PERUBAHAN MEMERLUKAN PEMIMPIN, MANAJER, KOLABORASI, DAN PRAKTEK MANAJEMEN YANG MENGUATKAN PERUBAHAN

PERUBAHAN MEMERLUKAN PEMIMPIN, MANAJER, KOLABORASI, DAN PRAKTEK MANAJEMEN YANG MENGUATKAN PERUBAHAN

“Dalam perubahan pasti ada pihak-pihak yang sudah nyaman atau sedang menikmati keuntungan dari cara-cara lama, mereka ini pasti marah atau tidak senang dengan perubahan. Orang-orang yang tidak senang dengan perubahan, biasanya tidak akan tinggal diam, mereka akan mencari seribu satu cara untuk menggagalkan perubahan.”~Djajendra

Perubahan bukanlah persoalan sederhana, sangat banyak kebiasaan dan perilaku yang harus dirubah, sehingga orang-orang selalu menjadi tidak siap dengan perubahan yang mulai dijalankan. Padahal perubahan dibutuhkan untuk dapat menjawab tantangan, sekaligus bergerak ke arah yang lebih kreatif dan produktif. Perubahan yang hebat pasti dipimpin oleh orang-orang hebat dan berani mengambil risiko. Biasanya, mereka yang hebat ini tidak akan ragu atau takut, untuk memotivasi setiap orang agar selalu siap dengan perubahan.

Perubahan yang hebat didasarkan pada perilaku dan sikap yang antusias untuk hal-hal baru, kesiapan untuk berkolaborasi di dalam praktek manajemen yang memberdayakan setiap potensi organisasi, serta kemampuan setiap orang untuk memimpin diri sendiri dengan kekuatan moral dan etika.

Perubahan tidak hanya harus kuat secara konsep dan kata-kata yang menginspirasi. Perubahan harus bertindak dengan melibatkan setiap orang, untuk secara bersama-sama menjadi agen perubahan yang dikehendaki; perubahan harus mengalir dengan sempurna di dalam sistem kerja, proses kerja, unit kerja, dan di setiap sub bagian kerja organisasi; perubahan harus mengalir di dalam etos kerja, sehingga orang-orang dapat merasakan perubahan, saat sedang melakukan tugas dan pekerjaan; perubahan harus dapat dirasakan dalam hubungan satu sama lain di dalam proses dan sistem kerja; perubahan harus dapat menyatukan dan menjadikan hierarki organisasi cerdas berkolaborasi dan bertransformasi sesuai arah perubahan; perubahan harus membiasakan semua orang untuk merasakan bahagia dengan hal-hal baru; perubahan harus mengekspresikan perjalanan menuju masa depan, dengan menuntaskan misi di dalam proses dan etos yang hebat.

Perubahan sulit dilakukan bila orang-orang takut dengan sesuatu yang belum dikenal; perubahan sulit dilakukan bila belum apa-apa sudah merasakan tidak nyaman dengan sesuatu yang belum diketahui; perubahan sulit dilakukan bila konflik kepentingan menjadi sangat kuat, dan tidak menginginkan perubahan itu terjadi; perubahan sulit dilakukan bila orang-orang tidak ikhlas dan tulus dalam mempersiapkan kualitas dan kompetensinya untuk sebuah perubahan; perubahan sulit dilakukan bila kekuatan anti perubahan berkolaborasi untuk mencegah perubahan yang dikehendaki; perubahan dapat dilakukan bila kekuatan perubahan lebih kuat dan unggul daripada kekuatan anti perubahan.

Kepemimpinan yang kuat dan dipercaya dapat memberikan respon untuk melawan kekuatan anti perubahan. Seperti diketahui, dalam setiap perubahan pasti ada pihak-pihak yang sudah nyaman atau sedang menikmati keuntungan dari cara-cara lama, dan mereka ini pasti marah atau tidak senang dengan perubahan. Orang-orang yang tidak senang dengan perubahan, biasanya tidak akan tinggal diam, mereka akan mencari seribu satu cara untuk menggagalkan perubahan. Di sinilah dibutuhkan seorang pemimpin bermental hebat dan yang siap melawan pasukan anti perubahan; pemimpin yang rendah hati dan selalu terlibat untuk berada di garis paling depan perubahan; pemimpin yang memberdayakan setiap orang untuk siap dan membantu perubahan yang diinginkan; pemimpin yang banyak akal untuk mencegah niat tidak baik dari pasukan anti perubahan.

Perubahan membutuhkan peran dan kekuatan dari manajemen, manajer, dan kepemimpinan yang konsisten berjuang untuk perubahan. Setiap kekuatan di dalam organisasi haruslah bersatupadu, dan saling menyeimbangkan peran masing-masing untuk mencapai perubahan yang diinginkan. Setiap peran dan kekuatan organisasi harus dapat bertindak dengan efektif, produktif, efisien, adil, terbuka, etis, dan mencapai yang terbaik dari sumber daya yang dimiliki organisasi.

Kepemimpinan haruslah menjadi pusat dari proses yang mempengaruhi perubahan. Setiap individu harus dilibatkan untuk aktif melakukan perubahan, dan semuanya diawasi dengan manajemen pengawasan yang andal. Pemimpin tidak boleh membiarkan kekuatan anti perubahan, apalagi memberinya ruang untuk tumbuh dan berkembang. Intinya, kekuatan anti perubahan merupakan musuh yang harus dilawan dan dijadikan sebagai kekuatan untuk perubahan organisasi.

