PELAYANAN TANPA SENYUM, BUKAN PELAYANAN

MOTIVASI 12052016

“Senyum tulus dari hati yang ikhlas melayani adalah semulia-mulianya perilaku.”~Djajendra

Senyum adalah komunikasi dalam pelayanan. Kurang senyum berarti kurang pelayanan. Temukan cara untuk tersenyum dan berikan senyum dalam setiap pelayanan Anda.

Senyum merupakan bagian dari perilaku baik, dan bagian terpenting dalam sopan santun hubungan sesama manusia. Senyum yang tulus meningkatkan kualitas hubungan dan memberikan rasa damai bagi orang lain. Berikan senyum tulus kepada pelanggan, jangan marah pada pelanggan, jangan kasar pada pelanggan, jangan berteriak-teriak pada pelanggan, jangan mencela pelanggan, jangan mendiamkan pelanggan Anda. Layani pelanggan dengan senyum tulus dan sikap baik Anda.

Pelayanan pelanggan yang baik sangat ditentukan oleh kualitas hubungan antar manusia. Mulailah pelayanan dengan senyum, ini akan meningkatkan kualitas hubungan antar manusia. Senyum menjadikan pelayanan lebih baik. Siapapun yang tidak bisa tersenyum kepada pelanggannya, dia tidak akan bisa memberikan pelayanan maksimal. Tanpa senyum, pelayanan kehilangan kualitas terbaiknya.

Tidak semua orang terbiasa untuk tersenyum, dan ini adalah tantangan dalam pelayanan pelanggan. Bagi sebagian orang, senyum menjadi sesuatu yang rumit dan tidak mudah. Diperlukan latihan dan upaya yang keras agar bisa senyum. Mungkin Anda sulit tersenyum, padahal hati Anda sangat baik, sikap Anda sangat sopan. Meskipun Anda orang yang sangat baik, tetapi tidak pintar tersenyum, Anda menjadi orang yang mengurangi kualitas pelayanan. Ingat selalu! Tanpa senyum, pelayanan kehilangan kualitas terbaiknya.

Banyak orang di bagian pelayanan malas berlatih untuk bisa tersenyum, mereka membiarkan dirinya tanpa senyum. Memang tersenyum dan tidak tersenyum adalah hak masing-masing orang, tidak bisa dipaksa. Tetapi, untuk pekerjaan pelayanan pelanggan, senyum adalah sesuatu yang wajib agar bisa menambah kualitas layanan. Senyum yang tulus dalam pelayanan pelanggan menghasilkan getaran positif untuk hubungan baik.

Setiap hari, hindari pikiran negatif dan emosi yang tidak cerdas. Ketika pikiran negatif dan emosi tidak cerdas sudah menumpuk di dalam hati, maka senyum Anda akan hilang dan wajah Anda muram tanpa senyum. Selalu ingatkan kepada diri sendiri untuk menghapus semua pikiran negatif, prasangka buruk, dan emosi-emosi yang tidak cerdas. Sebagai orang yang melayani pelanggan, Anda harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga pikiran dan emosi Anda. Anda harus selalu merasa lebih baik agar bisa memberikan senyum di dalam pekerjaan pelayanan yang Anda berikan. Miliki akal sehat dan sikap baik untuk selalu bisa tersenyum di setiap situasi dan keadaan.

Kuasai cara berpikir positif dan cara menjaga emosi baik, lalu temukan cara untuk tersenyum dalam setiap pelayanan yang Anda berikan. Tampilkan diri Anda dengan senyum tulus dan sikap baik untuk bisa memberikan pelayanan yang paling baik. Senyum yang tulus kepada pelanggan adalah kebenaran sejati yang tidak perlu diperdebatkan lagi.

Seburuk apapun pengalaman Anda dengan pelanggan, jagalah keadaan pikiran dalam posisi positif, dan emosi terkendali dalam kekuatan baik. Jangan biarkan getaran negatif menyentuh hati Anda, kawal hati Anda agar tidak dirusak oleh pikiran negatif Anda. Ingat, pikiran negatif adalah musuh nomor satu dalam pelayanan pelanggan. Jadi, jangan biarkan pikiran negatif Anda dengan bebas menciptakan berbagai jenis emosi dan perilaku yang merusak pelayanan pelanggan Anda.

Pelayanan tanpa senyum, bukan pelayanan. Ketika Anda sudah memahami bahwa tanpa senyum tidak ada pelayanan yang baik, maka hal ini menjadi alat pengingat agar Anda bisa selalu tersenyum saat memberikan layanan pelanggan. Senyum tulus dari hati yang ikhlas melayani adalah semulia-mulianya perilaku.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com