PERUBAHAN ADALAH PERISTIWA BERKELANJUTAN DAN DIRAWAT SEPANJANG WAKTU

MOTIVASI PERUBAHAN 24 FEB 2016PERUBAHAN ADALAH PERISTIWA BERKELANJUTAN DAN DIRAWAT SEPANJANG WAKTU

“Perubahan berarti tidak boleh kembali pada kebiasaan dan perilaku yang lama.”~Djajendra

Apabila perubahan tidak berkelanjutan, perubahan berpotensi gagal. Kebutuhan untuk perubahan harus jelas dan menarik minat setiap orang. Perubahan membutuhkan rasa urgensi dan keterlibatan aktif. Setiap orang wajib terlibat dan berproses dalam perubahan, serta mampu menyatukan perubahan ke dalam pekerjaan sehari-hari. Intinya, perubahan harus terlihat dan terjadi dalam pekerjaan sehari-hari.

Mengubah perilaku dan kebiasaan itu tidak mudah dan sederhana. Bisa saja dalam satu waktu yang intensif, perubahan dipimpin dengan tegas dan keras, serta memaksa setiap orang untuk berubah. Dan mungkin saja dalam waktu yang intensif tersebut perubahan terjadi. Tetapi, bila setelahnya perubahan tidak dirawat secara intensif, maka perubahan akan gagal. Karena, perubahan yang tidak dirawat membuat kembalinya kebiasaan dan perilaku yang lama. Jadi, perubahan bukanlah persoalan menuju tujuan akhir, perubahan merupakan kemampuan untuk tidak kembali pada kebiasaan dan perilaku lama.

Dalam banyak peristiwa perubahan yang penulis amati. Pada awalnya, penuh semangat menerapkan, mengimplementasikan, dan menginternalisasikan perubahan. Setelah perubahan terlihat, mulailah muncul perilaku yang membanggakan perubahan tersebut, dan lupa untuk merawatnya. Banyak orang berpikir perubahan itu sekali terjadi, mereka gagal mengantisipasi kemunduran atas perubahan, mereka gagal merencanakan kemunduran perubahan. Dan, disinilah kegagalan terbesar dalam perubahan terjadi. Perubahan harus dirawat, ditingkatkan, dimotivasi, dan dijaga secara terus-menerus. Tidak ada kata selesai dalam perubahan. Kalau kembali ke sejarah, kita bisa melihat bagaimana Presiden pertama dan proklamator Republik Indonesia selalu berkata bahwa revolusi belum selesai. Revolusi itu sendiri artinya perubahan. Dan oleh Bung Karno selalu ditegaskan bahwa revolusi belum selesai, artinya perubahan belum selesai. Memang betul bahwa perubahan tidak akan pernah selesai, perubahan harus dirawat dan dijaga di sepanjang waktu agar kebiasaan dan perilaku lama tidak kembali.

Pada saat lupa untuk merawat perubahan, penyakit lama pasti kambuh. Orang-orang kembali jatuh ke kebiasaan dan perilaku lama. Dan juga, demoralisasi selalu terjadi untuk merusak budaya kerja. Membangun dan mengubah itu mudah, mempertahankan dan meningkatkan itu yang penuh tantangan. Jadi, ingat terus bahwa perubahan akan gagal kalau tidak dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan yang terus-menerus.

Perubahan bukanlah seperti sebuah target yang harus dikejar dalam satu periode waktu, perubahan adalah tentang mengamati dan mengawasi setiap peristiwa harian agar sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dikehendaki. Intinya, motivasi dan semangat untuk mengubah saja belum cukup, diperlukan visi yang tepat saat melakukan perubahan. Lalu, menentukan prioritas yang mendesak untuk dilakukan pertama, kedua, dan selanjutnya di sepanjang waktu. Bila perubahan berhenti, maka dia akan menghasilkan status quo ataupun zona nyaman.

Menjaga perilaku dan kebiasaan lama tidak kambuh merupakan hal penting dalam perubahan. Secara teratur dan rutin perlu dilakukan sesi diskusi dan motivasi untuk menjaga suasana perubahan tetap tinggi. Sebab, bila suasana perubahan sedikit saja mendingin, maka perilaku dan kebiasaan lama akan kambuh. Jadi, perlu ada pertemuan-pertemuan untuk mengevaluasi dan menyemangati orang-orang agar semakin meningkatkan kualitas dari perilaku dan kebiasaan baru. Perubahan adalah proses panjang, bukan sesuatu yang dihasilkan secara instan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com