INSPIRASI DAN MOTIVASI 21 08 2014

Business Ethics- Djajendra
Hati yang ikhlas mampu melakukan segala sesuatu dengan penuh empati, kesadaran, cinta, pengertian, dan rasa syukur.~Djajendra

Hidup bahagia itu bukan tentang menjadi sempurna. Ini tentang keikhlasan, rasa syukur, penerimaan, melepaskan, merangkul, tidak menghakimi, dan menjadikan diri yang utuh dengan hati nuraninya.~Djajendra

Para pemenang siap menerima realitas, walau realitas itu menjadikannya tidak menang. Dan, mereka tidak akan tersakiti olehnya, tetapi akan bangkit dan bergerak untuk mendapatkan kemenangan pada pertandingan berikutnya.~Djajendra

Tekad yang penuh semangat, dan sikap yang benar, menjadikan segala sesuatu dapat dikerjakan dengan baik.~Djajendra

Ketika Anda menyalahkan ketidakbahagiaan Anda, dan sangat rajin untuk mencari penyebab yang menjadikan Anda tidak bahagia, maka selamanya Anda sulit menemukan bahagia. Sebab, bahagia tidak dihasilkan dari menyalahkan sesuatu, tetapi dari menerimanya dengan penuh syukur dan pengertian.~Djajendra

Jika tidak mengambil peran aktif untuk memperbaiki kualitas diri, maka diri benar-benar menjadi bagian dari masalah, yang menghambat karir masa depan.~Djajendra

Ketika seseorang mengeluh, maka harus dipelajari apa keluhannya. Bila keluhannya adalah hasil dari konsekuensi yang diterima karena perbuatan sebelumnya, maka dia harus sadar untuk memperbaiki diri dan menerima konsekuensi dengan ikhlas. Tetapi, bila keluhan tersebut bersumber dari perbuatan orang lain kepadanya, maka dia harus berlatih menjadi kekuatan sendiri, tanpa menggantungkan hidupnya pada kekuatan di luar dirinya.~Djajendra

Perilaku baik dihasilkan dari pikiran baik, kesadaran moral, hati nurani, dan keikhlasan hati, untuk menghormati orang lain dengan kapasitas integritas diri yang konsisten.~Djajendra

Sistem komunikasi dalam organisasi haruslah sebuah jembatan yang dapat mempertemukan beragam perilaku, pola pikir, dan keyakinan di dalam satu frekuensi yang taat kepada kebaikan. Sistem komunikasi tidaklah boleh sebuah dinding yang membatasi pertemuan keberagaman. Sebab, komunikasi akan digantikan dengan konflik yang tak pernah selesai.~Djajendra

Orang-orang yang paling etis dan paling jujur pun berpotensi membuat keputusan etis yang buruk. Secara normatif, etika bisnis terlihat mudah untuk dijalankan, tetapi secara realitas tidaklah demikian. Sangat banyak persyaratan yang diperlukan agar kualitas diri seseorang bisa menjalankan kode etik perusahaan. Diperlukan kepribadian yang rendah hati, akuntable, penuh integritas, cerdas emosi, dan selalu menghitung risiko sebelum membuat keputusan etis, menjadi syarat minimal untuk membuat keputusan etis yang baik. ~Djajendra

jika Anda mengabaikan kesalahan-kesalahan kecil, mengabaikan aturan dan menciptakan lingkungan kerja tanpa kepatuhan, maka sifat tidak baik akan tumbuh, lalu mengarahkan organisasi untuk berbuat berbagai perilaku tidak etis yang serius. ~Djajendra

Kode etik perusahaan selalu memuliakan lingkungan kerja, menjadikan kehidupan bersama dalam perusahaan saling percaya, dan dijauhkan dari perilaku melanggar hukum .~Djajendra

Masyarakat merdeka selalu patuh hukum dan taat etika. Masyarakat merdeka memiliki kode moral yang memuliakan semua orang, dan semua bangsa. Masyarakat merdeka selalu peduli, setiap perilakunya mengandung cinta dan kasih sayang.~Djajendra

Bangsa merdeka memiliki masyarakat bebas yang berbudaya damai, aman, bahagia, sejahtera, dan penuh kasih.~Djajendra

Merdeka hanya ada di negeri yang damai. Merdeka hanya ada di negeri yang bebas dan berdemokrasi. Merdeka hanya ada di negeri yang rakyatnya aman, sejahtera, dan penuh bahagia. Merdeka tidak pernah menyerahkan kebebasannya untuk hal apapun. Merdeka hanya tunduk pada cinta, kemanusiaan dan kedamaian.~Djajendra

Gunakan energi dan sumber daya Anda untuk melayani tujuan hidup Anda. Jangan sia-siakan energi, waktu, dan sumber daya Anda untuk memberikan perhatian kepada hal-hal yang melemahkan hidup Anda.~Djajendra

Mengkritik, mempersoalkan, dan merasa kecewa akan menguras energi sukses, dan menjadikan diri lemah dalam menghadapi keadaan.~Djajendra

Hidup bukanlah untuk berbagi kelemahan dan kekurangan. Hidup adalah untuk berbagi kebaikan dan kedamaian. Tidak perlu menjadikan diri sekedar fokus untuk mencari berbagai kekurangan dan kelemahan. Fokuskan hidup untuk menemukan dan menciptakan hal-hal hebat, supaya dirimu dapat menciptakan kebahagiaan bagi kehidupan.~Djajendra

Menerima keadaan hidup bukan berarti menyerah, tetapi menyiapkan diri untuk menghadapi keadaan, dan meningkatkan kualitas diri untuk memutuskan langkah-langkah berikut sesuai harapan.~Djajendra

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com