ETOS KERJA TERBENTUK DARI KESADARAN, NIAT SUCI, KEYAKINAN POSITIF, PIKIRAN POSITIF, TINDAKAN PRODUKTIF, SIKAP DAN PERILAKU SEMPURNA

ETOS KERJA

ETOS KERJA TERBENTUK DARI KESADARAN, NIAT SUCI, KEYAKINAN POSITIF, PIKIRAN POSITIF, TINDAKAN PRODUKTIF, SIKAP DAN PERILAKU SEMPURNA

“Perusahaan tidak dapat menyiapkan etos kerja untuk karyawannya, etos kerja merupakan kewajiban karyawan untuk diberikan kepada perusahaannya.”~Djajendra

Etos kerja merupakan bagian dari kesadaran dan pengembangan kualitas diri.

Etos  kerja terbaik bersumber dari kebahagiaan hati dalam semangat tinggi, untuk melayani pekerjaan dengan sepenuh hati dan totalitas.

Perusahaan hanya dapat menyiapkan budaya kerja, budaya perusahaan, sistem, ruang, waktu, bisnis, produk, jasa, pelayanan, tata kelola, tata tertib, etika, dan pengawasan. Sedangkan etos kerja hanya dapat disiapkan oleh insan perusahaan dengan kesadarannya. Intinya, perusahaan tidak dapat menyiapkan etos kerja untuk karyawannya; etos kerja merupakan kewajiban karyawan untuk diberikan kepada perusahaannya.

Dalam praktik, sering sekali, perusahaan begitu berambisi untuk memaksakan sebuah etos kerja kepada karyawannya. Hasil akhirnya, perusahaan-perusahaan tersebut tetap merasa kecewa karena karyawannya tidak bisa memiliki etos kerja seperti yang diinginkan tersebut. Etos kerja bukanlah produk dari pemaksaan, tetapi produk dari kesadaran.

Banyak orang suka lupa bahwa etos kerja merupakan produk dari kesadaran diri tertinggi. Bila ingin membangkitkan etos kerja terbaik, maka masuklah ke dalam kesadaran tertinggi insan perusahaan lalu tanamlah benih-benih etos kerja dalam bentuk keyakinan, pikiran, perasaan, emosi, sikap, perilaku, kebiasaan, karakter, dan kepribadian. Etos kerja terbaik yang paling produktif dan yang paling berkinerja bersumber dari kesadaran hati yang paling dalam.

Etos kerja yang asli selalu mengalir dari hati yang bahagia, gembira, senang, sukacita, dan merasa pekerjaannya seperti mainan tersayang. Sedangkan etos kerja yang palsu selalu mengalir karena rasa takut, terpaksa, tidak ada pilihan, khawatir, dan merasa pekerjaannya seperti beban yang paling berat.

Etos kerja terbaik dihasilkan dari kemampuan kesadaran diri terdalam untuk menyalakan semua kekuatan positif dari dalam diri, sehingga diri menjadi terang dengan energi positifnya. Ketika karyawan sudah terang bersama energi positifnya. Maka, karyawan selalu bersyukur dengan pekerjaannya, disiplin tinggi, tekun, rajin, ulet, semangat, senang, kuat, tepat waktu. Dengan kata lain, mereka menerima budaya kerja dan budaya perusahaan dengan sepenuh hati.

Etos kerja terbaik dihasilkan dari hati yang ikhlas dan penuh rasa syukur untuk melayani dan berkontribusi terhadap visi, misi, nilai-nilai perusahaan, dan kepemimpinan yang ada. Intinya, etos kerja dihasilkan dari jiwa yang mensyukuri segala sesuatu di tempat kerja, dan dengan rendah hati melayani perusahaan melalui sikap dan perilaku produktif terbaik.

Etos terbaik merupakan anugerah untuk kehidupan di tempat kerja. Etos terbaik secara menakjubkan memberikan efek positif terhadap keharmonisan hubungan kerja. Etos terbaik menjadikan semua orang selalu semangat; sepenuh hati; selalu senyum bahagia; selalu andal dan kuat menghadapi tantangan; selalu bekerja di luar zona kenyamanan; selalu hebat dan kuat menghadapi perubahan dan ketidakpastian.

Etos kerja terbaik selalu menumbuhkan potensi positif dari dalam diri. Dia menunjukkan kepada perusahaan tentang kekuatannya yang bersumber dari dalam diri. Dia menunjukkan kepada kita semua bahwa etos itu sangat berharga dan sangat penting untuk mencapai visi dan misi kerja.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com