PERUSAHAAN MEMBERIKAN KEHIDUPAN, BUKAN KEBAHAGIAAN ATAU CINTA

“Tidak mungkin perusahaan bisa memberikan cinta, dia hanya bisa memberikan uang dan karir.”~Djajendra

Karyawan dan pimpinan bekerja untuk mencari kehidupan ekonomi. Semua orang mau bekerja karena uang, mau penghasilan. Tidak seorang pun mau bekerja di perusahaan tanpa pamrih, atau untuk sesuatu yang gratis. Semua orang bekerja dengan kepentingan, untuk mendapatkan imbalan dalam berbagai wujud dan bentuk.

Perusahaan adalah unit ekonomi yang bertujuan untuk memberikan kehidupan ekonomi. Jadi, bila karyawan menuntut bahagia, perhatian, cinta, dan kepedulian dari perusahaan, maka ini merupakan tuntutan yang salah. Tidak mungkin perusahaan bisa memberikan cinta, dia hanya bisa memberikan uang dan karir.

Kalau semua karyawan bisa menyatu dan termotivasi untuk melayani pekerjaannya masing-masing dengan sepenuh hati; terbentuklah budaya kerja atau budaya organisasi yang menciptakan kehidupan kerja dalam suasana teratur, patuh, berkolaborasi, dan bahagia secara alami. Jadi, yang bisa memberikan kebahagiaan ataupun cinta di tempat kerja adalah budaya organisasi yang dibentuk dari kesadaran karyawan untuk hidup bahagia.

Kebahagiaan di tempat kerja didorong oleh kesadaran kolektif, bukan oleh perusahaan. Ingat, perusahaan itu benda, dia hidup oleh pikiran dan perilaku manusia. Jadi, yang membuat perusahaan hidup adalah manusia.

Walaupun perusahaan sudah mengadakan berbagai program untuk membahagiakan karyawan, bila karyawan tidak memiliki kesadaran untuk hidup bahagia, maka semua program tersebut menjadi percuma dan buang-buang uang. Seharusnya, semua orang datang ke tempat kerja bukan hanya untuk siap bekerja, tetapi juga siap untuk menjadi bahagia. Karyawan tidak harus dibujuk untuk menjadi bahagia di tempat kerja, tetapi harus memiliki kesadaran untuk menciptakan budaya yang membuat mereka bahagia.

Tidak ada program untuk menjadikan karyawan bahagia dan mencintai perusahaan, yang bisa diinstal ke dalam pikiran karyawan. Tidak ada program untuk menjaga karyawan selalu bahagia. Bahagia adalah pekerjaan hati dan pikiran. Bila hati dan pikiran bersatu dalam energi positif, maka besar kemungkinan orang tersebut menjadi bahagia dengan realitas hidupnya.

Semua pekerjaan yang diciptakan tentu memiliki nama dan fungsi masing-masing. Semua jenis pekerjaan yang mewakili berbagai fungsi dan kepentingan bertujuan ke satu arah. Sama seperti air, dari mana pun dia bersumber, dia bertujuan ke satu arah, yaitu ke laut. Demikian juga, di tempat kerja, semua orang bekerja melalui fungsinya masing-masing, untuk menghasilkan kinerja dan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan.

Setiap orang di tempat kerja harus tahu diri atau memahami batas tanggung jawab dan kemampuan; harus lebih produktif dalam melaksanakan pekerjaan dan tanggung jawab; harus sadar bahwa perusahaan hanya bisa memenuhi fungsi ekonomi. Jadi, menjadi bahagia di tempat kerja adalah urusan pribadi, yang harus dibiasakan dengan sikap dan perilaku untuk hidup bahagia. Hanya dengan demikian, karyawan bisa merasakan bahagia dan cinta di tempat kerja. Semua orang harus bersikap dan berperilaku sesuai sistem dan tata kelola yang terbaik. Sebab, dari sinilah keharmonisan kerja terwujud dan menciptakan budaya kerja yang membahagiakan.

Bila karyawan mudah diatur, tidak banyak tuntutan, mampu melaksanakan pekerjaannya dengan berkualitas, mampu mengelola penghasilan dengan bijak, melaksanakan pekerjaan secara transparan dan bertanggung jawab, serta merasa aman di tempat kerja. Maka, kehidupan kerja menjadi lebih bahagia dan produktif. Tidak akan ada rasa cemas yang berlebihan; rasa kecurigaan dan kecemburuan hilang; dan semua orang saling membantu dengan rasa tanggung jawab untuk memenuhi tujuan perusahaan.

Budaya dibangun dari perilaku dan kebiasaan kerja yang terbentuk oleh sifat nilai-nilai inti perusahaan. Nilai-nilai inti ini berfungsi menyatukan pola pikir dalam bekerja. Nilai-nilai inti bertujuan menyatukan manajemen dengan karyawan, sehingga tidak ada garis pemisah yang memisahkan manajemen dari karyawan.

Hubungan cinta dari karyawan dengan perusahaan terjadi saat budaya perusahaan memberikan ruang dan waktunya untuk kebahagiaan bersama. Bila hal ini terjadi, maka semua orang di tempat kerja hidup berkolaborasi untuk menghasilkan karya dan kinerja terbaik. Dalam situasi seperti ini, apapun target yang diberikan perusahaan kepada karyawan, dikerjakan dan dituntaskan dengan baik.

Miliki kesadaran dan tindakan nyata untuk hidup bahagia di tempat kerja. Anda harus cerdas tanpa menggantungkan hidup bahagia pada realitas perusahaan. Anda harus menjadi energi positif untuk mendapatkan lingkungan kerja yang bahagia.

Bersatulah dengan misi perusahaan melalui perilaku dan kebiasaan kerja yang membawa energi positif bagi misi tersebut. Anda harus mengartikulasikan misi perusahaan dengan baik agar Anda bisa menjadi aset untuk organisasi Anda. Anda harus merasa nyaman dan bersenang-senang dengan misi perusahaan.

Bahagia adalah manusiawi. Membuat tempat kerja lebih bahagia hanya bisa dari sisi kemanusiaan. Sisi kemanusiaan tidak menunggu benda (perusahaan) untuk memberikan kebahagiaan bagi semua orang. Setiap manusia harus membangkitkan kemanusiaannya dengan cinta untuk menghadirkan bahagia. Tanpa cinta untuk kemanusiaan, kebahagiaan tidak pernah hadir.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com