TUHAN SELALU BEKERJA DENGAN SEMPURNA UNTUK MEMBANTU DAN MELINDUNGI ENERGI BAIK

Tuhan selalu bekerja dengan sempurna untuk membantu dan melindungi energi baik. Sebab, hanya energi baik yang bisa menjaga kebaikan hidup. Oleh karena itu, bila diri sudah menjadi energi baik, maka diri pasti dilindungi dan dibantu Tuhan. Sebaliknya, bila diri menjadi energi tidak baik, walau setiap hari sudah berdoa dan memohon ampun, pastilah Tuhan tidak mau melindungi dan membantuhnya. Tuhan maha baik, maha penyayang, maha adil. Jadi, bila seseorang bersikap baik, adil, penyayang, jujur, dan rendah hati, maka dia pasti dilindungi Tuhan.~Djajendra

Fitnah adalah kebohongan yang dicoba dijadikan kebenaran. Biasanya, orang-orang berjiwa tidak baik menyukai rekayasa untuk menjadikan seseorang yang tidak bersalah menjadi bersalah. Dalam hal ini, diciptakanlah sebuah kebohongan, lalu disebarkan sambil mencuci otak yang mendengarkannya. Orang yang bisa menciptakan fitnah adalah orang yang hatinya penuh dengan dendam, dengki, jahat, ngiri, dan membolehkan segala cara tidak baik untuk membuat orang baik menjadi orang yang bersalah. Fitnah adalah perbuatan yang paling kejam, yang hanya mampu dilakukan oleh jiwa yang penuh dengan energi tidak baik. Orang-orang yang suka menebar fitnah pasti menuai hasil yang merugikan hidupnya dikemudian hari.~ Djajendra

Karma adalah hukum alam atau hukum kehidupan. Ketika seseorang berbuat salah atau curang, dan dia sangat pintar menyembunyikannya di dalam karakter dan perilakunya, sehingga tidak seorangpun yang mengetahuinya. Tetapi, dalam perputaran roda kehidupan, orang tersebut secara tidak sadar akan mempertontonkan ketidakbaikannya itu kepada dunia, sehingga dunia tahu bahwa dia sesungguhnya tidak memiliki integritas.~Djajendra

Ketika di dalam pikiran, perbuatan, perkataan, dan perasaan seseorang sudah memiliki kualitas empati, toleransi, keandalan, integritas, kejujuran, kesederhanaan, dan melayani; maka, alam semesta dan kehidupan akan menjadikan orang tersebut dicintai dan disayangi oleh mayoritas manusia. ~ Djajendra

Sahabat terbaik adalah pikiran positif. Ketika berpikir positif hati pasti bahagia. Ketika beremosi positif hati pasti damai. Bila hati masih belum bahagia dan damai, itu mengekspresikan bahwa pikiran positif belum menjadi sahabat jiwa. ~ Djajendra

Ketika diri memiliki sahabat dari dalam dirinya; ketika diri memiliki nilai-nilai kehidupan yang meramaikan hidupnya; ketika diri memiliki komitmen untuk hidup di dalam kesadaran diri sendiri, maka diri tidak akan pernah hidup dalam kesepian, walau diri sedang tidak di dalam kerumunan.~Djajendra

Rasa syukur adalah anugerah terindah. Ketika diri sudah terbiasa dan terlatih hidupnya di dalam rasa syukur; maka diri akan menikmati kehidupan yang tenang, optimis, yakin, percaya diri, dan bahagia. Rasa syukur adalah energi yang mengoptimalkan kualitas dan potensi diri, untuk fokus dan mengalir di dalam peningkatan dan kemajuan diri.~Djajendra

Orang-orang yang bersyukur adalah aset yang selalu menghasilkan yang terbaik untuk dirinya, organisasinya, dan stakeholdernya. Bersyukur menjadikan perilaku diri lebih positif dan lebih berkontribusi dengan sepenuh hati.~Djajendra

Pikiran buruk adalah monster yang memakan diri sendiri. Siapapun yang hidup di dalam pikiran negatif atau pikiran buruk pasti hidupnya tidak nyaman, tidak aman, tidak yakin, penuh benci, penuh dendam, penuh masalah, dan penuh beban hidup. Pikiran buruk hanya bisa menciptakan perasaan tidak menang di dalam diri sendiri. Pikiran buruk selalu menutupi kebenaran dan kebaikan, sehingga di dalam diri hanya penderitaan dan kekurangan yang hidup.~Djajendra

Tujuan hanya terwujud dengan tindakan. Kita harus bertindak untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Kadang-kadang, kita perlu menunggu, berharap, sabar, tenang sambil bekerja keras pada yang diinginkan. Ada proses yang harus dilalui, yaitu proses dari Tuhan dan proses dari diri sendiri. Semua proses tersebut membutuhkan kekuatan pikiran, perbuatan, spiritual, emosi, dan keberanian. Setelah semua proses tersebut menemukan wujud untuk bertindak, maka bertindaklah untuk mewujudkannya, dan jangan pernah menunda-nunda sesuatu yang sudah mampu diwujudkan.~ Djajendra

Kebiasaan membentuk kepribadian. Kebiasaan dapat dibentuk dari kesadaran, dapat juga dibentuk dari ketidaksadaran. Ketika kebiasaan itu terbentuk dengan sangat kuat, maka kebiasaan itu akan mengatur diri, dan menjadikan diri seperti yang diinginkan oleh kebiasaan itu.~Djajendra

