BERKOLABORASI MEMBANGUN INDONESIA RAYA

“Setiap pemimpin harus bersedia untuk memberikan niat baik bagi bangsa, walau berbeda keyakinan dan visi. Niat baik itu harus berwujud perbuatan baik, dan tidak sebatas dalam kata-kata.”~Djajendra

Setiap warga negara yang baik pasti sepenuhnya hadir untuk membangun negerinya dengan ikhlas. Selalu sadar diri dan peka terhadap reaksi sosial, serta bertanggung jawab untuk menciptakan situasi bangsa yang damai dan tenang.

Para pemimpin harus siap terhubung untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negera. Para pemimpin harus memotivasi pengikutnya dan berhubungan dengan lawan-lawan politiknya demi membangun Indonesia Raya. Para pemimpin harus mampu berkoordinasi dan berkolaborasi, untuk menuju tujuan bersama Indonesia Raya yang sejahtera dan merdeka, serta melengkapi pembangunan bangsa dan negara dengan energi cinta dan peduli.

Para pemimpin harus membantu pembangunan bangsa dan negara dengan menjadi sadar, untuk tidak menomorsatukan kepentingan pribadi dan kelompok. Tetapi, dengan sepenuh hati yang ikhlas menyiapkan kemampuan, kapasitas dan kompetensi dari para pengikutnya, untuk dapat memberikan kontribusi yang berkualitas kepada pembangunan Indonesia Raya.

Berkolaborasi membangun Indonesia Raya berarti setiap warga negara hadir dan menjadi sadar, untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan energi positif, dan berada di sini, di hati nurani Indonesia, untuk memberikan karya dan kerja yang berkualitas.

Energi baik di dalam diri tidak akan membuat jiwa tenggelam dalam dendam dan perbuatan tidak etis. Jiwa yang baik adalah jiwa positif yang cinta Indonesia Raya; jiwa yang pikirannya tidak terganggu oleh ambisi pribadi; jiwa yang emosinya tidak kewalahan oleh marah dan benci. Jiwa yang baik selalu menghormati hasil akhir kehendak rakyat dengan bahagia, walau dirinya tidak mendapatkan angka kemenangan, tetapi jiwanya menang karena berkontribusi untuk kemajuan demokrasi Indonesia Raya. Jiwa yang baik tidak akan menghakimi siapapun, dan selalu cerdas dalam memahami realitas sosial. Jiwa yang baik adalah jiwa yang membangun kebaikan, dan menghubungkan dirinya dalam aliran kolaborasi, untuk mengkontribusikan kebaikan bersama.

Jiwa yang merdeka selalu memiliki kecerdasan emosional; tidak memiliki kesulitan untuk mengakui kesalahan; selalu sadar diri untuk memberikan kasih sayang kepada kehidupan yang beragam dan berbeda; tidak tergoda oleh kekuasaan, uang, pengakuan, atau imbalan untuk kepentingan diri dan kelompok. Intinya, jiwa yang merdeka pasti siap untuk melayani bangsa dan negara dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Kolaborasi bangsa membutuhkan orang-orang yang dapat diandalkan dan dipercaya. Kolaborasi yang baik ditandai dengan hubungan positif yang saling terlibat, saling memperhatikan, saling percaya, saling menghormati, saling melayani, saling berbagi, dan saling menyatu di dalam kekuatan baik.

Setiap kekuatan politik dan non politik harus memberikan hubungan strategis, untuk dapat mengkontribusikan hasil strategis bagi pembangunan bangsa. Menyiapkan kapasitas yang lebih berkualitas untuk bekerja sama. Meningkatkan kemampuan baik untuk berbuat lebih banyak kebaikan, dan melakukannya dengan lebih berkualitas bagi kemajuan dan kesejahteraan warga negara. Jadi, setiap pemimpin politik wajib mengkoordinasikan kualitas kekuatan politiknya, untuk menjadi sebuah organisasi politik, yang memberikan kebaikan dan kesejahteraan bagi setiap warga negara.

