MEMAHAMI PERBEDAAN WORKSHOP, TRAINING, SEMINAR, DAN KELAS MOTIVASI

MOTIVASI

MEMAHAMI PERBEDAAN WORKSHOP, TRAINING, SEMINAR, DAN KELAS MOTIVASI

Workshop, training, seminar, dan kelas motivasi memiliki arti dan maksud yang berbeda.

Dalam kelas workshop atau lokakarya, peserta yang hadir memiliki tujuan untuk mencari solusi atau memecahkan sebuah misteri. Di kelas workshop, pembicara atau narasumber mempresentasikan teori, konsep, logika, dan menyatukan persepsi peserta untuk dapat memecahkan masalah, ataupun menemukan solusi yang diinginkan. Kelas workshop bersifat ilmiah, tidak untuk membahas hal-hal yang sifatnya praktis, peserta akan mencari solusi atau pemecahan masalah, melalui berbagai konsep yang dikenal maupun yang masih baru bagi mereka.

Training atau pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan keandalan kualitas kerja peserta. Kelas training terfokus untuk memperdalam hal-hal praktis, meningkatkan kualitas dari hal-hal yang sudah dikerjakan dalam rutinitas di tempat kerja. Dalam training, tidak dibahas tentang teori, ataupun hal-hal yang sifatnya ilmiah. Di kelas training, peserta dilatih dan dipandu oleh trainer ataupun oleh motivator, untuk dapat melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Misalnya, peserta mendapatkan training tentang budaya organisasi, maka trainer akan menyampaikan praktek dan cara untuk bisa menjalankan budaya organisasi di dalam keseharian di tempat kerja. Sifat dari training adalah praktek, praktis, ataupun pragmatis; sangat terfokus kepada target dan sasaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Trainer harus mampu memvisualisasikan materi yang disampaikan, sehingga peserta mampu melihat dan mendapatkan pengalaman baru.

Kelas seminar biasanya membahas sesuatu yang sangat luas. Bentuk pengajaran selalu bersifat akademis, ilmiah, konsep, dan apapun yang sedang dipikirkan oleh peserta. Seminar bertujuan untuk menanam ide ataupun benih pengetahuan baru. Biasanya, peran moderator menjadi sangat penting dalam sebuah seminar. Narasumber dan peserta diatur dan dikelola oleh seorang atau beberapa orang moderator. Dialog dalam seminar kadang bisa keluar dari topik pembahasan, sebab apapun yang sedang dipikirkan oleh peserta dapat dikemukakan di dalam forum. Seminar tidak begitu cocok untuk karyawan atau pekerja yang ingin meningkatkan kompetensi dan keandalan di tempat kerja. Seminar sangat cocok untuk para mahasiswa, siswa, dosen, dan orang-orang yang ingin menambah wawasan atau pengetahuan sesuai topik yang dibicarakan tersebut.

Kelas motivasi biasanya bertujuan untuk meningkatkan keyakinan, semangat, kepercayaan diri, dan membugarkan pola pikir. Motivator harus mampu memainkan emosi peserta dengan sugesti yang masuk akal, sehingga peserta mampu termotivasi dan gairah hidupnya menjadi lebih baik. Karena kelas motivasi bermain di wilayah keyakinan, emosi, mindset, dan kepribadian. Maka, penyampaian materi harus bersifat universal, sehingga perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang dalam menerima motivasi.

Pelatihan untuk karyawan sebaiknya merupakan kombinasi dari kelas training dan kelas motivasi, kalau bisa dikombinasikan dengan kelas outbound. Pelatihan karyawan bertujuan agar mereka bisa menjalankan pekerjaan mereka dengan sepenuh hati, andal, berkualitas, dan berkinerja tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

ISI SLIDE PRESENTASI UNTUK DICERITAKAN, BUKAN UNTUK DIBACAKAN

ISI SLIDE PRESENTASI UNTUK DICERITAKAN, BUKAN UNTUK DIBACAKAN

“Pembicara publik harus rajin mengembangkan pikiran dan wawasan, melihat dan merasakan realitas, tidak sekedar menguasai pengetahuan dan informasi, tetapi merasakan pengetahuan dan informasi yang dimiliki.”~Djajendra

Pembicara publik selalu hadir dihadapan orang banyak untuk menyampaikan cerita nyata dari hal-hal normatif. Karena cerita nyata itu hidup dan berkembang dari perubahan dan kreativitas, maka seorang pembicara publik haruslah menjadi pembelajar, yang fokus untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan wawasan agar dapat menceritakan realitas terbaru.

