MENDENGAR DENGAN HATI DAN MENJADIKAN PIKIRAN SEBAGAI PELAYAN HATI

“Pikiran sangat cerdas, dia sumber kecerdasan, dan jiwa tidak mampu mengalahkannya dalam soal kecerdasan. Jangan sekali-kali mencoba menyerahkan jiwa kepada pikiran.  Bila jiwa dikuasai oleh pikiran, maka jiwa akan menjadi budak yang melayani pikiran. Budak yang pasti disiksa oleh pikiran di sepanjang hidup.”~Djajendra

Ketika sudah terbiasa mendengarkan dengan hati, dan mempersepsikan realitas dengan pikiran positif. Maka, pikiran menjadi semakin tenang. Apapun kejadian dalam hidup dapat diterima dengan tenang dan ikhlas. Semua kejadian dalam kendali. Jiwa semakin tenang dalam kesadaran yang tidak mungkin ditarik kesana-sini. Jiwa selalu tenang dengan intuisi yang melihat semua hal secara positif.

Mendengar dengan hati berarti mampu menjalani kehidupan yang penuh empati. Kehidupan yang dituntun dengan hati, hanya dapat dijalankan setelah mampu menghidupkan hati. Hati yang hidup selalu memiliki kepercayaan dan tingkat kontrol yang tinggi. Hati yang hidup mendengarkan tubuhnya; mendengarkan pikirannya; dan mampu membuat keputusan yang tidak merugikan tubuh dan pikiran.

Jangan biarkan pikiran mendikte jalan hidup. Bila tidak mendengarkan hati, dan membiarkan pikiran sebagai penentu realitas hidup. Maka, pikiran akan terpikat oleh ambisinya, oleh hitung-hitungannya, sehingga dia berpotensi merugikan ketenangan jiwa, merugikan keselamatan jiwa, merugikan keamanan jiwa. Pikiran tidak akan peduli tentang realitas jiwa, pikiran akan fokus untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, dan segala cara akan dilakukan untuk mewujudkannya. Bila hati tidak kuat, maka jiwa akan menderita.

Pikiran paling berani mengambil risiko. Pikiran paling hebat kreatifnya. Pikiran paling pintar meninabobokan jiwa dalam zona nyaman. Pikiran paling  pintar menciptakan suara-suara di kepala untuk mendesak hati agar tunduk kepadanya. Pikiran paling pintar menghidupkan ego untuk membohongi hati. Pikiran bila tidak dikendalikan dengan hati, dia akan menjadikan hidupmu sangat dinamis dan tidak pasti.

Hidup harus membuat pilihan, harus membuat keputusan. Gunakan hati untuk membuat pilihan dan keputusan. Jadikan pikiran sebagai alat bantu hati nurani. Jangan pernah memberi sedikitpun ruang kepada pikiran untuk mengatur hati. Ingat, pikiran itu sangat cerdas, dia sumber kecerdasan, dan jiwamu tidak mampu mengalahkannya dalam soal kecerdasan. Jadi, jangan sekali-kali mencoba menyerahkan jiwa kepada pikiran.  Bila jiwa dikuasai oleh pikiran, maka jiwa akan menjadi budak yang melayani pikiran. Budak yang pasti disiksa oleh pikiran di sepanjang hidup.

Hidupkan energi empati dalam jiwa. Dengarkan suara-suara bijaksana dari hati nurani. Hidupkan hati dan sempurnakan energi empati dalam hati. Bila empati menjadi semakin sempurna, maka dia akan memiliki kekuatan untuk menolong jiwa dengan kebaikan, perhatian, kepedulian, kemanusiaan, cinta, kelembutan, kasih sayang, toleransi, kehangatan, kelonggaran, dan memperlakukan hidup dalam sukacita.

Empati adalah kekuatan yang membimbing pikiran pada jalan kehidupan yang penuh sukacita. Kekuatan hati yang penuh kasih akan membimbing pikiran untuk tetap jernih dan tenang. Hati yang hebat selalu menempatkan pikiran sebagai pusat kreativitas, sebagai pusat kecerdasan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Pikiran digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara  hati dan realitas kehidupan. Keseimbangan hidup yang harmonis antara hati, pikiran, tubuh, dan jiwa, adalah jalan kebenaran yang akan menciptakan kebaikan dan sukacita.

Mendengar dengan hati dan menjadikan pikiran sebagai pelayan hati. Dalam hal ini diperlukan kemampuan untuk mengerti. Mengerti dan memahami pola pikir, sifat mental Anda yang unik. Mengerti pola emosi Anda, dan mengerti cara untuk mencerdaskan emosi Anda. Mengerti sifat pikiran Anda.

Bila Anda mengerti sifat, kekuatan, kekurangan, kelemahan dari pikiran dan hati Anda. Maka, dengan mudah Anda bisa mengeluarkan masalah dari kepala Anda, dan dengan mudah dapat menemukan solusi terbaik. Sebaliknya, bila Anda tidak memahami atau mengerti tentang sifat pikiran dan hati Anda, maka Anda akan hidup stres oleh pertengkaran tanpa akhir antara pikiran dan hati Anda.

Mendengar untuk mengerti, bukan mendengar untuk menjawab. Pahami dan layani hati. Jadilah pendengar yang baik. Dengarkan suara hati dalam keheningan pikiran. Diamkan pikiran, dan dengarkan suara hati. Mendengar adalah awal dari memahami. Mendengar adalah awal dari mengerti. Semakin tenang jiwa, semakin jernih pikiran, semakin cerdas jiwa dan pikiran berkomunikasi dalam energi positif, maka semakin baiklah hidup Anda.

Kuasai keterampilan untuk berkomunikasi dengan hati, pikiran, jiwa, tubuh, dan emosi. Biasakan berkomunikasi dengan diri sendiri. Ciptakan kualitas komunikasi terbaik, supaya Anda dapat berkomunikasi dengan orang lain secara profesional dan penuh empati.

Mendengar dengan hati berarti memiliki keimanan yang sempurna. Keimanan yang sempurna berarti hati selalu yakin dengan sikapnya; hati selalu memiliki ketetapan dan kesungguhan; hati selalu memiliki keteguhan dan ketangguhan; hati selalu memperkuat intuisi agar dapat melihat dengan hatinya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com