Perubahan membutuhkan kepemimpinan yang andal, yang cerdas menginspirasi dan memberikan pencerahan; yang bersikap aktif dan memahami realitas di lapangan; yang mampu membangkitkan semangat, menciptakan kegembiraan, menguatkan komitmen, mengembangkan pilihan dan solusi; yang mampu menyatukan orang-orang dengan empati dan toleransi, untuk bersatupadu di dalam perubahan; yang mampu menyemangati orang-orang, untuk selalu berdaya tahan, dan siap mengindentifikasi semua tantangan yang mencoba menghambat perubahan tersebut; yang mampu memimpin dengan mempengaruhi setiap orang, membimbing semua orang menuju arah perubahan, dan mengajak setiap orang untuk bertindak dan berperilaku sesuai semangat perubahan.

Manajer harus menjadi energi positif yang membantu kepemimpinan untuk mewujudkan perubahan. Manajer adalah orang-orang yang memimpin ditingkat pelaksana; ditingkat pengelolaan; ditingkat pengawasan; ditingkat pengorganisasian; ditingkat perencanaan. Intinya, manajer harus gesit dan lincah bergerak di dalam kolaborasi organisasi, dan cepat membantu kebutuhan pemimpin, untuk memberikan daya dan energi positif bagi perubahan.

Manajer dan pemimpin harus saling menguatkan dan menjadikan kekuatan bersama sebagai realitas yang mempercepat perubahan. Soliditas dan kolaborasi antara manajer dan kepemimpinan dapat merangsang semangat staf, untuk mendukung perubahan dengan sepenuh hati. Pemimpin dan manajer harus secara bersama-sama menyiapkan gaya dan perilaku yang dibutuhkan di dalam perubahan yang diinginkan, sehingga perubahan dapat menyesuaikan realitasnya dengan perilaku dan gaya yang tersedia. Manajer harus cerdas memberdayakan staf mereka masing-masing melalui tindakan yang terfokus pada perubahan.

Perubahan membutuhkan hal-hal yang memberdayakan kekuatan perubahan, dan melemahkan kekuatan yang anti perubahan. Setiap pihak yang takut perubahan harus disadarkan menjadi lebih siap untuk berubah. Perubahan membutuhkan pengorbanan di hari ini demi masa depan yang lebih baik.

Perubahan membutuhkan kesiapan dan fokus yang tinggi. Setiap pemimpin, manajer, dan staf harus merasa di dalam perubahan dan menikmati perubahan dengan bahagia. Setiap orang dengan rendah hati mau diberdayakan; mau mendengarkan; mau belajar; mau menerima kritik; mau berkontribusi dengan efektif; mau berhubungan dengan masalah, lalu dengan penuh semangat mencari solusi yang tepat; mau memahami realitas sosial, serta menyesuaikan perubahan agar tidak bertentangan dengan persepsi sosial.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

Iklan

PELATIHAN MOTIVASI PELAYANAN DAN PENINGKATAN KINERJA UNTUK KARYAWAN HOTEL 4 JAM

PELATIHAN MOTIVASI PELAYANAN DAN PENINGKATAN KINERJA UNTUK KARYAWAN HOTEL 4 JAM

MELAYANI DENGAN HATI DAN MENINGKATKAN KINERJA UNTUK KARYAWAN HOTEL

DESKRIPSI

Pelayanan hotel bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan, yang membuat tamu selalu rindu dan ingin menginap kembali. Dan juga, membuat tamu menjadi marketing yang memberitahu teman-teman mereka, kolega, dan kerabatnya, untuk menginap di hotel yang dirasakan pelayanannya luar biasa menyenangkan.

Program Motivasi Pelayanan dan Peningkatan Kinerja selama 4 jam, dengan tema “Melayani dengan Hati dan Meningkatkan Kinerja”, dirancang untuk memberikan motivasi dan pencerahan dibidang pelayanan dan kinerja bagi karyawan hotel. Program ini dimaksudkan untuk memotivasi karyawan menjadi lebih tulus dan ikhlas bekerja, lebih meningkatkan kerja sama di dalam pelayanan, lebih cerdas emosi, lebih meningkatkan kinerja dan disiplin, lebih termotivasi untuk memiliki sikap dan perilaku yang ramah-tamah, lebih andal dan unggul dengan karakter dan kepribadian positif, berempati, jujur, intuitif, dan berkepribadian yang penuh tanggung jawab.

Reputasi sebuah hotel sangat ditentukan dari sikap, perilaku, pelayanan, dan kualitas yang diberikan kepada para tamu dan wisatawan. Merupakan tugas utama dari manajemen dan staf hotel, untuk memberikan pelayanan yang penuh empati dan kebaikan. Tidak hanya menjadi tugas frontliner (staf garis depan) untuk tersenyum dan melayani dengan penuh empati, dan keaslian jati diri. Tetapi, juga menjadi tugas karyawan back office, untuk menjadi pendukung yang tangguh, sehingga frontliner dapat memberikan yang terbaik dan berkualitas kepada para tamu hotel.

Sikap dan perilaku yang ceria merupakan jati diri bisnis hotel. Setiap karyawan hotel harus memiliki kepribadian yang baik, tulus, ikhlas, penuh humor, memberikan perhatian yang detail, praktis, tindaklanjut yang dinamis dan efisien, serta membuat tamu selalu merasa nyaman dan penting.

Pelayanan berkualitas dimulai dengan memfokuskan energi positif kolektif manajemen dan karyawan untuk meningkatkan kinerja. Setiap staf harus cerdas mengalir di dalam proses pelayanan, mulai dari proses check in, proses tinggal di hotel, sampai dengan proses check out. Semua proses tersebut wajib dilayani dengan sepenuh hati yang terfokus , ramah, cepat, dan penuh sikap baik.

Peningkatan kinerja hotel membutuhkan perilaku kerja kolektif, yang menempatkan visi hotel di atas kepentingan pribadi. Lalu, cerdas berbagi tujuan, bekerja sama, menerima satu sama lain, menerima perbedaan, bersatupadu dalam kolaborasi. Dan juga, membangun fondasi kerja tim di atas kejujuran, akuntabilitas, karakter, integritas, keyakinan, cinta, dan kesetiaan; serta mampu mengendalikan energi egois di tengah kerja sama tim untuk memberikan pelayanan terbaik bagi tamu hotel.

