MOTIVASI DAN INSPIRASI 15 02 2015

KUTA BALI-KEMENKES 2014

Empati menyatukan sebuah keluarga. Empati membuat anggota keluarga memiliki hati, dan tidak sekedar hidup dalam logika dan emosi. Empati tidak dapat diukur dengan logika, apalagi emosi. Empati hanya dapat diukur dengan hati nurani. Suatu ketika, saat sedang makan di sebuah tempat umum. Hadir dua orang pria yang badannya penuh tato, rambutnya acak-acakan, wajah terlihat sangat frustasi. Mereka berdua berkata, “bapak ibu semoga punya hati nurani, kami butuh makan.” Kalau pakai logika dan emosi pasti kita menilai mereka malas, ataupun berbagai penilaian negatif dan menghakimi mereka sesuai logika atau emosi kita. Tetapi, kalau kita gunakan hati nurani, sesuai permintaan mereka, maka empati kita akan langsung memberikan bantuan agar mereka bisa makan.~Djajendra

Disiplin dalam mewujudkan tujuan. Disiplin tidak hanya untuk patuh atau taat pada jadwal dan waktu. Tetapi, mampu menyiapkan jiwa dan raga, untuk bergerak penuh semangat dalam mencapai tujuan.~Djajendra

Kita semua berkembang bersama peristiwa-peristiwa kehidupan. Emosi, pikiran, dan hati nurani selalu bergerak oleh berbagai peristiwa kehidupan. Bila kesadaran diri sangat tinggi dan tercerahkan, maka semua peristiwa hidup dapat dihadapi dengan tenang dan bahagia. Kesadaran diri mampu memahami kesulitan, kemudahan, keuntungan, kerugian secara positif.~Djajendra

Kata-kata memiliki kekuatan supernatural. Kata-kata yang sering diucapkan dan diyakini 100% akan menjadi nyata. Pilih kata-kata sesuai impian, keinginan, harapan, cita-cita, dan tujuan hidup. Jangan pernah memikirkan ataupun mengucapkan kata-kata yang tidak selaras dengan impian hidup Anda. Kata-kata bukan sekedar huruf dan ucapan, dia memiliki energi dan kekuatan ajaib.~Djajendra

Masalah hidup. Semua orang pasti harus menghadapi masalah hidupnya masing-masing. Masalah hidup bukan untuk dipikirkan dan dipikirkan terus-menerus, sehingga mengundang stres yang membuat diri tidak berdaya. Masalah hidup harus difokuskan untuk menghasilkan solusi, dan membutuhkan keikhlasan hati untuk menjalankan solusi apapun. Masalah hidup tak berdaya menghadapi orang yang ikhlas dan rendah hati.~Djajendra

Penderitaan dan kebahagiaan adalah guru kehidupan. Dua-duanya pasti hadir dan pergi dalam kehidupan manusia. Tetapi, kesadaran dan keikhlasan akan menjadikan dua-duanya sebagai guru yang mengajarkan kebaikan hidup.~Djajendra

Tarikan nafas, hembuskan nafas. Tarikan nafas, hembuskan nafas. Itulah kehidupan. Bila tarikan dan hembusan nafas berhenti, berakhirlah kehidupan.~Djajendra

Satu orang bukan siapa-siapa, tetapi bersama tim yang hebat, dia akan menjadi pemimpin yang luar biasa.~Djajendra

Memasukan lebih dan mengambil sedikit adalah jalan menuju kekayaan. Kaya itu disiplin dan kendali diri. Semakin disiplin memasukan uang ke dalam tabungan, dan semakin terbiasa untuk menjaga pola hidup dibawah penghasilan, semakin terkumpul kekayaan. Hidup sederhana dan banyak nabung, adalah cara mudah untuk mendapatkan kekayaan.~Djajendra

Menabur satu biji jagung, memanen satu pohon jagung. Menabur satu biji cabai, memanen berkilo-kilo cabai segar. Menabur satu, memanen seribu. Menabur dan menuai adalah hukum alam. Apapun yang Anda tabur pasti menuainya berjuta kali.~Djajendra

