CARA KARYAWAN MEMPRAKTIKKAN KECERDASAN EMOSIONAL DI TEMPAT KERJA

“Manusia adalah proses kehidupan dengan emosi yang cerdas.”~Djajendra

Konsep kecerdasan emosional (Emotional Intelligence) pertama kali dibukukan oleh Daniel Goleman. Daniel Goleman mendefinisikan Emotional Intelligence ke dalam lima bagian utama, yaitu: kesadaran diri, manajemen diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Ke lima komponen utama ini memiliki pembahasan yang sangat luas dan tak habis-habisnya, sehingga memahami kecerdasan emosional menjadi pekerjaan seumur hidup untuk siapapun.

Sesungguhnya, sangat banyak dimensi kehidupan yang harus dipahami untuk mampu menjadi cerdas emosional. Dan, tidak terbatas oleh konsep Daniel Goleman. Semakin digali dan dipelajari kecerdasan emosional, semakin membawa Anda ke wilayah spiritual. Kecerdasan emosional adalah gerbang untuk masuk ke wilayah spiritual. Hasil akhirnya, Anda terlatih untuk bersikap sukacita dengan diri sendiri, orang lain, kehidupan, Tuhan, pekerjaan, dan semua yang terpikir oleh Anda.

Realitas kehidupan, realitas pekerjaan, dan realitas keadaan diri sendiri menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan untuk mempraktikkan kecerdasan emosional. Di samping itu, peran pola pikir atau mindset menjadi penentu keberhasilan dalam mewujudkan emosi cerdas.

Emosi selalu terekspresi melalui sikap, perilaku, dan suasana hati. Orang-orang yang cerdas emosi selalu terkendali dalam sikap baik, perilaku etis, dan suasana hati yang penuh sukacita.

Di tempat kerja, karyawan yang cerdas emosi mampu meningkatkan kinerja; meningkatkan hubungan kerja dengan rekan kerja, bawahan, atasan, dan stakeholder lainnya; mampu meningkatkan kebahagian dan kesenangan bersama pekerjaan yang dilakukan; mampu berkolaborasi dengan lebih fokus dan lebih produktif; mampu melakukan pekerjaan dengan lebih kreatif dan lebih berkualitas.

Karyawan yang cerdas emosional mampu mengenali perilakunya sendiri dan mudah beradaptasi dengan perilaku orang lain. Kesadaran yang tinggi untuk mengelola diri sendiri menjadikan karyawan mudah bereaksi dan merespon realitas di tempat kerja. Mereka mudah mengelola stres untuk menjadi pendorong pencapaian kinerja terbaik. Mereka mudah mengelola hubungan tidak baik menjadi lebih baik. Mereka mudah merubah rasa putus asa menjadi semangat dan antusias untuk berprestasi. Pemimpin yang hebat selalu sadar untuk berinvestasi dalam kecerdasan emosional. Sebab. dia sangat paham bahwa karyawan yang cerdas emosional adalah kekuatan dan kekayaan yang sangat menguntungkan perusahaan.

Manajer-manajer yang andal selalu memotivasi dan mengarahkan peningkatan kecerdasan emosional dari staf-stafnya. Mereka selalu mengawasi penampilan setiap bawahannya, dan memberikan umpan balik untuk peningkatan kecerdasan emosional. Mereka selalu mereview realitas kecerdasan emosional stafnya, lalu membantu stafnya untuk meningkatkan pengetahuan kecerdasan emosional melalui berbagai pelatihan dan pencerahan.

Untuk mereview kecerdasan emosional karyawan, pada tahap permulaan, cukup dengan menggunakan konsep dari Daniel Goleman. Gunakan lima komponen dari Daniel Goleman dan uraikan sesuai budaya perusahaan. Buat formulasi untuk kesadaran diri seperti yang diinginkan oleh perusahaan. Buat formulasi tentang cara karyawan melakukan manajemen diri yang baik, sehingga work-life balance nya dapat berfungsi dengan sempurna. Buat formulasi motivasi dari karyawan yang diperlukan perusahaan. Buat formulasi empati dalam pelayanan, proses kerja, hubungan antar pribadi, dan pencapaian kinerja. Buat formulai tentang keterampilan sosial, kecerdasan sosial, kemampuan sosial, kesadaran sosial; sehingga karyawan selalu terhubung dan berinteraksi dengan sukacita kepada siapapun.

Karyawan yang cerdas emosional sangat andal dan produktif untuk menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Mereka selalu tampil positif di semua situasi dan realitas, termasuk dalam realitas yang penuh ketidakpastian dan kebingungan. Mereka mampu menjadi lebih akuntabel dan disiplin untuk menyelesaikan proyek-proyek mereka. Mereka sangat sadar diri untuk mematuhi jadwal, aturan, etika, etiket, dan selalu melayani pekerjaan dengan hati yang ikhlas.

Karyawan yang cerdas emosional tidak bisa frustrasi dengan realitas apapun. Mereka sangat kuat secara mental, fisik, dan jiwa. Mereka sangat terlatih dan terbiasa untuk meningkatkan kemampuan daripada meningkatkan stres di tempat kerja. Mereka terlatih untuk tenang dan santai daripada marah dan gelisah. Mereka terlatih untuk berani dan tidak pernah takut menghadapi realitas apapun. Mereka tidak mungkin bisa diganggu dengan hal apapun, sebab kecerdasan emosional mereka dengan cepat mampu merespon dan melindungi mereka dari hal-hal buruk.

Karyawan yang cerdas emosional selalu menyadari bahwa perilaku di tempat kerja menentukan pencapaian kinerja. Perilaku kerja yang produktif, kreatif, efektif, kolaboratif, adaptif, fokus, melayani, rendah hati, menghargai, menghormati, membantu, menyelamatkan, dan memberikan perhatian penuh, adalah perilaku yang hanya bisa didapatkan dari kualitas kecerdasan emosional yang tinggi.

Kecerdasan emosional sangat dibutuhkan untuk mengembalikan karyawan ke jalur kerja yang tepat. Semakin cerdas emosional kerja karyawan, semakin kuatlah budaya organisasi untuk mendapatkan prestasi dan kinerja terbaik.

Kecerdasan emosional haruslah dikenali secara sadar oleh setiap pribadi. Setiap individu karyawan mulailah untuk mengenali suasana hati, gerak pikiran, gerak hati, dan emosi di sepanjang hari. Petakan semuanya dengan jujur dan penuh tanggung jawab. Miliki integritas diri yang luar biasa untuk penguatan kecerdasan emosional. Saat diri marah, frustasi, tidak nyaman, kesal, takut, tak berdaya; cobalah untuk meningkatkan kesadaran dan empati, lalu pisahkan emosi dari pekerjaan, pisahkan emosi dari tanggung jawab, pisahkan emosi dari hubungan dengan siapapun.

Emosi yang cerdas mampu mengendalikan karyawan dari liarnya persepsi dan asumsi yang berpotensi menggangu pekerjaan. Perilaku yang cerdas emosional mampu menjaga keharmonisan kerja, menghindari menggangu karyawan lain selama proses kerja, dan membangun soliditas kerja yang kuat melalui kolaborasi yang sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com