POLITIK KANTOR DAN KARIR

“Politik kantor akan mempertemukan orang-orang yang satu ide dan memisahkan yang berlawanan ide. Kepentingan dan kekuasaan bila menjadi satu kekuatan, maka aturan merekalah yang menjadi paling benar. ”~Djajendra

Politik kantor adalah permainan kepentingan. Siapa yang pintar mengalir di dalam permainan politik kantor, maka dia berpotensi memiliki karir yang baik. Politik kantor merupakan bagian terpenting dari proses berorganisasi. Bermacam sifat, perilaku, karakter, kepribadian dan kekuasaan yang mungkin harus Anda hadapi. Setiap perusahaan memiliki pemimpin yang memiliki aturannya sendiri untuk menentukan arah. Politik kantor membutuhkan Anda yang kuat dan andal untuk terlibat dan ikut permainannya dengan cerdas.

Politik kantor adalah permainan yang pasti selalu ada. Dimanapun Anda bekerja, Anda pasti akan menemukan politik kantor. Intinya, Anda tidak perlu takut atau kesal dengan politik kantor. Anda hanya perlu mengembangkan diri Anda dengan kecerdasan agar tetap bisa berkarir dengan baik, walau Anda harus berhadapan dengan bos yang tidak menyenangkan hati, atau dengan majikan yang tidak Anda pahami. Ketenangan dan sikap yang tepat merupakan jalan untuk tetap berkarir di tengah politik kantor yang tidak menyenangkan hati Anda. Kendalikan marah, kendalikan komentar kritis, kendalikan perilaku yang membuat orang lain marah pada Anda.

Perusahaan dengan kedinamisan organisasinya selalu memunculkan kepentingan dan kekuasaan yang menuntut Anda untuk mengabdi. Jadi, bila Anda tetap ingin berkarir dan berkembang, Anda harus masuk ke dalam permainan politik kantor. Anda harus cerdas dan tepat dalam bersikap. Anda tidak boleh berada di pinggir lapangan permainan, Anda harus ikut bermain dengan tim yang paling kuat, dan menjadi bagian dari tim yang paling kuat. Belajarlah menjadi pemain yang andal dan cerdas. Mungkin saja ada permainan yang tidak etis, atau menghalalkan segala cara, tetapi Anda bisa mencari cara yang baik untuk mempengaruhi orang-orang yang tidak etis tersebut menjadi etis.

Banyak pegawai yang takut dengan politik kantor dan sangat menghindarinya, sehingga mereka selalu ada di pinggir lapangan dan hanya menjadi penonton. Dampaknya, mereka tidak bisa memperjuangkan kepentingannya melalui lobi dan pengaruh. Mungkin saja politik kantor terlihat sangat kompleks dan melelahkan; musuh dan kawan harus dapat dipahami; kompetisi dalam memperebutkan jabatan dan kekuasaan harus dijalani; dan ini semua merupakan bagian dari sebuah permainan kepentingan yang harus dijalankan oleh kekuasaan agar mereka tetap eksis.

Karir akan terjaga dengan baik saat Anda mampu membangun kepercayaan dan siap mengabdi kepada kekuatan yang ada.  Kekuatan dan kekuasaan bisa silih berganti dan bisa berubah setiap saat, tetapi saat Anda mampu menyesuaikan diri dan melayaninya dengan cerdas, Anda akan selalu mampu berkarir dengan baik.

Manuver orang di dalam politik kantor harus disikapi dengan tenang dan bijak. Anda tidak mungkin bisa berkarir di atas keributan politik kantor. Anda harus menjadi sangat cerdas emosi dan mampu menggunakan pikiran kreatif untuk menemukan solusi di setiap tekanan. Politik kantor akan mempertemukan orang-orang yang satu ide dan memisahkan yang berlawanan ide.  Kepentingan dan kekuasaan bila menjadi satu kekuatan, maka aturan merekalah yang menjadi paling benar.

Politik kantor tidak peduli seberapa pintar Anda, atau seberapa hebat kompetensi Anda. Politik kantor hanya peduli pada Anda yang mendukung kepentingan dan kekuasaan yang ada. Politik kantor hanya peduli pada Anda yang mau mendukung dan mengerjakan semua program sesuai motivasi dari kepentingan dan kekuasaan yang ada. Ingat, karir Anda tidak datang secara gratis, Anda harus mau tunduk dan melayani kekuasaan dengan bijak.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

BEKERJA DI ORGANISASI YANG POLITIK ORGANISASINYA SANGAT GANAS DAN BERACUN

“Politik adalah permainan dari orang-orang berkuasa. Mereka memiliki kekuatan untuk mempermainkan siapapun dan apapun demi kepentingan.”~Djajendra

Seperti kata Winston Churchill, “politik hampir menyenangkan seperti perang. Dalam perang Anda hanya bisa dibunuh sekali, tetapi dalam politik berkali-kali.” Artinya, jangan pernah takut mati berkali-kali dalam permainan politik kantor. Yang perlu Anda miliki di tempat kerja yang politik kantornya sangat tinggi, adalah keberanian untuk meningkatkan kualitas diri Anda, walau politik kantor sangat ganas dan beracun. Intinya, Anda harus survive dan menang, dan tidak boleh menyerah oleh ganasnya dan beracunnya politik kantor.

