BERTERIMA KASIH KEPADA MUSUH ANDA

BERTERIMA KASIH KEPADA MUSUH ANDA

“Berpikir positif berarti berpikir dengan akal sehat. Fokuskan pikiran dan hati hanya untuk melihat hal-hal baik di setiap peristiwa kehidupan, tetapi jangan mengabaikan semua energi negatif yang mengikuti peristiwa tersebut. Bila mengabaikan energi negatif dan menganggap energi negatif tersebut sebagai sesuatu yang boleh dimaafkan, maka energi negatif tersebut akan kembali hadir untuk merusak hidupmu. Tetaplah berpikir positif dan jagalah jarak yang jauh dengan energi negatif tersebut. Tidak perlu membenci, marah, atau takut dengan energi negatif; biarkan energi negatif hidup di dunia negatif, dan hidupkan dirimu di dunia energi positif.”~Djajendra

Musuh adalah orang yang sedang memberitahukan risiko dan bahaya yang berpotensi Anda temukan. Oleh karena itu, jangan memusuhi musuhmu, jadikan musuhmu sebagai energi negatif yang wajib untuk diwaspadai. Melawan musuh dengan marah dan takut hanya akan memperkuat musuh Anda, sebaliknya belajar untuk lebih berhati-hati dari sikap musuh, akan menjadikan Anda dapat mengantisipasi bahaya yang dimunculkan oleh musuh.

Dalam kehidupan dan pekerjaan, Anda tidak bisa memaksa semua orang untuk suka kepada Anda, atau untuk satu persepsi dengan cara hidup Anda. Semua orang pasti memiliki kepentingannya masing-masing, dan semua orang pasti membawa energi kehidupan di dalam dirinya. Energi kehidupan ini bisa positif dan juga bisa negatif. Semuanya ini sangat tergantung dari nilai-nilai kehidupan dan keyakinan hidup yang terbentuk di dalam pikiran bawah sadar seseorang.

Musuh bisa muncul dari mana saja, dan orang-orang yang paling dekatpun sangat berpotensi menjadi musuh dalam selimut, yang setiap saat dapat membawa Anda ke dalam bahaya dan risiko. Intinya, musuh itu ada yang terlihat dan ada juga yang tidak terlihat. Musuh yang tidak terlihat biasanya sangat pandai berpura-pura, yang membuat Anda menjadi sangat percaya kepadanya. Biasanya, begitu ada kesempatan, maka musuh yang berpura-pura ini akan mencurangi Anda dari belakang, sehingga Andapun menjadi kalang-kabut, dan sedih akan perbuatannya.

Musuh adalah sebuah realitas di dalam kehidupan. Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki musuh. Karena musuh adalah realitas kehidupan, maka sangatlah penting untuk mengelola potensi risiko di dalam semua hubungan Anda dengan siapapun. Jangan biarkan musuh membuat Anda takut, dan jangan biarkan musuh mengalahkan hidup Anda.

Musuh akan muncul di dalam rasa senang yang berlebihan, di dalam rasa percaya yang berlebihan. Jadi, pastikan untuk tidak terlalu senang, dan tidak mempercayai siapapun secara berlebihan. Sangatlah diperlukan aturan yang tegas di dalam setiap hubungan, termasuk limit kepercayaan yang terukur, sehingga bila ada risiko, maka batas risikonya sudah dilimit dalam jumlah tertentu.

Musuh adalah potensi untuk menghadirkan konflik di dalam kehidupan, termasuk dapat menciptakan dilema, sehingga Anda harus sangat berhati-hati dalam mengambil sikap dan keputusan. Apalagi bila musuh itu bersumber dari lingkar dalam kehidupan Anda, maka diperlukan ketenangan pikiran dan emosi cerdas untuk menentukan sikap dan keputusan yang tepat.

Jangan menyerah kepada musuh, dan jangan biarkan musuh mengganggu kehidupan Anda. Miliki sikap tegas dan jauhkan diri Anda dari semua energi negatif yang berpotensi menjadi musuh Anda. Fokuskan hidup Anda agar mengalir di dalam integritas, dan pastikan semua orang di sekitar Anda memiliki budaya akuntabilitas dan terbuka, sehingga sejak awal Anda sudah bisa memonitor segala sesuatu secara tegas dan bijak.

Berterima kasihlah kepada musuh Anda, sebab musuh selalu menunjukkan titik lemah kehidupan Anda. Kuatkan titik lemah kehidupan Anda, dan pastikan untuk selalu belajar dari musuh daripada memusuhi musuh Anda tersebut.

Untuk pelatihan hubungi http://www.djajendra-motivator.com