KEBIASAAN-KEBIASAAN PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

“Karyawan produktif cerdas merencanakan, sangat aktif, berenergi tinggi, memprioritaskan segala sesuatu, dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk bertindak.”~Djajendra

Karyawan yang produktif datang ke tempat kerja untuk melakukan pekerjaan dengan sangat efektif, sangat efisien, dan sangat produktif. Waktu, energi, kompetensi, dan kualitas selalu dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi yang lebih bagi perusahaan. Karyawan yang produktif tidak memiliki rasa malas, mereka sangat rajin dan disiplin untuk menyelesaikan tugasnya. Mereka sangat energik, penuh semangat, tekun, bekerja detail dan rinci, memiliki kesadaran yang tinggi untuk berprestasi, dan bermental pemenang.

Karyawan produktif sadar bahwa kinerja dan prestasi terbaik hanya dapat dihasilkan dari perilaku kerja yang sangat produktif. Menjadi produktif berarti memulai hari dengan niat, doa, dan semangat untuk menyelesaikan semua prioritas tanpa menunda dengan alasan apapun. Bangun setiap pagi, pikiran dan kesadaran sudah mengetahui apa-apa yang harus segera dilakukan hari ini. Kesadaran dan rasa optimis menggerakkan etos kerja untuk bekerja dengan kecepatan tinggi. Rasa percaya diri dan keyakinan untuk bekerja mencapai kinerja terbaik selalu menjadi motivasi bagi karyawan produktif.

Tidak akan ada tumpukan dokumen; tidak akan ada pelayanan yang diperlambat; tidak akan ada keluh-kesah dan perilaku pesimis. Karyawan yang produktif adalah energi sukses yang terus-menerus bertindak dengan kekuatan penuh untuk menghasilkan yang terbaik.

Karyawan produktif percaya bahwa semua urusan selalu ada solusinya, sehingga tidak perlu panik dan merasa kacau dengan tantangan. Mereka fokus pada solusi dan tidak pernah fokus pada masalah. Mereka bekerja dengan sangat terorganisir dan transparan di semua aspek kerja. Tidak ada yang disembunyikan, tidak ada yang ditakuti, semuanya dikerjakan dengan kejujuran dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Mereka tidak percaya pada kegagalan, mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan yang fokus dan disiplin pada apa yang dikerjakan, sehingga selalu bekerja di wilayah sukses.

Karyawan produktif sadar untuk menjaga fisik yang selalu bugar dan pikiran yang selalu positif. Bila fisik bugar, pikiran positif, maka semua urusan dapat dikerjakan dengan senang hati. Fisik yang bugar dan pikiran positif menghasilkan energi yang begitu kuat untuk melancarkan semua proses kerja. Dalam hal ini, apapun yang mereka rencanakan dan jadwalkan dapat diselesaikan tepat waktu.

Orang-orang produktif sangat disiplin dan patuh dengan ritual hidup yang sudah terjadwal dengan baik. Mereka sangat ahli untuk menjalankan work life balance, sehingga semua urusan dan tanggung jawab di dalam kehidupannya dapat dilayani dengan baik. Mereka cerdas merencanakan, sangat aktif, berenergi tinggi, memprioritaskan segala sesuatu, dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk bertindak. Mereka sangat cerdas memanfaatkan waktu untuk melayani segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab di dalam kehidupan mereka.

Karyawan produktif hadir ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Mereka tidak pernah diam dan menunda, mereka selalu proaktif dan menindaklanjuti segala sesuatu dengan kecepatan tinggi. Mereka tidak pernah memberi beban kepada orang lain atas apa yang mereka kerjakan. Mereka sangat cerdas untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab dengan seoptimal mungkin. Mereka bergerak dengan lincah dan cepat, dan selalu bekerja dengan prinsip kehati-hatian. Mindset orang-orang produktif anti menunda-nunda yang bisa diselesaikan hari ini. Kebiasaan-kebiasaan yang positif dan efektif menciptakan perilaku kerja yang sangat produktif.

Karyawan produktif setiap hari mempersiapkan fisik, emosi, pikiran, dan suara hati untuk berprestasi. Mereka suka melakukan afirmasi dan sangat taat berdoa kepada Tuhan. Mereka sadar kekuatan Tuhan di dalam diri sangat penting untuk mengalahkan rasa takut. Ketidakpastian, kedinamisan, dan perubahan adalah realitas yang bisa datang kapan pun untuk mengganggu proses kerja yang produktif. Oleh karena itu, karyawan produktif selalu sadar untuk bersikap rendah hati dan mempersiapkan diri setiap hari, termasuk belajar setiap hari untuk memperbaiki kekurangan diri.

Komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi adalah bagian terpenting di sepanjang proses kerja. Jadi, karyawan produktif sangat sadar untuk meningkatkan soft skills mereka agar mereka bisa menjadi kekuatan yang andal di setiap komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi. Mereka juga selalu memiliki disiplin yang tinggi di dalam menggunakan waktu. Kebiasaan-kebiasaan produktif terus-menerus di sempurnakan agar dapat berkontribusi dan melayani pekerjaan dengan kinerja tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan

BUDAYA KERJA PRODUKTIF

“Orang-orang produktif selalu berkinerja tinggi, dan menikmati kemakmuran yang melimpah ruah di sepanjang hidup.”~Djajendra

Perusahaan yang kuat dan sehat dihasilkan dari orang-orang yang sangat produktif. Bila karyawan tidak produktif, maka mereka adalah biaya tersembunyi yang membuat produk perusahaan tidak kompetitif.

Di masa depan, setiap perusahaan yang mampu meningkatkan produktivitas akan menjadi pemenang. Kualitas yang baik dan harga yang murah adalah harapan dari pelanggan. Kemampuan manajemen untuk menjaga produktivitas di lingkungan kerjanya akan membawa keberuntungan bagi stakeholders. Kehilangan produktivitas berarti berpotensi kehilangan bisnis karena kalah bersaing di pasar yang sangat kompetitif.

Produktivitas yang tinggi ditentukan oleh etos dan kondisi kepribadian karyawan. Bila karyawan bekerja dalam kondisi stres, tertekan, dan tidak bahagia; maka, dapat dipastikan produktivitas mereka menjadi sangat rendah. Diperlukan suasana hati yang penuh rasa syukur, perilaku yang fokus pada pekerjaan, pikiran positif, hubungan kolaborasi kerja yang kuat antara karyawan, dan etos kerja yang profesional, untuk menghasilkan perusahaan yang produktif.

Pimpinan dan manajemen perusahaan haruslah membangun budaya kerja yang mampu meningkatkan produktivitas secara terus-menerus. Budaya kerja yang rajin, berani, optimis, gembira, mencintai pekerjaan, disiplin, dan keterlibatan setiap orang dari hati yang tulus, akan menciptakan produktivitas yang tinggi. Di samping itu, pimpinan dan manajemen harus selalu hadir dan membangun hubungan positif dengan semua karyawan. Menjaga harga diri karyawan, menjaga perasaan aman karyawan, memberikan dukungan penuh kepada karyawan, menghormati kemampuan dan keandalan karyawan, memenuhi kebutuhan dan harapan karyawan, dan menciptakan budaya bahagia di lingkungan kerja, adalah cara untuk merangkul karyawan dan menjadikan mereka sebagai energi produktif bagi bisnis perusahaan.

Membangun etos kerja yang profesional dan melatih karyawan untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan produktif dalam pekerjaan sehari-hari. Manusia yang produktif tercipta dari kesadaran untuk menumbuhkan kinerja secara terus-menerus. Karyawan yang sadar dan hati nuraninya termotivasi untuk terlibat dalam kerja keras yang produktif, adalah awal bagi peningkatan kinerja bisnis. Etos kerja yang hadir dan tidak pernah absen; etos kerja yang selalu berhati-hati dan menghindari dari kecelakaan kerja; etos yang belajar dari kesalahan dan kekurangan, tanpa mengeluh ataupun merasa ada yang kurang; etos yang suka berkolaborasi dan berkoordinasi; etos yang bekerja untuk pertumbuhan dan prestasi; etos yang bersikap positif dan optimis; etos untuk menikmati proses kerja dengan hati yang senang, adalah kekuatan yang menjadikan setiap karyawan produktif di tempat kerja.

Peningkatan produktivitas membutuhkan loyalitas yang tinggi. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi akan bekerja sepenuh hati, dan tanpa hitung-hitungan. Loyalitas dapat menekan biaya operasional perusahaan. Loyalitas dapat menekan stres di tempat kerja. Loyalitas membuat karyawan bekerja sukarela dalam kolaborasi dan proses kerja. Loyalitas menjadikan karyawan mengabdi dengan tulus dan ikhlas untuk kemajuan perusahaan. Loyalitas menghilangkan produktivitas rendah dan mendorong antusiasme karyawan untuk berkinerja tinggi.

