INTEGRITAS MENGHASILKAN SOLIDITAS KERJA

INTEGRITAS DJAJENDRA

“Organisasi tanpa integritas menjadi mudah dipecah dan diruntuhkan oleh orang-orang dari dalam.”~Djajendra

Menurut keyakinan kuno orang Yunani dan Mesir, manusia digambarkan lebih rendah dari dewa dan lebih tinggi dari binatang. Karena manusia berada diantara dewa dan binatang, maka manusia harus memiliki integritas agar bisa lebih mirip dewa daripada binatang.

Apa itu integritas? Integritas merupakan sebuah perilaku kehidupan yang keluar dari kepribadian asli seseorang. Biasanya, perilaku dan kebiasaan baik, seperti: ketulusan hati, ikhlas, jujur, adil, utuh, tidak serakah, terhormat, beretika, tidak korupsi, dan semua perilaku mulia yang sifatnya konsisten dan bersumber dari hati nurani.

Di tempat kerja, integritas merupakan sebuah perilaku yang sangat penting dan menentukan keberhasilan misi dan visi organisasi. Sikap dan perilaku integritas menciptakan keadilan dan kebaikan untuk semua orang. Ketika integritas menjadi budaya kerja, maka semua orang di tempat kerja akan bekerja keras, melakukan yang terbaik, dan memberikan loyalitas secara ikhlas dan tulus kepada perusahaan mereka. Integritas adalah kunci untuk menciptakan keharmonisan dan keadilan di tempat kerja.

Biasanya, di tempat kerja, implementasi integritas dimulai dari nilai-nilai perusahaan (corporate values), untuk menciptakan insan korporasi yang bisa dipercaya dan diandalkan. Dalam hal ini, nilai-nilai tersebut haruslah ditaati dan dihormati oleh semua orang. Dan, semua orang harus meyakini dan menyetujui nilai-nilai tersebut dari hati terdalam mereka. Setiap insan perusahaan harus memberi kepercayaan yang tinggi terhadap nilai-nilai tersebut. Selain itu, perusahaan harus membuat kode etik untuk semua unit kerja, untuk setiap fungsi dan peran kerja, dan juga membuat etika bisnis untuk dipatuhi oleh semua stakeholdernya.

Integritas membentuk soliditas kerja yang hebat dan andal. Ketika integritas sudah membudaya dan menjadi perilaku sehari-hari di tempat kerja. Maka,  semua orang menjadi mudah berkolaborasi dan berbagi kebaikan di tempat kerja. Semua orang akan memperlihatkan sikap baik, penuh senyum, tegur sapa yang sopan, dan saling menjaga kemuliaan masing-masing. Ketika masalah datang, kekuatan kolaborasi mampu bersinergi untuk menuntaskannya. Soliditas, kebersamaan, keterikatan batin, dan perasaan ingin membantu akan  menjadi kekuatan yang menyatukan semua orang dalam satu visi, satu budaya kerja, dan satu misi.

Integritas menciptakan para teladan, para model yang bermoral mulia. Integritas menciptakan cara kerja dan cara hidup bermoral mulia; serta mampu menularkan kepada orang lain melalui keteladanan sikap, perilaku, kebiasaan, dan gaya kehidupan yang terhormat.

Integritas menciptakan perilaku kerja yang hati-hati, rendah hati, waktu yang terkelola dengan produktif, emosi yang terkendali, serta meningkatkan reputasi dan kredibilitas dari masing-masing individu. Dan hal ini, menjadi kekuatan untuk meningkatkan keyakinan pada rekan kerja, atasan, bawahan, dan stakeholder lainnya. Pada akhirnya, setiap individu atau insan perusahaan menjadi orang-orang yang dapat dipercaya oleh siapapun di lingkungan tempat kerja.

Integritas menjadikan insan perusahaan tidak lagi menyembunyikan kekurangan dan kelemahan. Tidak lagi ada tempat untuk ketidakjujuran. Semua orang menjadi jujur dengan realitas dirinya, serta mengakui kelemahan dan keterbatasan yang dimiliki. Hal inilah yang akan menjadi fondasi untuk memperkuat soliditas kerja. Sikap rendah hati akan menjadi dasar untuk saling menghargai kejujuran.  Di sini, akan ada kesadaran bahwa tidak ada seorangpun yang sempurna atau paling pintar. Hanya sikap rendah hati dan kejujuran bersama yang mampu menciptakan perilaku integritas.

Perilaku integritas akan membuat orang-orang fokus pada kekuatan, kompetensi, dan kemampuan masing-masing. Setiap orang sadar untuk mengerjakan bagiannya dengan sempurna dan berkualitas. Mereka tidak akan fokus untuk menyalahkan orang lain atas masalah yang timbul. Mereka akan membantu untuk menuntaskan masalah dan menemukan solusi yang tepat. Mereka akan bekerja dan bertindak dalam standar pribadi yang berkualitas tinggi. Mereka tidak akan asal kerja, selalu menunjukkan konsistensi karakter kerja yang diekspresikan melalui kejujuran, transparansi, akuntabilitas, dan komitmen untuk menjalankan etika secara profesional.

Walaupun seseorang memiliki bakat dan keterampilan yang lebih dari yang lainnya, dalam budaya integritas hal ini tidak akan dijadikan untuk menyombongkan diri. Tidak akan ada obsesi atau kecendrungan untuk menempatkan dirinya menjadi yang pertama, atau yang paling hebat. Tidak akan ada sikap saling mencurigai. Tidak ada perilaku saling menjatuhkan.

Memang betul. Manusia hadir membawa kekuatan baik dan kekuatan buruk di dalam dirinya. Dimana, kekuatan baik dan buruk ini kapan saja bisa saling bergantian tampil untuk mengekspresikan dirinya, seperti siang dan malam, seperti gelap dan terang. Tetapi, dalam budaya integritas, hanya hal-hal baik di dalam kerendahan hatilah yang akan muncul.

Integritas menyatukan semua sikap, perilaku, perbedaan, dan keragaman. Integritas menjaga agar semuanya bersatupadu di dalam keharmonisan kerja. Di mana, hal ini tidak mungkin dapat diwujudkan tanpa integritas. Biasanya, organisasi tanpa integritas menjadi mudah dipecah dan diruntuhkan oleh orang-orang dari dalam.

Integritas diperlukan untuk membangun dan mengelola praktek bisnis atau proses kerja yang berkualitas tinggi. Di sini, kejujuran dan kebenaran selalu hadir untuk mengharmoniskan berbagai sikap dan perilaku berbeda; mengharmoniskan berbagai keyakinan dan kepercayaan yang berbeda; mengharmoniskan berbagai persepsi dan logika berpikir yang berbeda. Integritas adalah tentang konsistensi perilaku etis yang memberdayakan sumber daya untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com