TANPA ETIKA TIDAK ADA PELAYANAN PRIMA

“Jangan berharap mendapatkan pelayanan prima dari orang-orang yang tidak etis.”~Djajendra

Etika kerja adalah dasar untuk bisa memberikan pelayanan prima kepada pelanggan. Perilaku etis bersumber dari sifat baik atau karakter baik. Seseorang yang etis selalu tahu apa yang baik dan apa yang tidak baik. Jadi, tanpa diawasi pun seseorang yang etis mampu memberikan pelayanan sepenuh hati, apalagi bila diawasi dan diatur dengan peraturan dan sistem pelayanan yang hebat, maka seseorang yang etis benar-benar mampu memberikan pelayanan unggul untuk kesuksesan perusahaan.

Etika menciptakan ketertiban dan menghindari tindakan yang salah. Perilaku etis memiliki kearifan dan kebijaksanaan untuk menciptakan kebaikan di setiap momen pelayanan. Etika sangat diperlukan di wilayah tindakan agar setiap hubungan antar manusia dalam proses kerja terjadi di dalam energi integritas. Perilaku etis adalah sumber utama untuk terjadinya pelayanan pelanggan yang menyenangkan hati. Jadi, jangan berharap mendapatkan pelayanan prima dari orang-orang yang tidak etis. Hanya orang-orang dengan perilaku etislah yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya.

Etika bersumber dari kesadaran diri dan rasa cinta untuk bisa melayani orang lain dengan tulus dan tanpa pamrih. Seseorang yang etis tidak akan bertentangan dengan yang lain. Seseorang yang etis tidak menciptakan kekacauan dan kerusakan di dalam organisasi. Seseorang yang etis tidak menjadi energi disintegrasi di dalam tim kerja. Seseorang yang etis selalu bekerja dengan totalitas dan sepenuh hati melalui energi cinta. Seseorang yang etis selalu memberikan pelayanan prima dari rasa tanggung jawab, untuk menjaga keseluruhan proses kerja yang utuh dan profesional di dalam integritas.

Karyawan yang etis selalu sadar untuk bekerja dan bertindak sebagai tim dan bukan sebagai pribadi di dalam perusahaan. Dalam hal ini, etika perusahaan dan nilai-nilai perusahaan menjadi alat pemersatu dan pengikat, sehingga karyawan etis mampu menjadi anggota tim yang solid untuk memberikan pelayanan sesuai dengan nilai-nilai dan budaya perusahaan. Hal ini, menjadikan pelayanan perusahaan unik dan sesuai dengan visi dan budaya perusahaan. Jadi, tidak ada lagi perbedaan sudut pandang di dalam memberikan pelayanan terbaik. Setiap orang yang etis mampu memberikan kebaikan dan menyatukan dirinya di dalam tim perusahaan yang unggul, untuk memberikan pelayanan prima terbaik. Kebaikan dari setiap orang di dalam tim akan menghilangkan semua potensi konflik, sehingga setiap orang yang etis mampu mengekspresikan dirinya untuk pelayanan unggul, tanpa bertentangan satu sama lain.

Keunggulan di tempat kerja hanya bisa terwujud saat etika tumbuh dari kesadaran setiap karyawan. Untuk berhasil dalam mengoptimalkan etika di tempat kerja, perusahaan harus bekerja dengan sangat keras dan berjuang tanpa henti. Membangun kesadaran memerlukan waktu dari lingkungan kerja yang menghargai etika. Pada dasarnya, di dalam diri setiap orang sudah ada energi etika, untuk mengoptimalkannya diperlukan suasana dan lingkungan kerja yang menghormati perilaku etis. Dalam hal ini, perusahaan harus membangun sistem yang mendorong perilaku etis mekar dan tumbuh menjadi sangat kuat. Intinya, manajemen perusahaan harus memiliki komitmen dan tindakan yang tegas untuk membangun pelayanan prima dari landasan etika kerja.

Etika yang tumbuh dari dalam diri akan meningkatkan kualitas integritas pribadi. Seseorang yang etis selalu jujur kepada diri sendiri dan menghargai orang lain. Setiap interaksi dan tindakan yang bersumber dari etika pasti memiliki tingkat integritas yang tinggi. Seseorang yang etis mampu menampilkan bahasa tubuh dan tutur kata yang terkendali dalam emosi positif. Penampilan dari orang-orang etis selalu beradaptasi dengan realitas yang dihadapi. Postur tubuh yang penuh percaya percaya diri dan rendah hati, serta cara berpikir yang selalu positif adalah ciri dari perilaku etis.

Pelayanan prima sangat tergantung dari perilaku etis. Tanpa etika tidak ada pelayanan prima. Karyawan dengan perilaku etis selalu menjaga pelayanan perusahaan memiliki kualitas tinggi dan dilayani dengan penuh semangat. Perilaku etis memiliki kekuatan untuk melakukan segala hal secara benar dan sesuai prosedur. Kesadaran etika pelayanan menjadikan karyawan sadar untuk menjaga postur tubuh yang etis saat memberikan pelayanan; emosional yang etis saat memberikan pelayanan; kata-kata yang etis saat memberikan pelayanan; bahasa tubuh yang etis saat memberikan pelayanan. Intinya, ada kesadaran yang tinggi dari karyawan berperilaku etis, untuk membentuk dirinya dan pribadinya menjadi sebaik mungkin bagi pelayanan berkualitas tinggi.

Nilai-nilai etika sangat berharga dan sangat penting untuk memberikan pelayanan prima. Oleh karena itu, nilai-nilai etika haruslah diinternalisasi ke dalam diri masing-masing karyawan. Semua karyawan harus mampu melihat manfaat dan berharganya nilai-nilai etika. Ketika nilai-nilai etika sudah terinternalisasi di dalam diri, maka pelayanan yang diberikan betul-betul bersumber dari cinta, bukan dari sifat egois. Jadi, pelayanan tidak lagi terbatas pada maunya diri sendiri, tetapi secara sadar dari nilai-nilai etika perusahaan. Nilai-nilai etika memiliki kekuatan untuk melayani, memberi kebaikan, memberi kontribusi, serta melayani dengan hati dan senyum tulus.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Posted 
Iklan