SELAMAT TAHUN BARU 2016

SELAMAT TAHUN BARU 2016

Iklan
GambarPosted in Tak Berkategori

PELATIHAN ETOS KERJA DENGAN PRINSIP GCG UNTUK PERSIAPAN IPO DAN MENJALANKAN PERUSAHAAN PUBLIK 8 JAM

PROGRAM MOTIVASI DAN PENCERAHAN

DESKRIPSI

Pelatihan ini dilaksanakan sebagai persiapan internal perusahaan Anda dalam menghadapi Initial Public Offering (IPO). Mengingat untuk mendapatkan status sebagai perusahaan publik, team di internal perusahaan harus menyiapkan sistem dan budaya organisasi berdasarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance,  rencana bisnis, laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik, legalitas bisnis, dan manajemen aset yang baik.

Pelatihan ini menjadi ajang sosialisasi, internalisasi, pengembangan mindset, dan pencerahan bagi peserta agar dapat menyiapkan perusahaan untuk meraih sukses dalam IPO dan sekaligus menjadi perusahaan publik yang unggul.

Program ini  memotivasi dan memberikan pencerahan bagi para manager dalam menyiapkan etos kerja, mindset, dan administrasi untuk sukses dalam IPO. Dan juga, menyiapkan mental dan perilaku yang siap bertransformasi dan beradaptasi di dalam perusahaan publik. Mengembangkan mindset dan kepribadian untuk bisa melayani dan bekerja di perusahaan publik. Membangun kesadaran peserta bahwa perusahaan publik di Indonesia wajib menganut prinsip-prinsip Good Gorporate Governance yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Good corporate governance merupakan kebijakan yang menciptakan mekanisme kerja atau sistem, yang meningkatkan kepercayaan stakeholders kepada perusahaan dan manajemen. Kepercayaan stakeholder tersebut menjadi modal yang meningkatkan reputasi dan daya saing perusahaan dalam menghadapi kompetisi bisnis yang dinamis. Proses untuk menjalankan good governance secara profesional sangat tergantung dari etos kerja yang cerdas mempraktikkan transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, kewajaran dan kesetaraan di tempat kerja.

Pelatihan selama 1 hari 8 jam ini membangun kesadaran dan kemampuan peserta untuk menyiapkan perusahaan siap IPO, dan juga sekaligus menyiapkan kompetensi karyawan agar siap beradaptasi di dalam perusahaan publik. Menjadi karyawan di perusahaan publik berarti harus mampu menjalankan profesinya di tempat kerja dengan keahlian, kompetensi, kualitas, etika, etiket, taat hukum, taat undang-undang, dan cerdas sosial saat berinteraksi dengan beragam stakeholders.

METODE PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

TUJUAN

  1. Terbentuknya pemahaman Initial Public Offering (IPO) dan persiapan yang perlu dilakukan.
  2. Terbentuknya profesionalisme dalam menjalankan Good Corporate Governance.
  3. Meningkatkan kesadaran tentang kewajiban dan tanggung jwab perusahaan yang sudah Go Public.
  4. Terbentuknya team perusahaan yang solid untuk mensukseskan IPO dan menjalankan perusahaan publik.
  5. Tercapainya internalisasi nilai-nilai etos kerja untuk memperkuat perilaku kerja berstandarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance.
  6. Terwujudnya integritas kerja melalui kebiasaan, sikap, dan perilaku kerja yang etis.
  7. Terwujudnya hubungan kerja dalam reputasi perusahaan yang tinggi dengan stakeholder.
  8. Memberikan motivasi dan pencerahan Good Corporate Governance sebagai fondasi bagi perusahaan publik.