Program empat jam ini memotivasi peserta untuk berada dalam perspektif yang sama, sehingga dapat saling menguatkan efektivitas dan produktivitas kerja masing-masing. Dan juga, selalu meningkatkan pemahaman bersama untuk benar-benar mencapai kinerja terbaik dengan cara-cara berkualitas.

TUJUAN

  1. Pelayanan dengan kepribadian yang ceria dan positif
  2. Kualitas kerja individu untuk mencapai kinerja terbaik
  3. Berkinerja dan membuat tamu merasa nyaman dan penting
  4. Hubungan kerja yang profesional di internal perusahaan
  5. Bekerja dengan tulus, ikhlas, andal, disiplin, dan produktif
  6. Terampil, intuitif, cepat, melayani, menyelesaikan, dan berkomitmen untuk lebih baik

METODOLOGI PELATIHAN

Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Brainstorming, Icebreaker

HASIL AKHIR PELATIHAN/OUTPUT

  1. Menjadi pribadi yang hadir, tersedia, bersikap baik, terhubung dengan pelanggan secara etis dan profesional
  2. Menjadi energi support untuk memaksimalkan kinerja perusahaan
  3. Menjadi lebih cerdas emosi, berempati, intuitif, ceria, dan berkepribadian yang melayani
  4. Melayani dengan detail, praktis, dan membuat tamu merasa nyaman dan penting
  5. Berkomunikasi dengan kata-kata, bahasa tubuh, dan parabahasa yang etis dan melayani
  6. Bekerja dengan tulus, ikhlas, dan berkualitas
  7. Selalu termotivasi untuk memberikan yang terbaik
  8. Bertanggung jawab dan memiliki disiplin untuk menuntaskan pekerjaan

GARIS BESAR MATERI PEMBAHASAN SELAMA 4 JAM

TEMA: MELAYANI DENGAN HATI DAN MENINGKATKAN KINERJA

Sub Bahasan

  1. Meningkatkan keandalan diri untuk menjadi lebih profesional di tempat kerja
  2. Kompeten, produktif, efektif, konsisten, berkualitas, mampu, tegas, hormat, patuh, disiplin, dan mengalir di dalam proses kerja
  3. Mengembangkan dan meningkatkan sikap, perilaku, dan mental positif
  4. Mengelola, mencegah, menyelesaikan potensi konflik
  5. Mengelola stres dan marah dengan emosi cerdas
  6. Menjaga suasana hati yang baik dalam setiap interaksi dan komunikasi
  7. Memahami persepsi, logika berpikir, kepercayaan, dan keyakinan lawan bicara
  8. Memberikan pelayanan unggul dari hati yang ikhlas dan tulus
  9. Meningkatkan kinerja dan menjadi lebih produktif
  10. Pelayanan yang membuat pelanggan merasa nyaman dan penting
  11. Menjadi energi positif dalam aliran proses kerja dan proses pelayanan pelanggan

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 8777 083
Fax: (021) 5738105
Website:http://djajendra-motivator.com
E-mail:training@djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 28 08 2014

Reaksi marah adalah lahan untuk disusupi oleh berbagai kepentingan negatif. Marah yang diperpanjang akan melemahkan diri, dan berpotensi dimanfaatkan oleh kekuatan negatif agar mereka tetap eksis.~Djajendra

Kekuasaan yang mau belajar dan berubah pasti menguat. Walaupun hari ini kekuasaan yang Anda miliki tidak kuat; tetapi, bila Anda rendah hati, melayani, dan fokus pada energi positif untuk perbaikan dan kemajuan; maka, dari waktu ke waktu, kekuasaan Anda akan menjadi sangat kuat, dan sulit untuk dikendalikan oleh lawan-lawan Anda. Sebab, kekuatan sosial yang lebih besar akan menjadi sahabat dari kekuasaan Anda, sehingga tidak ada kekuatan kelompok yang mampu mengganggu misi dan visi Anda.~Djajendra

Jangan menahan perasaan, nanti dia memberontak dan menyakiti Anda. Lepaskan perasaan dan terima realitas dengan senang. Biarkan hidup mengalir semaunya, dan fokuskan energi baik untuk melakukan segala sesuatu yang Anda inginkan. ~Djajendra

“Masa lalu hanya ada dalam ingatan, masa depan hanya dalam rencana. Saat ini hanyalah realitas. “~ Robert Pirsig

Di mana ada uang, di mana ada kekuasaan, di mana ada wewenang, di mana ada proyek, maka di situ beragam kepentingan pasti hadir. Beragam kepentingan ini hadir bersama energi baik dan energi tidak baik. Energi baik bekerja dengan integritas dan tata kelola yang etis, sedangkan energi tidak baik bekerja dengan niat, untuk mengambil keuntungan pribadi dan merugikan kepentingan yang lebih besar.~Djajendra

Keberadaan whistleblower merupakan rahasia perusahaan; whistleblower seperti agen rahasia yang bekerja tanpa memperlihatkan keberadaannya; whistleblower adalah senjata rahasia perusahaan dibidang pengawasan, dan berperan melaporkan berbagai perbuatan tidak etis atau kecurangan.~Djajendra

“Ketika kebaikan ingin ditegakkan dengan penuh tanggung jawab, maka whistleblower dapat dijadikan sebagai kekuatan yang melengkapi ketangguhan manajemen pengawasan.”~Djajendra

Menerima dengan ikhlas menjadikan diri mudah menemukan hal-hal yang diinginkan. Banyak jawaban dan solusi akan hadir saat Anda bersyukur dan menerima kehidupan. Menerima kehidupan secara total berarti Anda ikhlas untuk menerima beragam perilaku, menerima hal-hal yang bertolakbelakang dengan persepsi dan keyakinan Anda, menerima kebenaran orang lain tanpa menghakimi mereka. Dengan menerima Anda melepaskan ego dan kepentingan diri sendiri.~Djajendra