Politik di tempat kerja adalah sebuah kenyataan. Setiap orang hadir dan bekerja dengan bermacam maksud dan tujuan. Ada orang-orang berhati malaikat di tempat kerja, ada juga orang-orang licik yang sangat banyak taktik untuk menjegal kemajuan orang lain. Dunia kerja selalu memiliki kekuatan politik untuk memenangkan kepentingan.

Bagaimana cara Anda berkarir dan berkembang di tempat kerja yang berpolitik tinggi dan beracun? Kesadaran bahwa politik kantor adalah kenyataan yang harus dilayani dan disikapi, merupakan cara untuk tetap berkarir hebat di tengah ganas dan beracunnya politik organisasi.

Siapkan mental dan cerdaskan emosional. Jangan mengeluh atau menganalisis sikap dan perilaku masing-masing orang di tengah ganas dan beracunnya politik organisasi. Politik organisasi seperti perang dingin, jadi Anda harus selalu tampil dengan strategi dan taktik yang tepat. Kuatkan medan energi positif di dalam diri Anda. Kuatkan medan magnet kemenangan di dalam diri Anda. Jadi, layani permainan politik organisasi dengan menguatkan kekuatan internal diri Anda. Jangan sampai Anda menjadi barang mainan di tengah permainan politik organisasi. Jadilah kekuatan yang bersikap cerdas dan berperilaku untuk menang.

Politik organisasi merupakan cara masing-masing pihak untuk mensukseskan agenda di tempat kerja. Ambisi dan kepentingan masing-masing orang menjadikan politik organisasi sangat dinamis dan tak pasti. Saling bermusuhan secara diam-diam. Saling menyebarkan intrik dan gosip secara diam-diam. Saling mendukung dan bertengkar di setiap rapat. Saling memperlambat dan membuat proses kerja tak bergerak. Saling mensabotase pekerjaan, sehingga lawan menjadi gagal berkinerja baik. Intinya, politik organisasi sangat berwarna dan unik oleh kepentingan. Dalam hal ini, sangat tidak mudah untuk memastikan siapa yang paling bisa dipercaya atau siapa yang paling berbahaya. Biasanya, musuh terbesar itu pintar menyimpan permusuhannya, dia pintar menyembunyikan perasaan tidak senangnya, sehingga lawan bisa terkecoh oleh penampilan baiknya.

Di tempat kerja, setiap orang ingin mendapatkan panggung, ingin berkuasa dan menjadi bagian yang dominan dalam menjalankan proses organisasi. Ada yang bermain politik supaya mendapatkan promosi, kenaikan gaji, kenaikan pangkat, kenaikan jabatan, dan bermacam-macam kepentingan lainnya. Ada yang berpolitik supaya dapat menggarap proyek dan mendapatkan kepercayaan untuk mengelola sumber-sumber uang. Ada yang berpolitik supaya dekat dengan bos dan selalu mendapatkan perhatian dari bosnya. Segala kemungkinan dapat menjadi akar dari permainan politik kantor.

Politik adalah permainan kekuasaan untuk menguatkan kekuatan dan kekuasaannya. Artinya, akan ada pihak yang berseberangan dengan kekuasaan tidak mendapatkan keuntungan dari politik organisasi. Mereka yang tidak menguasai jaringan kekuasaan dan yang tidak mampu berkomunikasi, akan terpinggirkan dari kekuatan politik organisasi. Mereka yang tidak mampu menjadi penguat dalam setiap proses perebutan kekuasaan, ataupun persaingan diantara berbagai kepentingan, akan tersingkir dan terpinggirkan.

Para pemenang dalam kompetisi politik organisasi adalah mereka yang mampu menghindari pengaruh negatif politik organisasi. Mereka mampu mengeksplorasi kekuatan positif dari dalam diri mereka, lalu menjadikan dirinya bermental hebat untuk hidup dan berkarya di setiap keadaan politik organisasi. Mereka sadar bahwa berkeluh-kesah atau kehilangan motivasi kerja oleh ganas dan beracunnya politik organisasi, sama seperti bunuh diri. Oleh karena itu, mereka tidak akan membiarkan pikiran dan emosi tidak cerdas mempermainkan hidup mereka. Mereka akan fokus pada realitas dan memberikan pengaruh positif pada realitas yang ada, dan mereka sangat cerdas untuk membujuk situasi dan kondisi untuk berpihak pada mereka.

Politik organisasi haruslah dimanfaatkan untuk membangun hubungan kerja yang solid di tempat kerja. Permainan politik organisasi yang berlebihan atau terlalu asyik, dan lupa bahwa semua orang harus bersatupadu dalam mewujudkan kinerja terbaik, akan membuat kinerja organisasi turun, dan orang-orang yang sedang berkuasa pun akan kehilangan kinerja dan prestasi.