Kekuatan seorang pembicara publik ada pada gagasan dan pesan yang disampaikan. Bila gagasan dan pesan tersebut disampaikan dengan energi positif, karisma, detail, serta kehadiran yang penuh semangat dan antusias, maka presentasi tersebut menjadi menarik.

Cara berkomunikasi dan berinteraksi yang penuh empati pasti memudahkan pembicara untuk memahami realitas audiens. Pembicara harus cerdas sosial saat berinteraksi dengan audiens. Sebab, audiens berasal dari berbagai latar belakang dan beragam cara berpikir, sehingga diperlukan empati dan toleransi untuk bisa terhubung dengan mereka. Komunikasi dan interaksi dua arah akan menjadikan presentasi lebih hidup.

Pembicara publik harus mengalir di dalam realitas dan tidak boleh berhenti di dalam normatif. Biasanya semua materi presentasi berkekuatan normatif, tetapi isi normatif itu harus dapat menjawab realitas audiens sehari-hari. Untuk itu, pembicara harus rajin mengembangkan pikiran dan wawasan, melihat dan merasakan realitas, dan tidak sekedar menguasai informasi saja, tetapi merasakan informasi yang dimiliki.

Pembicara publik adalah pemimpin yang mengajar beragam karakter dan latar belakang audiens. Pengaruh dan pesan yang tepat dapat menjadikan audiens mengikuti kata-kata pembicara. Pembicara wajib menyiapkan dirinya untuk mengajar beragam orang dari berbagai organisasi, industri, jasa, dan publik. Pembicara wajib memahami, merasakan, menguasai, dan mengajarkan pengetahuan untuk semua jenis bisnis dan organisasi.

Setiap presentasi biasanya dilakukan dengan slide yang dirancang sesuai karakter pembicara. Isi slide presentasi merupakan inti pikiran yang menceritakan misi, termasuk memotivasi dan memberikan pencerahan untuk berbagai dimensi dari tema pembicaraan. Jumlah kata dalam slide presentasi dapat disesuaikan dengan luasnya pembahasan yang diinginkan pembicara. Pembicara berhak untuk menciptakan slide presentasi hanya dengan satu kata, lima kata, sepuluh kata, tiga puluh kata, dan seterusnya. Dan, tidak ada jumlah kata yang benar atau ideal, semuanya tergantung kepada rencana pembicara dengan slide presentasinya. Hal terpenting adalah bahwa kata-kata di dalam slide tersebut bukan untuk dibacakan, tetapi untuk diceritakan. Pembicara publik harus pandai bercerita dengan skenario yang tidak bertentangan dengan hal-hal normatif, juga mampu membuka ruang untuk hal-hal kreatif.

Slide presentasi sebagai bahan cerita wajib disampaikan dengan nada, volume, dan kecepatan suara yang mampu didengarkan dan dipahami oleh audiens. Kemampuan untuk menciptakan karakter diri dengan bahasa tubuh, karakter kata-kata yang diucapkan, dan ketegasan ekspresi diri dalam memperkuat pesan yang disampikan, akan menjadikan pembicara tampil kuat dihadapan audiens.

Pembicara publik yang baik selalu menyediakan waktu bagi audiens agar dapat berbagi cerita. Pembicaraan satu arah tidak memberi ruang untuk berbagi cerita. Oleh karena itu, pembicara harus siap berbagi panggung, berbagi cerita dan menjadikan audiens sebagai mitra diskusi dalam setiap sesi.

Untuk pelatihan hubungi http://www.djajendra-motivator.com

MEMBUAT FILM DIPIKIRAN SEBELUM MENYAMPAIKAN PRESENTASI KEPADA AUDIENCE

DJAJENDRA 26 FEB 2014

MEMBUAT FILM DIPIKIRAN SEBELUM MENYAMPAIKAN PRESENTASI KEPADA AUDIENCE

“Presentasi yang dibuat menjadi cerita menarik, disampaikan oleh karakter yang unik dan positif, akan menyenangkan hati pendengarnya.”~ Djajendra

Salah satu pekerjaan pembicara publik yang penting adalah mengekspresikan ide-ide dalam bentuk cerita. Intinya, sebuah presentasi tidak hanya cukup dengan data, informasi, angka, pengetahuan, dan filosofi. Diperlukan cerita yang membuka hati dan pikiran audience, sehingga audience memahami manfaat dari hal-hal yang dibicarakan tersebut.

