COMPLIANCE OFFICER MENJAGA MANAJEMEN TIDAK BERBUAT KESALAHAN

COMPLIANCE OFFICER DJAJENDRACOMPLIANCE OFFICER MENJAGA MANAJEMEN TIDAK BERBUAT KESALAHAN

“Compliance Officer bekerja untuk memulihkan kesalahan dan tidak boleh menuduh kesalahan kepada pihak manapun.”~Djajendra

Compliance Officer diprogram untuk menjaga keberlangsungan tata kelola yang baik. Dia tidak boleh berpersepsi ataupun berasumsi. Dia harus fokus bekerja untuk menjaga kepatuhan, ketaatan, dan kepatutan dalam pemenuhan keinginan aturan.

Tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) dibangun dari kepatuhan terhadap etika, aturan, undang-undang, kebijakan, dan sistem. Semua ini dimulai dari komitmen top manajemen untuk mematuhi dan mentaati etika, dan semua aturan yang wajib dijalankan dengan sepenuh hati. Untuk bisa menjalankan komitmen top manajemen diperlukan sebuah unit kerja yang membantu top manajemen dalam menjalankan fungsi compliance secara profesional. Fungsi compliance dijalankan oleh para pegawai yang disebut sebagai Compliance Officer, yaitu petugas  yang memastikan bahwa semua orang di dalam perusahaan sudah taat dan patuh dalam menjalankan tata kelola yang baik. Compliance Officer bertugas memenuhi keinginan top manajemen agar tata kelola yang baik terimplementasi dengan sempurna. Mengingat sangat beragam karakter dan perilaku dari orang-orang yang bekerja di sebuah perusahaan, maka independesi dan fairnes dari seorang Compliance Officer menjadi penting. Compliance Officer tidak boleh memberikan respon atas persepsi atau asumsinya; dia hanya boleh memberikan respon atas dasar aturan, etika, dan undang-undang. Sifat dari keberadaan Compliance Officer adalah mandiri dan profesional, tidak boleh berdiri di atas kepentingan pihak manapun, hanya berdiri di atas kepentingan tata kelola yang baik sesuai kebijakan perusahaan.

Compliance Officer harus berani memutuskan dengan tegas demi menjaga etika dan aturan yang benar. Tidak boleh ragu. Tidak boleh setengah hati. Berperilaku rendah hati dan menjaga komunikasi dengan semua pihak di internal perusahaan. Berpenampilan dengan gaya kerja yang sopan, tenang, sabar, menjaga emosi, berpikir positif, berjiwa besar, dan bekerja sesuai aturan. Dia juga harus terlatih untuk mendengarkan suara hati baiknya, serta mampu menolak suara hati yang takut untuk menegakkan kepatuhan dan ketaatan. Harus berani mengambil risiko dan bertanggung jawab atas pekerjaan compliance, serta memahami semua konsekuensi sebagai pelaksana compliance di perusahaan.

Compliance Officer bekerja untuk memulihkan kesalahan dan tidak boleh menuduh kesalahan kepada pihak manapun. Pada dasarnya orang tidak suka mengakui kesalahan ataupun tidak suka menerima penilaian tentang kekurangan dan kesalahannya. Di sinilah Compliance Officer harus dapat memahami tentang orang lain. Pengetahuan tentang orang lain menjadi sangat penting bagi pekerjaan compliance. Bila Compliance Officer tidak mampu memahami orang lain dengan empati yang tinggi, maka keberadaannya berpotensi tidak disukai oleh banyak orang di perusahaan. Sebaliknya, bila dia memiliki empati untuk membantu memulihkan dan menyadarkan orang ke arah tata kelola yang baik, maka keberadaannya berpotensi mendapatkan dukungan.

Pekerjaan compliance tidak boleh menyebabkan kepanikan, semua tindakan dan perilaku dilakukan dengan tertib sesuai prosedur. Pekerjaan compliance adalah memastikan kepatuhan dan perbaikan atas hal-hal yang keliru. Fokusnya adalah hari ini patuh dan taat, serta mempengaruhi peningkatan kinerja jangka panjang perusahaan. Untuk itu semua, petugas compliance harus menguatkan kredibilitas dan reputasinya dengan integritas yang tinggi, sehingga dia dipercaya dan didengarkan oleh semua orang di dalam perusahaan.

Seburuk apapun realitas kepatuhan manajemen atas tata kelola yang baik, Compliance Officer harus bersikap tenang dan tidak menyebarkan rasa tidak puasnya. Lebih baik mengambil langkah mundur, jangan menyerang dengan argumentasi. Pahami konsekuensi dari ketidakpatuhan tersebut, dan berikan kesadaran melalui kalkulasi manajemen risiko. Berkomunikasilah untuk mengambil hati manajemen, dan yakinkan manajemen tentang kerugian yang bakal dihadapi mereka saat keadaan memburuk.

Tata kelola yang baik (Good Corporate Governance) membutuhkan orang-orang berjiwa besar yang mau mengakui kesalahan dan sadar untuk memperbaikinya. Tidak malu meminta bantuan orang lain untuk memandu memperbaikinya. Sikap yang menunjukkan integritas dan kekuatan untuk memperbaiki akan mempercepat pemulihan.

MOTIVASI 17 JAN 2016

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com