MENINGKATKAN KUALITAS HUBUNGAN KERJA

LOGO

“Hierarki boleh sangat berlapis-lapis dan itu bagus, tetapi mental kerja harus tunduk pada kolaborasi kerja yang cepat dan produktif.”~Djajendra

Empati, akuntabilitas dan kolaborasi adalah kata-kata yang sangat penting untuk peningkatan kualitas hubungan kerja. Empati menghubungkan dan menyatukan hati, akuntabilitas meningkatkan rasa tanggung jawab dan membuat orang bertanggung jawab penuh, kolaborasi membuat orang bergerak secara sadar untuk melayani proses kerja dengan sepenuh hati dan saling membantu mempercepat pencapaian.

Hubungan kerja melekatkan kewajiban sosial terhadap satu sama lain dalam struktur organisasi. Ketika kesadaran sosial meningkat di tempat kerja, setiap orang akan menyatu dalam kolaborasi kerja dengan empati dan akuntabilitas yang tinggi.

Struktur organisasi bila dikuasai oleh kepentingan pribadi, gila hormat dan haus kekuasaan; maka, mereka akan menciptakan hierarki dengan birokrasi berlapis yang dengan sengaja memperlambat dan mempersulit. Sesungguhnya, hierarki dalam struktur organisasi bermaksud untuk menguatkan sistem pengawasan di dalam organisasi. Persoalannya, kekuasaan yang dimiliki bisa membuat seseorang sesuka hatinya, sehingga dia lupa bahwa hierarki yang berlapis-lapis itu harus dijalankan secara efektif dan produktif. Oleh karena itu, di setiap level manajemen, seperti: di level bawah (first line), menengah (middle management), dan top manajemen (senior management) harus bekerja dengan empati yang tinggi, kreatif, akuntabilitas yang tinggi, terbuka, dan mengalir cepat dalam kolaborasi kerja.

Hierarki boleh sangat berlapis-lapis dan itu bagus, tetapi mental kerja harus tunduk pada kolaborasi kerja yang cepat dan produktif. Struktur organisasi dengan hierarki berlapis bukanlah bertujuan untuk memperlambat, tetapi bertujuan agar setiap orang bertanggung jawab penuh dalam setiap tindakannya. Hierarki berlapis dimaksudkan agar kesalahan dan risiko dapat dicegah melalui proses kerja, sehingga hasil akhir bebas dari masalah.

Sekarang ini, muncul tren baru untuk meninggalkan hierarki dan menjalankan holacracy. Holacracy bekerja dalam kelompok dan bukan hierarki, tujuannya agar birokrasi berlapis itu bisa dihapus dan diganti dengan kecepatan kerja tanpa birokrasi. Baik dan buruknya Holacracy dalam struktur organisasi dapat ditemukan melalui pengalaman dan waktu.

Kualitas hubungan kerja haruslah dibangun di atas empati, akuntabilitas dan kolaborasi. Bila ke tiga pilar ini menguat dalam jaringan kerja atau dalam struktur organisasi, maka setiap orang mampu fokus pada tugas dan tanggung jawabnya secara efektif dan produktif.

Struktur oraganisasi haruslah menjadi komitmen di internal untuk membangun jaringan organisasi yang kuat dan solid. Jaringan organisasi internal yang kuat dapat menjadi alat sosial perusahaan untuk menyatukan dan menemukan bakat-bakat terbaik. Dan, ini semua haruslah menjadi alat kolaborasi untuk pencapaian terbaik.

Dalam organisasi selalu ada pemimpin formal dan informal. Pemimpin formal pasti menduduki posisi dan jabatan dalam struktur organisasi, biasanya mereka menjadi bagian dari birokrasi berlapis. Sebaliknya, pemimpin informal muncul oleh kebutuhan orang-orang di sekitar. Pemimpin informal muncul dari jaringan, lalu memimpin kolaborasi tanpa memiliki kekuasaan apapaun dalam hierarkis organisasi.

Peningkatan hubungan kerja harus diawali kesamaan visi dan energi. Bila semua orang berada dalam satu visi dan satu frekuensi energi, maka hubungan kerja menjadi harmonis di dalam kolaborasi yang efektif dan produktif.

Kualitas hubungan kerja yang baik haruslah mengalir melalui etos dan budaya organisasi yang kuat. Hubungan kerja yang baik membangun kesadaran untuk bekerja dan terlibat dalam pekerjaan bersama. Setiap individu yang sadar untuk berkolaborasi secara ikhlas dan penuh tanggung jawab menjadi kekuatan yang menciptakan etos kerja yang kuat di dalam budaya organisasi yang kuat dan andal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com