Hidup itu belajar. Apapun bisa terjadi. Bila hati ikhlas dan rendah hati menerima berbagai situasi dan sifat orang-orang, maka banyak pelajaran yang membesarkan jiwa dapat dikuasai. Jadi, tidak perlu takut apalagi khawatir yang penuh stres dalam menghadapi dilema hidup. Biarkan saja semuanya mengalir dan terselesaikan sebagaimana seperti yang dikehendaki oleh kehidupan. Tugas kita adalah mengisi pikiran dengan niat baik dan pikiran positif, berusaha bertindak untuk kebaikan, dan menyerahkan hasil akhir sesuai kehendak kehidupan. ~Djajendra

Bila pikiran, emosi, hati nurani bersatu dan kompak mengalir dan berenang bersama-sama visi dan ide-ide sukses. Maka, setiap hari pengalaman-pengalaman sukses kecil akan mengantar Anda menuju sukses yang lebih besar. ~Djajendra

Mau sukses? Berikan lebih dari yang dibayarkan. Jangan hitung-hitungan dalam kontribusi. Jadilah pelayan yang melayani dengan bahagia dan sepenuh hati. Uang tidak boleh menjadi alat ukur dari kontribusi dan pelayanan. Rasa senang dan bahagia adalah alat ukur terbaik untuk kontribusi dan pelayanan.~Djajendra

Kalau ngotot akan berhenti di satu titik, berpotensi terjebak dalam waktu yang panjang. Kalau ikhlas akan mengalir dan berpotensi menemukan sesuatu yang lebih baik. Hidup itu mengalir menuju masa depan. Lepaskan dengan ikhlas dan sesuatu yang baru pasti datang.~Djajendra

Orang baik dan tidak baik hanyalah sebuah persepsi. Seseorang mungkin sangat buruk untuk kita, tetapi dia mungkin seperti malaikat untuk orang lain. Kita hanya perlu menghindari nilai-nilai kehidupan yang negatif. Sikap, perilaku, kebiasaan, kepentingan, dorongan, dan karakter orang lain, adalah seperti sebuah buku pelajaran. Kita cukup memperlajari buku tersebut, ambil yang bermanfaat, dan tinggalkan yang tidak bermanfaat. ~Djajendra

Manusia jalan ke depan menuju masa depan. Hati nurani harus bergerak ke dapan. Mungkin pikiran dan emosi masih mencoba membawa kita ke masa lalu, tetapi hati harus bergerak ke depan. Hidup itu singkat, semua orang punya batas waktu untuk hidup. Saat nafas berhenti total, maka selesai cerita hidup. Orang-orang yang cerdas emosional sangat sadar bahwa mereka tidak hidup selamanya. Mereka sangat sadar bahwa waktu hidup dari hari ke hari terus-menerus berkurang, sehingga setiap detik menjadi sangat berharga untuk bisa menikmati keindahan dan kebahagiaan.~Djajendra

Orang-orang cerdas emosional percaya bahwa jalan hidup terbentuk dari impian, cita-cita, rencana, harapan, keinginan, kebutuhan, dan takdir. Oleh karena itu, mereka tidak akan ngotot dengan kesempurnaan sebuah pencapaian. Mereka sadar bahwa ada jalan takdir yang berada di luar kemampuan diri sendiri, juga sadar bahwa ada kekuatan orang-orang lain dan alam semesta, yang berpotensi merubah arah pencapaian. ~ Djajendra

Orang-orang yang cerdas emosi menjadikan pengalaman hidup sebagai guru terbaik. Mereka pasti memaafkan semua peristiwa buruk, tetapi mereka tidak akan melupakannya. Mereka sadar untuk memaafkan karena ingin menghindarkan dirinya dari stres oleh dendam dan marah. Mereka tahu bahwa pengampunan membebaskan mereka dari stres. Mereka sadar bahwa keikhlasan membebaskan mereka dari penderitaan. Oleh karena itu, mereka pasti memaafkan dan mengampuni kesalahan dan perbuatan buruk orang lain, tetapi tidak untuk dilupakan. Memaafkan dan mengampuni akan melindungi diri sendiri dari penderitaan.~Djajendra

Manusia diciptakan untuk terhubung dari hati ke hati; untuk berkomunikasi dari hati ke hati; untuk membangun kebersamaan dari hati ke hati. Pikiran dan emosi harus tunduk pada kekuatan hati. Itulah inti keharmonisan; inti kebahagiaan. Mampukah?~Djajendra

