KETERLIBATAN KARYAWAN DAN KEPEMIMPINAN DALAM KOLABORASI MENUJU SATU VISI YANG SAMA

KETERLIBATAN KARYAWAN DAN KEPEMIMPINAN DALAM KOLABORASI MENUJU SATU VISI YANG SAMA

“Pemimpin dan yang dipimpin harus memiliki satu komitmen yang sama, dan menjalankan komitmen tersebut dengan sepenuh hati. Keduanya harus berada dalam satu barisan yang sama, barisan yang menuju satu visi dengan optimis.” ~ Djajendra

Pencapaian target dan kinerja di tempat kerja, sangat ditentukan oleh keterlibatan karyawan dan kepemimpinan di dalam kolaborasi, yang terfokus pada hasil akhir terbaik. Tanpa pelayanan dan kontribusi yang proaktif dari karyawan dan kepemimpinan untuk pencapaian target, maka target dan kinerja terbaik akan sulit didapat. Setiap orang, setiap fungsi, setiap peran, dan setiap kekuatan di dalam organisasi, harus menjadi energi yang menguatkan keterlibatannya agar memudahkan proses pencapaian terbaik.

Setiap orang yang hadir ke tempat kerja wajib terlibat di setiap proses dan interaksi untuk menuju pencapaian. Jadi, tidak boleh ada seorangpun yang merasa bukan pekerjaannya, sehingga boleh untuk tidak memperhatikan yang bukan wewenangnya. Sebagai contoh, seorang customer ingin berhenti berlangganan internet dari sebuah provider ternama. Customer mengikuti prosedur dan mengirimkan email ke customer service untuk melakukan pemutusan berlangganan. Tetapi, oleh customer service, karena dianggap proses pemutusan berlangganan bukan wewenangnya, maka customer service hanya berdiam dan tidak bersikap apapun. Dampaknya, customer merasa tidak direspon dengan baik, sehingga customer menjadi kesal dan tidak mempercayai provider tersebut. Jelas, sikap tidak terlibatnya customer service untuk disampaikan ke bagian pemutusan berlangganan, mengakibatkan customer mendapatkan pengalaman yang buruk, sehingga si customer pasti akan menjadi marketing dari mulut ke mulut yang menceritakan kekurangan provider tersebut. Akibatnya, provider tersebut diragukan kredibilitasnya oleh calon pelanggan.

Walaupun bukan tugas dan tanggung jawabnya, walaupun bukan pekerjaannya, keterlibatan setiap karyawan adalah panggung kolaborasi. Dunia kerja adalah dunia kolaborasi dan komunikasi, setiap orang dan setiap unit kerja harus saling membantu, dan terlibat untuk memudahkan proses pencapaian hasil terbaik. Komitmen untuk terlibat di semua aspek agar dapat membantu organisasi untuk mencapai hasil bisnis yang lebih baik, serta menjaga agar stekeholders mendapatkan kepuasaan dan kepastian dari pelayanan yang dilakukan oleh organisasi, adalah tanggung jawab yang harus dipelihara dan dirawat oleh setiap individu di tempat kerja.

Perusahaan wajib menguatkan nilai-nilai bersama, kepercayaan bersama, misi bersama, tujuan bersama, keyakinan bersama, dan etos kerja bersama yang memotivasi setiap orang untuk terlibat membangun kinerja dan reputasi perusahaan. Intinya, setiap individu wajib terlibat dengan menyiapkan waktu, energi, potensi, bakat, keterampilan, pikiran baik, emosi baik, dan pengetahuan, untuk menjadikan dirinya lebih produktif, serta lebih berguna dan bermanfaat buat kemajuan organisasi.

Keterlibatan menciptakan kepercayaan, menimbulkan loyalitas, dan membangun jembatan komunikasi yang menghubungkan setiap orang, untuk bekerja dalam kolaborasi yang terarah pada tujuan jelas. Keterlibatan adalah sebuah perjalanan atau proses, bukan tujuan. Keterlibatan adalah melakukan pekerjaan dengan totalitas dan sepenuh hati. Intinya, setiap karyawan dan kepemimpinan harus memulai hari kerjanya dengan tekad, untuk menjadi lebih terlibat, dan lebih berkontribusi, termasuk lebih melayani dengan berkualitas.

Untuk training hubungi http://www.djajendra-motivator.com