab, motivator Anda harus berbicara secara alami, dan pengetahuan positif motivator harus mengalir ke luar dari hati nuraninya untuk mempengaruhi dan memberi pencerahan kepada semua orang.

Jangan mengacaukan suasana hati motivator dengan hal-hal kecil yang mungkin menurut Anda tidak penting. Misalnya, pada hari “H” secara mendadak memajukan atau memundurkan waktu ceramah motivator. Atau secara mendadak mengurangi waktu presentasi motivator.

Bila suasana hati motivator  menjadi tidak jernih dan tidak sepenuh hati oleh desakan waktu, maka aliran motivasi akan terkesan terlalu cepat dan tidak maksimal.

Satu hari sebelum presentasi atau memberikan ceramah, motivator wajib berada dalam energi tenang dan pikiran paling jernih. Hal ini diperlukan agar keahlian dan wawasan motivator dapat mengalir dengan sangat jernih dan tenang untuk mempengaruhi audience.

Motivator selalu akan hadir dengan persiapan materi sesuai durasi waktu yang Anda sepakati. Misalnya, waktunya 4 jam, 8 jam, 16 jam, atau berapapun. Bila tiba-tiba di tengah pelatihan Anda merubah jumlah waktu, maka presentasi atau ceramah motivator berpotensi tidak maksimal atau malah menjadi sangat buruk.

Sebuah ceramah atau presentasi adalah sebuah rangkaian cerita yang telah dirancang sebelumnya. Jadi, bila tiba-tiba pada hari “H” rangkaian cerita ini harus dipotong, karena waktunya kurang, maka kinerja pelatihan berpotensi kurang baik.

Kehadiran motivator  adalah untuk membicarakan atau memecahkan hal-hal yang sulit Anda pahami dalam praktik sehari-hari. Jadi, manfaatkan potensi, wawasan, pengetahuan, dan keahlian motivator untuk memasuki pengalaman baru dengan lebih percaya diri.

Motivator adalah seorang ahli yang pembelajar dan tercerahkan dalam bidang yang ia bicarakan. Bila Anda ingin menyelam melampaui batas-batas konsep dan teori dalam bidang yang dibicarakan, maka Anda harus berani berpikir dan bertanya di luar kotak kebiasaan Anda yang sekarang.

Semakin cerdas Anda menyelam ke dalam lautan pengetahuan yang dibicarakan, semakin Anda bisa menguasai atau memahami kedalaman pengetahuan tersebut.

Jangan menunggu motivator mengajak Anda untuk menyelam melihat dalamnya hal-hal yang dibicarakan, sebab hal itu tidak mungkin terjadi, karena waktu motivator sangat terbatas bersama Anda.

Jadi, Andalah sebagai audience harus bersikap kritis dan mau tahu banyak hal dari materi yang disampaikan oleh motivator, sehingga Anda dapat memahami dan menguasai dalamnya pengetahuan yang disampaikan.

Sebagai audience, persiapkan diri Anda untuk bertanya dan menambah pengalaman baru dari motivator. Tanpa persiapan, Anda tidak akan mampu mengikuti apa yang dibicarakan ataupun disampaikan oleh motivator. Kesadaran Anda untuk belajar dan mau tahu banyak, akan menjadikan Anda mendapatkan banyak hal dari motivator.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KATA-KATA YANG BOLEH MELEWATI BIBIR ANDA

“Pola pikir seseorang akan terlihat dari kata-kata yang ia ucapkan, dari perilaku yang ia perlihatkan. Bila kata-kata yang diucapkan dengan perilaku yang diperlihatkan sama, maka itulah pola pikirnya.” ~ Djajendra

Komunikasi yang cerdas terwujud dari kemampuan untuk terhubung dengan orang lain, dengan menjadi diri sendiri yang asli, serta memiliki kualitas untuk melayani, dan menghasilkan hal-hal terbaik buat Anda dan orang lain.

Miliki kesadaran untuk mengendalikan kata-kata apa saja yang boleh melewati bibir Anda saat berbicara dengan orang lain. Ciptakan pola pikir yang membuat hati nurani Anda terisi oleh nilai-nilai kehidupan dan moral positif, agar kata-kata positif yang baik dapat meluncur dengan lancar dari bibir Anda.

Hidup adalah bagian dari rangkaian hubungan yang terjalin secara langsung dan tidak langsung dengan beragam orang; dari beragam karakter, kepribadian, pola pikir, dan keyakinan. Orang-orang bahagia dan sukses selalu cerdas membangun keharmonisan dalam hubungan dengan siapa pun. Orang-orang cerdas tidak akan membiasakan mulutnya untuk mengeluarkan kata-kata negatif, kritis, gosip, bohong, ilusi, membenarkan yang salah, menyalahkan yang benar, manipulatif dan argumentatif untuk kepentingan diri sendiri.

Semakin cerdas seseorang membiarkan kata-kata positif dan baik yang melewati bibirnya, semakin dia akan menjadi pribadi yang cerdas berkomunikasi dan berinteraksi dengan siapa pun. Orang bijak mengatakan “mulutmu adalah harimaumu.” Jadi, biasakan untuk mengeluarkan kata-kata positif  kepada siapa pun. Janganlah salah berkata atau membiarkan kata-kata negatif melewati bibir. Sebab, bila Anda membiarkan kata-kata negatif melewati bibir Anda, maka Anda berpotensi terjebak dalam permusuhan hidup, dan juga berpotensi hidup dalam kerisauan hati atau tidak bahagia dengan hidup Anda sendiri.  

Komunikasi yang baik hanya akan terwujud bila di dalam komunikasi tersebut terdapat nilai-nilai yang menciptakan semangat, inspirasi, positif, pertanyaan yang berkualitas, jawaban dengan solusi, perilaku yang indah, penuh kasih, universal, jujur, saling menerima dan mendukung.

Setiap kata-kata yang keluar dari tenggorokan haruslah merupakan ekspresi dari pikiran positif dan emosi yang cerdas. Jangan pernah membiarkan satu kata negatif pun yang menyelinap keluar dari tenggorokan, sebab kata itu hanya akan menciptakan komunikasi negatif dengan pihak lain.

Setiap kata-kata memiliki kekuatannya sendiri. Semakin positif kata-kata yang melewati bibir Anda, semakin terhormat kehidupan Anda. Dan sebaliknya, semakin negatif kata-kata yang melewati bibir Anda, semakin tidak terhormat hidup Anda. Orang bijak mengatakan,” hati-hati memilih kata yang akan diucapkan, karena kata-kata memiliki kekuatan melebihi dari bom nuklir.” Orang bijak dan cerdas pasti memilih dan menimbang kata-kata sebelum diucapkan. Orang bijak tidak akan mengucapkan kata-kata tanpa dikendalikan oleh kekuatan sadar, dan orang-orang tidak cerdas selalu mudah mengeluarkan kata-kata, yang pada akhirnya membuat dirinya terlihat sangat tidak cerdas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com