SIAPKAH ANDA UNTUK PENSIUN ?

“Perubahan adalah sesuatu yang pasti dan tak dapat dihindari oleh siapapun. Perubahan adalah takdir yang harus diterima dengan kesadaran penuh.”~Djajendra

Dua puluh lima kadang sampai tiga puluh lima tahun seorang pegawai mengabdikan hidupnya dalam karir panjang. Bekerja di sebuah instansi atau perusahaan ada batas waktunya. Pensiun tidak dapat dihindari oleh para pegawai. Pensiun adalah akhir dari pengabdian dalam karir panjang di tempat kerja.

Pensiun terkait kepada usia pensiun yang biasanya telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, ataupun peraturan perundang-undangan. Jadi, namanya pegawai, tidak punya pilihan untuk tidak pensiun dari tempat kerjanya. Seberapa besar pun cinta dan rasa bangga pegawai terhadap perusahaan atau instansinya, pegawai wajib pensiun sesuai peraturan. Cinta dan rasa bangga dapat dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi untuk kehidupan baru setelah pensiun.

Masuk ke wilayah pensiun bukanlah persoalan sederhana. Ada perubahan hidup yang besar terjadi saat pegawai memasuki wilayah pensiun. Rutinitas selama hidup dalam karir panjang akan terhenti, dan digantikan oleh sebuah rutinitas baru yang belum pernah dijalani. Kenyamanan yang sudah didapatkan puluhan tahun di tempat kerja akan digantikan oleh ketidakpastian dalam kehidupan baru. Padahal kita semua tahu bahwa kenyamanan merupakan kebutuhan dasar manusia.

Dalam realitas kehidupan orang-orang pensiun, tidak semua pegawai mampu menjalani hidup di wilayah pensiun sesuai harapan dan impian. Sangat banyak yang harus menjalani kehidupan yang tidak mereka inginkan di wilayah pensiun. Mereka sadar bahwa saat bekerja; mereka hidup dalam sistem, budaya, penghasilan, dan kepemimpinan yang memastikan hidup mereka terjamin dan aman. Tetapi, setelah pensiun dari tempat kerja; mereka kehilangan sistem, budaya, dan kepemimpinan yang tidak mungkin bisa mereka dapatkan kembali. Kalau penghasilan, mereka masih bisa mencari uang dengan rencana investasi mereka. Intinya, tidak semua pegawai bisa mendapatkan kehidupan yang baik setelah pensiun, sangat banyak juga yang terpaksa menghadapi kesulitan hidup di hari tuanya.

Kalau begitu, bagaimana caranya agar para pegawai bisa tetap bahagia dan lebih nyaman setelah pensiun?

Memasuki wilayah pensiun harus dengan kesadaran sikap positif dan kerendahan hati menuju masa depan. Agar sikap positif selalu tersedia di setiap situasi, maka keadaan mental dan emosional harus terjaga dalam energi positif. Bila keadaan mental dan emosional tidak stabil, maka fisik akan menjadi korban. Bila fisik menjadi korban dan tidak sehat, maka apapun rencana dan impian akan dihalangi oleh realitas kesehatan fisik yang menurun.

Sangatlah penting untuk menjalani periode transisi ke jenis kehidupan yang diinginkan setelah pensiun dari pekerjaan. Periode transisi sangat menentukan masa depan setelah pensiun. Rencana keuangan dan rencana pensiun adalah dua hal yang berbeda. Jadi, dalam periode transisi jangan hanya fokus pada rencana keuangan, semua bagian kehidupan harus di tata kembali dan difungsikan secara baik agar dapat berjalan dengan sendirinya untuk mengisi masa pensiun.

Perubahan adalah sesuatu yang pasti dan tak dapat dihindari oleh siapapun. Perubahan adalah takdir yang harus diterima dengan kesadaran penuh. Setiap pegawai yang memasuki wilayah pensiun harus sadar bahwa umur semakin bertambah. Bila umur semakin bertambah, maka mental dan fisik harus dirawat setiap hari dengan energi positif. Harus timbul kesadaran untuk memiliki kebiasaan berolahraga secara rutin; harus timbul kesadaran untuk memelihara pikiran positif setiap hari; harus timbul kesadaran untuk bersyukur dan hidup dalam sikap rendah hati; harus timbul kesadaran untuk memperluas wawasan hidup dan menghormati keragaman hidup; harus timbul kesadaran untuk melakukan pekerjaan yang paling disukai; harus timbul kesadaran untuk terhubung dengan banyak orang dan sesering mungkin.

