PIKIRAN BUKANLAH FAKTA, PIKIRAN BUKANLAH KEBENARAN

“Ketika pikiran mulai menyalahkan, mengkritik, menghakimi, menilai, dan melihat kekurangan orang lain; maka, pikiran tersebut akan menarik energi negatif untuk membuat hidup Anda tidak damai.”~Djajendra

Tidak seorang pun bisa dilarang untuk berpikir. Setiap orang bebas dan merdeka untuk berpikir sesuai keinginan. Pikiran bukanlah fakta, pikiran bukanlah kebenaran. Pikiran adalah persepsi, pandangan hidup, dan logika sesuai pengetahuan dan wawasan yang dimiliki. Pikiran selalu mengutamakan kebutuhan, harapan, keyakinan, dan keinginan dari diri sendiri. Selama pikiran masih di dalam diri sendiri, maka pikiran masih hidup di wilayah pribadi. Tetapi, saat pikiran diucapkan atau dituliskan untuk orang banyak, maka pikiran sudah hidup di wilayah sosial. Pikiran yang sudah hidup di wilayah sosial haruslah siap menghadapi penilaian dan penghakiman dari orang lain. Jadi, berhati-hatilah untuk mengeluarkan pikiran dari wilayah pribadi ke wilayah sosial. Jangan sembarangan berucap atau menulis hanya berdasarkan apa yang Anda pikirkan.

Pahami dulu apa yang dipikirkan. Pahami dulu pikiran baru diucapkan atau dituliskan. Semua yang Anda pikirkan mungkin benar dan masuk akal menurut Anda, tetapi menurut orang lain belum tentu benar dan masuk akal. Bila Anda paksakan pikiran Anda di dalam kehidupan sosial, maka konflik bisa muncul dan merusak hubungan baik Anda dengan orang lain.

Pikiran bisa membuat hidup bahagia dan juga menderita. Pikiran negatif yang berulang-ulang dapat membuat hidup menderita. Pikiran positif yang berulang-ulang dapat membuat hidup bahagia. Miliki kesadaran saat berpikir, jangan biarkan pikiran menjadi musuh dalam selimut yang membuat hidup tidak bahagia. Kendalikan pikiran dan arahkan pikiran untuk meningkatkan kebahagiaan hidup. Jangan abaikan pikiran-pikiran yang menguras energi dan kedamaian hati. Ingat selalu, bahwa pikiran bukanlah fakta. Jadi, tidak perlu menderita oleh pikiran. Miliki kemampuan untuk mengubah pikiran negatif menjadi pikiran positif. Kenali pikiran-pikiran negatif dan cegah mereka untuk tidak merusak hidup. Miliki komitmen untuk memberdayakan nilai-nilai positif ke dalam pikiran bawah sadar.

Pikiran selalu memiliki pola untuk berulang-ulang. Misalnya, sekarang Anda sudah berlatih untuk memiliki pikiran positif dan menghilangkan pikiran negatif, dan hidup Anda pun bahagia bersama pikiran positif Anda. Tetapi, suatu hari, Anda menghadapi kesulitan dan tekanan yang luar biasa, Anda tidak punya solusi, maka saat itu pikiran negatif Anda akan bangkit dari tidurnya dan mulai mengambil kendali atas diri Anda. Jadi, ingat selalu, sifat pikiran tidak pernah hilang atau tidak bisa dihapus. Saat pikiran negatif menguat, pikiran positif akan terkubur olehnya. Sebaliknya, saat pikiran positif menguat, pikiran negatif terkubur olehnya. Intinya, setiap hari, Anda harus sadar dan menghadapi realitas hidup dengan penuh integritas. Ya, menjadi jujur dengan diri sendiri dalam menghadapi setiap situasi adalah penting. Menjadi diri yang asli dan ikhlas menjalani setiap situasi kehidupan akan menguntungkan hidup Anda.

Ketika pikiran mulai menyalahkan, mengkritik, menghakimi, menilai, dan melihat kekurangan orang lain; maka, pikiran tersebut akan menarik energi negatif untuk membuat hidup Anda tidak damai.

Jangan biarkan pikiran menguasai diri, kuatkan jiwa untuk mengendalikan pikiran. Gunakan kekuatan kesadaran untuk menguatkan jiwa, dan kenali suara hati. Berbicaralah kepada diri sendiri untuk meredam kekuatan pikiran. Selalu ingatkan kepada diri sendiri bahwa pikiran bukanlah fakta, tetapi keinginan. Pikiran dapat diubah sesuai kebutuhan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com