NILAI-NILAI PERUSAHAAN MENGGAMBARKAN BUDAYA YANG DIINGINKAN

CORPORATE CULTURE 12022016

“Nilai-nilai yang terinternalisasi memberikan perilaku yang keluar dari hati nurani, untuk menciptakan budaya kerja sesuai perintah nilai-nilai.”~Djajendra

Nilai-nilai perusahaan membentuk jiwa dan karakter untuk diberdayakan dan dikembangkan dalam budaya yang kuat. Menanam nilai dimulai dari diri sendiri, lalu ditransformasikan dalam organisasi untuk membentuk budaya. Saat nilai-nilai berubah menjadi budaya kerja, akan tumbuh kesadaran untuk bekerja dengan sepenuh hati dan berkontribusi lebih besar. Pilihan nilai-nilai perusahaan harus bersumber dari keyakinan, filosofi, moralitas, dan etika.  Nilai-nilai yang sudah terpilih menjadi core values  difungsikan untuk menguatkan strategi bisnis. Ketika nilai-nilai sudah berfungsi dalam menggerakkan karyawan untuk mencapai strategi yang ditetapkan, maka budaya perusahaan yang kuat terbentuk.

Masalah utama yang dihadapi banyak perusahaan adalah tidak terpikirkan untuk menginternalisasikan nilai-nilai perusahaan ke dalam jiwa dan karakter karyawannya. Bila nilai-nilai perusahaan sebatas slogan dan pengisi profile perusahaan, tanpa pernah diinternalisasikan, maka nilai-nilai tersebut tidak akan berfungsi dan bermakna apa-apa. Nilai-nilai akan menjadi budaya kalau sudah diinternalisasikan dan menjadi nyata dalam organisasi.

Keberadaan nilai-nilai inti perusahaan mendorong karyawan dan pimpinan untuk menjalankan perusahaan dan bisnis secara profesional. Intinya, nilai-nilai mendorong orang-orang untuk berbisnis dan bekerja sesuai nilai-nilai, bukan mendorong bisnis. Jadi, internalisasi nilai-nilai harus menghasilkan sikap dan perilaku kerja seperti yang dimaksudkan oleh nilai-nilai tersebut.

Nilai sebagai budaya yang diinginkan dimulai dari rasa tanggung jawab pemilik perusahaan, manajemen, dan karyawan untuk bekerja dalam budaya kuat. Rasa tanggung jawab untuk membangun budaya perusahaan yang kuat dan positif haruslah diperlihatkan dengan sikap, perilaku, karakter, dan kebiasaan kerja. Diperlukan kekuatan moralitas, integritas, dan etika dalam memaknai nilai-nilai perusahaan. Jadi, apapun nilai yang dipilih perusahaan sebagai nilai-nilai intinya, maka seluruh nilai pilihan tersebut wajib mengandung makna moralitas, integritas, dan etika sehingga dapat diuraikan tentang apa yang boleh oleh nilai tersebut, dan apa yang tidak boleh. Disamping itu, nilai-nilai harus bisa menggambarkan tentang pembentukan masa depan yang lebih baik. Setiap individu di perusahaan harus mampu meningkatkan semangat kolaborasi, membangun kehidupan nyata bersama nilai-nilai tersebut, menjadi bertanggung jawab dan selalu berkomitmen untuk berperilaku seperti yang dikehendaki oleh nilai-nilai inti perusahaan.

Nilai-nilai perusahaan layaknya sebuah kendaraan yang siap mengantar setiap orang menuju tujuan. Nilai-nilai harus mampu mengkomunikasikan visi, sehingga setiap orang di dalam perusahaan dengan mudah bergerak menuju visi. Nilai-nilai harus mampu memproyeksikan ke masa depan, dan menggambarkan bagaimana setiap orang dapat bergerak menuju masa depan dengan kreatif dan produktif.

Nilai-nilai memberikan perilaku yang keluar dari hati nurani untuk menciptakan budaya kerja sesuai perintah nilai-nilai tersebut. Selain perilaku, nilai-nilai juga memberikan panduan untuk menciptakan etos kerja.

Budaya organisasi yang kuat menghasilkan tata kelola terbaik yang sederhana, efisien, efektif, murah, bebas stres, bahagia, dan berkembang. Nilai-nilai yang sudah terinternalisasi akan membentuk budaya yang kuat, lalu memberdayakan setiap individu di tempat kerja untuk bergerak selangkah demi selangkah menuju masa depan yang kaya kinerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com