Tubuh yang bugar dan sehat, serta pikiran positif adalah fondasi untuk produktivitas tinggi. Pimpinan dan manajemen tidak boleh lalai dalam menciptakan program-program kebugaran di tempat kerja. Bila karyawan sakit-sakitan, maka mereka pasti sering absen, dan hal ini akan menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, membangun budaya kerja dengan aktivitas olah raga dan pola makan sehat adalah sangat penting. Dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang hebat untuk bekerja secara produktif. Intinya, walaupun seseorang sangat cerdas dan pintar luar biasa, tetapi bila tubuhnya tidak sehat dan bugar, maka dia akan sering absen dan produktivitasnya rendah. Artinya, dia akan menjadi biaya tersembunyi yang menggrogoti kinerja perusahaan.

Budaya kerja yang positif akan membangun kesejahteraan dalam semua dimensi kehidupan karyawan. Budaya kerja yang positif dimulai dari dukungan sumber daya manusia yang sehat fisik dan jiwa; didukung oleh sumber daya manusia yang bahagia berkolaborasi di dalam sistem dan proses kerja; didukung oleh sumber daya manusia yang suka berjuang dan tak pernah meneyrah untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu rendah hati dan melayani satu sama lain dengan tulus dan ikhlas; didukung oleh sumber daya manusia bermental optimis dan belajar dari kesalahan, tanpa menyalahkan orang lain; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu termotivasi untuk membantu rekan kerja, bawahan, dan atasan dengan sepenuh hati; didukung oleh sumber daya manusia yang bekerja dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi; didukung oleh sumber daya manusia yang memperlakukan satu sama lain dengan hormat, rasa terima kasih, kepercayaan, integritas, dan cinta.

Budaya kerja yang produktif dibangun dari hubungan sosial di tempat kerja yang kompak dan solid. Setiap karyawan harus hadir sebagai energi positif, sebagai sumber kebaikan bagi kemajuan organisasi. Pikiran negatif, hati yang tidak bersih, emosi negatif, fisik yang tidak bugar dan tidak tenang, adalah pemicu stres di tempat kerja. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan kerja dengan prasangka buruk, dan hubungan sosial di tempat kerja akan semakin memburuk. Jelas, semua kondisi negatif yang dihasilkan dari pribadi karyawan selalu memberikan dampak buruk dalam mencapai kinerja terbaik. Hal ini juga, akan membuat kehidupan kerja yang tidak bahagia dan pasti juga tidak produktif.

Budaya kerja produktif membutuhkan daya tahan kolektif yang unggul. Masalah, persoalan, kesulitan, tantangan, resiko, dan cobaan berat, adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Oleh karena itu, setiap karyawan harus menyiapkan mental pemenang yang tangguh dan siap menghadapi segala ketidakpastian di tempat kerja. Mindset haruslah menghindari pikiran dan emosi negatif saat situasi sulit hadir dan mengacaukan lingkungan kerja. Mental tangguh harus ditunjukkan oleh setiap karyawan agar perusahaan selalu terjaga dan terawat untuk peningkatan. Semua perjalanan yang sulit dan tidak pasti jangan melemahkan semangat, tetapi harus menjadi titik awal untuk kebangkitan dalam mencapai keberhasilan.

Setiap karyawan harus memiliki komitmen dan ikhlas mengorbankan diri demi kemajuan perusahaan. Kepentingan perusahaan haruslah diutamakan daripada kepentingan pribadi. Jangan bekerja dengan pikiran sempit yang hanya terfokus pada kepentingan kebutuhan dan harapan diri sendiri. Keberadaan sebuah perusahaan adalah untuk melayani banyak orang, miliki komitmen dan kesetiaan untuk melayani semua pelayanan yang sudah dijanjikan perusahaan kepada stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KESADARAN UNTUK BEKERJA LEBIH KERAS DAN LEBIH TERORGANISIR

MOTIVASI 29062016

“Pekerja keras adalah orang-orang produktif dan berkinerja tinggi yang selalu berdiri di puncak prestasi. Orang-orang malas adalah beban yang merugikan usaha dan moral kerja.”~Djajendra

Kesadaran adalah kualitas yang dapat dikelola untuk membangun karir yang lebih profesional. Kesadaran menjadikan Anda mudah membangun sukses karir, serta mampu berkarya tanpa terganggu oleh berbagai situasi dan ketidakpastian. Kesadaran untuk bekerja lebih keras dan lebih terorganisir dapat menjadikan Anda andal, hebat, bertanggung jawab, profesional, dan dibutuhkan oleh banyak orang. Miliki etos untuk meningkatkan reputasi Anda di tempat kerja. Miliki cinta dan ketertarikan yang besar terhadap pekerjaan yang Anda lakukan. Bekerjalah lebih teliti dan lebih fokus agar Anda dapat menghasilkan yang terbaik.