Walaupun terasa ganas dan sangat beracun suasana politik organisasi, tetapi para pemegang kekuasaan harus sadar bahwa membiarkan ganas dan racun terlalu lama, akan menjadikan kekuasaan mereka pudar dan kehilangan kekuatan. Tujuan berorganisasi atau berbisnis adalah untuk mendapatkan kinerja terbaik. Jadi, politik organisasi harus berorientasi kinerja dan prestasi, bukan saling merusak dan menghancurkan.

Politik organisasi yang sehat dan baik tidak akan membiarkan perilaku destruktif merusak budaya kerja. Bila perilaku destruktif berkuasa dan mempengaruhi kekuatan kerja, maka kerusakan yang besar pasti terjadi. Oleh karena itu, politik organisasi haruslah selalu berjalan dalam koridor moral dan etika. Membangun hubungan positif haruslah menjadi prioritas. Jauhkan perilaku tidak etis dari ruang politik organisasi. Hilangkan manipulasi, fitnah, pertikaian, permusuhan, korupsi, dan pembohongan dari politik organisasi. Jadikan politik organisasi sebagai cara mengelola kepentingan secara etis dan bermoral. Bila hal-hal tidak etis dipertontonkan secara terus-menerus oleh berbagai kepentingan di dalam organisasi, maka dapat dipastikan organisasi menjadi semakin lemah dan membuat orang-orang frustasi, stres, kelelahan, dan pada akhirnya mereka menjadi mesin yang efektif untuk menghancurkan organisasi dari dalam.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Sangat tidak mudah untuk memastikan siapa yang paling bisa dipercaya atau siapa yang paling berbahaya. Biasanya, musuh terbesar itu pintar menyimpan permusuhannya, dia pintar menyembunyikan perasaan tidak senangnya, sehingga lawan bisa terkecoh oleh penampilan baiknya.”~Djajendra

MENIKMATI POLITIK KANTOR

DJAJENDRA 17 07 2014“Orang yang suka berpura-pura mudah kehilangan kepercayaan.”~Djajendra

Politik kantor. Orang pintar tidak akan mengabaikan yang sedang berkuasa. Orang pintar tidak akan membiarkan dirinya menjadi lawan dari orang-orang yang berkinerja. Orang pintar tidak akan menjadi martir dari kesombongan dan rasa tinggi hati.

Politik kantor adalah seni berkomunikasi dan beradaptasi dengan beragam pola pikir dan pola sikap. Politik kantor secara otomatis menjadi bagian dari budaya organisasi. Politik kantor merupakan sebuah proses komunikasi, untuk memenangkan kepentingan.

Orang-orang yang cerdas sosial mampu memetakan berbagai kepentingan. Mereka tahu dan sadar bahwa di setiap kantor ada kepentingan dari para pemimpin. Ada kepentingan dari visi dan misi organisasi. Ada kepentingan dari stakeholder. Dan, semua kepentingan ini akan saling berinteraksi, sehingga Anda harus cerdas menggunakan kecerdasan sosial Anda.

Seni bergaul dengan orang lain; seni beradaptasi dengan kepentingan orang lain; seni berkomunikasi dengan orang lain; seni melayani orang lain; dan seni mengendalikan ego diri sendiri, sehingga mampu menjadi lebih rendah hati di dalam pergaulan dengan orang lain, merupakan inti dari politik kantor.

Politik kantor merupakan kecerdasan untuk memanfaatkan segala kecerdasaan, supaya dapat terhubung dan berkomunikasi secara produktif dengan siapapun. Jadi, sepintar apapun kompetensi dan kualitas seseorang, bila dia tidak mampu menggunakannya untuk terhubung dengan orang lain secara produktif, maka kepintaran tersebut akan sia-sia. Karena, sifat pekerjaan adalah saling menghidupi, dan tidak mungkin seorang diri menghidupi pekerjaannya sendiri.

Ketika seseorang tidak cerdas sosial, maka dia menjadi pemarah atau mudah frustasi oleh politik kantor. Orang-orang yang tidak cerdas sosial sangat mudah mengomel, marah, benci, bergosip, arogan, meremehkan orang lain, dan tidak memiliki kecerdasan atau kemampuan, untuk berelasi dengan orang lain secara beretika.

Orang-orang yang tidak cerdas sosial suka mengabaikan realitas orang lain, selalu merasa tidak memerlukan orang lain. Dan, dirinya memiliki prinsip yang menganggap dialah yang paling mengerti. Hal ini menjadikan dirinya sebagai korban dari politik kantor.

Kecerdasan sosial dan kecerdasan emosional menjadikan Anda bersahabat dengan rival Anda. Bermusuhan dengan rival dapat merusak etos kerja, dan dapat menciptakan perilaku yang tidak menguntungkan.