MANFAAT

  1. Peserta mampu berkontribusi, melayani, dan bersikap proaktif dalam menyiapkan proses IPO terbaik.
  2. Peserta mampu bertransformasi untuk bekerja di dalam perusahaan publik dan memahami tanggung jawabnya.
  3. Peserta mengerti arti Go Public dan sadar akan tanggung jawab perusahaan yang sudah Go Public.
  4. Peserta mampu menjalankan Pakta Integritas sesuai komitmen di dalam perusahaan publik.
  5. Peserta mampu memanfaatkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance dalam meningkatkan etos kerja.
  6. Peserta memahami pentingnya menjaga reputasi dan kredibilitas perusahaan publik di persepsi stakeholder melalui pelayanan, akuntabilitas, profesionalisme, sikap, dan perilaku etis.
  7. Terciptanya etos kerja karyawan dari hati untuk melaksanakan pekerjaan dengan disiplin, tekun, jujur, bertanggung jawab, ikhlas, tulus, melayani, tepat waktu, cepat, termotivasi, dan memaksimalkan kinerja dengan semangat tinggi.
  8. Terciptanya budaya kerja yang efektif dalam memenuhi kewajiban dan pelayanan di dalam perusahaan publik.
  9. Peserta dimotivasi untuk menyiapkan karakter kerja yang selaras dengan prinsip-prinsip GCG, Etika Bisnis, Code of Conduct.

Garis Besar Materi Pembahasan Selama 1 Hari 8 Jam

Sesi 1: Mempersiapkan Internal Perusahaan Untuk Initial Public Offering (IPO) dan Go Publik

Sub Bahasan

  1. Pengertian IPO dan Go Public
  2. Manfaat dan konsekuensi sebagai perusahaan publik
  3. Persiapan internal perusahaan untuk IPO
  4. Perilaku dan mental saat proses IPO
  5. Implementasi Good Corporate Governace
  6. Praktik etos kerja berdasarkan prinsip-prinsip GCG
  7. Peran team perusahaan dalam mensukseskan IPO
  8. Kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi yang efektif di sepanjang proses persiapan IPO
  9. Menyatukan integritas, energi, dan kecerdasan untuk keberhasilan IPO

Sesi 2: Mempersiapkan Perusahaan untuk Sukses dalam Initial Public Offering (IPO) dan Go Publik

Sub Bahasan

  1. Proses dan tahap persiapan Go Public
  2. Memahami peran OJK
  3. Siap sebagai calon Emiten dalam rangka penawaran umum
  4. Kelengkapan dokumen dan peran Underwriter dalam proses Go Public
  5. Tahap pengajuan pendaftaran Go Public
  6. Tahap penawaran saham
  7. Tahap pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia

Sesi 3: Cara Menjalankan Perusahaan Publik dengan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance

Sub Bahasan

  1. Perilaku dan mental saat menjalankan perusahaan publik
  2. Perusahaan publik wajib menjalankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance
  3. Perilaku kerja dengan prinsip kehati-hatian
  4. Jenis-jenis pelaporan yang wajib disampaikan perusahaan publik ke otoritas bursa dan ke publik
  5. Menyadari bahwa perusahaan publik diawasi oleh banyak stakeholders
  6. Kewajiban untuk memenuhi keterbukaan informasi kepada publik
  7. Gaya manajemen lebih formal, terbuka, dan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik
  8. Mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku di Indonesia dengan konsisten
  9. Menguatkan manajemen internal kontrol untuk menangani risiko bisnis
  10. Dikenal publik sebagai perusahaan yang beretika, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi
  11. Mematuhi Pakta Integritas
  12. Peran informasi dalam perusahaan publik dan GCG sebagai penyaring informasi
  13. Fungsi Etika Bisnis dan Code of Conduct dalam perusahaan publik

Untuk training hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 131 888 99
Fax: (021) 5738105

MEMBANGUN KOMUNIKASI POSITIF BERKUALITAS TINGGI

KOMUNIKASI + 30122015

“Komunikasi positif adalah magnet keberuntungan.”~Djajendra

Kemampuan berkomunikasi positif membuat Anda mudah terhubung dengan beragam perilaku dan sifat orang. Setiap orang hadir dengan persepsi, keyakinan, pengetahuan, wawasan, dan pengalaman yang berbeda. Anda pasti bertemu dengan berbagai macam orang dalam kehidupan sosial, di tempat kerja, di media sosial, atau dimana saja. Bertemu dan pertemuan adalah bagian dari realitas manusia sebagai makhluk sosial. Pintar-pintarlah berkomunikasi untuk mendapatkan kemudahan dalam setiap pertemuan dan hubungan.