Diri yang asli yang sejati berasal dari hati nurani. Diri yang asli mampu mengendalikan emosi dan pikiran. Diri yang asli sangat cerdas emosi: selalu tenang, terkendali, berhati-hati emosinya, perilaku yang beretika, kebiasaan-kebiasaan hidup yang mengalir dalam kesadaran tertinggi. Orang-orang yang cerdas emosional tidak mudah digoyang oleh hal-hal negatif. Mereka tetap tenang dan selalu menguatkan intelektualitasnya, emosionalnya, dan fisik tubuhnya. Keseimbangan antara intelektual, emosi, fisik, jiwa,dan alam semesta, adalah kebiasaan yang terjaga sejak bangun pagi.~Djajendra

Manusia membawa hadiah terindah dari Tuhan di dalam potensi hebatnya, yaitu: empati. Empati membuat manusia bersatu, tidak tercerai-berai, tidak saling merusak, tetapi saling peduli dan saling menolong. Sayangnya, sangat sedikit orang-orang yang mampu memanfaatkan empati untuk kebaikan hidupnya.~Djajendra

Kita semua hanya sedang melewati hal-hal yang sudah pernah dilewati oleh orang-orang sebelum kita. Tidak ada yang baru dalam kemanusiaan. Manusia lahir, tumbuh, dan berakhir. Tidak ada yang baru di bawah matahari bumi. Semua kehidupan hanya mengulang dan sedang melewati yang sebelumnya.~Djajendra

Kadang-kadang; konflik, kemarahan, kebencian, permusuhan, dan salah paham dapat berlangsung puluhan tahun, seumur hidup, bahkan turun-temurun. Hubungan tanpa niat baik untuk saling menghormati dan menyelesaikan akar masalah, akan menjadi permusuhan abadi. Diperlukan jiwa-jiwa baik untuk menyadari kenapa miskomunikasi itu terjadi. Diperlukan jiwa yang baik untuk menghentikan argumentasi dan menyadari kesalahan. Adil akan mendamaikan. Keseimbangan akan menghentikan konflik. Melepaskan keserakahan dan rasa paling benar akan mendamaikan. Jiwa yang jujur pasti mampu tumbuh dalam jiwa jujur yang lainnya. Jiwa yang jujur dan ikhlas akan menyatukan kebaikan dalam damai. Hidup ini tempat untuk saling berdampingan secara damai, dan tempat saling menghormati satu sama lain dengan peduli.~Djajendra

Hubungan baik hanya dapat dipertahankan dan ditingkatkan diantara jiwa-jiwa yang ikhlas dan penuh cinta. Hubungan baik tidak mungkin hidup diantara jiwa-jiwa yang serakah, palsu, frustasi, salah tapi merasa benar, merendahkan yang lain, menyakitkan yang lain, melelahkan yang lain, dan membuat perjuangan orang lain sia-sia.~Djajendra

Hidup itu sesungguhnya sebuah tempat di mana setiap orang hidup saling berdampingan secara damai, saling menghormati, saling peduli dan mencintai satu-sama lain. Tidak ada yang perlu diperebutkan sampai memunculkan konflik. Tidak ada yang perlu ditakutkan, dikhawatirkan, sebab, pada akhirnya tidak ada yang dimiliki, semuanya pasti ditinggal pada akhir hari kehidupan. Jiwa yang sadar dan bersyukur selalu bahagia dan menikmati hidupnya, apapun kondisi hidupnya. Walau begitu menjauh dari para pemangsa adalah bijak.~Djajendra

Hubungan baik dan hidup dalam kedamaian pastilah sesuatu yang sangat indah. Tetapi, jiwa tidak baik, pikiran tidak baik, selalu menjadi akar konflik, sehingga hubungan baik itupun menjadi tidak baik.~Djajendra

Selalu menjaga semangat yang selaras dengan realitas, serta kuatkan keberaniaan dan ketekunan untuk mewujudkan keinginan.~Djajendra

Tubuh dan jiwa adalah wadah karakter. Berolahragalah, makanlah secukupnya, dan buat tubuh selalu berenergi dan bertenaga untuk menjalankan peran hidupnya. Tubuh yang sehat dan kuat membantu karakter untuk menjalankan perannya dengan berkualitas. Jiwa yang positif dan jernih membantu kepribadian Anda, untuk menjalankan karakter dengan sepenuh hati.~Djajendra