Kehidupan tidak bisa dipaksa. Kehidupan memiliki matanya sendiri untuk bergerak membawa Anda. Anda berhak memiliki harapan, tetapi kehidupan memiliki kuasa penuh untuk memaksa Anda sesuai kehendaknya. Anda berhak menciptakan jalan dengan segala harapan, tetapi kehidupan lebih mengetahui arah takdir Anda. Ikuti jalan kehidupan dan ikhlaskan impian sesuai kehendaknya.~Djajendra

Bangsa yang besar hidup saling mempercayai. Peradaban yang baik berbudaya etis dan integritas. Setiap pemimpin yang etis pasti mampu menyampaikan kepada warga negara, tentang cara bersatupadu membangun Indonesia Raya. Pasti mampu menunjukkan kepada warga negara bahwa mereka layak dipercaya; mampu memenuhi harapan warga negara; serta dapat diandalkan dalam membangun Indonesia Raya yang kuat, aman, damai,dan sejahtera.~Djajendra

Etika oposisi: Bagaimana mungkin menjadi oposisi bila partai sudah memiliki Bupati, Walikota, Gubernur, dan hanya tidak memiliki Presiden dari partainya? Apanya yang mau dioposisikan kalau partai sudah memiliki kekuasaan dalam berbagai struktur di pemerintahan? Bupati itu pemerintah, Walikota itu pemerintah, Gubernur itu pemerintah. Jadi, pemerintah itu bukan hanya Presiden dan menteri-menterinya saja. ~Djajendra

Ketika Anda sedang melintasi jalan kehidupan yang sangat terjal; jalan kehidupan yang banyak tantangan; jalan kehidupan yang penuh ketidakpastian; dan jalan kehidupan yang kaya risiko; maka, Anda sedang membentuk karakter diri yang lebih tangguh. Optimislah dan tetap bahagia saat sedang melewati segala jenis jalan kehidupan, karena kemenangan sedang menunggu di depan.~Djajendra

Bila kekalahan disikapi dengan panik, maka Anda tidak mungkin melihat cahaya terang untuk kemenangan batin Anda. Hidup adalah sekolah yang penuh harapan, diperlukan batin yang kaya dengan kebaikan, sehingga semua pelajaran dari kehidupan dapat diterima untuk memperkaya kualitas diri.~Djajendra

Jangan berfokus pada apa yang membatasi keyakinan Anda, tetapi berfokuslah pada apa yang memperluas keyakinan Anda, sehingga Anda dapat bergerak dan berinteraksi dalam dimensi yang lebih luas untuk menemukan kemenangan.~Djajendra

Berfokuslah pada kebaikan, dan bukan pada apa yang tidak didapatkan. Kebaikan meminimalkan reaksi awal yang panik dan kecewa. Kebaikan membantu diri mengatasi rasa malu dan takut. Kebaikan mengandung energi positif, yang dapat menjadi sahabat untuk mempersiapkan kemenangan di lain waktu. ~Djajendra

Menang dan kalah tidak hanya sebatas angka dan piala, tetapi lebih luas ada di dalam hati yang ikhlas dan pembelajar.~Djajendra

Selama jam masih berputar, selama matahari masih terbit, selama orang-orang semakin kreatif, maka pertandingan-pertandingan berikut pasti lebih seru dan lebih ramai. Jadi, persiapkan dirimu untuk pertandingan berikut, lupakan kekalahanmu pada hari ini, tetapi ingatlah pengalaman-pengalaman yang menyenangkan di sepanjang kompetisi yang sudah engkau lalui.~Djajendra

Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Jangan terlalu ngotot dan bernafsu untuk menang. Kalah juga adalah sebuah kemenangan untuk lebih rendah hati dan mau belajar dari keikhlasan. Bila hati tidak ikhlas, maka kecemasan akan menguasai diri, dan menciptakan berbagai skenario negatif, sehingga diri kehilangan kendali untuk menang di lain waktu. Kemenangan abadi hanya dimiliki oleh hati yang ikhlas dan belajar. Bila hati tidak ikhlas dan selalu dikuatkan dengan ambisi untuk berkuasa, maka diri tidak akan pernah mendapatkan kemenangan sejati.~Djajendra

Ketika bekerja dengan bahagia dan melaksanakan pekerjaan dengan sepenuh hati, maka rasa bahagia tersebut akan menggerakkan potensi diri ke arah kualitas dan kinerja tertinggi.~Djajendra

Hiduplah dengan apa yang Anda punya, jangan hidup dengan apa yang tidak Anda punya. Rangkullah sepenuhnya potensi dan kemampuan diri yang sudah Anda punya, jangan terlalu terfokus pada hal-hal yang belum Anda punya. Memiliki visi dan mimpi yang hebat itu bagus, tetapi lebih bagus lagi mengerjakan apa yang sudah ditangan dengan berkualitas.~Djajendra

Bisnis besar kami dalam hidup adalah tidak untuk melihat apa yang ada samar-samar di kejauhan, tetapi untuk melakukan apa yang ada jelas di tangan.~ Thomas Carlyle (Our grand business in life is not to see what lies dimly at a distance, but to do what lies clearly at hand.”~ Thomas Carlyle)

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

WHISTLEBLOWER MEMPERKUAT MANAJEMEN PENGAWASAN DAN MELINDUNGI INTEGRITAS ORGANISASI

WHISTLEBLOWER MEMPERKUAT MANAJEMEN PENGAWASAN DAN MELINDUNGI INTEGRITAS ORGANISASI

“Keberadaan whistleblower merupakan rahasia perusahaan; whistleblower seperti agen rahasia yang bekerja tanpa memperlihatkan keberadaannya; whistleblower adalah senjata rahasia perusahaan dibidang pengawasan, dan berperan melaporkan berbagai perbuatan tidak etis atau kecurangan.”~Djajendra

Whistleblower adalah sebutan untuk orang-orang yang mengungkapkan kejahatan dan perbuatan rahasia (persekongkolan) yang merugikan organisasi, perusahaan, instansi, negara, atau yang lainnya. Dalam kehidupan korporasi yang sehat peran whistleblower sangat diperlukan. Apalagi bila perusahaan berkomitmen untuk menjalankan tata kelola yang bersih; berkomitmen untuk menjalankan etika bisnis dengan jujur, maka kehadiran whistleblower menjadi keharusan agar manajemen pengawasan dapat dijalankan dengan baik.

