MENAKLUKKAN ORANG-ORANG YANG MENGHAMBAT PENGUATAN BUDAYA PERUSAHAAN

KUTA BALI-KEMENKES 2014MENAKLUKKAN ORANG-ORANG YANG MENGHAMBAT PENGUATAN BUDAYA PERUSAHAAN

“Orientasi kerja yang berbudaya suka-suka atau barbar, akan menghasilkan perilaku yang kurang beradab, atau tidak beretika, sehingga pola kerja menjadi ceroboh dan berisiko tinggi.”~Djajendra

Para pemimpin perusahaan yang hebat, pasti menginginkan budaya organisasi yang kuat dan unggul. Tetapi, sering sekali, selalu ada insan perusahaan yang berperilaku menghambat penguatan budaya, sehingga budaya organisasi yang kuat dan hebat sulit diwujudkan.

Para insan perusahaan yang tidak memiliki jiwa dan kekuatan, untuk sebuah perubahan menuju yang terbaik, akan menjadi penghambat perubahan, menjadi energi negatif di dalam perbaikan dan perubahan. Diperlukan kekuatan dan kesadaran yang luar biasa, untuk bisa menaklukkan hati dari para penghambat perubahan. Diperlukan kepemimpinan yang cerdas memetakan perilaku, etos, sikap, kebiasaan, dan niat dari para insan perusahaan; sehingga memudahkan pemimpin, untuk membangun dan mengembangkan budaya organisasi yang kuat dan unggul.

Budaya organisasi mengawal sikap, perilaku, kebiasaan, keyakinan, dan nilai dari insan perusahaan. Semakin kuat pengaruh dari nilai-nilai budaya kerja di dalam perilaku kerja sehari-hari, semakin kuatlah budaya organisasi tersebut. Kontribusi insan perusahaan melalui etos kerja yang penuh disiplin dan integritas, akan menjadikan nilai-nilai budaya organisasi semakin kuat dan unggul.

Orientasi kerja yang berbudaya suka-suka atau barbar, akan menghasilkan perilaku yang kurang beradab, atau tidak beretika, sehingga pola kerja menjadi ceroboh dan berisiko tinggi. Hal ini menciptakan budaya organisasi yang lemah, menciptakan perilaku dan kebiasaan kerja yang rendah kinerja, sehingga perusahaan sulit tumbuh dan berkembang menjadi yang terbaik.

Berbudaya kuat berarti sikap dan perilaku dikawal oleh nilai-nilai yang disepakati bersama. Biasanya, core values atau nilai-nilai inti perusahaan, menjadikan perilaku dan sikap, selalu konsisten di dalam etos kerja yang efektif dan produktif. Bila perilaku kerja tidak dikuatkan dengan nilai-nilai inti perusahaan, maka para insan perusahaan mudah menyia-nyiakan energi dan sumber daya organisasi, untuk sesuatu yang tidak produktif.

Budaya organisasi yang kuat akan melembagakan sikap dan perilaku, untuk menguatkan sistem dan proses kerja menjadi lebih efektif dan produktif. Budaya yang kuat selalu berorientasi untuk menanamkan nilai-nilai baru, sikap baru, dan keyakinan baru; supaya setiap insan perusahaan tetap berkinerja tinggi ditengah-tengah perubahan yang terjadi oleh zaman baru.

Setiap insan perusahaan harus disadarkan dan diberikan pencerahan bahwa kehidupan kerja tidak boleh terjebak di zona nyaman. Dunia bisnis sangat dinamis dan tidak pasti. Setiap insan perusahaan wajib menyiapkan kepribadian, yang mudah mengalir di dalam perubahan, dan mudah beradaptasi dengan hal-hal baru. Orientasi kerja haruslah mengalir di dalam perubahan dan mudah mengadopsi peran baru, tujuan baru, nilai-nilai baru, semangat baru, keyakinan baru, dan pola kerja baru yang sesuai dengan standar zaman baru.

Bila tetap ngotot dan keras kepala dengan nilai-nilai dan keyakinan lama, maka ketertinggalan dan ketidakmampuan, akan menjadikan perusahaan gagal mencapai kinerja terbaik. Setiap benih kemajuan haruslah menjadi bagian terpenting dari setiap insan perusahaan, untuk mengabdi dan mencapai yang terbaik.

Budaya yang kuat menciptakan sikap, perilaku, keyakinan, kebiasaan, dan etos; yang terfokus pada tujuan, serta berkemampuan praktis untuk mencapai hasil terbaik. Budaya yang kuat mengikat setiap insan perusahaan; untuk patuh dan mempraktiskan nilai-nilai inti perusahaan menjadi gaya, perilaku, cara, sifat, sikap, dan etos di tempat kerja.

Budaya organisasi yang kuat memanusiakan insan perusahaan, dan merangsang rasa tanggung jawab yang tinggi, untuk menjalankan fungsi pekerjaan dengan sepenuh hati.

Budaya perusahaan yang kuat, akan menaklukkan hati para insan perusahaan, yang berpotensi menghambat penguatan budaya perusahaan. Budaya perusahaan yang kuat menjadikan insan perusahaan sebagai aset terpenting, untuk kemajuan dan pencapaian terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com