Presentasi yang baik haruslah menjadi alat untuk interaksi, diskusi, percakapan, termasuk untuk menginformasikan dan mengekspresikan ide-ide baru.

Pembicara publik sebaiknya menjadi diri sendiri. Jangan mencoba menjadi diri orang lain. Jangan mencoba memainkan gaya atau karakter yang tidak dikuasai dengan baik. Jangan ingin melucu atau bergaya seperti komedian, bila tidak menguasai pengetahuan dan karakter untuk melucu dengan baik. Intinya, sampaikan pengetahuan, ide, pengalaman, cerita, dan presentasi sesuai dengan gaya diri sendiri, gaya diri sejati yang unik.

Seluruh slide presentasi haruslah dapat disambungkan ke dalam sebuah inti cerita yang saling terhubung. Kemudian, jadikan presentasi seperti sebuah film yang menghibur, yang memberikan pencerahan, instruksi, serta menampilkan apa yang menjadi pahlawan dan apa yang harus dimenangkan oleh pahlawan tersebut. Pada akhirnya, presentasi harus menjadi guru yang mengajarkan hal-hal terbaik, dan dapat digunakan oleh audience untuk kehidupan dan pekerjaan mereka.

Presentasi pasti menjadi menarik bila pembicara publik sudah menjadikannya film dipikirannya, sehingga dia hanya tinggal bercerita dengan memanfaatkan karakter diri atau karakter bahasa tubuh yang menyenangkan. Dalam hal ini, presentasi harus membawa realitas dari hal-hal yang dibicarakan ke dalam ruangan dan menciptakan kehidupan yang memotivasi audience.

Karakter pembicara harus dimulai dari hal-hal yang sifatnya fisik, seperti: gaya rambut, pakaian, sepatu, dan semua penampilan diri yang utuh secara visual. Kemudian, karakter kepribadian yang mampu menampilkan jati diri asli dengan kekuatan keyakinan dan kepercayaan diri terhadap segala sesuatu yang ditampilkan. Intinya, seorang pembicara publik harus mampu secara konsisten menampilkan gaya dan karakter diri yang mudah untuk diingat oleh audience.

Ucapkan kata-kata positif dan jauhkan diri dari kata-kata yang tidak terpuji.Pembicara publik haruslah menjadi energi positif yang menyampaikan kebaikan, serta menggunakan bahasa dan kata-kata positif untuk mempengaruhi audience. Ingat, audience tidak pernah ingin menyerahkan dirinya kepada orang-orang negatif, dan memaksa mereka untuk mendengarkan hal-hal negatif dari seorang pembicara berenergi negatif.

Seorang pembicara publik tidak hadir untuk menceritakan tentang kehidupan pribadinya. Tetapi, hadir untuk menyampaikan pengetahuan dan ide-ide baru, yang bisa membantu kemajuan audience. Pastikan film yang dibuat benar-benar fokus pada materi yang dibutuhkan dan diinginkan oleh audience. Jangan pernah tampil dihadapan audience kalau filmnya belum dikuasai oleh pikiran dan emosi diri.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

PERAN KEYNOTE SPEAKER DALAM PERTEMUAN PERUSAHAAN

DJAJENDRA PROFILE 2013

PERAN KEYNOTE SPEAKER DALAM PERTEMUAN PERUSAHAAN

“Seorang keynote speaker harus mencerahkan pikiran sadar dan mengalirkan energi optimisme ke dalam akal super sadar audience untuk menciptakan kinerja terbaik.” ~ Djajendra

Keynote speaker adalah seorang pembicara utama yang menyampaikan pesan secara garis besar, dalam durasi waktu minimal 45 menit dan maksimal 2 jam. Seorang keynote speaker tidak untuk membicarakan rincian dari ide-ide strategis secara mendalam, tetapi untuk menyampaikan kekuatan inti dari tujuan pertemuan dalam bahasa optimis dan positif.