Politik kantor tanpa kecerdasan sosial menjadikan Anda mudah dijegal dalam karir, dan memperlambat Anda mencapai prestasi. Jadi, siapkan diri dengan sungguh-sungguh, dengan penuh kerja keras, dengan perilaku yang cerdas sosial, agar Anda dapat beradaptasi, dan dapat meraih prestasi di tengah politik kantor yang dinamis.

Jangan habiskan seluruh energi dan potensi di dalam konflik politik kantor. Siapkan mental dan emosi, untuk dapat memahami pentingnya terhubung dengan orang lain. Pahami realitas orang lain, dan tumbuhkan potensi diri di tengah kedinamisan politik kantor.

Jauhkan diri dari menyalahkan orang lain. Siapkan diri untuk selalu menyesuaikan dengan orang lain. Politik kantor selalu hadir dengan kepentingan, dan jadilah pribadi yang menghormati berbagai kepentingan tersebut.

Politik kantor tidak bermaksud menjadikan Anda harus bersekutu dengan semua orang. Politik kantor bermaksud membangun hubungan, yang lebih kuat saat ketidakpastian dan konflik meningkat. Jadi, Anda hanya cukup menjadi pribadi yang sadar dan mengerti tentang kepentingan orang lain. Jangan pernah terjebak dalam salah satu kelompok yang bersaing. Tetaplah menjadi diri sendiri yang melayani visi dengan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERURUSAN DENGAN ORANG-ORANG YANG MENGHALALKAN SEGALA CARA UNTUK MENCAPAI TUJUAN

“Bagi manipulator, mencapai tujuan dengan menghalalkan segala cara, adalah kebenaran. Kesepakatan yang tidak sesuai tujuan mereka, pasti mereka khianati.”~Djajendra

Sangat pintar memutarbalikan fakta; sangat berkemampuan berbohong dan membenarkan kata-kata bohongnya; sangat pintar memanipulasi keadaan; sangat pintar berargumen tanpa logika, tanpa akal sehat; sangat pintar berputar-putar, menarik ulur, dan menciptakan persepsi seolah-olah dirinya dirugikan. Mereka adalah para manipulator, yang suka menghalalkan segala cara, untuk mencapai tujuan.

Seorang manipulator memiliki energi negatif dalam wujud licik, trik negatif, kecurangan, tipu daya, menyelewengkan, menyalahgunakan, dan berlogika tanpa akal sehat. Mereka cerdas menguasai kelemahan lawan. Setelah kelemahan lawan ditemukan, mereka akan menggunakannya untuk menyerang dari setiap sisi dan sudut. Mereka tidak malu dengan persepsi orang banyak; mereka ngotot dan sangat percaya diri, untuk menghalalkan segala cara demi tujuan. Mereka memiliki banyak akal negatif, dan selalu siap melanggar etika demi mencapai tujuan. Mereka terus-menerus akan mengulang rencana tidak baiknya, untuk mengambil keuntungan dari ketidakmampuan lawan. Mereka tidak akan menghentikan sebuah eksploitasi terhadap hal-hal buruk lawannya. Mereka adalah manipulator ulung, yang sangat terlatih untuk memanipulasi realitas.

Bagaimana cara berurusan dengan manipulator, yang suka menghalalkan segala cara, untuk mencapai tujuan?

Memang tidak mudah menghadapi orang-orang yang cerdas memanipulasi. Mereka sangat berkemampuan dan sangat ahli, untuk menghalalkan segala cara. Mereka memiliki banyak akal buruk, untuk membuat Anda tidak berdaya. Tetapi, mereka suka lupa bahwa kebenaran selalu menang, walau kemenangannya itu harus melewati sebuah proses panjang, yang dinamis dan tidak pasti.

Biasanya, seorang manipulator berkarakter tinggi hati dan sangat percaya diri. Dan, inilah titik lemah dia. Sikap yang berlebihan dan sombong menjadikan dirinya mudah jatuh dan kalah. Sikap yang berlebihan dan sangat tinggi hati, menjadikan dia sebagai musuh akal sehat, sehingga dia harus berhadapan dengan realitas yang memusuhi keberadaannya.

Para manipulator suka lupa bahwa akal sehat selalu menguatkan dirinya di tengah diamnya orang banyak. Akal sehat tidak pernah mati oleh seorang manipulator hebat. Akal sehat selalu meningkatkan kekuatan, dan mengkonsolidasikan ketangguhannya, untuk mengalahkan manipulator.

Jadi, bagaimana cara Anda menghadapi para manipulator?

Jawabannya sangat mudah. Miliki prinsip-prinsip dan nilai-nilai kehidupan, yang kuat memagari Anda dari para manipulator. Jadilah pribadi yang konsisten dengan nilai-nilai kehidupan positif. Apapun hal terburuk yang sedang Anda hadapi, jangan pernah ragu, untuk tetap memegang erat prinsip dan nilai-nilai positif.

Kuatkan integritas diri sendiri. Kuatkan dan kayakan pikiran bawah sadar dengan nilai-nilai positif dan optimis. Latih jiwa, raga, dan pikiran untuk menjadi pejuang kebaikan. Siapkan mindset positif untuk mengawal sikap, perilaku, kebiasaan, dan emosi agar selaras dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip kehidupan positif.

Orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, tidak akan menyerah oleh persepsi umum yang memusuhi sikap dan perilaku mereka. Mereka dengan licik akan menciptakan manipulasi-manipulasi baru demi mencapai tujuan. Mereka sangat tangguh dan kuat, untuk menciptakan pengaruh pada kelompoknya, dan sangat solid di dalam kebersamaan.

Para manipulator sangat berkeyakinan, untuk mempengaruhi kehidupan sosial. Mereka akan bersikap, seolah-olah mereka adalah dewa penolong, yang bisa menyelamatkan kepentingan orang banyak. Tetapi, cara mereka ini hanya akan sukses; bila kehidupan sosial buta informasi, rendah wawasan, terdoktrin oleh nilai-nilai dari tujuan, yang mereka perjuangkan.

Dalam kehidupan masyarakat yang terbuka dan kaya informasi, para manipulator mudah dikalahkan oleh kecerdasan akal sehat. Mereka sulit mendapatkan hati dari akal sehat orang banyak. Mereka hanya berpotensi menjadi musuh bersama dari akal sehat. Semua upaya dan perjuangan mereka, untuk mencapai tujuan, akan gagal dan sulit diwujudkan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

DEMORALISASI LINGKUNGAN KERJA DAN MENGUATNYA BUDAYA KONFLIK

“Kepemimpinanlah yang paling bertanggung jawab atas efek demoralisasi di tempat kerja. Ketidakdewasaan pola pikir kepemimpinan, rendahnya kecerdasan emosional, serta lemahnya pengetahuan moral dan etika, akan menjadikan kepemimpinan sebagai sumber penyebab demoralisasi karyawan di tempat kerja, termasuk sebagai akar masalah dari penurunan kualitas kerja dan budaya kerja.”~ Djajendra

Lingkungan kerja yang penuh dengan perang dingin sangatlah tidak sehat. Nama besar dan kantor yang mewah bukanlah sebuah jaminan, akan adanya kehidupan kerja yang bahagia dan harmonis. Selama pikiran negatif, emosi buruk, perilaku tidak etis, serta perasaan paling benar dan paling pintar menguasai batin individu di dalam perusahaan; maka selama itu mereka akan menyebarkan virus yang melemahkan budaya kerja, serta menjadi penyebab konflik berkelanjutan di internal perusahaan.

Di dalam perusahaan yang tidak saling menghormati, serta terbiasa dengan perilaku paling tahu dan paling berhak, maka penurunan harga diri dan moral kerja berpotensi menjadikan proses kerja tidak efektif. Selanjutnya, hal ini akan terus memburuk di dalam konflik perang dingin, yang pada akhirnya akan menghilangkan potensi dan peluang luar biasa dari keunggulan sumber daya manusia.

Semua sikap, sifat, perilaku, dan kebiasaan negatif di tempat kerja adalah penyebab rendahnya produktivitas, dan tingginya perasaan tidak bahagia di tempat kerja. Energi negatif yang dikeluarkan oleh setiap individu di tempat kerja, akan menyebar seperti virus untuk memperlemah daya tahan budaya kerja. Apalagi bila energi negatif ini dikeluarkan oleh para manajer yang berada di dalam struktur organisasi, maka dampak kerusakan budaya kerja akan sangat luar biasa.

Lingkungan kerja adalah ruang dan waktu yang mempertemukan orang-orang, yang wajib berurusan satu sama lain, setiap hari. Jadi, bila di dalam hubungan setiap hari ini, energi negatif menjadi bagian yang paling berkuasa, maka pastilah lingkungan kerja tersebut akan menjadi beracun, dan merusak suasana hati orang-orang didalamnya untuk berkontribusi dengan sepenuh hati.

Kesadaran untuk mengenali lingkungan kerja sangatlah penting. Bila setiap orang hanya mengikuti kemauan ego dirinya sendiri, serta mengabaikan hal-hal positif pembentuk keharmonisan dan soliditas kerja, maka tidaklah mungkin lingkungan kerja akan memberikan kedamaian dan kebahagiaan. Jadi, realitas lingkungan kerja saat ini adalah sebuah cerminan yang memperlihatkan wajah asli dari kualitas moral sumber daya manusia perusahaan.

Kepemimpinan di dalam perusahaan, mulai dari tingkatan manajemen atas, tengah, dan bawah, sangatlah menentukan proses penguatan lingkungan kerja yang positif, yang kadar konfliknya rendah. Dalam hal ini, kepemimpinan dari semua tingkatan di struktur organisasi harus tampil proaktif dengan perilaku etis dan sikap baik.  Bila kepemimpinan di dalam perusahaan ikut-ikutan berkontribusi di dalam konflik yang saling merobek budaya kerja, maka perang dingin bisa meningkat menjadi perang terbuka. Yang hasilnya, setiap hari diisi dengan pertengkaran oleh kerusakan etika dan integritas.

