INTEGRITAS MENDORONG KEBERANIAN PEMIMPIN UNTUK BERTINDAK

http://youtu.be/DS9h1lwLVgc

INTEGRITAS MENDORONG KEBERANIAN PEMIMPIN UNTUK BERTINDAK

“Pemimpin yang berani dan tegas adalah pemimpin yang sudah kuat integritas pribadinya, sehingga tidak mungkin bagi kekuatan tidak baik untuk menakut-nakutinya.”~Djajendra

Memiliki integritas berarti sudah memiliki keberanian. Pemimpin dengan integritas sudah memiliki keberanian, untuk menghadapi dan mengelola risiko secara baik dan profesional.

Keberanian dan integritas adalah dua sifat yang sangat penting bagi seorang pemimpin. Sehebat dan sebaik apapun seorang pemimpin, bila dia tidak memiliki keberanian, dia akan menjadi bagian dari masalah, dan tidak akan pernah bergerak untuk menemukan solusi kemenangan. Pemimpin haruslah berani, tegas, jelas, serta cerdas mengelola dan menghadapi realitas melalui integritas yang hebat.

Keberanian haruslah menjadi bagian dari gaya hidup dan pola kerja seorang pemimpin. Pemimpin yang berani tidak akan membiarkan kesulitan apapun menahan atau menghalangi niat, untuk bertindak dan melakukan sesuai misi dan keyakinan. Mereka akan memperkuat kualitas integritasnya, sehingga semua yang dilakukan sudah terkoordinasi di dalam bingkai moral dan etika, yang dapat dipertanggung jawabkan secara profesional.

Keberanian adalah sikap yang sangat diperlukan, untuk dapat menjalani kepemimpinan dengan bijak dan cerdas, di dalam semua situasi dan keadaan. Integritas adalah sikap yang sangat diperlukan, untuk dapat menjalani kepemimpinan dengan jujur, terbuka, adil, terkalkulasi risikonya, dan mudah mempertanggung jawabkan segala sesuatu secara profesional. Pemimpin dengan integritas dan akuntabilitas diri yang andal, tidak perlu takut atau ragu untuk bertindak dengan keberanian penuh. Apalagi bagi seorang pemimpin publik, integritas dan akuntabilitas pribadinya akan menjadi energi yang dicintai publik. Dia selalu mendapatkan kekuatan dari energi positif publik, termasuk sikap dan tindakan beraninya pasti mendapatkan dukungan dan perlindungan dari kekuatan publik.

Pemimpin yang andal selalu memiliki keberanian melalui integritas pribadinya, untuk mengeksekusi apa yang telah direncanakan atau dipercaya membawa manfaat; bahkan, ketika dirinya tahu bahwa hasil akhirnya berpotensi dikritik oleh banyak orang, ataupun ada kemungkinan gagal. Dia selalu menyiapkan kemampuan dan keberanian untuk menerima kegagalan. Dia selalu menyiapkan berbagai skenario yang lebih baik agar kegagalan dapat dirubah menjadi peluang. Dia selalu menguatkan integritas dan akuntabilitasnya sebagai sumber utama keberaniannya.

Keberanian bila melebur di dalam integritas dan akuntabilitas pemimpin, muncullah energi positif yang menyatu di dalam empati publik. Integritas adalah semua tentang siapa Anda sebenarnya sebagai pribadi. Integritas adalah kemampuan untuk mempertahankan moral dan etika secara konsisten di dalam semua situasi dan realitas.

Memiliki integritas berarti telah memiliki keberanian. Pemimpin dengan integritas dan akuntabilitas berarti sudah memiliki keberanian, untuk melawan yang tidak baik dan tidak benar. Jadi, bila pemimpin ingin menjadi tegas, berani, karismatik, dan berwibawa; dia harus menguatkan integritas pribadi dan integritas kepemimpinannya. Intinya, dibutuhkan keberanian untuk memiliki integritas. Jika Anda memiliki integritas, keberanian sudah menjadi bagian dari Anda.

Dalam realitas, kepentingan mampu merusak prinsip-prinsip moral, sehingga etika diabaikan, dan kepentingan menjadi majikan yang sangat berkuasa. Disinilah dibutuhkan keberanian untuk menjaga integritas, supaya prinsip-prinsip moral dan etika dapat menguatkan sebuah kepemimpinan.

Baik dan buruk hidup penuh ambisi dan gairah di dunia nyata. Baik pasti menghormati prinsip-prinsip moral dan patuh pada etika.  Buruk pasti membolehkan segala cara untuk mencapai ambisinya, sehingga etika dan prinsip-prinsip moral suka diabaikan, dan dianggap tidak penting. Sebab, tujuan dan maksud telah menjadi majikan, dan etika hanya dianggap sebagai penghalang.

Pemimpin dengan integritas yang tinggi dapat bekerja dan bersikap searah etika dan prinsip-prinsip moral. Walau energi buruk dari kekuatan yang mengabaikan etika mencoba menghalangi gerak maju pemimpin, tetapi integritas pemimpin akan mendorong keberanian untuk bersikap sesuai dengan nilai-nilai kebaikan. Intinya, orang jujur dan baik selalu memiliki keberanian untuk menolak ketidakbaikan. Mereka ikhlas kehilangan kekuasaan, jabatan, dan penghasilan, demi menjaga kebaikan dan profesionalisme. Mereka selalu memiliki nilai integritas yang sangat hebat untuk mendorong keberanian. Jadi, bagi orang-orang yang hebat dengan integritasnya, tidak pernah takut atau ragu, untuk menjalankan kebaikan dan kebenaran secara konsisten.

Integritas adalah kekuatan baik yang bersumber dari etika dan moral. Sifat integritas adalah jangkan panjang, dan kekuatan yang berfungsi untuk melemahkan semua yang tidak baik. Integritas diperlukan untuk menjaga, menguatkan, dan memanfaatkan prinsip-prinsip moral dan etika di dalam setiap proses. Integritas memiliki kemampuan untuk mendorong dan membangun nilai-nilai, yang menjadikan seseorang berani bersikap dan bertindak di jalan jujur dan beretika.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com