Waktu seorang keynote speaker sangat singkat, jadi tidaklah realistis bila mengharapkan seorang keynote speaker mampu memperbaiki masalah lama perusahaan. Tetapi, bila pengetahuan positif dan energi positif dari seorang keynote speaker ditanggapi dengan pikiran yakin dan mampu oleh audience, maka pengetahuan dan energi yang singkat dari keynote speaker, akan menjadi inspirasi untuk memperbaiki dengan cepat semua masalah lama perusahaan.

Setiap pertemuan perusahaan pasti memiliki tujuan untuk mencapai sebuah target. Dalam hal ini, sebelum seorang keynote speaker menyampaikan materinya, sebaiknya perusahaan memberikan secara rinci apa-apa yang ingin dicapai dari pertemuan perusahaan tersebut kepada keynote speaker. Bila keynote speaker sudah menangkap maksud dan tujuan dari pertemuan perusahaan, maka dia dapat menciptakan materi yang kuat dengan ide-ide praktis, untuk menginspirasi audience agar semakin yakin dan percaya diri dengan target yang diberikan.

Setiap konten keynote speaker memiliki area yang fokus kepada berbagai aspek yang diperlukan untuk mencapai target tersebut. Di sini, setiap konten bertujuan untuk menjadikan setiap orang berpikir positif dan optimis dengan target mereka, dan menciptakan sugesti yang mematikan energi pikiran negatif dengan logika berpikir yang optimis.

Keynote speaker biasanya sudah memiliki storyboard presentasi sesuai dengan durasi waktu. Hal ini sama seperti sebuah film dengan durasi waktu tertentu. Jadi, bila seorang keynote speaker diberikan waktu satu jam, maka jangan pernah menguranginya secara mendadak pada saat mau presentasi. Sebab, materi yang disiapkan untuk dibicarakan selama satu jam bila secara mendadak waktunya dikurangi, maka penyampaian materi akan terasa tergesa-gesa, terburu-buru, dan pastinya audience akan bingung untuk memahami apa yang disampaikan oleh keynote speaker. Hal ini sama seperti film berdurasi dua jam yang ditayangkan dalam waktu satu jam, maka pasti penonton bingung dengan jalan ceritanya, dan terasa tidak nyambung. Oleh karena itu, jangan pernah mengurangi durasi yang telah disepakati dengan pembicara profesional. Karena, setiap pembicara profesional tidak asal tampil untuk berbicara sesuka hatinya, mereka selalu hadir dihadapan audience dengan persiapan sesuai harapan.

Peran keynote speaker dalam sebuah pertemuan perusahaan adalah untuk memberikan sugesti positif agar audience lebih meyakini pencapaian target mereka. Dalam hal ini, akan ada proses untuk mengubah pikiran menjadi lebih berani, lebih yakin, lebih percaya diri, dan lebih merasa pasti untuk pencapaiannya.

Keynote speaker adalah sumber energi positif yang mampu menyampaikan pesan yang sangat berharga, untuk mempengaruhi audience agar menghadapi kenyataan dan harapan dengan optimis.

Dalam waktu yang singkat, keynote speaker harus mampu mendorong audience ke dalam kehidupan target atau tujuan, dan secara emosional memotivasi audience untuk bertindak menciptakan hasil seperti yang diinginkan.

Seorang keynote speaker harus mampu membuat audience bersikap layaknya Michelangelo, seorang seniman besar di sepanjang sejarah. Michelangelo sudah mampu melihat wujud mahakaryanya dari potongan balok marmer. Jadi, saat dia menatap sebuah balok marmer, dia sudah mampu melihat hasil akhirnya. Kemudian, dia akan fokus dengan sepenuh hati untuk mewujudkan hasil akhir tersebut menjadi mahakaryanya.