Sering orang terjebak dalam ruang kehidupan yang sempit dan hanya berkemampuan melihat satu dimensi kehidupan. Orang yang eksklusif sama seperti memakai kaca mata kuda. Tidak mampu melihat kiri-kanan kehidupan. Karakter yang eksklusif selalu mengkhususkan dan membatasi ruang perannya. Karakter eksklusif tidak mampu melayani semua dimensi kehidupan, dia sangat terbatas pada satu wilayah kehidupan, sehingga sulit berhubungan dengan beragam pribadi dan budaya kehidupan. Karakter yang terlalu khusus atau terlalu elit sulit tumbuh menjadi besar, sulit hidup di tengah perbedaan yang dinamis.~Djajendra

Manusia tidak sempurna. Manusia bukan malaikat. Tidak pernah ada karakter hidup yang mampu diperankan dengan sempurna. Kekurangan dan kesalahan adalah sesuatu yang pasti di dalam setiap karakter kehidupan. Sehebat apapun Anda menyiapkan karakter diri yang andal dan profesional, tetaplah rendah hati, dan ikhlas untuk memperbaiki kekurangan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Selalu ada sesuatu yang kurang dalam karakter, ataupun cacat karakter, karena manusia bukan malaikat.~Djajendra

Siapkan kompetensi dan kualitas untuk mengedit ulang karakter Anda. Petakan diri dan pahami asal mula kebiasaan-kebiasaan hidup Anda. Miliki kesadaran untuk mengevaluasi karakter Anda. Mungkin saja sebagian besar dari kebiasaan-kebiasaan hidup Anda berasal dari ruang ketidaksadaran, berasal dari sesuatu di luar kemampuan Anda. Pengalaman, peristiwa, logika, dan emosi dari masa lalu dapat menjadi akar pembentukan karakter. Kembalilah ke masa kecil dan remaja, pahami siapa Anda saat itu. Bagaimana hubungan kehidupan sosial, keluarga, sekolah, dan yang lainnya? Karakter selalu berasal dari dunia ketidaksadaran. Jadilah sadar dan berniat untuk memperbaiki semua karakter buruk, sehingga Anda dapat memiliki karakter positif yang kuat, untuk mengantar Anda meraih sukses.~Djajendra

Pemimpin harus siap untuk tidak populer, harus siap untuk kesepian, harus siap untuk diabaikan, harus siap untuk ditertawakan, harus siap untuk dimusuhi, harus siap menghadapi penolakan. Pemimpin yang paling siap terhadap semua hal di atas pasti mendapatkan kemenangan.~Djajendra

Jangan menawarkan kebiasaan buruk kepada kehidupan, karena kehidupan akan menjauhkan Anda untuk mendapatkan yang terbaik.~Djajendra

Didiklah dan latihlah orang-orang untuk patuh dan nurut di jalan yang jujur. Awasi mereka dengan penuh perhatian agar mereka tidak menyimpang. Tidak semua orang bisa dipercaya untuk menjalankan kejujuran. Kejujuran memerlukan pengawasan yang penuh integritas dan akuntabilitas.~Djajendra

Tuhan menciptakan semua orang sama, tetapi kebiasaan masing-masing orang menjadikan mereka tidak sama.~Djajendra

Menjadi jujurkah seseorang setelah mendapat gaji yang besar? Umur kecukupan gaji itu paling lama hanya 3 bulan. Setelahnya, gaji sebesar apapun akan menjadi gaji kecil. Jadi, sulit untuk menjujurkan seseorang dengan cara menaikan gaji. Jujur adalah persoalan integritas, persoalan tanggung jawab. Integritas dan tanggung jawab tidak tergantung pada besar kecilnya gaji, ini adalah masalah mental, masalah hati nurani. Gaji atau pendapatan yang lebih besar hanya akan merubah gaya hidup seseorang, gaya hidup keluarga seseorang, sehingga berapapun besarnya gaji tidak akan mampu menutupi peningkatan keinginan, kebutuhan, dan harapan-harapan baru yang bisa dibeli dengan uang.~Djajendra

Untuk Training Hubungi www.djajendra-motivator.com