Miliki rencana dan tetapkan tujuan dengan tegas, lalu miliki semangat dan kegigihan untuk mewujudkan rencana tersebut. Bekerjalah dengan rajin, ketelitian, kualitas, dan kecepatan untuk meningkatkan reputasi Anda. Bekerjalah tanpa penundaan dan fokuskan perhatian pada prioritas yang harus segera Anda tuntaskan. Hindari sikap malas, karena malas adalah energi negatif yang menjadikan Anda gagal meraih sukses. Tingkatkan disiplin diri, kontrol diri, tekad, kerja keras, mental pejuang, dan perilaku yang tak pernah menyerah untuk menghasilkan yang terbaik.

Ketika Anda ingin meraih karir yang kaya prestasi dan kinerja, maka Anda harus memiliki kesadaran untuk menjadi lebih rajin dan lebih menunjukkan etos yang produktif. Anda harus termotivasi untuk lebih disiplin, lebih berkualitas, lebih menunjukkan kemampuan dan keahlian, serta selalu rendah hati agar bisa terus-menerus menambah pengetahuan yang menjadikan Anda unggul.

Bekerjalah dengan terorganisir di dalam kolaborasi yang produktif. Tampilkan diri Anda sebagai pribadi yang optimis, rajin, teratur, bertujuan, dan fokus untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Jadilah pribadi yang melakukan tugas dan tanggung jawab dengan lebih baik, serta menampilkan etos kerja yang diandalkan oleh perusahaan. Bekerjalah dengan akal sehat, lebih teliti, lebih mempertimbangkan semua potensi resiko.

Bekerjalah sesuai prioritas, tangani satu per satu pekerjaan Anda dengan fokus yang tajam dan produktif. Jangan membiasakan diri membuang-buang waktu dan energi untuk rasa khawatir atau gangguan lainnya.

Kesadaran untuk bekerja lebih keras dan lebih terorganisir akan menjadikan Anda sebagai kekuatan tim dan kekuatan struktur organisasi. Anda menjadi pribadi andal yang dibutuhkan oleh perusahaan. Anda juga harus mampu menampilkan perilaku yang tertib dan teliti, taat pada aturan dan etika, taat pada kepemimpinan, taat pada visi dan misi perusahaan, taat pada nilai-nilai perusahaan, menjadi lebih rajin dan lebih disiplin, lebih terorganisir di dalam hubungan kerja, lebih bertanggung jawab, tepat waktu, mampu berkomunikasi dengan positif, selalu bertindak dengan rencana terbaik, peduli untuk menuntaskan pekerjaan dengan tepat waktu dan berkualitas.

Biasakan untuk bekerja dengan tenang dan santai, tidak perlu berteriak-teriak dan terlihat sangat sibuk. Santai saja, tenang saja, nikmati proses kerja, dan tampil lebih produktif untuk memastikan tidak ada yang mustahil di dalam target Anda.

Saat menghadapi tantangan, fokuskan perhatian hanya pada satu tantangan pada satu waktu. Jangan pikirkan sekaligus semua tantangan tersebut, buat prioritas dan tuntaskan satu persatu dengan baik. Intinya, bila Anda tidak panik dan takut menghadapi tantangan, serta mampu menuntaskannya dengan prioritas. Maka, Anda terlihat lebih dewasa, lebih menguasai, lebih bijaksana, lebih produktif, serta cara kerja Anda akan dihormati oleh lawan dan kawan Anda.

Setiap saat miliki kesadaran untuk membangun perilaku yang menguntungkan masa depan Anda. Karir yang baik tidak hanya terjadi karena Anda pintar, tetapi juga oleh perilaku dan kebiasaan Anda yang disukai oleh orang lain. Oleh karena itu, biasakan untuk berperilaku positif secara teratur dan berulang-ulang, sehingga perilaku positif menjadi karakter Anda. Miliki empati untuk memahami kebutuhan orang lain dan mampukan diri Anda untuk berkomunikasi dengan siapapun. Sikap dan perilaku positif Anda adalah aset yang akan meningkatkan reputasi Anda.

Kesadaran untuk bekerja lebih keras dan lebih terorganisir harus diikuti dengan rasa cinta pada pekerjaan. Bila Anda mencintai pekerjaan Anda, maka Anda bisa bekerja sesuai kemauan Anda. Anda akan termotivasi untuk menjadi lebih teliti, lebih berjuang, lebih tekun, dan selalu optimis untuk hasil terbaik.

