INTERNALISASI NILAI-NILAI ORGANISASI DAN MAKNA BEKERJA

CORE VALUES 07022016“Jangan biarkan nilai-nilai organisasi tidur dan diam, bangunkan mereka dan transformasikan menjadi etos kerja.”~Djajendra

Membangun budaya kerja yang kuat harus melalui fondasi pedoman nilai-nilai budaya organisasi yang selaras dengan strategi organisasi. Nilai-nilai organisasi memberi arti dan kesadaran yang tinggi terhadap pekerjaan dan tanggung jawab. Nilai-nilai organisasi menjadi bagian dari jiwa dan pikiran kreatif yang menciptakan pola kerja produktif. Nilai-nilai organisasi dirancang untuk menjadi perilaku, sikap, karakter, kebiasaan, dan cara bertindak di tempat kerja. Nilai-nilai organisasi merupakan alat untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas di semua aspek pekerjaan. Nilai-nilai organisasi harus selalu dibicarakan dan dikaji secara ilmiah untuk menghasilkan perilaku kerja sesuai kebutuhan strategi organisasi.

Budaya kerja yang kuat menghasilkan sikap dan perilaku yang tepat untuk mengeksekusi pekerjaan sesuai strategi. Nilai-nilai sebagai pilar utama budaya kerja menghasilkan sifat dan kebiasaan produktif, baik dalam kelompok maupun individu, untuk menuntaskan pekerjaan sehari-hari dengan kinerja tinggi. Nilai-nilai organisasi merupakan fondasi untuk mengembangkan sumber daya manusia menjadi andal, proses kerja yang efektif dan produktif, dan pencapaian hasil kerja yang lebih baik.

Nilai-nilai organisasi sangat berfungsi untuk melemahkan budaya di luar budaya organisasi (sub culture) dan menguatkan budaya organisasi. Sumber daya manusia organisasi selalu berasal dari berbagai latar belakang atau beragam budaya, hanya nilai-nilai organisasi yang dapat menyatukan dan menghubungkan mereka di tempat kerja. Mengingat sub culture yang kuat bisa melemahkan budaya organisasi, maka diperlukan proses internalisasi nilai-nilai organisasi secara terus-menerus dan berkelanjutan. Diperlukan disiplin dan tanggung jawab untuk memaknai dan menjalankan nilai-nilai organisasi secara benar dan tepat.

Nilai-nilai organisasi membangun kesadaran bersama untuk memiliki sifat, perilaku, peran, pelayanan, komunikasi, dan kontribusi kepada organisasi dan stakeholder dalam satu persepsi dan satu keyakinan. Organisasi yang memiliki budaya kerja kuat akan mencapai kinerja terbaik. Hal ini dikarenakan, para insan organisasi memiliki etos kerja yang tepat dan memahami pekerjaan mereka dari hati. Mereka juga secara otomatis memiliki tanggung jawab moral atas apa yang harus dikerjakan di tempat kerja, serta bagaimana cara menyelesaikan pekerjaan dengan berkualitas dan rendah risiko.

Nilai-nilai dipilih untuk tujuan menciptakan karakter kerja dan perilaku kerja yang tepat dalam mencapai visi organisasi. Dalam proses internalisasi, nilai-nilai organisasi ditanam ke dalam mindset melalui pembentukan keyakinan, sehingga setiap orang di tempat kerja dapat meyakini kebenaran dari nilai-nilai organisasi, yang dijadikan perilaku sehari-hari di tempat kerja.

Internalisasi nilai-nilai organisasi menciptakan makna bekerja. Kalau setiap pekerja sudah memahami apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan di setiap proses kerja, maka mereka akan menjadi energi positif untuk penguatan budaya organisasi.

Proses internalisasi harus menempatkan nilai-nilai organisasi sebagai pedoman perilaku di tempat kerja. Pedoman perilaku ini harus dapat menggerakan hati nurani setiap individu di tempat kerja untuk hadir ke kantor secara jiwa, fisik, dan pikiran. Lalu, menjadi pribadi yang memberi makna bekerja sesuai nilai-nilai organisasi di setiap proses kerja. Nilai-nilai organisasi harus dijadikan kekuatan untuk memfokuskan energi, potensi, kemampuan, dan keandalan dalam mencapai kinerja tertinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com