Ketika good governance dan etika bisnis “kebaikan” ingin ditegakkan dengan penuh tanggung jawab, maka whistleblower dapat dijadikan sebagai kekuatan yang melengkapi ketangguhan manajemen pengawasan. Organisasi yang berniat dan berkomitmen sepenuh hati, untuk memberantas korupsi dan tindak pidana, sangat membutuhkan fungsi whistleblowing. Sistem whistleblowing di tempat kerja mampu mengungkapkan kesalahan dan kerusakan tata kelola, serta mampu mencegah perbuatan tidak bertanggung jawab dari orang-orang, yang suka mengabaikan tanggung jawab dan kejujuran demi kepentingan atau keuntungan pribadi.

Di dalam perusahaan yang berperilaku etis, biasanya whistleblower diberikan peran penting. Dalam hal ini, whistleblower diberikan tugas untuk mengungkapkan pelanggaran kode etik perusahaan, korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan kesalahan yang merugikan perusahaan. Whistleblower dilindungi dengan sistem, prosedur, dan budaya kerja, sehingga keberadaan fisik whistleblower tidak diketahui oleh siapapun di tempat kerja. Keberadaan whistleblower merupakan rahasia perusahaan; whistleblower seperti agen rahasia yang bekerja tanpa memperlihatkan keberadaannya; whistleblower adalah senjata rahasia perusahaan dibidang pengawasan, dan berperan melaporkan berbagai perbuatan tidak etis atau kecurangan.

Pekerjaan sebagai whistleblower tidaklah mudah, dan wajib dilindungi dengan penuh tanggung jawab. Bila identitas whistleblower diketahui oleh yang berbuat salah, maka keamanan whistleblower menjadi terancam. Biasanya, orang-orang yang terbiasa berbuat tidak baik, tidak akan segan untuk berbuat lebih tidak baik lagi dalam upaya menutupi perbuatan tidak etis sebelumnya. Jadi, bila perusahaan ingin menggunakan whistleblower untuk penguatan manajemen pengawasan, maka pekerjakanlah peran dan fungsi whistleblower ini secara underground atau di bawah tanah, supaya keberadaannya tidak terlihat atau tidak terlacak oleh siapapun.

Di mana ada uang, di mana ada kekuasaan, di mana ada wewenang, di mana ada proyek, maka di situ beragam kepentingan pasti hadir. Beragam kepentingan ini hadir bersama energi baik dan energi tidak baik. Energi baik bekerja dengan integritas dan tata kelola yang etis, sedangkan energi tidak baik bekerja dengan niat, untuk mengambil keuntungan pribadi dan merugikan kepentingan yang lebih besar. Dan di sinilah, peran whistleblower menjadi sangat penting agar kolusi dan korupsi yang bersatupadu di dalam kolaborasi oleh kekuatan energi tidak baik, dapat dicegah dan dihentikan segera, sehingga kerugian yang lebih besar dapat dihindarkan sejak dini.

Whistleblower harus bergerak lebih cepat untuk mendapatkan berbagai informasi dan memahami realitas tidak baik. Lalu, secepat mungkin melaporkannya secara rahasia kepada yang memberi tugas, sehingga pihak yang bertanggung jawab dapat segera mencegah berbagai kebocoran di dalam perusahaan.

Kadang-kadang, keserakahan dan perubahan niat oleh pemberi tugas, dapat mengkhianati pekerjaan whistleblower. Sebab, tidak ada jaminan bahwa seseorang yang hari ini berperilaku etis dan jujur, juga akan berperilaku etis dan jujur saat kepentingan pribadinya membuat integritasnya kepada perusahaan rapuh. Oleh karena itu, sistem yang melindungi whistleblower haruslah selalu diperhatikan dan diperkuat.

Perusahaan adalah tempat yang memberikan kehidupan ekonomi dan sosial kepada stakeholdernya, sehingga haruslah dikelola dengan penuh tanggung jawab dan juga dengan prinsip kehati-hatian. Setiap pelanggaran etika bisnis dan perbuatan yang mengancam eksistensi perusahaan, adalah perbuatan yang memungkinkan banyak orang kehilangan penghasilan dan kehidupan yang diberikan oleh perusahaan. Karyawan dan manajemen diberi makan oleh perusahaan, sehingga sangatlah wajar bila tata kelola perusahaan selalu dijaga di dalam kekuatan etis. Perilaku dan perbuatan etis menjadikan perusahaan kuat dan unggul, sehingga bisa terus-menerus secara berkelanjutan memberi makan dan kehidupan ekonomi lainnya kepada karyawan, manajemen, dan pemegang saham.

Keberadaan whistleblower dengan sistem whistleblowing yang kuat, akan menjadikan manajemen pengawasan berfungsi dengan sempurna. Tanpa manajemen pengawasan yang baik, perusahaan berpotensi disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab atau rendah integritasnya.