Lingkungan kerja berbudaya konflik biasanya terlihat dari disiplin kerja yang rendah; dari tingginya aliran gosip kantor yang merusak moral kerja; politik kerja oleh komplotan yang saling bergerombol untuk memenangkan kepentingannya; kepemimpinan yang ragu dan tidak tegas untuk menjalankan kode etik kerja; serta moral kerja manajemen yang rendah, yang menyebarkan perilaku tidak sopan, dan tidak etis diantara karyawan di dalam lingkungan kerja.

Perilaku dan penampilan seorang manajer yang sombong dan tidak mengerti tata krama komunikasi, bahkan penampilan seorang supervisor yang ketus dan pedas, akan menjadi energi negatif yang secara perlahan-lahan merusak dan memperlemah budaya kerja.  

Kepemimpinanlah yang paling bertanggung jawab atas efek demoralisasi di tempat kerja. Ketidakdewasaan pola pikir kepemimpinan perusahaan, rendahnya kecerdasan emosional, serta lemahnya pengetahuan moral dan etika, akan menjadikan kepemimpinan sebagai sumber penyebab demoralisasi karyawan di tempat kerja, termasuk sebagai akar masalah dari penurunan kualitas kerja dan budaya kerja.

Ditingkatan pelaksana kerja, karyawan hanya memiliki kemampuan untuk mengontrol tindakan dan reaksi dirinya sendiri. Mereka tidak memiliki kuasa untuk mengontrol reaksi, tindakan, dan apa yang orang lain katakan dan lakukan. Sebab, mereka hanyalah karyawan pelaksana yang tidak memiliki kekuasaan atau otoritas. Mereka hanyalah fungsi proses kerja, yang menjalankan rutinitas pekerjaan untuk diakumulasikan ke dalam hasil akhir. Jadi, peran karyawan pelaksana hanyalah sebatas tukang yang menjalankan perintah dari pekerjaan dan kepemimpinan. Oleh karena itu, kepemimpinan perusahaan harus menjadi contoh dan teladan yang memperlihatkan perilaku etis dan tata krama di dalam menciptakan budaya kerja yang harmonis dan unggul. Sebab, hanya para pemimpinlah yang memiliki kekuasaan dan otoritas untuk mengatur setiap perilaku, sikap, sifat, tindakan, dari siapapun di dalam organisasi. Menjadi pemimpin yang kuat dengan integritas, etika, dan profesionalisme kerja; akan menjadikan pemimpin tersebut sebagai energi positif yang memperkuat budaya kerja, serta memperkuat lingkungan kerja menjadi lebih produktif dan harmonis.

Kepemimpinan dan manajemen yang cerdas, pasti tidak akan menginginkan lingkungan kerja, yang bermoral rendah dan penuh konflik. Semakin cerdas kepemimpinan dan manajemen melengkapi lingkungan kerja perusahaan dengan sikap, perilaku, sifat, dan tata krama yang etis; semakin kuat dan berkualitas lingkungan kerja tersebut. Setiap langkah yang terlambat untuk memperbaiki lingkungan kerja, akan menjadikan semakin rusak budaya kerja oleh efek demoralisasi, yang dampaknya pasti merugikan kepemimpinan dan manajemen.

Tidaklah boleh seorangpun yang membenarkan perilaku buruk, apalagi perilaku yang menyakiti atau merugikan orang lain di tempat kerja. Setiap ketidakjujuran dan ketidakaslian jati diri hanya akan menjadi energi negatif, yang mengkontribusikan hal-hal buruk ke dalam sistem kerja. Oleh karena itu, penguatan integritas dan etika yang terus-menerus haruslah menjadi pekerjaan yang tidak boleh dilupakan oleh manajemen perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

UPAH

2013-04-22

“Mengorbankan warga negara dengan upah murah untuk mengundang  minat investasi dari mancanegara adalah perbuatan yang paling merugikan bangsa di masa depan. Negara yang bermasadepan baik adalah negara yang cerdas menjual pertumbuhan, stabilitas, keamanan, kepastian, tata kelola yang beretika, kompetensi, kualitas, dan infrastruktur yang berkualitas, untuk dijadikan daya tarik minat investasi mancanegara.” ~ Djajendra

Dunia bisnis membutuhkan kehidupan yang merasa saling percaya di antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah. Rasa saling percaya dengan semua stakeholders terkait akan menjadikan lingkungan bisnis lebih produktif dan efektif. Bila rasa percaya tidak ada, maka jangan pernah berharap terjadinya hubungan kerja yang hormonis di antara pihak-pihak terkait dalam sebuah proses bisnis.

Setiap tanggal 1 Mei adalah hari buruh se dunia. Di mana, para pekerja merayakan hari tersebut dengan berbagai harapan untuk kehidupan kerja yang lebih baik dan lebih manusiawi. Saat rasa percaya di tempat kerja hilang, maka perasaan dicurangi akan menjadikan hubungan kerja tidak produktif.

