ETIKA PERLU KETELADANAN DARI PEMIMPIN

MOTIVATOR DJAJENDRA 23122015ETIKA PERLU KETELADANAN DARI PEMIMPIN

“Orang yang tidak etis memiliki akal negatif untuk mengakali aturan dan mengakali etika itu sendiri.”~Djajendra

Etika adalah tentang perilaku yang sadar tentang apa yang baik dan apa yang tidak baik. Seseorang yang beretika selalu menghormati apa yang baik, dan ikhlas berkorban demi menegakkan etika. Sedangkan seseorang yang tidak beretika selalu mencoba berbagai akal untuk membenarkan yang tidak benar.

Dalam kehidupan di tempat kerja diperlukan keteladanan dari para pemimpin untuk menegakkan etika. Bila pemimpin mengabaikan etika, maka para pengikutnya akan menganggap etika sebagai sesuatu yang normatif, dan bukan sebagai perilaku yang wajib. Bila perilaku etis sudah tidak ada di tempat kerja, maka berbagai akal negatif akan menggerogoti perusahaan.

Menjalankan etika menghindarkan perusahaan dari berbagai masalah yang merugikan dan yang menurunkan reputasi. Etika meningkatkan keharmonisan di lingkungan kerja. Etika mengubah potensi masalah menjadi tantangan dengan berbagai solusi kreatif yang etis.

Pemimpin wajib menjadi teladan untuk mempraktikkan etika dengan penuh integritas. Pemimpinlah yang mampu menumbuhkan perilaku etis dan mengembangkan budaya etika di dalam perusahaan. Oleh karena itu, pemimpin tidak cukup berbicara tentang etika, tetapi harus menjadi pemberi contoh perilaku etis. Pemimpin juga harus mampu memiliki perilaku moral di atas standar. Perilaku moral yang lebih baik dibandingkan pengikut-pengikutnya.

Salah dan benar atau baik dan tidak baik sering sekali tergantung pada persepsi. Ketika kesalahan terjadi, maka kesalahan tersebut harus segera disadari dan diperbaiki. Fungsi etika selain menegakkan yang benar, juga memperbaiki yang salah. Tidak semua pelanggaran etika dilakukan dengan sengaja. Kadang-kadang kesalahan yang tak terelakkan atau tak terduga dapat terjadi. Dalam hal ini, perlu penanganan secara bijak dan adil. Setiap pelanggaran etika haruslah diambil tindakan yang tegas, adil, dan bijak.

Perilaku etis di tempat kerja harus menjadi standar etos organisasi. Praktik-praktik terbaik sesuai good corporate governance haruslah menjadikan etika sebagai fondasi perilaku organisasi. Tata kelola perusahaan yang baik dihasilkan dari praktik bisnis yang etis. Tata kelola perusahaan yang baik dihasilkan dari perilaku kerja yang etis. Tata kelola perusahaan yang baik dihasilkan dari struktur dan proses kerja yang etis.

Etika menghasilkan orang-orang yang penuh integritas di dalam lingkungan kerja yang profesional. Ketika perilaku etis menjalankan semua peran dan fungsi di tempat kerja, maka kesetiaan setiap orang untuk berjuang bersama-sama dalam upaya menghasilkan kinerja terbaik, akan semakin menguat.

Budaya etis memperkuat tata kelola yang baik dan juga mengurangi potensi risiko perusahaan. Budaya etis menjadikan perusahaan semakin sehat dan kuat. Orang-orang di dalam budaya etis memiliki empati dan kepedulian terhadap kemajuan dan pencapaian kinerja perusahaan. Dalam budaya etis, benar adalah benar dan salah adalah salah. Tidak ada wilayah abu-abu, tidak ada dilema.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com