Whistleblower merupakan bagian terpenting dari implementasi good governance dan etika bisnis. Semakin kuat sistem whistleblowing, semakin kuat daya tahan perusahaan dalam menghadapi perilaku dan perbuatan tidak etis. Perusahaan yang kuat selalu menguatkan peran whistleblower agar mereka dapat menjalankan kode etik bisnis dengan penuh tanggung jawab.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

ISI SLIDE PRESENTASI UNTUK DICERITAKAN, BUKAN UNTUK DIBACAKAN

ISI SLIDE PRESENTASI UNTUK DICERITAKAN, BUKAN UNTUK DIBACAKAN

“Pembicara publik harus rajin mengembangkan pikiran dan wawasan, melihat dan merasakan realitas, tidak sekedar menguasai pengetahuan dan informasi, tetapi merasakan pengetahuan dan informasi yang dimiliki.”~Djajendra

Pembicara publik selalu hadir dihadapan orang banyak untuk menyampaikan cerita nyata dari hal-hal normatif. Karena cerita nyata itu hidup dan berkembang dari perubahan dan kreativitas, maka seorang pembicara publik haruslah menjadi pembelajar, yang fokus untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan wawasan agar dapat menceritakan realitas terbaru.

Kekuatan seorang pembicara publik ada pada gagasan dan pesan yang disampaikan. Bila gagasan dan pesan tersebut disampaikan dengan energi positif, karisma, detail, serta kehadiran yang penuh semangat dan antusias, maka presentasi tersebut menjadi menarik.

Cara berkomunikasi dan berinteraksi yang penuh empati pasti memudahkan pembicara untuk memahami realitas audiens. Pembicara harus cerdas sosial saat berinteraksi dengan audiens. Sebab, audiens berasal dari berbagai latar belakang dan beragam cara berpikir, sehingga diperlukan empati dan toleransi untuk bisa terhubung dengan mereka. Komunikasi dan interaksi dua arah akan menjadikan presentasi lebih hidup.

Pembicara publik harus mengalir di dalam realitas dan tidak boleh berhenti di dalam normatif. Biasanya semua materi presentasi berkekuatan normatif, tetapi isi normatif itu harus dapat menjawab realitas audiens sehari-hari. Untuk itu, pembicara harus rajin mengembangkan pikiran dan wawasan, melihat dan merasakan realitas, dan tidak sekedar menguasai informasi saja, tetapi merasakan informasi yang dimiliki.

Pembicara publik adalah pemimpin yang mengajar beragam karakter dan latar belakang audiens. Pengaruh dan pesan yang tepat dapat menjadikan audiens mengikuti kata-kata pembicara. Pembicara wajib menyiapkan dirinya untuk mengajar beragam orang dari berbagai organisasi, industri, jasa, dan publik. Pembicara wajib memahami, merasakan, menguasai, dan mengajarkan pengetahuan untuk semua jenis bisnis dan organisasi.

Setiap presentasi biasanya dilakukan dengan slide yang dirancang sesuai karakter pembicara. Isi slide presentasi merupakan inti pikiran yang menceritakan misi, termasuk memotivasi dan memberikan pencerahan untuk berbagai dimensi dari tema pembicaraan. Jumlah kata dalam slide presentasi dapat disesuaikan dengan luasnya pembahasan yang diinginkan pembicara. Pembicara berhak untuk menciptakan slide presentasi hanya dengan satu kata, lima kata, sepuluh kata, tiga puluh kata, dan seterusnya. Dan, tidak ada jumlah kata yang benar atau ideal, semuanya tergantung kepada rencana pembicara dengan slide presentasinya. Hal terpenting adalah bahwa kata-kata di dalam slide tersebut bukan untuk dibacakan, tetapi untuk diceritakan. Pembicara publik harus pandai bercerita dengan skenario yang tidak bertentangan dengan hal-hal normatif, juga mampu membuka ruang untuk hal-hal kreatif.

Slide presentasi sebagai bahan cerita wajib disampaikan dengan nada, volume, dan kecepatan suara yang mampu didengarkan dan dipahami oleh audiens. Kemampuan untuk menciptakan karakter diri dengan bahasa tubuh, karakter kata-kata yang diucapkan, dan ketegasan ekspresi diri dalam memperkuat pesan yang disampikan, akan menjadikan pembicara tampil kuat dihadapan audiens.

Pembicara publik yang baik selalu menyediakan waktu bagi audiens agar dapat berbagi cerita. Pembicaraan satu arah tidak memberi ruang untuk berbagi cerita. Oleh karena itu, pembicara harus siap berbagi panggung, berbagi cerita dan menjadikan audiens sebagai mitra diskusi dalam setiap sesi.

Untuk pelatihan hubungi http://www.djajendra-motivator.com

BERKOLABORASI MEMBANGUN INDONESIA RAYA

“Setiap pemimpin harus bersedia untuk memberikan niat baik bagi bangsa, walau berbeda keyakinan dan visi. Niat baik itu harus berwujud perbuatan baik, dan tidak sebatas dalam kata-kata.”~Djajendra

Setiap warga negara yang baik pasti sepenuhnya hadir untuk membangun negerinya dengan ikhlas. Selalu sadar diri dan peka terhadap reaksi sosial, serta bertanggung jawab untuk menciptakan situasi bangsa yang damai dan tenang.

Para pemimpin harus siap terhubung untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan negera. Para pemimpin harus memotivasi pengikutnya dan berhubungan dengan lawan-lawan politiknya demi membangun Indonesia Raya. Para pemimpin harus mampu berkoordinasi dan berkolaborasi, untuk menuju tujuan bersama Indonesia Raya yang sejahtera dan merdeka, serta melengkapi pembangunan bangsa dan negara dengan energi cinta dan peduli.

Para pemimpin harus membantu pembangunan bangsa dan negara dengan menjadi sadar, untuk tidak menomorsatukan kepentingan pribadi dan kelompok. Tetapi, dengan sepenuh hati yang ikhlas menyiapkan kemampuan, kapasitas dan kompetensi dari para pengikutnya, untuk dapat memberikan kontribusi yang berkualitas kepada pembangunan Indonesia Raya.

