PERASAAN BOSAN MUNCUL KARENA KURANG TANTANGAN

“Perasaan bosan adalah sesuatu yang normal, tetapi perasaan bosan yang berkepanjangan bisa menyebabkan stres dan turunnya kinerja.”~Djajendra

Sudah menjadi rahasia umum kalau karyawan suka terjebak dalam zona kebosanan. Sering sekali, karyawan yang sudah produktif dan efisien masuk ke dalam jebakan rasa bosan. Mereka sudah bekerja dengan sangat rajin dan termotivasi untuk karir yang lebih baik, tetapi karena tantangan yang ringan membuat mereka mudah jenuh dan bosan dengan pekerjaannya.

Kemajuan teknologi yang sudah mengotomatisasi pekerjaan membuat karyawan tidak lagi harus bekerja lebih keras, tetapi harus bekerja lebih cerdas. Biasanya, bila karyawan tidak bekerja dengan lebih cerdas, maka otomatisasi pekerjaan menjadikan mereka kehilangan tantangan dan mudah terjerumus dalam perasaan bosan. Di sinilah, diperlukan kesadaran untuk selalu belajar dan meningkatkan kompetensi diberbagai aspek kehidupan kerja. Jadi, harus ada kesadaran bahwa sangat banyak pekerjaan untuk mengembangkan dan menumbuhkan diri sendiri, yang wajib dilakukan oleh setiap karyawan sehingga bisa tetap aktif dan tidak masuk ke zona kebosanan.

Perasaan bosan yang berlebihan bisa menjadi penyebab gangguan mental. Bila hal ini berlangsung terus-menerus; maka, karyawan akan selalu merasa gelisah, menderita, merasa sunyi, merasa tidak berharga, merasa tempat kerja tidak menyenangkan.

Membiarkan perasaan bosan karyawan hanya menurunkan kinerja dan budaya kerja. Sikap apatis akan mendominasi di semua aspek kehidupan kerja, tubuh para karyawan ada di tempat kerja, tetapi jiwa dan pikirannya melayang-layang entah kemana.

Manajemen dan kepemimpinan perusahaan yang cerdas sangat sadar tentang realitas perasaan bosan karyawan, sehingga mereka mengelolanya dengan baik agar karyawan mampu keluar dari perasaan bosan mereka. Program-program seperti peningkatan motivasi, belajar keterampilan baru, outing, penghargaan, pencerahan yang holistik, harapan, peluang, dan berbagai aktivitas penghilang rasa jenuh dan bosan biasanya dilakukan untuk membangkitkan semangat kerja yang baru.

Perasaan bosan tidak boleh dianggap remeh atau pun didiamkan, tetapi harus disikapi dengan berbagai aktivitas yang menyehatkan jiwa. Manajemen perusahaan harus memberikan perhatian dan mengakui potensi kebosanan di tempat kerja. Jadi, harus ada upaya untuk memotivasi dan membawa yang terbaik dari potensi karyawan untuk kemajuan perusahaan.

Ketika perasaan bosan melemahkan semangat kerja, tentu saja karyawan harus mengambil liburan dan menyegarkan pikiran. Sangat banyak tempat liburan yang bisa menghilangkan rasa bosan, seperti: ke pantai, ke gunung, ke danau, ke sawah, ke hutan, ke tempat-tempat yang sangat berbeda dari lingkungan kerja dan lingkungan tempat tinggal. Temukan sesuatu yang baru dan unik untuk membuat jiwa dan pikiran Anda segar kembali.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

Iklan