“Penundaan dan kemalasan adalah perilaku yang mensabotase langkah Anda menuju sukses.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN DAN BUDAYA KERJA KERAS

MOTIVASI 29042016

“Pemimpin adalah teladan untuk budaya kerja keras. Bila pemimpinnya banyak alasan, tidak berani mengambil resiko, dan malas bekerja keras; maka, dia adalah pemimpin yang sedang melemahkan budaya kerja keras.”~Djajendra

Dalam budaya kerja keras, kualitas pemimpin menentukan apakah budaya kerja keras itu tumbuh atau tidak berkembang. Bila pemimpin sadar bahwa seorang pemimpin ditakdirkan untuk bekerja lebih keras seumur hidup; lebih mencurahkan perhatian dan perilaku produktif; lebih berani menerobos resiko dan memenangkan situasi; lebih siap untuk menderita; dan lebih siap untuk menaklukkan setiap rintangan dan hambatan dengan integritas yang tinggi. Maka, pemimpin tersebut menjadi energi untuk menumbuhkan budaya kerja keras.

Ketika pemimpin bekerja keras, dia akan melakukannya bersamaan dengan pemberdayaan individu dalam kerja keras. Energi dan semangat kerja keras pemimpin ditularkan kepada setiap individu yang bekerja dibawah koordinasinya. Sebagai pemimpin, dia menghormati kehebatan individu, sehingga setiap karyawan dimotivasi dan dikuatkan kompetensinya agar siap berkontribusi dalam kerja keras.

Budaya kerja keras adalah budaya yang berkoordinasi, berkomunikasi, dan berkolaborasi secara profesional. Ide dan pendapat harus mengalir dan terkoordinasi secara baik, hal ini diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat. Setiap karyawan dan pemimpin adalah satu kekuatan yang tak terpisahkan. Setiap orang di dalam struktur organisasi adalah satu tubuh dengan satu visi yang jelas, untuk mengeksekusi rencana dan target. Dengan kata lain, semua orang di dalam organisasi bersikap dan bertindak di dalam koordinasi yang dipimpin dengan semangat gotong royong dalam menghasilkan yang terbaik.

Setiap individu di tempat kerja adalah kekuatan yang bisa mengungguli apapun yang ditargetkan. Prinsip-prinsip budaya kerja keras harus ditanamkan ke dalam mind set, dan dimotivasi agar menjadi perilaku kerja yang andal. Karyawan dan pemimpin harus bersama-sama dalam satu persepsi, keyakinan, visi, misi, nilai-nilai, dan budaya kerja keras. Tidak boleh ada yang melemahkan budaya kerja keras, semua orang harus berkomitmen dalam menjaga budaya kerja keras yang efektif dan produktif.

Dalam budaya kerja keras dibutuhkan kontribusi intelektual dan perilaku produktif dari individu. Selanjutnya, dari keunggulan individu dibangun sebuah budaya kerja keras yang kolektif; budaya kerja keras yang kolektif harus terlihat dalam kolaborasi kerja. Pendekatan individu sangat penting agar setiap orang merasakan sentuhan pemimpin dan merasa diperhatikan oleh manajemen. Jadi, walau di tempat kerja harus digunakan pendekatan kolektif atau team work, tetapi pendekatan individu akan menguatkan budaya kerja keras. Artinya, kombinasi yang baik dari pendekatan individu dan pendekatan kolektif dapat meningkatkan kinerja setiap orang.

Etos kerja yang tak kenal lelah; etos kerja yang tak pernah menyerah; etos kerja yang ikhlas berkorban untuk mendorong kinerja; etos kerja yang kaya integritas; etos kerja yang penuh disiplin dan semangat; etos kerja yang mengejar prestasi dan kinerja; etos kerja yang kreatif dan inovatif; etos kerja yang berjuang untuk menjaga prestasi terbaik; etos kerja yang rendah hati dan terus-menerus meningkatkan kompetensi; etos kerja yang memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kekuatan, adalah bagian dari budaya kerja keras. Intinya, budaya kerja keras harus dilengkapi etos kerja yang membuat budaya kerja keras tersebut unggul dan bersaing di pasar dunia yang bebas.

Dalam budaya kerja keras, setiap karyawan harus unggul dengan kompetensi inti. Ini adalah dasar untuk menghasilkan kualitas kerja terbaik. Setelah kompetensi inti sudah berkualitas tinggi, selanjutnya setiap individu secara berkelanjutan dimotivasi untuk pengembangan kualitas soft skill diberbagai aspek dan dimensi individu. Nantinya, soft skill inilah yang menjadi inti dari budaya kerja keras tersebut.

Soft skill sangat menentukan budaya kerja keras. Sebab, budaya kerja keras tidak akan ada bila soft skill karyawan dan pimpinan lemah atau kurang. Jadi, untuk menciptakan budaya kerja keras dalam harmoni, loyalitas, integritas, dan akuntabilitas. Maka, perusahaan harus menyiapkan anggaran untuk penguatan soft skill karyawan secara berkelanjutan dan terus-menerus di sepanjang zaman. Siapapun yang meremehkan tentang pentingnya soft skill diberbagai dimensi individu akan kecewa dengan kinerja individunya.