Upah yang wajar untuk pekerja merupakan salah satu faktor yang menentukan produktivitas kerja. Termasuk, motivasi kerja yang tinggi dipengaruhi dengan upah yang layak. Jadi, pasti para pengusaha yang cerdas akan memberikan upah yang wajar kepada pekerjanya.

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang baik di sebuah negara akan menciptakan pasar yang menguntungkan buat pengusaha. Apalagi bila di negara tersebut upah pekerjanya masih relatif murah, maka pengusaha-pengusaha dari mancanegara yang memiliki pasar di negara berupah murah tersebut, akan menanamkan investasi untuk proses produksi dengan memanfaatkan upah murah, dan sekaligus memanfaatkan pasar yang tumbuh untuk menjual produk-produknya.

Pada umumnya, investor selalu berpegang teguh pada prinsip bahwa  dengan pengeluaran sekecil-kecilnya harus menghasilkan nilai tambah sebesar-besarnya. Prinsip ini tidaklah boleh diterapkan dalam hal upah. Sebab, upah adalah penghasilan seseorang untuk membiayai hidupnya. Bila upahnya sangat kecil dan tidak mencukupi realitas minimal biaya hidup rutin, maka sisi kemanusiaan orang tersebut pasti dalam ketidakadilan. Dibutuhkan hati dan empati untuk tidak mempermainkan upah seseorang buat keuntungan yang lebih besar buat orang lain.

Proses bisnis yang baik membutuhkan orang-orang yang bekerja dengan sepenuh hati dalam totalitas pelayanan dan kontribusi. Saat ada pihak-pihak yang merasa dicurangi dalam sebuah proses bisnis, maka hasil akhir dari proses bisnis tersebut akan menghasilkan produktivitas dan kualitas yang lebih rendah, dan tidak seperti yang diharapkan.

Kesadaran pemerintah dan pengusaha di sebuah negara untuk tidak menjadikan upah murah sebagai daya tarik investasi adalah sesuatu yang baik. Kebijakan upah murah dari sebuah negara untuk menarik minat investor hanya akan merugikan masa depan negara tersebut. Sebab, warga negaranya dibayar dengan murah atau biasa disebut upah minimum. Hal ini berpotensi menciptakan masa depan warga negara dengan upah murah ini, menjadi warga miskin yang membebani bangsa dan negara.    

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi yang stabil dan baik haruslah dimanfaatkan untuk meningkatkan standar upah, agar upah yang wajar dari warga negara dapat diinvestasikan untuk kehidupan  masa depan yang lebih baik.  Hal ini akan memberikan manfaat besar buat pertumbuhan ekonomi domestik, dan juga berpotensi memperkuat daya tahan ekonomi bangsa dan negara.  

Perekonomian sebuah negara yang bermasadepan baik adalah yang cerdas menjual pertumbuhan, stabilitas, keamanan, kepastian, tata kelola yang beretika, kompetensi, kualitas, dan infrastruktur yang berkualitas, untuk dijadikan daya tarik minat investasi mancanegara.  

Membayarkan upah maksimal warga negara akan menguntungkan negara. Sebab, upah maksimal bukan minimum, akan menjadi salah satu  faktor investasi buat kesejahteraan bangsa dan negara yang lebih baik di masa depan.

Selamat Hari Buruh Sedunia 1 Mei 2013

Djajendra

SIKAP TIDAK SUKA DENGAN REKAN KERJA MERUGIKAN DIRI SENDIRI

DJAJENDRASIKAP TIDAK SUKA DENGAN REKAN KERJA MERUGIKAN DIRI SENDIRI

“Hubungan kerja yang tidak nyaman bukanlah untuk dikeluh-kesahkan, tapi untuk dipahami dengan empati dan toleransi, agar keluh-kesah Anda itu tidak menjadi energi negatif yang menurunkan kinerja dan kualitas kerja.” ~ Djajendra

Di tempat kerja selalu saja ada karyawan yang merasa frustasi dan mengalami stres, karena dirinya harus melayani dan bekerja dengan orang yang tidak disukai. Sikap tidak suka pasti akan meningkatkan energi negatif dan mengurangi produktivitas. Sikap tidak suka pasti akan membuang-buang waktu dan energi. Sikap tidak suka akan membuat diri sulit bekerja sama dengan sepenuh hati.

Dalam sebuah unit kerja atau tim, pimpinan pasti akan menempatkan beberapa orang untuk saling bekerja sama dalam menghasilkan output kerja. Seorang supervisor pasti akan dipasangkan dengan beberapa orang staf, sebab tidak mungkin dia dapat bekerja sendiri, tanpa dibantu dengan yang lain. Orang-orang yang dipasangkan tersebut pasti harus memiliki keahlian yang sangat penting untuk pencapaian kinerja dan kualitas.  Di sinilah diperlukan kecerdasan emosional untuk saling bekerja sama dan melengkapi satu sama lain, agar dapat dihasilkan kualitas atau output sesuai harapan.