Kolaborasi berarti jauh dari oposisi. Bagaimana mungkin menjadi oposisi bila partai sudah memiliki Bupati, Walikota, Gubernur, dan hanya tidak memiliki Presiden dari partainya di dalam struktur pemerintahan? Apanya yang mau dioposisikan kalau partai sudah memiliki kekuasaan dalam berbagai struktur di pemerintahan? Bupati itu pemerintah, Walikota itu pemerintah, Gubernur itu pemerintah. Jadi, pemerintah itu bukan hanya Presiden dan menteri-menterinya saja. Beroposisi berarti ikhlas berada di luar pemerintahan secara total dan sepenuh hati, sehingga tidak lagi menempatkan kader partai dalam semua struktur pemerintahan. Bila partai masih duduk di dalam struktur pemerintahan di level manapun, maka kolaborasi haruslah menjadi jawaban untuk pembangunan Indonesia Raya. Dan, oposisi bukanlah solusi atau jawaban. Artinya, semangat beroposisi haruslah diikuti dengan implementasi nyata dilapangan, yaitu tidak menempatkan seorang kader pun di dalam strukur pemerintahan secara luas, dan tidak sekedar beroposisi dalam kata-kata.

Perbedaan itu kreatif dan kolaborasi mampu mengalir dalam perbedaan. Dalam kolaborasi, perbedaan tidak menciptakan jurang pemisah, tetapi menciptakan jembatan penghubung yang kreatif. Dalam aliran kolaborasi, perbedaan menjadikan kehidupan mampu memperluas cara berpikir; mengurangi rangsangan emosi negatif; mempertinggi kapasitas untuk belajar dan memperbaiki diri; membangun ketahanan diri dan meningkatkan kerja sama; menguatkan kemampuan beradaptasi; menguatkan koordinasi; dan menguatkan kualitas pelayanan. Berkolaborasi membangun Indonesia Raya berarti menyatukan setiap potensi dan kekuatan, walaupun hidup di dalam keragaman dan perbedaan, untuk secara bersama-sama memberikan hasil strategis bagi masa depan bangsa yang hebat.

Bangsa yang besar hidup saling mempercayai. Peradaban yang baik berbudaya etis dan integritas. Setiap pemimpin yang etis pasti mampu menyampaikan kepada warga negara, tentang cara bersatupadu membangun Indonesia Raya. Pasti mampu menunjukkan kepada warga negara bahwa mereka layak dipercaya; mampu memenuhi harapan warga negara; serta dapat diandalkan dalam membangun Indonesia Raya yang kuat, aman, damai,dan sejahtera.

Setiap pemimpin harus bersedia untuk memberikan niat baik bagi bangsa, walau berbeda keyakinan dan visi. Niat baik itu harus berwujud perbuatan baik, dan tidak sebatas dalam kata-kata. Menempatkan diri dalam tanggung jawab yang lebih luas daripada sebatas ambisi pribadi, adalah sebuah perbuatan baik yang menjadikan pemimpin dipercaya.

Walaupun berbeda persepsi dan keyakinan politik, tetapi jadikan diri sebagai energi positif, yang ikhlas berbagi sumber daya untuk kemajuan bangsa. Berikan akses untuk kemajuan Indonesia Raya. Temukan masukan bagi kemajuan Indonesia Raya. Biarkan kreativitas menjadi kekuatan yang mempengaruhi kemajuan. Jadilah terbuka dan bersatulah untuk mengembangkan tujuan bersama menuju Indonesia Raya yang kaya, sejahtera, unggul, kuat, aman, damai.

Berkolaborasi membangun Indonesia Raya berarti melakukan hal-hal baik untuk kemajuan bangsa; jujur dan tidak berbohong dalam aliran kolaborasi; meningkatkan kualitas keterampilan, kemampuan melakukan tugas, serta cerdas menetapkan harapan yang jelas dan mampu dikerjakan; memiliki empati dan cerdas sosial, sehingga mampu melayani kebutuhan sosial dengan berkualitas.

Kerendahan hati pemimpin mendorong pengikutnya menjadi bertanggung jawab. Membangun Indonesia Raya merupakan tugas setiap warga negara, dan para pemimpin haruslah memberikan pengaruh positif, perilaku etis, perbuatan penuh integritas, dan mendorong para pengikut untuk menjadi energi positif, yang berkarya demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com