KEKALAHAN ADALAH HADIAH UNTUK MEMPERSIAPKAN KEMENANGAN

“Menang dan kalah tidak hanya sebatas angka dan piala, tetapi lebih luas ada di dalam hati yang ikhlas dan pembelajar.”~Djajendra

Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Jangan terlalu ngotot dan bernafsu untuk menang. Kalah juga adalah sebuah kemenangan untuk lebih rendah hati dan mau belajar dari keikhlasan. Bila hati tidak ikhlas, maka kecemasan akan menguasai diri, dan menciptakan berbagai skenario negatif, sehingga diri kehilangan kendali untuk menang di lain waktu. Kemenangan abadi hanya dimiliki oleh hati yang ikhlas dan belajar. Bila hati tidak ikhlas dan selalu dikuatkan dengan ambisi untuk berkuasa, maka diri tidak akan pernah mendapatkan kemenangan sejati.

Ketika sedang kalah tersenyumlah dan sadarlah bahwa Anda sedang dalam posisi untuk mempersiapkan kemenangan di waktu berikut. Hari ini pertandingan sudah selesai, dan masih ada pertandingan di waktu-waktu berikut. Selama jam masih berputar, selama matahari masih terbit, selama orang-orang semakin kreatif, maka pertandingan-pertandingan berikut pasti lebih seru dan lebih ramai. Jadi, persiapkan dirimu untuk pertandingan berikut, lupakan kekalahanmu pada hari ini, tetapi ingatlah pengalaman-pengalaman yang menyenangkan di sepanjang kompetisi yang sudah engkau lalui.

Kemenangan sejati hanya dimiliki oleh hati yang ikhlas dan penuh pembelajaran. Jangan sampai dirimu terganggu atau merasa kalah hanya oleh angka-angka yang lebih rendah. Hidup itu proses. Menang dan kalah hanyalah sebuah persepsi dari proses yang sedang berjalan. Menang dan kalah tidak hanya sebatas angka dan piala, tetapi lebih luas ada di dalam hati yang ikhlas dan pembelajar.

Apa yang benar dan apa yang tidak benar haruslah dalam kewajaran sosial, dan bukan ditentukan oleh kewajaran diri sendiri.

Bila dirimu sedang kalah, maka berkacalah di dalam kebaikan, dan perbaiki segera apa-apa yang terlihat kurang dari dirimu. Jangan menyalahkan orang yang mengalahkanmu, jangan mencari-cari penyebab yang membuatmu tidak menang, dan jangan menjadi marah karena engkau tidak menang. Jiwa besarmu pasti meningkatkan kehormatanmu, dan jiwa kerdilmu pasti menjadikan dirimu dilupakan oleh kemenangan untuk selamanya.

Berfokuslah pada kebaikan, dan bukan pada apa yang tidak didapatkan. Kebaikan meminimalkan reaksi awal yang panik dan kecewa. Kebaikan membantu diri mengatasi rasa malu dan takut. Kebaikan mengandung energi positif, yang dapat menjadi sahabat untuk mempersiapkan kemenangan di lain waktu.

Kekalahan dalam sebuah kompetisi bukanlah kehilangan. Jadi, tidak perlu takut kehilangan, tetapi harus lebih memberdayakan potensi dan sumber daya dengan perilaku optimis. Kuatkan orang-orang di sekitar dengan kompetensi dan kualitas, lalu siapkan sistem yang bisa mengantar Anda menjadi pemenang.

Jangan berfokus pada apa yang membatasi keyakinan Anda, tetapi berfokuslah pada apa yang memperluas keyakinan Anda, sehingga Anda dapat bergerak dan berinteraksi dalam dimensi yang lebih luas untuk menemukan kemenangan.

Di dalam kekalahan ada hadiah tersembunyi untuk meningkatkan kualitas batin. Jangan menjadikan kekalahan sebagai situasi yang menyedihkan, belajarlah darinya, dan pahami semua peristiwa, masalah, tantangan, perilaku, serta realitas-realitas yang tidak sesuai dengan rencana dan harapan.

Bila kekalahan disikapi dengan panik, maka Anda tidak mungkin melihat cahaya terang untuk kemenangan batin Anda. Hidup adalah sekolah yang penuh harapan, diperlukan batin yang kaya dengan kebaikan, sehingga semua pelajaran dari kehidupan dapat diterima untuk memperkaya kualitas diri.

Kalah dan menang hanyalah bagian dari perjalanan hidup, yang harus dapat dilewati dengan damai dan tenang. Jangan menjadikan kekalahan sebagai sesuatu yang mengerikan, dan jangan juga menjadikan kemenangan sebagai kesenangan yang berlebihan. Menang dan kalah hanyalah persepsi, dan selebihnya merupakan pengalaman hidup yang boleh dirasakan sesuai kebutuhan hati nurani.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com