MEMBANGUN INTEGRITAS PRIBADI DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN PIKIRAN POSITIF

Business Ethics- DjajendraMEMBANGUN INTEGRITAS PRIBADI DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN PIKIRAN POSITIF

“Aset berharga saya cuma integritas dan profesionalitas. Harta itu titipan Tuhan. Setiap saat diminta ya langsung habis.”~ Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan (sumber tempo.co, Jumat, 12 Desember 2014)

Integritas terekspresi dari sikap, perilaku, emosi, pola pikir, kata-kata, dan tindakan. Inti dari integritas adalah kebaikan yang sangat jujur pada kebaikan itu sendiri. Seseorang yang berintegritas pasti orang baik, sangat profesional, berempati, bijaksana, dan penuh toleransi untuk mewujudkan kebaikan.

Integritas adalah milik orang-orang baik, yang hidupnya untuk melayani kejujuran dengan cara-cara yang profesional. Pribadi yang berintegritas memiliki keberanian, untuk mengatakan suara hatinya dengan kecerdasan emosional. Dia tidak menghakimi orang lain demi memenangkan kepentingannya. Dia mengakui kebenaran sesungguhnya dengan sikap yang jujur dan perilaku yang cerdas emosi. Dia selalu berkata-kata yang bijak dan positif, tidak berkata-kata yang memojokkan orang lain, tetapi berkata-kata dengan penuh kejujuran terhadap persoalan yang dihadapi. Intinya, dia adalah pribadi yang mampu memisahkan persoalan dan pribadi, sehingga tidak menciptakan konflik kepentingan, yang membuat orang lain kehilangan kepercayaan padanya.

Orang-orang berintegritas memiliki suasana hati yang mengutamakan kejujuran, profesionalitas, keberanian, ketegasan, dan menegakkan kebenaran sesuai aturan. Mereka selalu menjadikan integritas sebagai harta, sebagai aset termahal yang mereka miliki. Mereka tidak pernah menjual atau menukarkan integritasnya.

Integritas yang cerdas emosi memberdayakan kejujuran, memberdayakan pikiran baik, memberdayakan kebenaran, memberdayakan kehidupan yang seimbang di dalam kebahagiaan sejati. Intinya, integritas bukanlah sebuah pengorbanan untuk menegakkan kejujuran, tetapi sebuah pilihan untuk menguatkan kehidupan yang bahagia di dalam diri sejati yang asli, dan tanpa konflik batin atau keraguan

Integritas yang andal membutuhkan dukungan emosi yang cerdas, dan pikiran positif yang menyatu dengan hati nurani. Emosi yang cerdas menciptakan kepribadian, yang tidak mudah tergoda oleh hal-hal negatif. Emosi yang cerdas mengarahkan fokus dan perhatian kepada kebenaran, kejujuran, dan profesionalitas.

Kecerdasan emosional haruslah dijadikan landasan yang kokoh saat mengembangkan integritas diri. Diri yang cerdas emosi memiliki konsistensi respon terhadap segala sesuatu. Jadi, saat godaan untuk mengabaikan integritas hadir, diri akan memiliki respon otomatis, untuk menjaga konsistensinya terhadap integritas, sehingga diri tidak terjebak dalam ketidakbaikan, yang pada akhirnya merugikan diri sendiri, ataupun keluarga.

Anda yang cerdas emosi mudah mengelola orang-orang lain di sekitar Anda. Jadi, walaupun lingkungan Anda terisi oleh orang-orang tidak jujur, dan penuh ambisi untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan segala cara, Anda pasti konsisten dengan integritas dan profesionalitas Anda. Anda tetap bisa bersahabat dengan siapapun, tanpa harus menjual atau menukar integritas Anda, untuk hal-hal yang menghilangkan integritas Anda. Emosi yang cerdas dan pikiran positif adalah kekuatan, yang menciptakan integritas yang andal dan unggul, di setiap situasi dan realitas.

Integritas dengan kecerdasan emosional menjadikan seseorang itu berani dan bertanggung jawab. Dia tidak takut kalah, dia tidak takut dikorbankan oleh kekuatan yang anti integritas. Dia cerdas untuk terhubung dengan orang lain melalui integritasnya, sehingga lawan-lawannya menjadi segan, dan menghormati prinsip integritasnya.

Integritas yang cerdas emosional menjauhkan Anda dari perasaan benci orang lain. Anda secara otomatis menjadi orang yang diperhitungkan, dan mendapatkan dukungan dari kekuatan baik. Anda akan diberikan kekuasaan oleh kekuatan baik, untuk menakutkan atau menundukkan kekuatan tidak baik. Jadi, integritas adalah senjata yang paling sakti, untuk melawan kekuatan tidak baik. Integritas juga menjadi kekuatan yang menantang status quo, untuk berubah menuju profesionalitas dan kejujuran.

Emosi yang cerdas menyadarkan diri, untuk rajin introspeksi secara mendalam, serta selalu berkaca pada kebenaran dan profesionalitas. Integritas selalu memerintahkan kepada hati nurani, untuk konsisten hidup di dalam kejujuran dan profesionalitas. Integritas memelihara keberanian, untuk hidup jujur pada diri sendiri, dan tidak membiarkan kehidupan diri tergantung pada maunya ketidakjujuran.

Integritas hanya mau berkompromi pada kebaikan, kejujuran, dan profesionalitas. Integritas merupakan kekuatan yang bekerja untuk keadilan, kejujuran, dan kebenaran. Integritas tidak pernah khawatir untuk berhadapan dengan kekuatan yang anti integritas. Sebab, dia berani, tidak takut, tegas, tidak ragu, berwarna jelas dan terang. Kecerdasan emosional di dalam integritas pribadi, menjadikan Anda banyak akal sehat, untuk tetap menang dan unggul menegakkan kejujuran dengan cara-cara yang profesional.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com