Komunikasi yang berkualitas tinggi membuat hubungan dan interaksi menjadi lebih menyatu. Komunikasi berkualitas tinggi dimulai dari pikiran baik, suasana hati yang baik, sikap yang baik, sifat yang baik, perilaku yang baik, tingkat energi tubuh yang prima, pengetahuan yang lebih terhadap topik pembicaraan, dan gairah untuk menjadi pendengar yang baik. Komunikasi berkualitas tinggi ditentukan oleh pengetahuan dan emosi positif di sepanjang proses komunikasi. Ucapan, tulisan, antusiasme, motivasi, sikap melayani, niat baik, dan pilihan kata-kata positif adalah dasar untuk komunikasi kualitas tinggi.

Memiliki hubungan baik dengan orang-orang di sekitar menciptakan suasana kehidupan yang tenang dan damai. Bila setiap orang memancarkan energi positif dari jiwa terdalamnya, maka terciptalah lingkungan kehidupan yang penuh sukacita. Komunikasi positif menciptakan interaksi yang membuat setiap orang merasa diperhatikan, didengarkan, dilibatkan, didekatkan, dihargai, dan dimotivasi untuk saling percaya dalam kehidupan sehari-hari.

Komunikasi yang baik merupakan rangkaian pilihan kata-kata positif yang disampaikan dengan emosi positif. Setiap percakapan atau pun tulisan yang disampaikan mengandung kekuatan baik yang menguntungkan semua pihak. Hal ini menjauhkan orang-orang dari potensi konflik.

Di tempat kerja, komunikasi positif meningkatkan kolaborasi diantara unit kerja dan juga diantara individu. Hal ini menguatkan budaya kerja, serta membuat struktur organisasi bergerak lincah dan efektif. Komunikasi positif menciptakan peluang untuk peningkatan kinerja di semua bagian perusahaan. Hubungan kerja yang terkoneksi secara positif meningkatkan energi positif organisasi untuk terwujudnya keharmonisan kerja dalam soliditas yang kuat.

Ketika komunikasi positif tidak terwujud, maka sangatlah mudah untuk terciptanya emosi negatif. Prasangka buruk dari komunikasi negatif akan menciptakan suasana kehidupan sehari-hari yang penuh stres. Orang-orang stres sulit menjadi produktif, sulit menjadi efektif, dan sulit berkinerja tinggi. Mereka akan menghabiskan waktunya untuk berkeluh-kesah dan menyebarkan energi negatif dari suasana hati mereka yang buruk.

Membangun komunikasi positif berkualitas tinggi sangatlah penting bagi pencapaian terbaik. Apalagi di tempat kerja dibutuhkan kolaborasi yang baik, untuk dapat menggerakkan roda organisasi secara efektif dan produktif. Hubungan kerja berkualitas rendah menguras energi, untuk dihabiskan dalam konflik dan perasaan tidak puas. Hal ini menyulitkan setiap orang untuk fokus dan berkonsentrasi dalam pencapaian target masing-masing.

Perusahaan yang berbudaya kuat selalu sadar untuk meningkatkan komunikasi positif berkualitas tinggi. Sebab, semakin tinggi kualitas atau cara berkomunikasi diinternal perusahaan, semakin mudah untuk membuat semua orang terlibat dalam pencapaian target. Ketika komunikasi tidak mengalir secara positif, maka aliran informasi dan hubungan kerja menjadi terganggu. Dampaknya, perilaku negatif dengan mudah menyebar dan merusak suasana kerja.

Komunikasi positif adalah magnet keberuntungan. Bila sebuah perusahaan mampu membangun budaya komunikasi positif, dipastikan perusahaan tersebut berpotensi menjadi magnet keberuntungan bagi setiap stakeholdernya.

KOMUNIKASI 30122015

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com