Ketika seseorang bekerja dengan sikap tidak suka kepada kepribadian orang lain, maka dirinya akan terjebak dalam permainan emosi dan pikiran negatif. Akhirnya, emosi dan pikiran negatif tersebut akan menguras energi, dan membuat orang tersebut terperangkap dalam zona stres, yang berpotensi mengurangi produktivitas dan kontribusi dirinya kepada unit kerjanya.

Sikap positif akan meningkatkan hubungan kerja. Jiwa besar dalam kekuatan empati dan toleransi di tempat kerja, berpotensi menghasilkan sikap suka dan saling mendukung. Bila diri sudah mampu fokus pada pekerjaan secara objektif dan profesional, tanpa melibatkan diri ke dalam realitas kepribadian seseorang, maka pikiran jernih dan mental positif akan menjadi modal untuk menghasilkan kinerja, prestasi, dan kualitas kerja.

Kecerdasan emosi dari seorang pimpinan menjadi syarat penting untuk menciptakan keharmonisan di unit kerja. Bila seorang pimpinan, baik itu manajer ataupun supervisor, yang bertanggung jawab terhadap sebuah tim atau unit kerja, memiliki kecerdasan emosi, maka dirinya dapat menjadi pribadi yang memahami mengapa staf-stafnya berperilaku dengan cara yang mereka lakukan. Kemudian, sebagai pimpinan dirinya memiliki kekuasaan dan otoritas atas staf-stafnya. Hal ini akan membuat dirinya mudah untuk dapat menemukan waktu yang tepat, berbicara kepada masing-masing staf secara pribadi, mempertegas kebutuhan unit kerja, serta melakukan pembinaan untuk membantu staf, agar berubah perilaku dan memiliki tanggung jawab moral atas pekerjaan. Dalam hal ini, pimpinan juga harus cerdas memberikan pengaruh positif kepada staf dengan cara pencerahan dan kesadaran, agar setiap staf dapat memiliki perilaku kerja sesuai dengan kebutuhan unit kerja.

Sikap tidak suka selalu bersumber dari ketidakmampuan diri untuk menyukai perbedaan. Biasanya dalam pergaulan kerja, karyawan  yang bekerja berasal dari berbagai latar belakang dan nilai-nilai kehidupan yang berbeda. Saat seorang karyawan tidak cerdas emosi, perbedaan yang seharusnya merupakan hal yang normal, namun karena emosinya tidak cerdas, dia akan kehilangan akal sehat untuk bergaul dengan semua perbedaan dan keragaman. Di sinilah peran kepemimpinan sebagai pemersatu setiap perbedaan harus  menampilkan kearifan dan kebijaksanaan. Pemimpin pasti tahu bahwa semua orang sering kali hadir dengan memiliki nilai kerja dan kebiasaan yang berbeda, dan kadang-kadang bisa berbenturan, terutama ketika mereka yang berbeda itu harus saling melengkapi dalam sebuah sinergi dan kolaborasi kerja.

Sikap tidak suka dengan rekan kerja akan merugikan diri sendiri. Bila Anda selalu merasakan jengkel dengan perilaku rekan kerja, maka Anda harus interospeksi diri sendiri, lalu menemukan hal-hal positif daripada berusaha untuk menemukan sebanyak mungkin hal-hal yang menjengkelkan dari rekan kerja Anda. Saat Anda sudah terlatih dengan emosi cerdas, maka saat itu Anda tidak akan menciptakan persepsi negatif tentang rekan kerja Anda, dan Anda juga akan menjauh dari perasaan jengkel terhadap rekan kerja.

Budaya organisasi yang kuat selalu mampu menghadirkan lingkungan kerja yang membuat semua orang akrab bekerja dalam kolaborasi. Walaupun sikap suka dan tidak suka merupakan urusan pribadi, tapi di tempat kerja sikap suka dan tidak suka sangat mempengaruhi kinerja dan moral kerja. Setiap orang di dalam organisasi haruslah saling terhubungkan dalam perilaku yang saling memahami dan menghormati. Budaya organisasi dan kepemimpinan harus menjadi kekuatan yang mengelola setiap orang untuk saling berkontribusi dan melayani, dan juga saling memberikan umpan balik yang terukur dalam mencapai kinerja dan prestasi yang lebih baik.  

Hindarkan diri dari godaan untuk saling berbagi ketidaksukaan. Sebab, saat Anda dengan rekan-rekan menghabiskan waktu untuk membedah kelemahan kepribadian orang lain, maka saat itu gosip akan menurunkan moral kerja. Sangatlah bijak bila setiap orang dengan kesadaran diri sendiri mampu menjaga ucapan, emosi, dan pikiran yang tidak menghakimi atau menilai orang lain dengan cara berpikir masing-masing. Perlu diingat bahwa bergosip dapat merusak moral, dan sikap menghakimi kekurangan orang lain dapat mempengaruhi kebahagiaan diri sendiri. Semakin sering seseorang menceritakan kekurangan orang lain, maka semakin cepat dirinya akan dikuasai energi negatif, dan membuat dirinya tidak nyaman dan bahagia dengan realitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com