EKSEKUSI ADALAH PROSES MEWUJUDKAN

SIFAT BAIK & BURUK“Eksekusi itu seperti permainan, bermainlah untuk menang.”~Djajendra

Ada waktunya kita harus fokus pada pikiran untuk menghasilkan ide, konsep dan strategi yang hebat. Tetapi, ada saatnya seluruh energi, waktu, sumber daya, perhatian dan fokus harus dicurahkan untuk eksekusi. Untuk mewujudkan rencana dan strategi hanya bisa di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah proses mewujudkan, bukan wilayah hasil.

Tidak semua orang memiliki bakat dan energi untuk bertarung di wilayah eksekusi. Dalam realitas, sangat banyak orang pintar yang berani membuat rencana dan strategi, tetapi tidak berdaya saat di wilayah eksekusi. Juga, sangat banyak orang pintar yang berani dan tegas mengambil keputusan, tetapi tak mampu berbuat apa-apa di wilayah eksekusi.

Wilayah eksekusi adalah wilayah dunia nyata, bukan wilayah dunia pikiran ataupun perasaan. Di sini, kita harus memiliki intuisi yang tajam terhadap realitas yang ada, dan juga harus cerdas sosial dalam memahami sikap dan perilaku dari orang-orang yang terlibat di dalam proses mewujudkan tersebut.

Salah satu penyebab kegagalan eksekusi adalah budaya organisasi yang suka berputar-putar walau prioritas sudah mendesak. Dari pengalaman, kami melihat sebuah keputusan yang sudah diambil masih suka diputar sampai berbulan-bulan, dan hal ini berdampak pada terlambatnya eksekusi. Komunikasi yang buruk, kepercayaan yang rendah, takut mengambil risiko, takut bertanggung jawab, adalah sebagian dari penyakit kronis yang menghambat sebuah eksekusi.

Eksekusi yang baik dihasilkan dari pimpinan, karyawan dan anggota tim yang merasa bertanggung jawab kepada satu sama lain. Mereka bergerak bersama hati dan pikiran positif untuk berkinerja tinggi. Mereka bergerak menyiapkan kualitas, kompetensi dan karakter kerja untuk bisa menjadi profesional yang penting bagi siapapun. Mereka menjadikan eksekusi sebagai permainan yang dimainkan untuk menang. Mereka menciptakan energi, semangat untuk menang, dan selalu berkolaborasi dengan sangat fleksible agar tidak ada yang macet oleh hirarki ataupun struktur.

Eksekusi adalah proses mewujudkan. Untuk itu, diperlukan fokus, perhatian penuh, keterlibatan, kolaborasi, komunikasi, akuntabilitas, energi positif yang besar, kemampuan untuk berbagi informasi dan pengetahuan. Di samping itu, karyawan dan pimpinan harus berada dalam soliditas bersama; dalam satu visi, satu jiwa, dan satu budaya. Dan, ini semua adalah kekuatan penting untuk eksekusi yang berkinerja tinggi.

Kekuatan eksekusi ada pada perilaku dan sikap yang mudah beradaptasi dengan realitas. Dunia ilusi(strategi/rencana) akan bertemu dengan dunia realitas ( eksekusi). Begitu terjun ke dalam wilayah eksekusi: pikiran akan diisi oleh data, fakta, dan informasi dari dunia realitas. Bagi yang senang tantangan pasti akan menikmatinya, bagi yang takut tantangan pasti mengalami stres. Eksekusi bisnis yang hebat membutuhkan cara-cara luar biasa dari orang-orang biasa.

Perusahaan yang kuat selalu berusaha untuk lebih memperkuat profitabilitas, juga terus memperkuat fondasi keuangan secara keseluruhan. Perusahaan yang kuat selalu memiliki kecepatan eksekusi mulai dari yang memiliki hak keputusan untuk eksekusi; kecepatan dari orang yang berhak memberi dan menyebarluaskan informasi yang tepat dan benar; kecepatan dari orang-orang yang berperan sebagai motivator di dalam eksekusi; dan kecepatan dari struktural organisasi, sehingga walaupun semua orang sudah dibatasi dalam kotak-kotak struktur organisasi, mereka bisa bersatupadu melalui kolaborasi untuk memberikan kecepatan dan pelayanan berkualitas agar eksekusi dapat menghasilkan yang terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com