ETOS KERJA DALAM BUDAYA PERUSAHAAN YANG KUAT

“Etos adalah kemampuan seseorang dengan keahliannya yang memiliki kredibilitas dan reputasi andal, sehingga dia mendapatkan kepercayaan penuh dari banyak orang.”~Djajendra

Etos (Ethos) merupakan sebuah kata yang dikenalkan oleh seorang filsuf Yunani kuno bernama Aristoteles. Kata Etos bermakna kepada penampilan karakter diri yang selaras dengan etika, kredibilitas, kepercayaan, keunikan, kewenangan, pengalaman, wawasan, pengetahuan, kemampuan, keandalan, integritas, akuntabilitas,  serta sikap dan perilaku yang dipercaya sepenuhnya oleh orang lain. Intinya, seseorang yang memiliki etos dianggap terpercaya dan mampu melakukan pekerjaannya dengan andal dan berkualitas.

Biasanya, di tempat kerja, etos menggambarkan kemampuan seseorang bersama profesi, pekerjaan, dan keahliannya. Sebagai contoh: seorang customer service dipercaya mampu melayani dan membantu pelanggan dengan penuh kualitas. Dalam hal ini, customer service dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, kemampuan, dan kepribadian yang dapat dipercaya dan diyakini untuk melayani beragam karakter dan kebutuhan orang lain dengan sempurna.

Etos tidak tergantung kepada tingginya pendidikan seseorang, atau banyaknya gelar akademis yang dimiliki seseorang. Etos adalah tentang kemampuan bertindak, mengeksekusi, melakukan, menghasilkan yang terbaik, dan kerja lapangan yang penuh kualitas. Etos adalah tentang karakter diri yang hebat, andal, berkualitas, produktif, berkinerja, dan selalu bergembira dengan pekerjaannya di wilayah tindakan.

Dalam budaya organisasi yang kuat; etos dihasilkan dari konsep budaya yang dilembagakan oleh perusahaan melalui nilai-nilai, keyakinan, tata kelola, moral, sistem, prosedur, aturan, kepemimpinan, visi, misi, kemampuan, pengalaman, standar, pengetahuan, dan perilaku kerja. Hasil akhirnya, etos muncul sebagai gaya kerja, kebiasaan kerja, pola kerja, karakter kerja, motivasi kerja. Di mana, etos menjadi seperti sebuah kepribadian kerja perusahaan yang diwakili oleh setiap insan perusahaan dengan sepenuh hati. Jadi, etos menghasilkan gambaran ataupun model karyawan yang diimpikan oleh perusahaan untuk membantu rutinitas dan mewujudkan visi.

Karyawan dengan etos kerja profesional berarti sedang menyajikan dirinya sendiri kepada stakeholders sebagai pribadi kredibel, dapat dipercaya, jujur, bertanggung jawab, andal, etis, produktif, berkinerja dan berkualitas. Perlu diingat bahwa seseorang yang memiliki etos kerja profesional berarti dia adalah sumber yang dapat dipercaya. Etos adalah kesempurnaan kredibilitas yang dirasakan oleh stakeholders. Etos adalah tentang kesempurnaan kredibilitas dalam menjalankan etika bisnis dan kode etik kerja perusahaan.

Mengutip kata-kata Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti dari sebuah koran nasional,”Cari pekerjaan yang Anda suka, berkarier dengan gembira. Kalau Anda gembira, tenaga Anda besar. Kalau tenaga dan energi Anda besar, niat mengubah juga besar. Kegembiraan adalah energi. Energi adalah keberhasilan.” Kata-kata dari Ibu menteri asal Pangandaraan, Jawa Barat ini, merupakan sebuah ekspresi tentang cara membangun etos pribadi yang andal dan profesional. Intinya, kalau Anda gembira dengan pekerjaan Anda, dan Anda ahli dibidang Anda, maka Anda memiliki energi yang luar biasa untuk menghasilkan kinerja melampaui target.

Etos kerja dalam budaya perusahaan yang kuat menciptakan roh kerja untuk mengasilkan kinerja yang luar biasa. Dari pengalaman dan pengamatan penulis, dalam budaya perusahaan yang kuat, setiap insan perusahaan memiliki derajat komitmen kerja yang sangat tinggi. Mereka membangun rasa saling percaya yang sangat tinggi, meningkatkan kualitas moral kerja, serta jiwa yang ikhlas berkorban demi pencapaian visi dan tujuan perusahaan.

Faktor-faktor yang memperkuat etos karyawan dalam budaya perusahaan yang kuat adalah moral, komitmen tanpa pamrih, setia tanpa pamrih, keberanian, keikhlasan, disiplin, integritas, kepemimpinan diri sendiri yang unggul, menghormati orang lain, bertanggung jawab penuh, menjaga kualitas kerja dengan mematuhi standar operasional kerja, belajar dari pengalaman, rendah hati, mengembangkan kualitas diri dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan, hormat dan mematuhi nilai dan standar kerja dari perusahaan, patuh pada struktur dan rantai komandonya, berjiwa kesatria, bermental baja, dan selalu bekerja dalam kesadaran tertinggi.

Etos kerja tidaklah dapat dibangun dalam semalam, tetapi merupakan pekerjaan bersama seumur hidup. Kesadaran dan kecerdasan bersama di internal perusahaan memudahkan pembentukan etos kerja yang andal, dan sekaligus budaya perusahaan yang kuat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com