EKONOMI INDONESIA MUNDUR UNTUK MAJU

ANAK TANGGA“Masyarakat Indonesia sebagai aset yang hebat dengan etos kerja yang luar biasa, haruslah dijadikan tumpuan untuk kebangkitan ekonomi Indonesia.”~Djajendra

Awal pemerintahan Presiden Jokowi dimulai dengan kompetisi panas antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat. Koalisi Merah Putih berjumlah banyak dan memenangkan pertarungan di DPR maupun MPR. Koalisi Indonesia Hebat berhasil memenangkan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. Di awal pertarungan antara KIH dengan KMP cukup mengkhawatirkan dunia bisnis. Perang kata-kata tajam di media masa antara KIH dengan KMP telah membuat para investor menunggu dan menonton. Indonesia harus bersyukur ternyata para pemimpinnya, baik KIH maupun KMP, adalah negarawan yang cinta Indonesia. Semua pihak pada akhirnya bersatu untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Persoalannya, pertarungan di awal antara dewan dengan pihak eksekutif telah mengakibatkan lambatnya mengeksekusi belanja modal dari pemerintah pada awal tahun 2015. Hal ini menjadi salah satu faktor dari kemunduran pertumbuhan ekonomi Indonesia.  Di kuartal pertama pertumbuhan ekonomi sekitar 4,71% dan di kuartal kedua sekitar 4,67%. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berada pada posisi Rp 13.500,-. Harga komoditas seperti batu bara dan sawit yang merupakan andalan ekspor Indonesia juga harganya sedang tidak baik. Jelas, semua ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia perlu perhatian lebih agar tidak terjerumus ke dalam krisis ekonomi.

Kalau kita mau jujur ada hal-hal luar biasa yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini. Pemerintah berhasil menghapus subsidi BBM dan mengalihkannya untuk kegiatan produktif. Jelas, ini adalah sebuah fondasi ekonomi yang baik buat masa depan Indonesia. Pemerintah juga memudahkan perizinan untuk perkembangan dan pertumbuhan bisnis di Indonesia. Di samping itu, perhatian yang lebih dari pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur adalah kekuatan yang akan meningkatkan kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan.

Saat ini, mungkin sebagian dari investor asing sedang menunggu sampai konsumsi dalam negeri Indonesia kembali meningkat, serta nilai rupiah yang stabil. Sebab, bagi investor asing, Indonesia adalah pasar yang sangat besar, sehingga mereka berani berinvestasi dan menjualnya ke konsumen Indonesia. Realitas hari ini, memang konsumen Indonesia sedang kekurangan daya beli. Pencabutan subsidi BBM telah membuat harga-harga barang dan biaya transportasi naik, sehingga penghasilan yang dimiliki konsumen Indonesia tidak cukup untuk menjadi lebih konsumtif.

Daya tahan masyarakat Indonesia terhadap realitas ekonomi saat ini masih cukup baik. Aktivitas bisnis diberbagai kota besar di Indonesia masih sangat ramai. Intinya, realitas ekonomi Indonesia saat ini masih cukup baik dan sangat jauh untuk masuk ke dalam krisis. Bangsa Indonesia telah belajar dari pahitnya krisis ekonomi tahun 1998, sehingga sudah mampu mempersiapkan pola hidup yang sesuai dengan realitas ekonominya.

Walau begitu, pemerintah harus segera mengeluarkan berbagai kebijakan dan kemudahan untuk mendorong bisnis dan ekonomi Indonesia ke tingkat yang lebih baik. Masyarakat Indonesia sebagai aset yang hebat dengan etos kerja yang luar biasa, haruslah dijadikan tumpuan untuk kebangkitan ekonomi Indonesia. Potensi insani Indonesia harus ditumbuh kembangkan menjadi kualitas dan kompetensi yang andal dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Indonesia.

Sikap optimistis terhadap kondisi perekonomian Indonesia perlu terus dikembangkan. Persepsi positif tentang masa depan ekonomi Indonesia harus terus dikembangkan. Pemerintah harus bergerak lebih cepat untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi masyarakat Indonesia di semua bidang kehidupan. Pelatihan yang memberdayakan masyarakat harus dilakukan di semua tingkatan kehidupan. Kecepatan dan kelincahan adalah kunci memenangkan masa depan.

Ekonomi Indonesia mundur untuk maju. Mungkin hari ini Rupiah, daya beli dan pertumbuhan ekonomi masih lemah. Tetapi, bila kita melihat tindakan-tindakan pengalihan subsidi BBM, kemudahan pembangunan infrastrukur, serta kebijakan-kebijakan yang memudahkan bisnis dan ekonomi. Maka, dapat dipastikan masa depan ekonomi Indonesia cukup baik dan menjanjikan.

Dunia bisnis harus pintar beradaptasi dan tidak terjebak dalam rasa khawatir. Harus cerdas mengubah arah dan menerapkan strategi baru. Jangan habiskan energi untuk kekurangan yang ada, tetapi fokuskan semua energi untuk menguatkan kekuatan yang sudah ada. Bisnis yang andal mampu cepat bergeser dan menyesuaikan diri, lalu cepat beradaptasi untuk mengejar strategi baru, serta tidak akan membiarkan kehilangan peluang saat ekonomi membaik.

Penguatan dan pelambatan ekonomi adalah sesuatu yang wajar. Semua negara pasti menghadapi penguatan dan pelambatan. Selama ekonomi melambat perlu ada energi positif dari pemerintah dan masyarakat untuk bergerak lebih cepat, lebih cerdas, lebih kreatif dan merasa lebih mendesak untuk pemulihan segera.  Pemulihan membutuhkan kolaborasi sempurna antara pemerintah, masyarakat bisnis dan masyarakat konsumen. Wacana dan kritik bukanlah jawaban untuk pemulihan ekonomi. Tindakan dengan strategi kolaborasi yang memudahkan masyarakat untuk mengambil berbagai keuntungan dari peluang pemulihan adalah solusi untuk perbaikan ekonomi.

Pemimpin harus bersatu dan menginspirasi masyarakat untuk bangkit dan mengambil peluang baru. Masyarakat tidak boleh terus-menerus diberikan informasi-informasi pesimis. Sebab, mereka yang sedang semangat bisa kehilangan semangatnya. Kejujuran dan keterbukaan akan mengembangkan kesadaran. Bila masyarakat diberikan kesadaran menjadi yang terdepan di dalam pembangunan ekonomi, maka mereka akan memiliki inisiatif untuk menjadi energi yang sangat kuat di dalam pemulihan ekonomi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com