MOTIVASI UNTUK CALON KARYAWAN

“Dunia bisnis tidak pernah menyiapkan zona nyaman untuk siapapun. Bila ada yang sengaja menciptakan zona nyaman di tempat kerjanya, maka dia hanya menunggu waktu untuk disingkirkan oleh dunia kerja.”~Djajendra

Kehidupan kerja adalah kehidupan yang diatur dengan sistem, perintah, kebijakan, aturan, struktur, hirarki, target, kinerja, dan budaya organisasi. Calon karyawan yang masuk ke dunia kerja harus siap menjalani kehidupan kerja, yang pastinya sangat berbeda dengan kehidupan pribadi di rumah.

Kehidupan kerja wajib menjalankan etika. Sebagian terbesar dunia kerja adalah dunia bisnis. Siapapun yang bekerja dalam dunia bisnis harus tahu bahwa etika bisnis dan etika kerja adalah sesuatu yang sangat penting. Tanpa etika bisnis dan etika kerja, maka berbagai jenis risiko dapat merusak potensi bisnis yang ada.

Dunia kerja membutuhkan etos kerja dari setiap individu. Etos kerja seperti bahan bakar, untuk menggerakan kompetensi dan kualitas diri agar berkontribusi sesuai rencana. Sikap, watak, kepribadian, motivasi, karakter, keyakinan, semangat, dan komitmen untuk menjalankan proses kerja sesuai budaya kerja perusahaan, disebut sebagai etos kerja. Etos kerja ini hanya dapat dilihat di dalam tindakan, tidak akan terlihat di dalam rencana. Etos kerja adalah bahasa perbuatan atau tindakan, bukan bahasa konsep. Intinya, etos kerja itu seperti semangat suci untuk melayani pekerjaan, memberi, membantu, serta melakukan tugas dengan sepenuh hati dan totalitas.

Etos kerja memiliki prinsip dan nilai-nilai luhur yang harus diafirmasi setiap hari. Kemampuan untuk mengabdikan hidup dengan ikhlas dan totalitas di tempat kerja, akan menjadikan etos kerja individu lebih cemerlang. Dunia kerja adalah dunia ide yang sangat kreatif. Jangan pernah memimpikan kepastian. Kedinamisan dan ketidakpastian merupakan DNA bisnis. Oleh karena itu, siapkan mental untuk menghadapi kompleksitas di tempat kerja. Siapkan mental untuk terbiasa bekerja di luar zona nyaman. Dunia bisnis tidak pernah menyiapkan zona nyaman untuk siapapun. Bila ada yang sengaja menciptakan zona nyaman di tempat kerjanya, maka dia hanya menunggu waktu untuk disingkirkan oleh dunia kerja.

Ketika calon karyawan mulai menjalankan rutinitas kantor atau pabrik, maka dunia kerja mengharuskan dia untuk hidup bersama budaya kantornya. Pola kehidupan rumah otomatis berganti pola kehidupan kantor. Tempat kerja menghendaki karyawan untuk berjuang dan bekerja sesuai budaya dan tata kelolanya.

Setiap calon karyawan secara alami membawa sifat, sikap, perilaku, dan karakter dari kehidupan rumahnya ke dalam kantor. Harus diingat bahwa sifat, sikap, perilaku, dan karakter merupakan bagian terpenting dari budaya. Jadi, setelah menjadi karyawan tetap, maka budaya organisasi mengharuskan calon karyawan untuk memiliki sikap dan perilaku sesuai nilai-nilai budaya perusahaan. Bila karyawan gagal menyatukan sikap dan perilaku kerjanya sesuai nilai-nilai perusahaan, maka budaya organisasi akan menjadi lemah, dan perusahaan akan kehilangan energi suksesnya untuk mencapai kinerja terbaik.

Karyawan bukanlah mesin atau alat, tetapi merupakan medan energi yang membentuk budaya kerja dan etos kerja untuk pencapaian terbaik.  Akumulasi energi karyawan merupakan kekuatan untuk mewujudkan visi, dan menjaga kinerja harian dengan etos kerja.

Tempat kerja adalah tempat berkumpulnya berbagai kepribadian, kualitas, kompetensi, sikap, perilaku, dan karakter. Struktur organisasi yang kuat dan teratur mampu menyatukan semua perbedaan menjadi sebuah kekuatan dalam wujud budaya perusahaan. Selama semua kekuatan di internal organisasi mengalir di dalam budaya kuat, tidak akan ada kekuatan negatif yang merusak potensi sukses.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com