Bila materi keynote speaker dipahami dan disimak dengan rendah hati, maka peran keynote speaker dalam pertemuan perusahaan menjadi sangat berharga untuk kemajuan setiap audience. Tetapi, kadang-kadang, tidak semua orang di dalam kelas memiliki sikap mau belajar dengan rendah hati. Hal ini disebabkan oleh pikiran yang tidak terbuka untuk memahami ide-ide baru, atau juga diri belum siap untuk memahami rahasia-rahasia sukses. Dalam hal ini, keynote speaker harus mengalirkan kekuatan logika dan akal sehat agar audience dapat merenungkan dengan baik semua pesan yang disampaikan. Persoalannya, sering sekali rahasia hanya mampu diserap dan dipahami oleh diri yang tercerahkan. Namanya RAHASIA SUKSES, dia hanya mampu dipahami oleh orang-orang yang merasa dirinya belum banyak tahu, dan selalu antusias untuk mempelajari hal-hal baru.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMANFAATKAN KEAHLIAN MOTIVATOR UNTUK KEMAJUAN ANDA

DJAJENDRA PROFILE“Seorang gladiator selalu memiliki strategi yang tepat dengan keahliannya untuk memanfaatkan kekuatan tubuhnya yang tangkas dan cepat. Seorang samurai selalu memiliki strategi yang tepat dengan keahliannya untuk memainkan pedang dengan tangkas dan cepat. Seorang motivator selalu memiliki strategi yang tepat dengan keahliannya untuk memainkan pengetahuan dan wawasan dengan tangkas dan tepat sasaran.” ~ Djajendra

Motivator adalah seseorang yang memiliki keahlian dalam bidang yang ia ceramahkan.

Memanfaatkan keahlian motivator untuk meningkatkan wawasan dan cara berpikir adalah hal baik. Dan, akan menjadikan Anda, rekan kerja, bawahan, dan pimpinan di perusahaan Anda menjadi lebih sadar, serta lebih bersemangat untuk meraih sukses.

Agar Anda dapat memanfaatkan pengetahuan dan keahlian motivator dengan maksimal,  maka pastikan bahwa suasana hati motivator Anda terjaga dengan baik. Sebab, motivator Anda harus berbicara secara alami, dan pengetahuan positif motivator harus mengalir ke luar dari hati nuraninya untuk mempengaruhi dan memberi pencerahan kepada semua orang.

Jangan mengacaukan suasana hati motivator dengan hal-hal kecil yang mungkin menurut Anda tidak penting. Misalnya, pada hari “H” secara mendadak memajukan atau memundurkan waktu ceramah motivator. Atau secara mendadak mengurangi waktu presentasi motivator.

Bila suasana hati motivator  menjadi tidak jernih dan tidak sepenuh hati oleh desakan waktu, maka aliran motivasi akan terkesan terlalu cepat dan tidak maksimal.

Satu hari sebelum presentasi atau memberikan ceramah, motivator wajib berada dalam energi tenang dan pikiran paling jernih. Hal ini diperlukan agar keahlian dan wawasan motivator dapat mengalir dengan sangat jernih dan tenang untuk mempengaruhi audience.

Motivator selalu akan hadir dengan persiapan materi sesuai durasi waktu yang Anda sepakati. Misalnya, waktunya 4 jam, 8 jam, 16 jam, atau berapapun. Bila tiba-tiba di tengah pelatihan Anda merubah jumlah waktu, maka presentasi atau ceramah motivator berpotensi tidak maksimal atau malah menjadi sangat buruk.

Sebuah ceramah atau presentasi adalah sebuah rangkaian cerita yang telah dirancang sebelumnya. Jadi, bila tiba-tiba pada hari “H” rangkaian cerita ini harus dipotong, karena waktunya kurang, maka kinerja pelatihan berpotensi kurang baik.

Kehadiran motivator  adalah untuk membicarakan atau memecahkan hal-hal yang sulit Anda pahami dalam praktik sehari-hari. Jadi, manfaatkan potensi, wawasan, pengetahuan, dan keahlian motivator untuk memasuki pengalaman baru dengan lebih percaya diri.

Motivator adalah seorang ahli yang pembelajar dan tercerahkan dalam bidang yang ia bicarakan. Bila Anda ingin menyelam melampaui batas-batas konsep dan teori dalam bidang yang dibicarakan, maka Anda harus berani berpikir dan bertanya di luar kotak kebiasaan Anda yang sekarang.

Semakin cerdas Anda menyelam ke dalam lautan pengetahuan yang dibicarakan, semakin Anda bisa menguasai atau memahami kedalaman pengetahuan tersebut.

Jangan menunggu motivator mengajak Anda untuk menyelam melihat dalamnya hal-hal yang dibicarakan, sebab hal itu tidak mungkin terjadi, karena waktu motivator sangat terbatas bersama Anda.