Berkolaborasi membangun Indonesia Raya berarti setiap warga negara hadir dan menjadi sadar, untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan energi positif, dan berada di sini, di hati nurani Indonesia, untuk memberikan karya dan kerja yang berkualitas.

Energi baik di dalam diri tidak akan membuat jiwa tenggelam dalam dendam dan perbuatan tidak etis. Jiwa yang baik adalah jiwa positif yang cinta Indonesia Raya; jiwa yang pikirannya tidak terganggu oleh ambisi pribadi; jiwa yang emosinya tidak kewalahan oleh marah dan benci. Jiwa yang baik selalu menghormati hasil akhir kehendak rakyat dengan bahagia, walau dirinya tidak mendapatkan angka kemenangan, tetapi jiwanya menang karena berkontribusi untuk kemajuan demokrasi Indonesia Raya. Jiwa yang baik tidak akan menghakimi siapapun, dan selalu cerdas dalam memahami realitas sosial. Jiwa yang baik adalah jiwa yang membangun kebaikan, dan menghubungkan dirinya dalam aliran kolaborasi, untuk mengkontribusikan kebaikan bersama.

Jiwa yang merdeka selalu memiliki kecerdasan emosional; tidak memiliki kesulitan untuk mengakui kesalahan; selalu sadar diri untuk memberikan kasih sayang kepada kehidupan yang beragam dan berbeda; tidak tergoda oleh kekuasaan, uang, pengakuan, atau imbalan untuk kepentingan diri dan kelompok. Intinya, jiwa yang merdeka pasti siap untuk melayani bangsa dan negara dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Kolaborasi bangsa membutuhkan orang-orang yang dapat diandalkan dan dipercaya. Kolaborasi yang baik ditandai dengan hubungan positif yang saling terlibat, saling memperhatikan, saling percaya, saling menghormati, saling melayani, saling berbagi, dan saling menyatu di dalam kekuatan baik.

Setiap kekuatan politik dan non politik harus memberikan hubungan strategis, untuk dapat mengkontribusikan hasil strategis bagi pembangunan bangsa. Menyiapkan kapasitas yang lebih berkualitas untuk bekerja sama. Meningkatkan kemampuan baik untuk berbuat lebih banyak kebaikan, dan melakukannya dengan lebih berkualitas bagi kemajuan dan kesejahteraan warga negara. Jadi, setiap pemimpin politik wajib mengkoordinasikan kualitas kekuatan politiknya, untuk menjadi sebuah organisasi politik, yang memberikan kebaikan dan kesejahteraan bagi setiap warga negara.

Kolaborasi berarti jauh dari oposisi. Bagaimana mungkin menjadi oposisi bila partai sudah memiliki Bupati, Walikota, Gubernur, dan hanya tidak memiliki Presiden dari partainya di dalam struktur pemerintahan? Apanya yang mau dioposisikan kalau partai sudah memiliki kekuasaan dalam berbagai struktur di pemerintahan? Bupati itu pemerintah, Walikota itu pemerintah, Gubernur itu pemerintah. Jadi, pemerintah itu bukan hanya Presiden dan menteri-menterinya saja. Beroposisi berarti ikhlas berada di luar pemerintahan secara total dan sepenuh hati, sehingga tidak lagi menempatkan kader partai dalam semua struktur pemerintahan. Bila partai masih duduk di dalam struktur pemerintahan di level manapun, maka kolaborasi haruslah menjadi jawaban untuk pembangunan Indonesia Raya. Dan, oposisi bukanlah solusi atau jawaban. Artinya, semangat beroposisi haruslah diikuti dengan implementasi nyata dilapangan, yaitu tidak menempatkan seorang kader pun di dalam strukur pemerintahan secara luas, dan tidak sekedar beroposisi dalam kata-kata.

Perbedaan itu kreatif dan kolaborasi mampu mengalir dalam perbedaan. Dalam kolaborasi, perbedaan tidak menciptakan jurang pemisah, tetapi menciptakan jembatan penghubung yang kreatif. Dalam aliran kolaborasi, perbedaan menjadikan kehidupan mampu memperluas cara berpikir; mengurangi rangsangan emosi negatif; mempertinggi kapasitas untuk belajar dan memperbaiki diri; membangun ketahanan diri dan meningkatkan kerja sama; menguatkan kemampuan beradaptasi; menguatkan koordinasi; dan menguatkan kualitas pelayanan. Berkolaborasi membangun Indonesia Raya berarti menyatukan setiap potensi dan kekuatan, walaupun hidup di dalam keragaman dan perbedaan, untuk secara bersama-sama memberikan hasil strategis bagi masa depan bangsa yang hebat.

Bangsa yang besar hidup saling mempercayai. Peradaban yang baik berbudaya etis dan integritas. Setiap pemimpin yang etis pasti mampu menyampaikan kepada warga negara, tentang cara bersatupadu membangun Indonesia Raya. Pasti mampu menunjukkan kepada warga negara bahwa mereka layak dipercaya; mampu memenuhi harapan warga negara; serta dapat diandalkan dalam membangun Indonesia Raya yang kuat, aman, damai,dan sejahtera.

Setiap pemimpin harus bersedia untuk memberikan niat baik bagi bangsa, walau berbeda keyakinan dan visi. Niat baik itu harus berwujud perbuatan baik, dan tidak sebatas dalam kata-kata. Menempatkan diri dalam tanggung jawab yang lebih luas daripada sebatas ambisi pribadi, adalah sebuah perbuatan baik yang menjadikan pemimpin dipercaya.

Walaupun berbeda persepsi dan keyakinan politik, tetapi jadikan diri sebagai energi positif, yang ikhlas berbagi sumber daya untuk kemajuan bangsa. Berikan akses untuk kemajuan Indonesia Raya. Temukan masukan bagi kemajuan Indonesia Raya. Biarkan kreativitas menjadi kekuatan yang mempengaruhi kemajuan. Jadilah terbuka dan bersatulah untuk mengembangkan tujuan bersama menuju Indonesia Raya yang kaya, sejahtera, unggul, kuat, aman, damai.

