KEANDALAN FRONTLINE MENINGKATKAN REPUTASI DAN KREDIBILITAS PERUSAHAAN

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

“Senyum, sikap baik, pelayanan dari hati, tanggung jawab, dan tindakan terpuji, merupakan perilaku utama dari para frontliner profesional.” ~ Djajendra

Frontliner bertugas untuk menyambut setiap stakeholders dengan sukacita dan penuh kebaikan. Sikap dan perilaku frontliner yang terkelola di dalam energi baik, menjadi syarat untuk peningkatan reputasi dan kredibilitas perusahaan.

Fungsi dan peran frontline sangatlah menentukan keberhasilan bisnis perusahaan yang berkelanjutan. Orang-orang yang bertugas sebagai resepsionis, satpam, customer service, penjual, customer care, customer relation, customer information desk, pelayan, dan semua bagian lain dari fungsi frontline merupakan pembawa citra baik perusahaan. Para frontliner sangat bertanggung jawab untuk menyambut, melayani, dan mengucapkan perpisahan dengan sikap baik.

Frontliner bertanggung jawab penuh untuk melayani stakeholders yang berkunjung langsung, ataupun yang dilayani melalui telepon, melalui email, termasuk yang dilayani melalui sosial media. Setiap interaksi dan pelayanan frontliner harus dengan cara-cara yang etis dan profesional. Karakter pelayanan yang penuh persahabatan, ramah, hangat, tulus, dan sepenuh hati merupakan kunci untuk meningkatkan reputasi dan kredibilitas perusahaan.

Orang-orang yang bertugas di frontline haruslah sangat terlatih untuk menggunakan kata-kata positif, terampil dalam memberikan pelayanan dan bantuan, termotivasi untuk memberikan yang terbaik, dan berenergi positif dalam setiap interaksi dengan stakeholders. Frontline yang bertanggung jawab pasti berfokus secara total dan sepenuh hati pada kebutuhan dan harapan pelanggan.

Sangatlah berisiko bila perusahaan menempatkan orang-orang yang tidak siap di frontline. Karakter pelayanan dan interaksi yang andal di frontline menciptakan kesan pertama perusahaan yang hebat. Karakter frontline yang tidak profesional dan tidak etis, berpotensi mendatangkan perasaan tidak nyaman pelanggan, sehingga pelanggan menghindar untuk berhubungan atau menjalankan kerja sama bisnis dengan perusahaan. Intinya, perusahaan yang andal tercipta dari reputasi dan kredibilitas yang dibangun oleh para frontliner yang andal. Jadi, tempatkan orang-orang yang sangat terlatih dan bermindset positif untuk mewakili perusahaan di garis paling depan.

Frontliner adalah yang paling pertama bertemu dengan pelanggan. Dalam hal ini, setiap frontliner menjadi alat untuk mengekspresikan dan mengkomunikasikan reputasi, merek, kredibilitas, kualitas, dan karya-karya perusahaan. Frontliner berada di fungsi yang sangat sentral, dan merupakan energi yang menentukan rahasia sukses perusahaan. Semakin andal, berkualitas, dan tulus keramahtamahan pelayanan frontline perusahaan, semakin unggul perusahaan dalam menghadapi perilaku dan kebutuhan pelanggan.

Kekuatan empati frontline merupakan modal yang hebat untuk memberikan pelayanan sepenuh hati. Setiap karyawan di frontline harus terlatih untuk memanfaatkan pengetahuan empati, dalam memahami kebutuhan dan harapan pelanggan. Tujuan seorang karyawan frontline adalah untuk menciptakan kesan profesional dan kesan ramah-tamah perusahaan. Jadi, tidak ada alasan bagi para frontliner untuk tidak tersenyum dengan tulus, termasuk untuk memberikan pelayanan yang cepat, tangkas, dan berkualitas. Frontliner haruslah bekerja keras agar pelanggan dapat menikmati dan merasakan indahnya pengalaman dari pelayanan berkualitas perusahaan.

Tugas utama seorang frontliner adalah membuat pelanggan merasa terlayani dengan sikap baik, terlayani dengan berkualitas, dan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan hati mereka. Jadi, selain menguasai aspek teknis dan konsep dari pekerjaan, para frontliner juga wajib menguasai aspek sikap dan perilaku yang melayani dengan energi positif. Menciptakan kenyamanan pelanggan haruslah menjadi misi utama para frontliner. Oleh karena itu, setiap langkah dan orientasi kerja haruslah terfokus, untuk memberikan pelayanan yang etis dan profesional.

Pelayanan frontliner dilakukan dengan standar yang konsisten dan berkualitas tinggi. Tidak boleh ada perasaan sakit hati atau emosi negatif lainnya di frontline. Jiwa besar dan kepribadian yang beremosi stabil dan positif merupakan syarat untuk berada di frontline perusahaan. Emosi yang mudah melompat-lompat dalam jiwa yang tidak dewasa berpotensi merusak kualitas pelayanan. Menempatkan orang-orang berkepribadian positif dalam disiplin pelayanan, yang mematuhi tata kelola dan standar pelayanan, menjadikan frontline selalu andal dan unggul.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com