MENDAMAIKAN KENYATAAN HIDUP DENGAN PIKIRAN

DJAJENDRA

“Pikiran adalah kekuatan, bukan kebenaran. Jangan paksa pikiran untuk menjadi kebenaran. Sebab, pikiran harus melalui proses dan takdirnya sebelum menjadi kebenaran.”~Djajendra  

Setiap orang hidup dalam dunia pikiran dan dunia nyata. Dunia pikiran menginginkan, mengharapkan, membutuhkan, dan memimpikan sesuatu yang ideal untuk hidup. Dunia nyata itu sendiri tidak selalu sesuai dengan dunia pikiran. Ketika seseorang mampu mewujudkan dunia pikiran menjadi dunia nyata, maka orang tersebut disebut beruntung atau sukses luar biasa.

Dunia nyata adalah kebenaran pada saat ia berlaku. Jiwa yang bersyukur dan ikhlas dengan dunia nyata, adalah jiwa yang bahagia dan damai hidupnya. Jiwa yang berontak dan mengeluh dengan dunia nyata, adalah jiwa yang menderita dan penuh stres hidupnya. Tidak peduli seberapa cerdas seseorang. Tidak peduli seberapa bijak seseorang. Bila dia tidak menerima atau menolak dunia nyata, dia akan menderita dan penuh tekanan hidup. Suka atau tidak suka, kesadaran hati untuk ikhlas dan berdamai dengan dunia nyata, adalah sebuah kemenangan untuk dapat menjalani kehidupan yang bahagia dan tenang.

Dunia pikiran adalah dunia yang diharapkan. Pikiran sangat cerdas dan dapat mewujudkan apapun yang ada didalamnya menjadi nyata. Menjaga keseimbangan pikiran dengan kenyataan, akan menjauhkan diri dari tekanan hidup yang berlebihan. Gunakan pikiran untuk membangun kekuatan fisik, hati, emosi, dan cara bertindak yang optimis. Gunakan pikiran hanya untuk menjadikan diri lebih kuat dan lebih andal. Jangan pernah membiarkan pikiran bekerja secara otomatis untuk melemahkan hidup Anda. Kendalikan dan rawat pikiran agar selalu menjaga dan menguatkan mental, fisik, emosi, dan hati nurani Anda.

Ketika pikiran terkendali dan terfokus pada keandalan dan kekuatan diri, maka dari waktu ke waktu hidup akan berjalan baik. Ini berarti pemikiran dan kenyataan hidup harus selaras dan harmonis dengan hati nurani dan fisik.

Masalah dalam hidup muncul saat pikiran tidak sejalan dengan kenyataan. Di sinilah diperlukan kecerdasan untuk segera menselaraskan pikiran dan kenyataan, lalu secara perlahan-lahan, apa yang ada dipikiran dapat diarahkan untuk kehidupan yang berjalan dengan baik. Pikiran yang tidak terarah menjadi penyebab masalah dan kerumitan hidup.

Damaikan kenyataan hidup dengan pikiran. Anda berhak untuk berpikir apapun. Anda berhak untuk berimajinasi tentang apapun. Anda berhak untuk berpersepsi tentang apapun. Tetapi, miliki kesadaran untuk menghormati kenyataan hidup. Sebab, kenyataan hidup adalah kebenaran di saat itu. Mengabaikan kenyataan hidup sama saja seperti mengundang stres untuk merusak ketenangan hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com