Berkolaborasi membangun Indonesia Raya berarti melakukan hal-hal baik untuk kemajuan bangsa; jujur dan tidak berbohong dalam aliran kolaborasi; meningkatkan kualitas keterampilan, kemampuan melakukan tugas, serta cerdas menetapkan harapan yang jelas dan mampu dikerjakan; memiliki empati dan cerdas sosial, sehingga mampu melayani kebutuhan sosial dengan berkualitas.

Kerendahan hati pemimpin mendorong pengikutnya menjadi bertanggung jawab. Membangun Indonesia Raya merupakan tugas setiap warga negara, dan para pemimpin haruslah memberikan pengaruh positif, perilaku etis, perbuatan penuh integritas, dan mendorong para pengikut untuk menjadi energi positif, yang berkarya demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com

KEKALAHAN ADALAH HADIAH UNTUK MEMPERSIAPKAN KEMENANGAN

“Menang dan kalah tidak hanya sebatas angka dan piala, tetapi lebih luas ada di dalam hati yang ikhlas dan pembelajar.”~Djajendra

Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Jangan terlalu ngotot dan bernafsu untuk menang. Kalah juga adalah sebuah kemenangan untuk lebih rendah hati dan mau belajar dari keikhlasan. Bila hati tidak ikhlas, maka kecemasan akan menguasai diri, dan menciptakan berbagai skenario negatif, sehingga diri kehilangan kendali untuk menang di lain waktu. Kemenangan abadi hanya dimiliki oleh hati yang ikhlas dan belajar. Bila hati tidak ikhlas dan selalu dikuatkan dengan ambisi untuk berkuasa, maka diri tidak akan pernah mendapatkan kemenangan sejati.

Ketika sedang kalah tersenyumlah dan sadarlah bahwa Anda sedang dalam posisi untuk mempersiapkan kemenangan di waktu berikut. Hari ini pertandingan sudah selesai, dan masih ada pertandingan di waktu-waktu berikut. Selama jam masih berputar, selama matahari masih terbit, selama orang-orang semakin kreatif, maka pertandingan-pertandingan berikut pasti lebih seru dan lebih ramai. Jadi, persiapkan dirimu untuk pertandingan berikut, lupakan kekalahanmu pada hari ini, tetapi ingatlah pengalaman-pengalaman yang menyenangkan di sepanjang kompetisi yang sudah engkau lalui.

Kemenangan sejati hanya dimiliki oleh hati yang ikhlas dan penuh pembelajaran. Jangan sampai dirimu terganggu atau merasa kalah hanya oleh angka-angka yang lebih rendah. Hidup itu proses. Menang dan kalah hanyalah sebuah persepsi dari proses yang sedang berjalan. Menang dan kalah tidak hanya sebatas angka dan piala, tetapi lebih luas ada di dalam hati yang ikhlas dan pembelajar.

Apa yang benar dan apa yang tidak benar haruslah dalam kewajaran sosial, dan bukan ditentukan oleh kewajaran diri sendiri.

Bila dirimu sedang kalah, maka berkacalah di dalam kebaikan, dan perbaiki segera apa-apa yang terlihat kurang dari dirimu. Jangan menyalahkan orang yang mengalahkanmu, jangan mencari-cari penyebab yang membuatmu tidak menang, dan jangan menjadi marah karena engkau tidak menang. Jiwa besarmu pasti meningkatkan kehormatanmu, dan jiwa kerdilmu pasti menjadikan dirimu dilupakan oleh kemenangan untuk selamanya.

Berfokuslah pada kebaikan, dan bukan pada apa yang tidak didapatkan. Kebaikan meminimalkan reaksi awal yang panik dan kecewa. Kebaikan membantu diri mengatasi rasa malu dan takut. Kebaikan mengandung energi positif, yang dapat menjadi sahabat untuk mempersiapkan kemenangan di lain waktu.

Kekalahan dalam sebuah kompetisi bukanlah kehilangan. Jadi, tidak perlu takut kehilangan, tetapi harus lebih memberdayakan potensi dan sumber daya dengan perilaku optimis. Kuatkan orang-orang di sekitar dengan kompetensi dan kualitas, lalu siapkan sistem yang bisa mengantar Anda menjadi pemenang.

Jangan berfokus pada apa yang membatasi keyakinan Anda, tetapi berfokuslah pada apa yang memperluas keyakinan Anda, sehingga Anda dapat bergerak dan berinteraksi dalam dimensi yang lebih luas untuk menemukan kemenangan.

Di dalam kekalahan ada hadiah tersembunyi untuk meningkatkan kualitas batin. Jangan menjadikan kekalahan sebagai situasi yang menyedihkan, belajarlah darinya, dan pahami semua peristiwa, masalah, tantangan, perilaku, serta realitas-realitas yang tidak sesuai dengan rencana dan harapan.

Bila kekalahan disikapi dengan panik, maka Anda tidak mungkin melihat cahaya terang untuk kemenangan batin Anda. Hidup adalah sekolah yang penuh harapan, diperlukan batin yang kaya dengan kebaikan, sehingga semua pelajaran dari kehidupan dapat diterima untuk memperkaya kualitas diri.

Kalah dan menang hanyalah bagian dari perjalanan hidup, yang harus dapat dilewati dengan damai dan tenang. Jangan menjadikan kekalahan sebagai sesuatu yang mengerikan, dan jangan juga menjadikan kemenangan sebagai kesenangan yang berlebihan. Menang dan kalah hanyalah persepsi, dan selebihnya merupakan pengalaman hidup yang boleh dirasakan sesuai kebutuhan hati nurani.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com