Jadi, Andalah sebagai audience harus bersikap kritis dan mau tahu banyak hal dari materi yang disampaikan oleh motivator, sehingga Anda dapat memahami dan menguasai dalamnya pengetahuan yang disampaikan.

Sebagai audience, persiapkan diri Anda untuk bertanya dan menambah pengalaman baru dari motivator. Tanpa persiapan, Anda tidak akan mampu mengikuti apa yang dibicarakan ataupun disampaikan oleh motivator. Kesadaran Anda untuk belajar dan mau tahu banyak, akan menjadikan Anda mendapatkan banyak hal dari motivator.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMBICARA TERBAIK ADALAH PENDENGAR YANG CERDAS

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

PEMBICARA TERBAIK ADALAH PENDENGAR YANG CERDAS

“Menjadi pendengar yang cerdas akan membuat diri menyerap banyak pengetahuan dan wawasan, sehingga diri mampu menjadi komunikator yang unggul. Pengetahuan dan wawasan yang diserap itu akan menjadi pengalaman. Pengalaman dari pengetahuan dan wawasan akan membuat diri semakin berkualitas.”~ Djajendra

Mendengar dan berbicara adalah dua hal yang sangat penting dalam kehidupan. Dengan menjadi pendengar dapat menyerap banyak pengetahuan, dan setelah menyerap banyak pengetahuan, Anda pun berpotensi menjadi pembicara terbaik. Mendengar adalah sebuah cara untuk memperluas wawasan dan pengalaman.

Mendengar berarti membuka diri untuk menerima persepsi, logika berpikir, keyakinan, dan pengetahuan orang lain. Diri yang bijaksana pasti memiliki tanggung jawab dan kecerdasan untuk tidak mudah terpengaruh dengan apa yang didengar. Dan hal ini akan membuat diri tidak mudah melarikan dirinya kepada cara berpikir orang lain.

Dengan mendengar diri akan tahu sesuatu yang belum dipahami. Bila sudah tahu, diri dengan mudah dapat mendefinisikannya sesuai dengan persepsi dan keyakinannya, sehingga diri dapat menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan rutinnya. Hidup adalah belajar dari mendengar dan terus memahami yang didengar, dan setelahnya, memaksimalkan potensi dan sumber daya diri buat kebaikan dan keuntungan diri sendiri dan orang lain.

Apapun yang didengar bukan berarti harus diterima, sangatlah wajib menggunakan akal sehat dan hati nurani ketika berurusan dengan ucapan dan pikiran orang lain. Miliki pengetahuan untuk memilih mana yang penting dan mana yang tidak penting dari hal-hal yang Anda dengar. Jadilah lebih bertanggung jawab untuk kebahagiaan, kesehatan, dan kesejahteraan diri Anda. Apapun yang dikatakan orang lain adalah sebuah referensi. Jadi, Anda tidak harus mematuhi dan berurusan dengan persepsi orang lain, saat persepsi itu menjauhkan Anda dari bahagia dan pertumbuhan pribadi.

Pembicara terbaik selalu mendapatkan pengetahuan terbaik dari kemampuannya untuk mendengarkan orang lain. Dengan membaca tulisan ini, Anda sudah mendengarkan pikiran, pengetahuan, pengalaman, dan wawasan yang saya sampaikan.  Artinya, saya sedang berbicara melalui tulisan ini, dan Anda sedang mendengarkan kata-kata saya. Mendengar tidak sebatas hal-hal yang terucap dari suara mulut saja, tapi juga hal-hal yang terucap dari suara tulisan. Saat Anda membaca, kata-kata dalam bacaan itu akan berbicara kepada batin Anda, dan batin Anda pasti mendengarkannya.

Menjadi pembicara terbaik membutuhkan wawasan, pengetahuan, dan kepercayaan diri, untuk menyampaikan gagasan dan ide-ide yang mencerahkan. Semakin kreatif dan cerdas memahami apa yang didengar, maka semakin berkualitas diri untuk menciptakan hal-hal baru yang inovatif. Pembicara yang berkualitas adalah pendengar yang bijak, serta komunikator yang mempengaruhi.

