MENTAL JUARA

“Dalam kamus mental juara tidak ada kata mempertahankan kemenangan, yang ada hanya meningkatkan kemenangan secara terus-menerus ke mutu yang lebih tinggi, peningkatan yang melampaui imajinasi tanpa batas.”~Djajendra

Mental juara dihasilkan dari mindset yang dikembangkan untuk tetap tangguh dan andal menuju sukses. Seorang pemenang memulai langkah awalnya dengan membentuk mental juara. Mental juara tidak pernah takut, khawatir, ragu, atau pun rendah diri untuk mencapai kemenangan. Mental juara sangat disiplin dan tekun untuk mencapai potensi penuh, dan tidak pernah menyerah walau berbagai kesulitan harus dihadapi.

Orang-orang bermental juara selalu menantang dirinya sendiri dan tumbuh dari keberanian yang luar biasa. Mental juara sangat fokus dan peduli untuk keberhasilan yang diinginkan. Mental juara sangat percaya diri bahwa bakat dan kemampuan yang sudah dimiliki masih dapat dikembangkan dari waktu ke waktu melalui latihan, pembelajaran, pengalaman, kegagalan, kemenangan, kesulitan, bimbingan, dan pelatihan. Mental juara selalu mengafirmasikan kata-kata yang membuat dirinya terus bersemangat mendekati kemenangan.

Mental juara tidak pernah jatuh ke dalam perangkap sombong, tinggi hati, atau pun meremehkan orang lain. Mental juara sangat sadar bahwa kemenangan dan kekalahan sama kemungkinannya. Mental juara tidak pernah berhenti sehari pun untuk  menyiapkan kemampuan dirinya dengan cara-cara luar biasa. Mental juara selalu berpikir untuk berhasil, dan ketidakberhasilan dianggap sebagai batu loncatan untuk keberhasilan yang lebih besar. Mental juara tidak takut membuat kesalahan. Mental juara sangat kreatif menumbuhkan pola pikirnya, dan keyakinannya untuk menang selalu ditumbuhkan. Mental juara tidak takut kehilangan reputasi, citra, ataupun nama baiknya. Mental juara selalu fokus untuk tumbuh, serta menjadi lebih andal melalui pengalaman dan pembelajaran yang berkelanjutan.

Wilayah kehidupan mental juara di luar zona kenyamanan. Mental juara sadar bahwa zona kenyamanan mematikan mental juara. Walaupun mental juara sangat pemberani dan berkemampuan untuk mengembangkan kualitas diri menjadi lebih sempurna, tetapi mental juara sangat takut pada zona kenyamanan. Mental juara bahagia di luar zona kenyamanan, ia berani mengambil risiko dan menaklukkan semua tantangan yang muncul.

Mental juara tidak pernah mengikuti nafsu, ambisi, atau pun keinginan. Mental juara sangat disiplin untuk mengikuti realitas dirinya, dan mengembangkan kemampuan yang luar biasa untuk menjadi juara dari realitas dirinya. Setelah menjadi juara atau mencapai sukses yang diperjuangkan, mental juara tidak merasa itu permanen atau untuk selamanya. Mental juara sadar bahwa kehidupan seperti roda yang berputar ke atas dan ke bawah. Walaupun sudah di posisi bergengsi, fokus mental juara tetaplah untuk tumbuh dan bertransformasi dengan sikap rendah hati. Pujian dan sanjungan tidak membuat mental juara masuk ke dalam perangkap lupa diri. Mental juara tetap merasa sebagai manusia pembelajar yang bisa menang dan kalah di setiap waktu, sehingga semua pujian dan kekaguman orang-orang pada dirinya diabaikan, dan dianggap bukan sesuatu yang penting.

Kegagalan bagi mental juara adalah kesempatan untuk menemukan kelemahan dan memperbaikinya agar kemenangan bisa didapatkan. Mental juara tidak pernah menyalahkan siapapun atas kemunduran yang dialami. Mental juara tidak akan membela diri atau menyembunyikan ketidakmampuannya. Mental juara selalu melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuanya untuk meraih kemenangan.

Mental juara selalu memiliki visi untuk juara, tetapi fokusnya seratus persen pada proses, bukan pada visi. Setiap inci proses diikuti dengan penuh disiplin. Mental juara sadar bahwa keberhasilan ditentukan oleh setiap inci proses yang harus dilalui. Mental juara terbiasa hidup dan merasakan visi, tetapi ia selalu kembali pada kenyataan yang sedang dihadapi, lalu kenyataan itu dialirkan melalui proses untuk menciptakan kemenangan. Mental juara sangat pintar membangkitkan semangat diri, lalu mendorong dirinya dengan lebih keras untuk menyelesaikan inci demi inci proses dalam mencapai kemenangan.

Mental juara tidak pernah menganggap dirinya jenius, ia selalu menganggap dirinya pembelajar yang penuh semangat untuk tumbuh. Mental juara tidak pernah menganggap hebat bakat dan potensinya. Sebab, ia sadar bahwa bakat dan potensi tanpa ditingkatkan kemampuanya setiap hari, hanya akan menjadi beban yang merugikan diri sendiri. Oleh karena itu, mental juara menempatkan dirinya dalam proses yang menciptakan peningkatan. Mental juara selalu menciptakan strategi dan taktik baru untuk disesuaikan dengan realitas. Kemenangan dan sukses bagi mental juara hanyalah sebuah hiburan yang perlu disyukuri, bukan sebuah pencapaian untuk dipertahankan terus. Dalam kamus mental juara tidak ada kata mempertahankan kemenangan, yang ada hanya meningkatkan kemenangan secara terus-menerus ke mutu yang lebih tinggi, peningkatan yang melampaui imajinasi tanpa batas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com