Tubuh selalu berbicara dengan diam-diam. Pikiran selalu berbicara dengan terang-terangan. Emosi selalu berbicara sambil memanfaatkan tubuh dan pikiran.~Djajendra

Ketika seorang pemimpin memiliki self-leadership yang kuat dan unggul, dia mampu menampilkan jati diri aslinya kepada publik, sehingga orang-orang mampu menyatu ke dalam hatinya, lalu mengikutinya dengan tanpa syarat. ~ Djajendra

Memimpin diri sendiri adalah awal untuk keteraturan dan disiplin kerja. Ketika diri sudah dipimpin oleh diri sendiri, maka setiap langkah-langkah kehidupan akan bergerak di dalam rencana dan disiplin. Tidak akan ada hal yang terburu-buru; tidak akan ada kepanikan; tidak akan ada pekerjaan tanpa perencanaan. Diri yang dipimpin selalu memiliki cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Diri yang dipimpin tidak akan membuang-buang waktu dan peluang. Diri yang dipimpin oleh diri sendiri selalu hidup dalam prioritas yang tersusun secara efektif dan produktif.~Djajendra

Ketika kebaikan ingin diberikan TUHAN, maka semua yang baik akan dimasukkan ke dalam satu ikatan, dipisahkan dengan yang tidak baik.~Djajendra

Siapapun yang ikhlas menerima kekalahan dengan jujur, maka dia berpotensi menjadi pemenang pada pertandingan berikutnya. Dan, siapapun yang tidak ikhlas atau tidak jujur menerima kekalahan, maka pada pertandingan berikutnya dia berpotensi semakin kalah.~Djajendra

Orang-orang produktif tidak akan terlalu berkompetisi, mereka fokus untuk meningkatkan kualitas dan keandalan cara kerjanya. Mereka sadar bahwa terlalu banyak kompetisi dapat menyebabkan stres, penurunan energi, dan membahayakan moral kolaborasi.~Djajendra

Jadikan dirimu sebagai aset yang produktif; jadikan dirimu unggul dan terampil; jadikan dirimu sebagai energi tanggung jawab; jadikan dirimu sebagai pembangkit motivasi di tempat kerja; jadikan dirimu sebagai energi kolaborasi yang saling bergandeng tangan untuk mencapai yang terbaik; jadikan dirimu sebagai potensi yang bekerja untuk standar dan kualitas tertinggi.~Djajendra

Negarawan adalah dia yang tidak memiliki ambisi dan kepentingan pribadi, dia adalah pribadi yang menyerahkan jiwa dan raganya secara spiritual untuk melayani negara dan bangsanya dengan sepenuh hati dan totalitas. Contoh negarawan asli berwujud dalam diri Mahatma Gandhi, Sukarno (Bung Karno), Nelson Mandela. Contoh negarawan palsu berwujud dalam diri energi negatif yang haus kekuasaan dan haus memerintah.~Djajendra

Orang baik tidak membutuhkan jabatan dan kekuasaan untuk memerintah dan berbuat baik. Sebab, dirinya tidak suka memerintah dan berkuasa, dirinya hanya ada untuk melayani dan mengalirkan energi baik untuk kebaikan semua orang. Orang tidak baik selalu tidak mampu melayani kehidupan, sehingga dia haus kekuasaan dan jabatan, dia haus untuk memerintah, dia tidak akan pernah mampu melayani. ~Djajendra

Tempat kerja adalah tempat orang-orang mengalirkan bakat, potensi, kecerdasan, kreativitas, sumber daya, dan kemampuan. Setiap orang yang mampu mengalir dengan keandalannya pasti menjadi orang yang produktif dan berprestasi. Tempat kerja adalah tempat orang-orang untuk melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati dan sepenuh tanggung jawab. ~ Djajendra

Kebutuhan dan keinginan adalah motivator yang menentukan siapa Anda. Kebutuhan untuk berprestasi, kebutuhan untuk sejahtera, kebutuhan untuk sehat, kebutuhan untuk damai, kebutuhan untuk bahagia, adalah motivator yang mampu membuat Anda semangat terus. Milikilah kebutuhan dan keinginan untuk menjadikan diri Anda semangat terus di dalam kehidupan Anda.~Djajendra

Ketika diri dibentuk dengan pikiran baik, emosi baik, perkataan baik, perbuatan baik, dan karakter baik; maka, diri itu dengan sangat cepat menemukan jalan hidup untuk melayani kebaikan. Ketika diri dibentuk dengan pikiran buruk, emosi buruk, perkataan buruk, perbuatan buruk, dan karakter buruk; maka, diri itu dengan sangat cepat menemukan jalan hidup untuk melayani ketidakbaikan. Orang baik dan orang tidak baik berada di kutub yang berbeda, tidak mungkin bisa disatukan. Masing-masing memiliki dunianya sendiri, dan selalu mencoba mempengaruhi kehidupan untuk menyatu dengan mereka. Orang yang cerdas dan berakal sehat pasti terpengaruh pada yang baik, sedangkan orang tidak cerdas dan kurang akal sehat pasti terpengaruh pada yang buruk. ~ Djajendra

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com