Seorang pembicara akan memperoleh rasa hormat bila dia mampu mendengarkan emosi dan pikiran orang lain. Sikap yang mampu mendengarkan dengan penuh perhatian, untuk segala sesuatu yang dikatakan, akan menjadikan pembicara semakin berkualitas.

Mendengarkan membutuhkan sikap rendah hati dan jiwa besar dalam kualitas diri yang cerdas bertoleransi, berempati, dan melayani. Pendengar yang baik pasti mau mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Biasanya, seorang pembicara terbaik selalu menyimak dengan cerdas tentang apa yang dikatakan orang lain, dan bila apa yang dia dengarkan masuk akal baginya, maka dia akan menjadikannya sebagai pengetahuan untuk pengembangan ide-ide kreatifnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KARYAWAN PEMBELAJAR DALAM ORGANISASI PEMBELAJAR

KARYAWAN PEMBELAJAR DALAM ORGANISASI PEMBELAJAR

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

“Belajar Bukanlah Proses Sehari Atau Dua Hari, Tapi Proses Sampai Kedewasaan Sikap, Perilaku Dan Karakter Terwujud.” ~ Djajendra

“Proses Belajar Adalah Langkah Demi Langkah, Dan Secara Bertahap Menambah Inci Demi Inci Di Setiap Saat Ketika Pembelajaran Itu Mendekati Tujuan Dari Mewujudkan Keterampilan Baru. Langkah-Langkah Kecil Yang Konsisten Akan Menyebabkan Perubahan Besar Dalam Jangka Panjang, Dan Akan Menjauhkan Karyawan Dari Bahaya Yang Terkait Dengan Melompat Terlalu Cepat.” ~ Djajendra

Masa depan membutuhkan para karyawan pembelajar dalam organisasi pembelajar. Tidak peduli berapa usia karyawan tersebut, dia harus selalu merasa muda untuk menjadi pembelajar, layaknya murid-murid sekolah dasar. Kecepatan pergerakkan informasi yang berdampak pada perubahan yang sangat cepat, dan kadang terkesan seolah-olah berada dalam ketidakpastian, membuat setiap perusahaan harus menjadi benar-benar jujur, untuk mempersiapkan setiap orang di dalam organisasinya sebagai manusia pembelajar.

Bila perusahaan dan karyawan lalai menjadi pembelajar, maka perubahan dan ketidakpastian akan menciptakan rasa takut. Dan rasa takut ini akan menghilangkan kontrol atas kepercayaan diri. Lalu, setiap orang dalam perusahaan akan takut bertanggung jawab atas perilaku perubahan yang selalu dalam ketidakpastian. Dampaknya, karyawan dan pimpinan tidak akan pernah mengetahui dalam wilayah mana ketidakpastian itu sedang terjadi, dan begitu melihat risiko, hanya rasa takut yang ada, karena mereka tidak belajar untuk mengelola semua tantangan di depan.

Jika Anda seorang karyawan pembelajar yang kaya pengalaman, Anda mungkin bisa membaca ketidakpastian, dan mampu bersikap lebih tenang untuk menemukan solusi di setiap titik ketidakpastian yang Anda temukan. Selanjutnya, Anda hanya membutuhkan waktu dan sedikit kreatifitas, untuk menemukan solusi hebat, agar perusahaan Anda bersama bisnisnya selalu dapat memenangkan kompetisi.

Proses belajar adalah sebuah evolusi untuk menyesuaikan diri dengan realitas dari perubahan yang tidak terlihat. Perubahan tersebut dikatakan tidak terlihat, karena sifatnya evolusi, jadi menjadi tidak kasat mata, dan hanya akan terlihat saat perubahan-perubahan yang tidak terlihat itu sudah terakumulasi ke dalam sebuah perubahan besar. Oleh karena itu, seorang pembelajar akan tahu bahwa setiap hari dia harus mengikuti langkah-langkah kecil perubahan yang tidak terlihat, agar saat perubahan itu membesar, dia sudah memahami cara untuk menemukan solusi yang tepat.

Seorang pembelajar sadar bahwa saat dia belajar keterampilan baru, maka dia harus berubah dari kebiasaan lama, atau mengubah diri menjadi lebih baik dengan bermodalkan keterampilan baru. Dan hal itu, tidak akan terjadi dalam semalam, membutuhkan latihan dan proses pembelajaran dengan intensitas tinggi, serta dirinya berkomitmen total untuk berubah dan menyesuaikan diri.

