KECERDASAN EMOSIONAL MEMPERBAIKI PERILAKU DIRI SENDIRI

“Pikiran sangat cerdas dan banyak maunya. Bila pikiran tidak diimbangi dengan kecerdasan emosional, maka jiwa pun bisa dibuatnya menderita.”~Djajendra

Diperlukan penguatan kecerdasan emosional di dalam diri agar pikiran dapat terkendali searah maunya jiwa. Bila emosi sudah terlatih untuk cerdas emosional dalam setiap situasi dan peristiwa, maka diri mampu mengontrol keadaan dan memimpin realitas.

Kecerdasan emosional dimulai dari kesadaran diri untuk menerima realitas hidup dengan jujur dan bersikap baik terhadapnya. Intinya, orang yang cerdas emosional akan menerima semua fakta dengan ikhlas, lalu menganalisis dan memperbaikinya untuk kebaikan dirinya. Dalam hal ini, ego tidak akan menyalahkan ataupun merasa cemas atas peristiwa yang tidak disukai, tetapi menerima dan menanganinya dengan solusi yang tepat.

Kecerdasan emosional membuat pikiran dan hati tunduk pada satu prinsip, yaitu membuat hidup lebih bahagia. Seburuk apapun peristiwanya, orang yang cerdas emosional tidak akan cemas dan takut. Mereka tetap tenang menghadapi realitas terburuk dan selalu menguatkan dirinya dengan doa. Mereka yang cerdas emosional memiliki kesadaran bahwa kehendak Tuhanlah yang paling benar, bukan kecerdasan ataupun strategi manusia. Manusia hanya melakoni hidup, dan semua peristiwa hidup ada yang mengaturnya.

Orang-orang yang kecerdasan emosionalnya tinggi, tidak memiliki perilaku yang menyangkal, menyalahkan, mencari alasan, cemas, takut, marah, benci, atau reaksi negatif lainnya. Mereka memiliki mental positif dan tangguh dalam menghadapi situasi atau peristiwa yang tidak diinginkan. Mereka mampu menenangkan dirinya sehingga tidak menggoncangkan hatinya dan merangsang emosi negatif. Dengan tenang dan sabar, mereka mengatur dirinya sendiri dan mengelola peristiwa tersebut untuk mencapai yang terbaik bagi kebahagiaan hidupnya.

Kecerdasan emosional menjadikan hati yang rapuh lebih tangguh; ego yang tinggi hati menjadi rendah hati; perilaku merusak menjadi perilaku membangun. Jadi, kecerdasan emosional menjadikan Anda menerima realitas dan mencari umpan balik dari manapun untuk kebaikan hidup Anda.

Orang-orang yang cerdas emosional berwawasan luas dan menggunakan empatinya untuk memahami berbagai realitas. Pikirannya selalu terbuka dan tidak bereaksi untuk menghakimi sebuah keadaan, sebaliknya selalu berpikir positif dan merespon keadaan untuk kehidupan yang lebih baik.

Kesadaran untuk mendengarkan berbagai peristiwa dan fakta dengan integritas yang tinggi, serta tidak berasumsi atau beropini melalui interpretasi pribadi, adalah perilaku orang-orang yang cerdas emosional. Mereka mampu memisahkan emosi dari pikiran, serta memisahkan ego dari kepentingan.

Kebenaran selalu menjadi pedoman hidup dari orang-orang cerdas emosional, mereka tidak mau menutup-nutupi kebenaran dengan persepsi yang tidak benar. Kesadaran yang muncul dari integritas pribadi menjadikan mereka mendengarkan pesan dibalik setiap peristiwa.

Kecerdasan emosional mampu memperbaiki perilaku dan kebiasaan sehari-hari. Orang yang cerdas emosional selalu jujur dan bertanggung jawab terhadap peristiwa yang dihadapi. Bila salah, mereka selalu minta maaf. Bila benar, mereka selalu rendah hati dan bersikap bijak. Selalu tenang dan tidak menyerang. Selalu mendengar dan tidak bertengkar. Selalu mencari solusi dan tidak mencari alasan. Orang yang cerdas emosional menyadari bahwa dirinya hidup untuk bahagia. Jadi, apapun peristiwanya, mereka fokus menyelesaikannya untuk kebahagiaan dan kedamaian hidupnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com