Pemimpin harus mengkoordinasikan budaya kerja keras. Pemimpin harus menjadi teladan yang menghormati setiap potensi individu, untuk dimaksimalkan menjadi energi kolektif organisasi. Pemimpin harus menetapkan kebijakan yang menginternalisasikan nilai-nilai untuk mendukung budaya kerja keras. Pemimpin tidak boleh hanya menuntut, berharap, dan menunggu karyawan untuk bekerja keras. Tetapi, membangun budaya kerja keras dan menciptakan gaya manajemen yang berorientasi pada budaya kerja keras.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KETIKA KETERAMPILAN KARYAWAN ANDA SUDAH USANG

MOTIVASI BISNIS 27042016

“Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.”~Djajendra

Setiap pekerjaan bergerak dalam perubahan. Sebuah keterampilan pada masa lalu akan menjadi usang pada hari ini. Sebuah pola kerja pada masa lalu bisa saja menjadi tidak berharga pada hari ini. Perubahan bergerak dengan lebih cepat dibanding sebelumnya. Zaman informasi dan teknologi telah mempercepat perubahan dan membuat keterampilan lebih cepat usang.

Beberapa waktu yang lalu, seorang pimpinan pabrik mengeluh. Dia baru saja mengganti mesin produksinya untuk meningkatkan kualitas produk. Karena mesin yang baru dibeli ini teknologinya baru, tentu saja karyawan belum mengerti cara mengoperasionalkannya. Lalu, dia melakukan pelatihan bagi para karyawan agar bisa mengoperasionalkan mesin baru tersebut. Hasilnya, tidak semua karyawan memiliki pola pikir untuk berubah, kebanyakan karyawan mengeluh tentang mesin baru tersebut. Padahal mesin baru dibeli untuk meningkatkan kualitas produk.

“Keterampilan mesin lama sudah usang dan tidak diperlukan lagi oleh bagian produksi.” Kata pimpinan pabrik tersebut. Ya, ide-ide baru terus-menerus muncul untuk menggantikan ide-ide lama. Tuntutan pasar terhadap produk berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing adalah realitas yang sulit dicegah. Bermodal keterampilan lama tidaklah cukup untuk bertahan dalam kompetisi bisnis yang semakin tinggi, keterampilan karyawan harus ikut berkembang selaras dengan ide-ide baru.

Dunia bisnis mulai menyadari bahwa modal paling berharga dari seorang pekerja adalah pola pikirnya. Pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan dan kemajuan adalah penting. Jelas, dalam realitas dunia kerja, pola pikir atau mind set karyawan merupakan sebuah tantangan yang tidak mudah solusinya. Kebanyakan pekerja terbentuk dari mind set yang sulit tumbuh, mind set yang terbentuk untuk bekerja di zona nyaman. Sedangkan dunia kerja adalah dunia kreatif dan produktif, di sini diperlukan mind set yang bisa tumbuh dan beradaptasi di luar zona nyaman.

Dunia kerja adalah tempat yang membutuhkan keterampilan dan kualitas untuk melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang. Dunia kerja membutuhkan sifat-sifat unggul dan kreatif dalam mencapai visinya. Bisnis yang sukses dihasilkan dari kebiasaan-kebiasaan produktif dan perilaku yang mudah beradaptasi dengan perubahan.

Karyawan yang bergerak dengan pola pikir untuk menang, serta pola pikir yang mudah beradaptasi dengan teknologi dan keterampilan baru, adalah aset yang mampu melayani kedinamisan organisasi, bisnis, dan orang secara konsisten. Karyawan dengan pola pikir yang mudah beradaptasi dengan perubahan adalah aset yang paling berharga. Karyawan dengan keterampilan dan kecerdasan hebat, tetapi tidak memiliki pola pikir yang beradaptasi dengan perubahan, adalah beban yang merugikan bisnis.

Tidak ada seorang pun yang tahu tentang jenis dan kualitas keterampilan yang paling dibutuhkan di masa depan. Tetapi, dengan pelatihan yang terus menerus tentang mind set, perilaku, sikap, dan soft skill lainnya, diharapkan terbentuk kepribadian karyawan untuk siap bekerja di luar zona nyaman dan selalu mudah beradaptasi dengan perubahan.