Di sepanjang hari-hari pensiun adalah perubahan di sepanjang jalan kehidupan. Fokuskan pikiran positif dengan sikap rendah hati untuk memaksimalkan kualitas hidup setiap hari. Hiduplah dengan semangat dan gairah dalam kehidupan yang Anda inginkan, walau mungkin yang Anda inginkan itu belum utuh dan belum persis terlihat seperti maunya Anda. Jadi, ciptakan imajinasi dan gaya hidup seolah-olah hidup yang Anda jalani sudah seperti yang Anda inginkan. Ingatkan diri Anda untuk selalu rendah hati, bersyukur, dan tidak membanggakan apapun. Perilaku yang suka membanggakan sesuatu akan menjadi kekuatan yang menghalangi kemajuan Anda.

Jangan pernah mengakui bahwa Anda sudah pensiun, tetapi sadari bahwa Anda sedang memulai sebuah kehidupan yang baru untuk masa depan yang lebih baik. Bila Anda selalu mengatakan kepada diri sendiri bahwa Anda sebagai orang pensiunan atau sudah tua, maka mental Anda akan memaksa fisik Anda untuk menjadi lebih tua dari usia Anda saat ini. Kedewasaan mental yang diperlukan, bukan penuaan mental. Jadi, selalu persepsikan bahwa Anda masih kuat, muda, dan siap menjalankan karir kedua dengan sepenuh hati.

Beraktivitaslah setiap hari dengan penuh semangat di semua aspek kehidupan, seperti: berdoa, berolahraga, membaca, berbicara, mendengarkan, memasak, menulis, berkebun, jalan-jalan, dan apa saja yang Anda sukai untuk mengisi jiwa, raga, dan pikiran dengan energi positif. Lakukan hal-hal baru dan belajarlah dari pengalaman yang diberikan oleh hal-hal baru tersebut. Miliki gaya hidup yang sederhana, rendah hati, rajin, giat, menjaga pola makan, dan kembali ke alam.

Jangan pernah berhenti bekerja walau kondisi Anda saat ini sudah pensiun. Jika Anda menyukai apa yang Anda lakukan, Anda tidak perlu bekerja lagi. Miliki pekerjaan atau ciptakan sebuah pekerjaan untuk menemani Anda setelah pensiun dari pekerjaan sebelumnya. Belajarlah sebuah keterampilan baru, berikan waktu dan hati untuk menjalankan keterampilan baru tersebut. Nikmati pengalaman dari keterampilan baru, dapatkan lebih banyak pengetahuan dari keterampilan baru tersebut. Bekerjalah dan layani kehidupan dengan penuh semangat dan sepenuh hati.

Tingkatkan kualitas kehidupan sosial, miliki teman-teman yang berpikir positif dan yang menjalani pola hidup sehat. Hindari pergaulan dengan pemikir negatif, pengeluh, atau orang-orang yang pesimis dengan masa depan. Pergaulan dan kehidupan sosial Anda menentukan arah masa depan Anda. Bila Anda berteman dan bergaul dengan orang-orang produktif dan optimis, maka Anda pun akan terpengaruh untuk menjadi produktif dan optimis di hari tua Anda.

Hiduplah sesederhana mungkin dengan pengeluaran sekecil mungkin. Untuk memiliki kenyamanan keuangan, Anda harus mampu mengelola keuangan Anda dengan seefisien mungkin. Jangan boros dengan uang Anda. Jangan berspekulasi dengan uang Anda. Gunakan uang dengan bijak dan hargai setiap nilai uang. Bila keuangan Anda terganggu, Anda bisa stres dan menjadi negatif dengan kehidupan Anda.

Pastikan Anda memiliki sumber keuangan untuk membiayai semua kebutuhan dasar Anda; pastikan Anda memiliki sumber keuangan untuk membiayai gaya hidup Anda; dan pastikan Anda memiliki sumber keuangan untuk menghadapi keadaan mendadak atau darurat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com