MEMBANGUN PERILAKU KERJA YANG AKUNTABLE

MEMBANGUN PERILAKU KERJA YANG AKUNTABLE

“Integritas adalah ibu yang melahirkan akuntabilitas. Komitmen adalah sahabat untuk menjalankan akuntabilitas dengan tepat.”~Djajendra

Kualitas sebuah pribadi ditentukan dari akuntabilitas. Perilaku yang akuntable merupakan modal, untuk menjalankan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dari jiwa yang kaya integritas. Akuntabilitas adalah sesuatu yang muncul dari kesadaran integritas, dan kesadaran untuk selalu mempertanggung jawabkan apapun yang telah dibuat.

Sebuah pekerjaan bukanlah sebuah garis lurus yang mudah untuk dituntaskan sesuai sistem dan prosedur yang disepakati. Kadang-kadang, ada kepentingan yang suka mengintervensi sistem dan prosedur. Apalagi, bila kepentingan itu kuat dan menentukan karir si pekerja, maka semakin tidak mudah untuk menjalankan pekerjaan sesuai sistem dan prosedur yang ada. Intinya, sehebat apapun tata kelola normatif dari sebuah organisasi, dia akan dipaksa untuk tunduk kepada kekuatan kepentingan stakeholdersnya.

Dunia kerja adalah dunia kepentingan. Tidak terbantahkan bahwa kekuatan kepentingan menentukan karir seseorang. Pekerja yang mengabaikan atau meremehkan kekuatan kepentingan pasti tersingkir, dan karirnya pun berpotensi redup. Jadi, bagaimana seseorang mampu menjalankan akuntabilitas, bila dia juga harus melayani kekuatan kepentingan?

Semakin termotivasi untuk meraih karir tertinggi, semakin harus cerdas memahami kekuatan kepentingan stakeholders. Pastinya harus bertanggung jawab, serta mampu mempertanggung jawabkan semua keputusan dan tindakan. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang selalu berhati-hati, dan memiliki loyalitas yang tinggi kepada kepentingan yang melindungi karir Anda. Akuntabilitas merupakan sesuatu yang sangat mahal, sangat langka, dan suka meminta pengorbanan.

Kekuatan kepentingan dari orang-orang di sekitar pekerja merupakan sebuah fakta yang tidak dapat diabaikan. Seorang pekerja tidak mungkin berkarir hebat dengan menutup mata terhadap kepentingan yang ada. Seorang pekerja direkrut dan dipekerjakan untuk melayani kepentingan, dan risikonya harus mau mempertanggung jawabkan pekerjaan dengan total.

Dunia kerja adalah kombinasi dari profesionalisme dan kepentingan. Pekerja dituntut dan dilatih untuk memiliki perilaku akuntable, profesional, beretika, berintegritas, loyal, dan melayani dengan sepenuh hati. Tetapi, pekerja juga diminta punya empati dan toleransi, untuk melayani kebutuhan khusus dari kekuatan kepentingan stakeholders.

Akuntabilitas adalah bagian terkuat dari profesionalisme. Ketika seorang pekerja bekerja dan berkarya di jalur akuntabilitas, maka dia harus melengkapi kualitas dirinya dengan mental yang hebat. Tanpa mental yang hebat dan daya tahan fisik yang tangguh, maka dia berpotensi menghadapi stres di sepanjang proses kerja. Apalagi, bila dia harus berhadapan dengan kekuatan kepentingan yang besar. Masalah dari kekuatan kepentingan akan selalu datang dan juga pergi. Jiwa yang cerdas, pikiran yang terbuka, dan hati yang ikhlas, akan memudahkan untuk memecahkan masalah dengan solusi yang tepat. Intinya, kecerdasan dan kekuatan batin digunakan untuk melayani kepentingan, tanpa menghilangkan energi akuntabilitas.

Akuntabilitas merupakan ekspresi dari peran yang mau bertanggung jawab, mempertanggung jawabkan, dan mengakui semua proses secara terbuka dan jelas. Dalam hal ini, perilaku kerja yang akuntable tidak akan pernah menciptakan kebingungan tentang siapa yang bertanggung jawab dan siapa yang melakukannya. Perilaku kerja akuntable selalu mampu menjelaskan dan memaparkan sedetil-detilnya tentang langkah, proses, maksud, risiko, dan keharusan untuk mengambil sebuah keputusan atau tindakan dengan cara-cara yang digunakan.

Walaupun harus melayani kekuatan kepentingan dari stakeholders. Perilaku akuntable tidak akan asal bertindak atau membuat keputusan sesuai maunya stakeholders. Mereka akan meningkatkan proses mencari dan mengumpulkan informasi dari berbagai dimensi. Mereka akan memberi dan menerima umpan balik, dan menunjukkan peta risiko dari sebuah keputusan atau tindakan. Mereka pasti akan memenuhi harapan dan keinginan dari kepentingan stakeholders, tetapi semua itu melalui sebuah pemetaan persoalan yang matang, dan dapat dipertanggung jawabkan secara profesional.

Akuntabilitas merupakan kunci untuk menavigasi proses, yang terkontrol dalam rasa tanggung jawab yang tinggi. Apapun kebebasan dan kepentingan yang ada di sepanjang proses, rasa tanggung jawab haruslah menjadi sesuatu yang menjaga nilai-nilai profesionalisme. Rasa tanggung jawab harus selalu membatin saat membuat keputusan dan tindakan. Rasa tanggung jawab harus meningkatkan semangat, untuk menemukan solusi yang tepat, yang bebas risiko.

Akuntabilitas adalah tentang batin yang tidak ingin melanggar etika, kebaikan, hukum, moral, sistem, prosedur, dan selalu memiliki solusi untuk tetap bekerja dengan nilai-nilai positif. Dan juga, selalu merasa bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan atas kelemahan, dan melakukan perawatan agar semuanya bisa terus berkelanjutan di dalam kualitas yang tinggi. Akuntabilitas tidak akan menjadi penyebab atas kerusakan, tetapi menjadi alat untuk menjaga dan merawat semuanya dengan penuh tanggung jawab dan kepedulian.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com