Ketika keterampilan karyawan Anda sudah usang, Anda harus membangun semangat perubahan. Anda harus bisa mengatakan bahwa perubahan tidak bisa ditunda. Anda harus meminta komitmen, kemampuan untuk beradaptasi, akuntabilitas, dan fleksibilitas untuk menjawab perubahan. Ini adalah tentang keterbukaan terhadap ide-ide baru dan pengalaman baru, serta kemampuan untuk melayani cara baru dengan sebaik mungkin.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CARA MANAJER MENGELOLA KINERJA DI SEMUA BIDANG PEKERJAANNYA

“Bisnis yang baik adalah yang dicari dan dihargai oleh pelanggan. Manajer yang andal adalah energi positif untuk bisnis yang baik.”~Djajendra

Manajer adalah orang yang bertanggung jawab pada manajemen orang, proyek, anggaran, sistem, budaya, konflik, prosedur, administrasi, bisnis, etika, dan kepemimpinan. Begitu banyak tugas dan tanggung jawab seorang manajer. Diperlukan energi, kesehatan, waktu, kompetensi, dan kecerdasan untuk mengelola semua tugas dan tanggung jawab tersebut supaya dapat menghasilkan kinerja terbaik.

Peran manajer sangat luas dan juga harus bisa fokus pada rincian operasional. Tantangan terberat manajer adalah tidak boleh terjebak di sebuah titik pekerjaan, dia harus taktis dan memiliki strategi yang tepat dalam mengelola semua bidang pekerjaannya dengan kinerja penuh.

Manajer harus mampu mengelola waktu dan energinya secara tepat dan benar. Mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal prioritas. Mampu menjalankan fungsi-fungsi pekerjaan secara kreatif dan cerdas.

Manajer harus cerdas memahami bisnis perusahaan sehingga semua fungsi, peran dan tanggung jawabnya mampu memberikan kontribusi yang besar untuk kesuksesan bisnis. Dalam hal ini, manajer haruslah menjadi seorang intrapreneurship sejati. Artinya, dia harus mampu memiliki mindset layaknya seorang wirausaha. Dia harus merasa bisnis perusahaan seperti miliknya sendiri, mampu bertanggung jawab penuh bersama kreativitas dan inovasi yang berkelanjutan.

Pengetahuan dan wawasan yang lebih mendalam tentang bisnis perusahaan, akan memudahkan manajer untuk membuat keputusan dengan intuisi dan logika. Keputusan logika selalu berdasarkan realitas dan perhitungan yang matang, sedangkan keputusan intuitif selalu berdasarkan gerak hati oleh pengalaman. Biasanya, keputusan intuitif ada unsur spekulasinya, sebab tidak dengan perhitungan yang pasti, lebih oleh perasaan dan keyakinan atas dorongan kepercayaan diri yang tinggi. Intuisi hanya boleh digunakan ketika manajer sudah sangat berpengalaman dan menguasai seluk-beluk bisnis secara utuh.

Bisnis yang baik adalah yang dicari dan dihargai oleh pelanggan. Manajer yang andal adalah energi positif untuk bisnis yang baik. Dalam hal ini, manajer harus memiliki nilai-nilai bisnis yang dihormati dan dihargai oleh pelanggan. Manajer harus mampu menghasilkan dan memasarkan jasa atau produk sesuai harapan pelanggan. Intinya, jasa dan produk perusahaan harus tampil untuk mempesona dan menjadi sesuatu yang dihargai di sepanjang jaman.

Memahami dan mengerti karyawan, kolega dan atasan. Dalam perusahaan, soliditas dan kolaborasi merupakan inti kekuatan. Seorang manajer hanya menjalankan salah satu fungsi organisasi, tetapi dia sangat tergantung dan memerlukan dukungan dari manajer-manajer lainnya. Oleh karena itu, diperlukan sikap rendah hati untuk mengenal manajer-manajer lain secara individu. Memahami kekuatan dan kelemahan dari masing-masing manajer. Memahami cara berkomunikasi dan bekerja sama dengan masing-masing manajer. Mampu mengenal kualitas, kompetensi dan keandalan dari masing-masing karyawan pendukung. Mampu memotivasi dan mengarahkan karyawan untuk menjadi lebih produktif dan berkinerja.

Seorang manajer harus tumbuh dan berkembang dari akuntabilitas. Semangat bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan hasil sesuai misi dan tujuan. Manajer yang andal berorientasi pada kinerja terbaik, dan mampu melakukan hal-hal yang tepat dan benar di setiap situasi.