Seorang pembelajar tidak pernah ketakutan saat perubahan menciptakan ketidakpastian, karena dia selalu mempersiapkan diri dengan belajar keterampilan baru, dan menjadikan proses belajar sebagai hobi yang membuatnya selalu menikmati risiko dan tantangan sebagai studi kasus dari proses pembelajarannya.

Seorang pembelajar selalu sadar bahwa satu-satunya cara untuk mengatasi rasa takut adalah dengan menghadapinya. Kabar baiknya adalah, setelah rasa takut itu dihadapi, biasanya rasa berani akan mendominasi emosi dan menghilang rasa takut itu, kemudian perasaan mampu akan menaklukkan rasa takut dan menjadi kekuatan untuk menemukan solusi yang hebat.

Proses belajar membutukan rasa sabar dan tidak tergesa-gesa. Belajar bukanlah proses sehari atau dua hari, tapi proses sampai kedewasaan sikap, perilaku dan karakter terwujud. Jadi, belajar itu seperti bayi yang baru mulai berdiri dan berjalan, tidak mungkin diharapkan dalam satu atau dua hari sudah bisa berjalan dengan sempurna. Ada proses jatuh bangun yang harus dilalui bayi tersebut dalam sebuah periode, sampai dia benar-benar kuat dan cerdas untuk berlari dan berjalan dengan sempurna. Dan, selama proses jatuh bangun itu orang-orang terdekat seperti ibu, ayah, dan yang lainnya harus dengan sabar membantu bayi itu berdiri, sampai akhirnya bayi itu dapat menguasai pengetahuan tentang berjalan, berdiri, dan berlari. Demikian jugalah seorang karyawan pembelajar, perusahaan dan dirinya harus sadar bahwa dia sesungguhnya seperti bayi yang sedang belajar. Oleh karena itu, setiap kali dia jatuh dalam pekerjaan, maka setiap pemimpin dan orang-orang di sekitarnya harus memberinya motivasi dan kekuatan, untuk dapat belajar lebih baik lagi, sampai akhirnya dia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan sempurna.

Perilaku dan sikap untuk belajar sesuatu secara instan hanya akan menciptakan kemampuan keterampilan baru tanpa karakter. Seorang pembelajar sejati selalu tahu untuk bersabar, dan tidak berharap terlalu cepat untuk memiliki terlalu banyak. Harapan yang tidak realistis adalah rute tercepat untuk menyerah. Dan pada akhirnya, ambisi dan obsesi besar akan terkubur dalam perasaan tidak berdaya.

Dari pengalaman, saya menemukan, kadang-kadang ada orang-orang dalam perusahaan ingin seketika mencoba dan menjalankan sesuatu yang baru sebelum para karyawannya dapat menginternalisasikan hal-hal baru itu ke dalam mind set mereka. Pemaksaan secara instan memiliki risiko yang sangat besar, dan karyawan yang gagal akan terjebak dalam rasa putus asa, sehingga hal ini akan berdampak pada pencapaian kinerja.

Proses belajar adalah langkah demi langkah, dan secara bertahap menambah inci demi inci di setiap saat ketika pembelajaran itu mendekati tujuan dari mewujudkan keterampilan baru. Langkah-langkah kecil yang konsisten akan menyebabkan perubahan besar dalam jangka panjang, dan akan menjauhkan karyawan dari bahaya yang terkait dengan melompat terlalu cepat.

Proses belajar membutuhkan pikiran positif, karena pikiran positif akan menjadi alat bantu untuk mengatasi pikiran negatif yang dapat menyabotase usaha dan ketekunan diri dalam proses pembelajaran tersebut.

Proses belajar tidaklah boleh terlalu serius dan ngotot, sebab di dalam keseriusan dan kengototan akan kehilangan inovasi dan kreatifitas, dampaknya Anda tidak akan menemukan emosional diri sendiri yang unik untuk mengekspresikan pengetahuan baru dari hasil pembelajaran Anda. Lewati proses pembelajaran dengan banyak perenungan melalui proses kreatif, dan keluarlah dari kotak pengetahuan yang menghalangi Anda untuk berpikir berbeda dan menjadi unik bersama pengetahuan baru Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com