Selalu sadar dan terjaga di setiap keadaan. Mampu dengan cerdas memperhitungkan risiko dan menjadi lebih produktif dalam tindakan. Memahami visi besar perusahaan dan gambaran besar dari tujuan yang sedang dikerjakan. Menjadi seorang kolaborator yang kreatif dalam dinamika organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

KOLABORATOR MEMBUAT STRUKTURAL DAN INTERPERSONAL BERADA DALAM FREKUENSI YANG SAMA

“Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik.”~Djajendra

Kolaborasi adalah dasar untuk mengeksekusi sebuah proyek dengan tepat. Kolaborasi berarti semua orang bersatupadu di dalam kerja sama yang terikat untuk mencapai tujuan. Tidak ada kepentingan apapun selain kepentingan pencapaian tujuan. Oleh karena itu, kolaborasi mampu mengatasi konflik, mengatasi kepentingan pribadi atau kelompok, serta mampu mengatasi ego individu dan ego sektoral. Kolaborasi yang baik dapat meningkatkan pencapaian dan mengurangi potensi kegagalan.

Organisasi bisnis memiliki berbagai fungsi dan peran yang dibutuhkan untuk menjalankan strategi. Walaupun setiap fungsi dan peran memiliki perbedaan orientasi pekerjaan, tetapi harus menyatu melalui kolaborasi untuk mencapai tujuan inti bisnis. Setiap perbedaan harus menyatu dan mengalir dengan sempurna di dalam aliran kolaborasi.

Kolaborasi meningkatkan kecepatan, mengoptimalkan kapasitas dan memperbanyak peluang. Ketika orang-orang sudah mengalir sempurna di dalam kolaborasi, mereka menjadi pabrik penghasil ide-ide terbaik yang dapat diimplementasikan dengan sempurna. Tidak akan muncul kesulitan saat semua orang bersatupadu secara ikhlas di dalam aliran kolaborasi yang produktif.

Dalam aliran kolaborasi; semua bakat, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan energi positif menyatu untuk menghasilkan kinerja. Kolaborasi merajut kekuatan internal menjadi sangat kuat dan bergerak bersama solusi untuk pencapaian terbaik. Semua masalah dan tantangan selalu dapat dituntaskan di tempat munculnya masalah tersebut, sehingga semua rintangan dan tantangan dapat dimatikan sejak dia masih kecil.

Kolaborasi membuat organisasi bergerak dengan cepat, efektif, lincah, produktif, kreatif dan selalu berbagi di dalam kerjasama yang solid. Kolaborasi menjadikan setiap individu dan tim sebagai mitra berharga yang saling membantu dengan ikhlas untuk mencapai tujuan.

Karena kolaborasi menyatukan semua energi organisasi untuk fokus pada tujuan dan kepentingan organisasi, maka semua orang harus mendapatkan kejelasan dan kepastian. Tidak boleh ada kebingungan di dalam kolaborasi, semua orang harus tahu dan sadar tentang pentingnya hubungan kerja dengan etos yang menjadikan semua orang cepat dan produktif.

Kolaborasi harus diikuti dengan tanggung jawab penuh. Setiap bantuan, kontribusi, informasi, pengetahuan, wawasan, pengalaman dan aliran kerja harus di dalam rasa tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab yang tinggi mengurangi konflik, dan juga mengurangi ketergantungan.

Bisnis membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Bisnis membutuhkan waktu dan tempat yang tepat untuk meraih keuntungan. Bisnis membutuhkan momen yang paling tepat untuk mengeksekusi strategi. Bisnis yang hebat selalu memiliki tindakan yang membuat pesaing tidak berkutik. Oleh karena itu, kolaborasi harus menjadi kekuatan yang memastikan keberhasilan dari semua ketidakpastian di dalam organisasi. Setiap kolaborator harus cerdas mengidentifikasi semua potensi risiko dan menyiapkan energi bersama untuk mengambil langkah-langkah tepat bagi pencapaian terbaik.

Kolaborasi berarti secara struktural dan interpersonal harus berada dalam frekuensi yang sama, sehingga jarak organisasi dan jarak relasional sangat dekat, serta menyatu di dalam soliditas bersama yang produktif.

Para kolaborataor yang cerdas selalu siap berkeringat untuk sukses yang lebih baik daripada menangis selama kegagalan. Menyatukan dan mengalirkan proses bisnis dengan sempurna, serta mengatasi hambatan dan perbedaan untuk sebuah hasil akhir terbaik.

Tujuan utama kolaborasi adalah menguatkan keyakinan dan meminimalkan keraguan. Kolaborator terbaik selalu sadar untuk menyatukan jiwanya di dalam misi organisasi. Mereka menyiapkan dirinya untuk bisa hidup bahagia di dalam satu visi dan satu budaya. Mereka membangun strategi bersama untuk mencapai hasil akhir dengan kecepatan tinggi. Mereka menyatu ke dalam kelompok berenergi positif dan mengalir dengan produktif di setiap batas wilayah proses kerja. Mereka menjadi kekuatan yang mempercepat aliran bisnis dan membersihkan semua penyumbat dengan segera.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com